
Setelah melalui beberapa misi, team Elang mulai melanjutkan perjalanan, hanya tinggal satu misi yang harus di seleseikan.perjalanan yang di tempuh sangatlah terjal dan menanjak.
"ga ada surat untuk misi terakhir, ga ada teka teki yang harus di pecahkan, jadi penasaran misi yang terakhir ini apa" celetuk mona.
"siapkan mental kita yang kuat"timpa gendis.
"bentar lagi sampai pos 5, kita di suruh ndirikan tenda di sana sama senior tadi"timpa areta.
tidak terasa,mereka sudah melalui pos 4 dengan sebutan pos penggik dan tetap melanjutkan perjalanan menuju pos 5 dengan nama lain orang-orang menyebutnya pos bulak peperangan untuk istirahat dan mendirikan tenda, di pos 5 ini sudah ada 4 team yang sudah mendirikan tenda sebelumnya, mereka dengan urutan mendaki terlebih dulu.
"haiiii mona, sini.."lambaian Gea teman sekamar mona waktu di asrama.
"heeee iyaa, masak apa nih" sambil menengok ka arah teman-teman gea yang sedang masak.
"masak mie, aja sih sama nasi, kamu sama teman kamu makan sekalian disini, oh iya mana gendis"jawab mona.
"eh ga usah kita mau masak sendiri, gendis lagi ndirikan tenda,ya udah ya aku mau bantuin mereka dulu, selamat makan ya" beralih pergi.
"heh makan sini aja gpp, "pinta putri satu teamnya Gea.
"heh sudah gpp, nikmati aja makanan kalian"mona yang mulai meninggalkan tenda gea.
"uuhh aromanyaa, di tambah dengan pemandangan yang sangat menawan"lirihnya mona menyeruput segelas cangkir kopi yang di pegangya.
Ada lima tenda yang sudah di dirikan di pos bulak peperangan, vegetasi yang sangat luas, dan hamparan sabana yang membentang indah, waktu sudah mendekati pukul 16:00Wib, rintikan hujan mulai turun dan mengguyur atap tenda-tenda mereka, suasana gelap mulai menyambut malam, suara jangkrik katak dan burung hantu dan hewan malata saling bersaut-sautan, hawa dingin mulai menembus tulang.
"Dingin bener, duh ga kuat bisa-bisa hipotermia kalau gini terus-terusan,"suara menggigil dari bibir mona.
"ga bisa nih gini terus, aku coba cek keluar tenda dulu ya, sapa tau bisa bikin api unggun"celetuk aretha.
"aku ikutan nyari kayu bakar ret"mintanya gendis.
"oke, kamu di sini dulu mona"
"minum ini mona,agar bisa menghangatkan badan kamu"gendis menyodorkan sebuah susu hangat ke mona.
"makasih ndiss,"timpa mona.
"sruppppp aaa melegakan"menyeruput.
Hawa dingin sehabis hujan membuat ranting pepohonan pada basah kuyup,tidak ada yang terlihat kering semua terkena air hujan.
"malam semua, ini kita bawakan kayu yang kering buat kalian bikin api unggun,"
"malam senior, ooh makasih banyak senior"jawab gendis.
"pritt....."bunyi peluit senior
"untuk semua yang berada di dalam tenda mohon untuk keluar tenda"suara lantang dari senior.
"haisstt apa lagi ini, ga tau apa lagi kedinginan begini"lirihnya mona sambil menenteng selimut.
Semua team dan anggota sudah berkumpul di luar di tengah-tengah tenda antar team,tidak mengenakan seragam, karena ini waktu sudah menuju pukul 20:00 Wib.
"bagaiamana masih semangatt..!!"salah satu senior menyakan keadaan para anggota team
"siap semangat senior"jawabpan yang lantang para anggota team.
"ini ada kayu kering, silahkan membuat api unggun bahan-bahanya sudah ada disini, saya kasih waktu 10 menit untuk membuat api unggun, di mulai dari sekarang."
"pritt,,,,"bunyi peluit.
"ayo cepat-cepat"
Suasana sedikit panik, terlihat ada yang menyiapkan kayu bakar dan membuat kerangka agar ada ogsigen yang masuk, supaya api bisa menyala,mona yang diam-diam kembali ke dalam tenda terlihat tidak keliatan saat berkumpul di lingkaran api unggun.
