Time Travel Of The Princess: Shu Lan

Time Travel Of The Princess: Shu Lan
eps 19


__ADS_3

setelah selesai shu lan keluar dari kamarnya dan menuju ruang makan , untuk sarapan ber sama jie jienya.


" duduk lah mei mei dan makanlah sarapan mu setelah itu baru kita ke taman istana.": ucap mei lin yang melihat shu lan ber jalan ke arahnya dan hanya di angguki oleh shu lan.


________________________________________________


skkiipppp........


setelah selesai sarapan , sesuai rencana tadi shu lan dan mei lin pergi berjalan jalan di taman istana , selama perjalanan banyak pelayan yang membicarakan nya tapi shu lan hanya cuek dengan memasang wajah dingin dan datarnya .


saat di tengh perjalanan shu lan berpas pasan dengan putra mahkota shu jiang atau lebih tepatnya kakak kandung shu lan yang kebetulan juga ada di sana.


shu lan hanya acuh dan terus berjalan melewati shu jiang tanpa memberikan salam atau apapun itu sedangkan mei lin hanya membungkuk sebentar lalu lanjut berjalan mengikuti shu lan.


shu jiang yang melihat itu pun marah karna merasa di acuhkan.


"apakah kau tidak memiliki sopan santun putri shu lan , kenapa kau tak memberi salam kepada ku ?": ucap shu jiang. shu lan yang mendengar itu pun menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap shu jiang .


shu lan menatap mata shu jiang dan menaik kan salah satu alisnya lalu berkata .


" siapa kau hingga aku harus memberi hormat kepada mu , dan apa tadi kau bilang sopan santun ? aku hanya akan bersikap sopan kepada orang yang memang benar benar pantas .": ucap shu lan santai tapi dengan dingin dan datar.


shu jiang sangat terkejut mendengar ucapan dingin dan datar dari shu lan bahkan sikap shu lan sekarang acuh terhadap nya , dimana shu lan yang dulu saat bertemu dengan nya akan langsung memberi salam dan menatap nya dengan tatapan berbinar walaupun selama ini ia acuh kan , dan selalu berbicara dengan lembut dan hangat kepadanya , sekarang apa hanya ada tatapan dingin dan datar serta sikap yang acuh tak acuh kepadanya. sungguh sebenarnya di lubuk terdalam di hatinya ia merasa sangat sakit tapi ia hiraukan karna hatinya sudah tertutup akan kebencian terhadap shu lan , karna dalam pikirannya shu lan lah penyebab meninggalnya permaisuri ji ning atau ibundanya .


" aku kakak mu, jadi sudah seharusnya kau menghormatiku ": ucap shu jiang.

__ADS_1


" kakak ? aku tidak mempunyai kakak sepertimu yang tidak pernah perduli dengan adik nya bahkan saat kau tahu dia tidak melakukan kesalahan apa pun kau malah menghukumnya , heh........ apakah itu yang di namakan seorang kakak ? ": ucap shu lan dingin dan datar.


" aku tau kau membenci ku sebab menganggap karna kelahiranku sebagai penyebab meninggalnya ibunda , cihh........ ternyata putra mahkota kekaisaran shu ini sangat bodoh.": ucap shu lan sambil tersenyum sinis di malik cadarnya.


" apa maksutmu bicara seperti itu ? memang benarkan jika saja saat itu ibunda tidak melahirkanmu ia pasti saat ini masih ada.": ucap shu jiang seraya menahan emosinya yang ingin meledak.


" cih..... kalukau pandai coba kau pikir bagaimana seorang bayi yang baru di lahirkan , bayi yang tidak bisa apa apa , bayi yang tidak tau apa apa , dan masih lemah bagaimana dia bisa membunuh seseorang apa lagi ibundanya sendiri Ha........ jawab.": ucap shu lan dengan emosi dan air mata yang sudah membanjuri pipi nya.


