Three Women

Three Women
Pelatihan Misi Lawu


__ADS_3

"yang terakhir team Elang, silahkan team Elang untuk siap-siap naik "info komandan senior.


Mereka bertiga bergegas mendaki, dengan cuaca yang sangat cerah sehingga terlihat jelas pemandangannya dari atas ke dataran rendah.


"mon kamu ga mau sembahyang dulu di pure?"tanya gendis sambil ngarahin mata ke pure candi cetho


"ga lah, waktunya mana cukup buat sembahyang di pure"celetuk mona.


"lo mon agamamu hindu ya?" tanya areta penasaran.


"iya, keluarga besarku campuran, ada yang muslim, kristen,hindu,konghucu,buda"


"lah komplit banget mon, kalau hari raya gimana itu?"


Tanya gendis sambil berjalan menyusuri jalan yang menanjak,


"ya semua saling merayakan, pokoknya ya saling toleransi dan menghormati satu sama lain,"


bertiga gadis itu mulai jauh dari pandangan candi ceto dan mulai memasuki candi ketek, di candi ketek ini mereka sempat membuka peta yang di beri senior,


"pohon beringin, melindungi yang ada di bawahnya"surat teka teki yang di kasih oleh komandan.


"ini kan pohon beringin, melindungi yang ada di bawahnya"team elang itu menoleh ke arah bawah sekitar pohon beringin.


"keteekk ndiss,jadi kita menangkap ketek"tebakan mona menuju ke arah gendis.


"ketek itu apa,?" tanya areta.


"monyett,," jawab gendissambil menunjuk ke arah monyet yang lagi duduk sambil makan pisang di bawah pohon beringin.


"ooh pantesan di namain candi ketek, la ternyata banyak monyetnya"menganggung-anggukan kepala.


" coba deh di lihat, yang di dudukin monyet yang makan pisang itu?"sambil mengamati monyet dari jarak dekat, dengan menyamar menggunakan ranting pepohonan untuk melabuhi si monyet itu.


"iya anehnya monyet yang paling gedee duduk diem di situ, keknya monyetnya sudah terlatih"ujar mona.


"itu bukanya bendera team kita ya"tanya mona sekali lagi untuk memastikan


"anjirrr,, iya bener bendera kita di dudukin monyet itu."celetuk areta.


"areta kamu bukak ranselmu yang ada makanan, kamu pancing si monyet itu, dan kamu mona ngambil bendera kita"perintah gendis ke mona dan areta.


"terus lu ngapain ndis?tanya balik areta.


"aku mengamati kalian berduaa hahahaha"ketawa sarkas dari wajah gendis.

__ADS_1


"Bangkeeee hahahah okelah untuk yang ini gua nurut" kata areta sambil ketawa tipis.


Dari rencana mereka bertiga mulailah percikan keakrabpan gendis ke areta sudah mulai akrab satu sama lain, gendis yang selalu bicara seperlunya sekarang sudah mulai banyak bicara dan memberi banyolan ke mereka berdua.


mereka bertiga beraksi dengan penyamaran masing masing anggota.


"huhu hahah huhu haha nyet sini nyet aku ada buah apel" ajakan areta dengan gerakan kaki mundur ke belakang dengan menyodorkan buah apel ke monyet


"esssstt mon cepet ambil,"perintah gendis lagi.


"sreeekk, sreeekk" suara gesekan sepatu mona dengan dedaunan.


"ambil monn"lirihann gendis ke mona.


Telunjuk mona mulai menyentuh benderaa team elang, dan "srepp"menyaut bendera itu, kemudian berbalik arah tapi tiba-tiba kaki mona tersandung akar pohon beringin yang membuaat mona tersungkur jatuh ke tanah.


"gedeebukk,"terdengar bunyi tubuh mona saat tersungkur ke tanah.


monyet yang tadinya sudah membelakangi pohon beringin dan mau menyentuh apel yang di sodorkan areta, sepontan lansung menoleh ke belakang ke arah sumber bunyi mona saat terjatuh,


"dengan mulut yang terbuka lebar, terlihat taring yang tajamm,dan di iringi tepukan monyeet seketika monyet itu tertawa melihat mona yang kesakitan"


"huhuhahahhuhu hahaha"suara ketawa monyet itu,


"hahahhaha, duh mon perutku juga ikut sakit nih,"


tatapan monyet itu mulai berubah menjadi tajam ekpresinya sangat marah karena bendera yang di dudukin sebelumnya di ambil oleh mona, monyet itu mulai mengambil apel dan melemparkan ke arah mona dengan di iringi teriakan oleh monyet itu.