"mona mana,"areta melirik arah gendis.
"kayaknya ke tenda deh, badanya aku pegang tadi hangat"jawab gendis.
"mona mana ret"tanya salah satu senior ke aretha.
"mona di tenda senior"jawab areta
"suruh keluar"perintah senior.
"siap senior"
__ADS_1
"mon, kok di tenda katanya badanmu hangat, coba aku sentuh"tanya aretha.
"lo kok hangat banget, udah minum obat ??tanya areta lagi.
"sudah kok, ini obatnya, aku minum 2 seksligus, tapi kok ngantuk banget ya mataku ga bisa melek"
"astagaaa monaa, dudull banget deh, pantesan aja ngantuk ini obat antimo 1kamu salah ambil ih, jelas-jelas tulisan segede gaban gini, ga baca apa yakk"
"ehehehe remang-remang di dalam tenda jadi tidak bisa bedain obat pereda panas sama obat anti mabok kendaraan"sambil kembali tidur.
"aduh mona mah, ada-ada aja, gimana mau ngejelasin sama senior."
Aretha mulai meninggalkan tenda dan kembali ke barisan orang-orang melingkari api unggun.
"mana mona reta, kamu sendirian kesininya" tanya senior.
"mona badanya demam senior, tapi sekarang sudah terlelap sampe pulas"
"sudah minum obat ?"
"sudah senior, obat antimo yang di minum"
"haaahh, kok bisa obat antimo"
setelah di jelaskan sama areta, semua yang ada di dekat api unggun tertawa melihat kelakuan mona.
"mona ga di asrama ga di sini ada aja kelakuanya" celetuk gea sambil geleng-geleng kepala.
"jangan lupa buat nanti subuh berkumpul disini dan kita akan adakan misi terakhir, dan untuk misi kali ini benderanya hanya 1 yang hanya bisa di miliki oleh salah satu team yang terkuat bisa merebut bendera ini".
setelah semua kembali ke tenda,suasana kembali hening dan sepi, semua team kelelahan dan tertidur dengan sangat lelap, malam semakin larut keheningan menyelimuti sunyi.
Sayup-sayup terdengar suara adzan berkumandang, waktu telah menandakan sholat shubuh, ada sebagian besar menunaikan ibadah sholat shubuh bagi yang beragama muslim, ada juga yang terlihat siap-siap membersihkan diri dan membangunkan temannya serta membereskan tenda, karena hari ini misi terakhir dan mereka harus segera kembali pulang ke asrama.
setelah menjalankan aktivitas masing-masing, mereka dari 5 team berkumpul dan di beri arahan oleh senior mengenai misi yang akan di laksankan di oleh team-team tersebut.
"apakah kalian sudah siap" suara lantang terdengar dari semua arahan mata yang tertuju padanya.
"siap, sudah"jawabpan serentak.
semua anggota di kasih pistol masing-masing yang di dalamnya sudah ada 5 peluru bagi setiap orang, peluru tersebut hanyalah cairan yg berwarna warni, bagi setiap team mendapatkan satu warna peluru.team elang mendapat peluru warna Biru. Di antara 5 team yang berhak bisa mencapai puncak dengan selamat dan mencabut bendera yang ada di puncak tanpa terkena tembakan di tubuhnya dialah yang akan membawa teamnya menjadi pemenang.
Jalur yang di lewati bukanlah jalur umum pendakian yang sering di lewati oleh para pendaki, melainkan mencari jalur alternatif atau mencari jalur sendiri.
"kenaa kau Gea, ku akhiri hidupmu sampai di sini hahahaha"celetuknya mona, sambil nangkring di dahan pohon.
"DORRR...!!" suara tembakan dari senjatanya mona .
"aaahhrgg.. Sial" gerutunya Gea.
"gea lu gpp,?"tanya desi satu team sam Gea.
"gpp sana kamu harus bergegas, dan harus hati-hati,"timpa Gea.
"siap, kamu lansung turun ke pos 4 lagi hati-hati gea"jawab desi memberikan tepukan di bahunya
di akhiri dengan anggukan Gea yang mulai bergegas turun ke bawah.
mona mulai turun dari dahan pohon yang menjulang tinggi itu. Dan melanjutkan perjalanan, menemui aretha dan gendis yang sudah melangkah jauh di depanya.