" setiap anak pasti menginginkan kasih sayanyang orang tua , kau beruntung setidaknya kau sudah merasakan kasih sayang dari ibunda . sedangkan aku , sejak aku lahir saja sudah di asingkan bahkan ayah dan kakak yang seharusnya menggantikan ibunda untuk merawat dan menjagaku malah membenciku .


dan ya apa tadi kau bilang , seandainya ibunda tidak melahirkan ku dia pasti masih ada di sini ? punya otak itu di pakek jangan cuma di jadiin pajangan doang , mana ada seorang ibu yang mau mebunuh anak nya sendiri , di dalam situasi apa pun dia pasti akan lebih mementingkan anaknya bahkan ia rela mengorbankan dirinya sendiri . aku juga tidak bisa memilih lahir dalam keadaan apa dan siapa yang melahirkan ku.": lanjutnya mengeluarkan semua unek unek yang ada di dalam hatinya.


putra mahkota shu jiang yang mendengar setiap ucapan shu lan merasa tertohok hatinya, dan ia merasa sangat menyesal kepada adiknya itu atas sikapnya selama ini , sungguh ia sangat menyesal ingin rasanya ia memeluk erat adiknya itu dan meminta maaf , tapi sayang dia tidak yakin kalau shu lan mau memaafkan nya atas sikapnya selama ini terhadapnya.


setelah mengucapkan semua unek uneknya shu lan langsung pergi meninggalkan shu jiang yang masih bengong di sana di ikuti oleh mei lin.


tanpa keduanya sadari sedari tadi ada dua orang yang memperhatikan mereka sedari tadi saat mereka mulai berdebat.


" yang mulia apa anda baik baik saja": ucap salah satu orang yang dari tadi memperhatikan perdebatan shu lan dan shu jiang .


"ah .. ya aku baik baik saja , kasim mo , apakah selama ini aku salah telah membenci dan mengasingkan putri ku sendiri": ucap kaisar shu kepada kasim mo dengan pandangan kosong, entahlah apa yang sedang ia pikirkan hanya tuhan dan author yang tahu😁.


ya...... yang sedari tadi mempeehatikan dan mendengarkan perdebatan shu lan dan shu jiang adalah kaisar shu dan kasim mo , kasim kepercayaan kaisar.


"kalo hamba boleh jujur yang mulia memang selama ini perbuatan yang mulia terhadap putri shu lan memang salah , karna bagaimanapun pada saat itu putri shu lan hanya seorang bayi yang tidak tahu apa apa dan apakah yang mulia masih ingat pesan terakhir dari permaisuri yang mulia.": ucap kasim mo.

__ADS_1


FLASH BACK ON


" yang mulia lihatlah putri kita dia sangat cantik bukan": ucap permaisuri seraya menatap putrinya itu.


" ya dia sangat cantik sepertimu": ucap kaisar shu seraya tersenyum.


"yang mulia bolehkah hamba meminta satuhal kepadamu": ucap permaisuri.


" tentu saja katakan lah ": jawab kaisar shu.


" tolong sayangi dan jaga putri kita, waktu ku sudah tidak lama lagi , jadi tolong jangan membencinya karnaku ": setelah mengucapkan itu permaisuri mulai kegilangan kesadarannya.


" permaisuri ..... hey bangun lah sayang............. tabib cepat periksa keadaan permaisuri": ucap kaisar shu. lalu seorang tabib menghampiri permaisuri dan memeriksanya.


" maaf yang mulia permaisuri sudah tiada": kata tabib itu.


FASH BACK OF


"huh........ lalu aku harus apa , ?": pasrah kaisar shu.


" sebaiknya anda meminta maaf kepada putri shu lan dan memulai semua dari awal yang mulia?": saran kasim mo.


" aku tidak yakin shu lan akan memaafkan ku , karna perbuatanku selama ini kepadanya.": ucap kaisar shu.


" cobalah yang mulia siapa tau putri shu lan akan memaafkan anda , kalaupun putri shu lan tidak memaafkan anda tetap berjuanglah yang mulia untuk mendapatkan maafnya sebelem anda semakin menyesal di kemudian hari.": nasehat kasim mo.

__ADS_1


Next kak


__ADS_2