"monn lari, reta ayoo lariii, kabur kabur"


ketiga taruni itu lari terbirit-birit dan meninggalkan area candi ketek menuju ke arah lereng hutan, vegetasi mulai keliatan redup terlihat jelas samping kiri jurang yang begitu dalam karena tidak terlihat dasar tanahnya. samping kanan bukit dengan pepohonan yang menjulang tinggi ke langit menyebabkan cahaya yang masuk tertahan oleh dedaunan pohon yang menutupi area jalan lereng gunung lawu.


"wah gilaa sih, monyet kalau marah emang lebih bar-bar"mulai berhenti berlari sambil ngos-ngosan celetuk areta.


"huft huuuft" tarik nafas dalam-dalam,wajah mona bercucuran dengan keringat


"kita jalannya pelan-pelan aja, untuk menghemat tenaga, jarak ke puncak masih panjang"ujar Gendis,sembari mengelap keringat yang ada di dahinya.


Balasan Anggukan dari mona dan areta ke arah gendis.mereka menyusuri lereng gunung itu dan langkah demi langkah mereka lalui.


"mon coba liat benderanya tadi"aluran tangan areta ke mona.


mona menyodorkan bendera yang di genggam sedari tadi.aretha mullaimelihat bendera dan membaca secarcik kerta yang di kaitkan di tali bendera.


"hati-hati ada sekawanan bandid, borgolah bandid itu dan temukan bendera di antara mereka"bacaan areta.

__ADS_1


"guys kalian harus siap-siap, kamu gendis sayap samping, elu mon sayap kanan aku bagiah tengah, waspada semuanya"


lirikan mata dan siap siaga tiga taruni itu telah mengatur formasi pertahanan yang setiap saat akan di serang.


Mereka bertiga mulai memasuki pos satu, udara yang segar mennyambut team elang, pos 1 dengan sebutan nama lainya Mbah Branti,terlihat Shelters di pos satu terlihat sederhana tapi sangat layak untuk berlindung dari dinginnya air hujan yang mengguyur tanah lawu ini.


"sreek sreekk, "terdengar suara bunyi gesekan kaki dengan ilalang.


"kalian siaga, siap-siap musuh mulsi mendekat"perintah areta.


"siap" jawab keduanya,saling membelakangi satu sama lain.


"seraaang.....!!!!"para bandit keluar dari semak-semak terlihat ada 3 bandit yang menyerang team elang, setiap bandid memiliki borgol masing-masing yang fungsinya di gunakan untuk memborgol mereka bertiga.


"bhuugg buugg.."serangan demi serangan mereka hadapi dengan tangkisan.


"rasakan iniiii.." tendangan dari gendis mengenai pas di ulu hati salah satu bandid itu menyebabkan bandid terpelentang ke balakang.


"bruuuuukkk"suara bandid itu tersungkur ke belakang.


Gendis latar belakangnya yang jago pencak silat, tidak banyak bicara paling halus sendiri di antara 2 temanya itu.


"aaaarrggghh" teriakan bandit itu kesakitan akibat tendangan gendis.


",Besssstt seetthh"tonjokan tangan oleh mona ke dagu bandit itu sampai terpental.


"bruukkkk"tergeletak ke tanah dan langsung tidak sadarkan diri.


"matiiii kaaaoooo" seruan bandit itu menyerang areta dengan membawa balok kayu.


Dengan sigap dan gesitnya gerakaan areta menangkis dan melawan bandit itu menggunkan tendangan kaki menendang ke arah bagian leher, tersungkurlah bandit itu, tapi bandid itu pantang menyerah, berdirilah dia dan mulai menghajar areta tapi dengan gesit areta memutar pinggul dan merentangkan kaki di lanjut memukul dengan punggung kaki yang begitu sangat keras, teknik roundhouse kick yang di pakai aretha membuat musuh tidak bisa berkutik, Latar belakang Areta sendiri juara 2 taekwondo tingkat Asia.


"brrooookkkk" langsung seketika tersungkur ke tanah dan tidak sadarkan diri.


"aaaaahhht" teriakan aretaa yang sangat puas setelah menghajar bandit itu.


"borgoll mereka semua, kita periksa badan bandid ini, bendera team elang pasti ada di salah satu bandid ini."Ajakan areta.


para bandit itu masih tidak sadarkan diri, tiga taruni ini mulai memeriksa seluruh badan para bandit, di temukanlah bendera di saku bandit yang terakhir di hajar oleh aretha.


"makin ngeriii, tantangan kali ini," celetuk mona geleng-geleng kepala.


"totalitas bener kampus kita, nyewa preman kekgini"timpa areta.


"benerrr, banget, ini benderanya ada suratnya juga nih, bagaimana kalau keluar dari pos 1 dulu baru kita baca"ujar gendis, saat menemukan bendera,melihat keadaan sekitar yang tidak memungkinkan.

__ADS_1


"okee gass lah.."persetujuan areta dan di ikuti dengan anggukan mona.


Mereka bertiga mulai melanjutkan perjalanan dan sudah tarlalu jauh dari jangkauan bandit itu.


__ADS_2