"mon, kita jaga jarak 5 meter"tegas aretha ke mona.
"oke retha"
Semak belukar menutupi arah langkah kaki mereka.
suara tembakan bertubi-tubi dari segala arah.
"lari-lari..cepat cepat," terikan dari team Naga yang hanya tersisa 2 anggota saja karena gea sudah gugur.
"Dorr..!! Kena kau kisanakk.."suara tembakan dari mona ke bagian punggung salah satu team Bangau.
"keren mona,"celetuk gendis lewat Pesan suara HT.
"ah biasa aja hahaha"timpa mona, seyum merekah.
"areta lu tiarap ada musuh di atas pohon, team gagak 2 oranv di atas pohon dekat lereng,"
__ADS_1
"siap-siap" aretha tiarap di ilalang yang lebat.
"kita harus mancing mereka keluar, agar salah satu di antara kita bisa lanjut naik ke atas puncak ngambil bendera"
"gendis kamu kan di atas lereng, lu tungguin situ aku mau ke tempatmu, kalau kita dah ketemu kamu lanjut naik aku yang mantau dan jadi sniper dari lereng, yang akan menembaki yang mengejar aretha"
"berarti tugas gw mancing mereka"timpa aretha.
"bener banget"
"oke aku tungguin di sini."timpa balik gendis.
mona mulai bergerak dan lari sambil badan condong menunduk.agar menghindari serangan dari musuh.
10 meter di balik pohon dari arah mona terlihat orang lagi melepaskan tembakan ke arah mona tapi sebelum itu mona mengetahui dan sigap berpaling melewati tembakan dari serangan musuh.
"DORRR.."
"Sial meleset" gerutunya dewa dari team Gagak.
"lari ke arah timur mon, cepet mon, kamu di kerja dewa dari belakang"
"aaah gwe ga paham arah timur ,selatan barat"terengah-engah sambil berlari..
"aaahh kok gw yang mancing mereka keluar dari persembuyian"
"wkwkkw dudul, tenang aja gw siap nembakin yang ngejar lu"aretha mulai bergerak dan mencari posisi yang nembakin ke arah gendis.
"guys aku naik ke atas ya,"
"Dor.. Dorr. Dorr.."
"serbu mona.."
"Serbu team naga,,"
"seerbu team Elang."
banyak yang berguguran mona selalu lari dan menghindar, sesekali dia menembak lawan dan berhasil.
"suara tembakan dan teriakan menyeruak jadi satu"
gendis mulai berlari peluru masih tersisa tinggal 2 di dalam senjata dia tidak patah semangat. Melihat perjuangan teman-temanya yang begitu berat.
"gawat peluru tinggal 1,"akhirnya mona bisa bersembuyi dan pelan pelan naik ke atas puncak.
Suara tembakan masih terdengar di mana-mana.
"tes tes, aretha lu dimana"nafas yang terengah-engah.
"huftt maav guys,gw tertembak sama team Hering"
"peluru gwe masih 2 ada yang mau kah"
"posisi masih di bawah lereng, lu mon di mana"
"gw di atas lereng menuju puncak kalau ketauan pengawas bisa di diskualikasi dan ga ada waktu juga sih"jawab mona.
"iya juga, ya udah gw turun aja ya,"
"hati-hati aretha"
mona menlihat gendis yang ada di depanya berjarak 10 km , tapi di samping agak berjauhan ada yang mau menembak gendis.
mona dengan sigap menembak yang berada di samping jarak gendis..
"DORRR...!! Suara tembakan dari mona dengan peluru terakhirnya.
gendis seketika menuju arah tembakan, dan melihat yang di tembak dari team Bangau, dan mengarah ke mona.
"gendis, ambil benderanya cepatt"
gendis berpaling dan berlari menuju bendera yang di tancapkan di atas puncak lawu itu, dengan di ikuti team lain.
"Dorrr ... " suara tembakan dari gendis menembak team lawan yang mencoba mengambil bendera.
"yessss akhirnyaaa, mona lihat"
__ADS_1
"aaaaarghh akhirnyaa," teriakan mona antusias.
perjuangan yang tidak sia-sia. semua akhirnya kembali ke asrama dengan raut muka yang kelelahan.