Time Travel Of The Princess: Shu Lan

Time Travel Of The Princess: Shu Lan
eps 21


__ADS_3

" maaf gege tidak bisa membantumu saat kau di asingkan": ucap shu han sendu.


" sudah lah gege , tak apa itu semua sudah berlalu ": ucap shu lan seraya melepaskan pekukan nya.


________________________________________________


shu han hanya membalasnya dengan senyuman.


" untuk merayakan kembalinya gege , lan'er sudah menyiapkan sesuatu untuk gege. ayo ikut lan'er ibunda selir juga harus ukut.": ucap shu lan senang dan tersenyum di balik cadarnya lalu tangan kanannya menarik shu han dan tangan kirinya menarik selir ke tiga untuk mengikuti nya , mei lin juga mengikuti shu lan dari belakan , mereka meninggalkan kaisar shu , shu jiang dan para ulet bulu.


' awas kau shu lan aku akan membalas mu' ucap para ulat bulu dalam hati dengan menahan amarahnya yang akan meledak .


di sisi lain kaisar dan putra mahkota shu jiang merasa sangat iri dengan kedekatan shu han dan selir ke tiga dengan shu lan , tapi mereka sadar inilah akibat dari perbuatan mereka dulu kepada shu lan .


' inikah rasanya di acuh kan dan tidak di anggap oleh orang yang kita sayang ? ' batin mereka merasakan hatinya sangat sakit bagai di tusuk seribu jarum.


mereka hanya menatap sendu ke arah punggung shu lan yang berjalan semakin menjauh dari mereka.


setelah kejadian itu mereka kembali ke kediaman masing masing dan mengerjakan pekerjaan mereka masing masing.


di sisi lain shu lan membawa selir ke tiga dan shu han ke kediaman nya. saat sudah di depan kediaman nya selir ke tiga dan shu han sangat kagum dengan bangunan indah yang ada di depan mereka.


" lan' er ini tempat apa": tanya selir ke tiga.


" ini kediaman ku ibunda selir , memang kenapa? apakah jelek": ucap shu lan .


" ah..... tidak lan'er ini bahkan sangat indah , apakah kau yang mendekorasi nya? tapi kau di bantu siapa di sini bahkan tidak ada pelayan maupun penjaga.": ucap selir ke tiga heran .


" ya aku yang mendekorasinya, em....... dan untuk membangunnya aku di bantu oleh seseorang yang selama ini membantuku saat di hutan kegelapan.": ucap shu lan.


' ya kalik gua ngomong gua bangun sendiri kan gak mungin, yang ada mereka nanti curiga lagi' batin shu lan.


" udah sekarang ayo kita masuk kita makan siang dulu aku tadi sudah memasak untuk menyambut kedatangan gege.": ucap shu lan seraya masuk ke kediaman nya di ikuti selir ke tiga , shu han dan mei lin di belakangnya. ya memang tadi shu lan sebelum pergi ke gerbang dia sudah memasak berbagai macam makanan modern khas nusantara , di bantu mei lin.


saat ini shu lan dan yang lain termasuk mei lin sudah berada di ruang makan dengan berbagai makanan nusantara yang sudah di siapkan oleh shu lan tadi.



__ADS_1












selir ke tiga dan shu han terlihat bingung melihat makanan yang ada di depan mereka.


" mei mei ini makanan apa ? gege tidak pernah melihat makanan seperti ini.": tanya shu han.


' nggak mungkin kan gue bilang kalo ini makanan dari zaman modern kan gak lucu' batin shu lan.


" jadi sekarang cobalah , enak atau tidak ": lanjutnya .


shu han dan selir ke tiga pun mulai mencoba makanan yang di buat shu lan itu .


" wahh....... ini sangat enak lan'er": ucap selir ke tiga setelah mencicipi makanan yang di buat shu lan tadi.


" iya ini sangat enak mei mei": ucap shu han .


shu lan yang mendengar itu pun tersenyum di balik cadarnya.


" kalau begitu habis kan lah , aku senang ibunda selir dan gege menyukainya.": ucap shu lan lalu mulai memakan makanannya.


mereka makan siang bersama dengan di iringi oleh canda dan tawa yang di buat oleh shu han yang terus menerus menjahili shu lan , sedangkan mei lin dan selir ke tiga yang melihat hal itu hanya tersenyum sambil geleng geleng kepala.

__ADS_1


' kemana hilangnya sikap dingin dan datar mereka saat berkumpul begini ' batin mereka heran . walaupun mei lin sudah biasa dengan sikap shu lan yang akan berbanding terbalik jika sudah berada bersama orang terdekatnya , tapi ia masih heran dengan sikap shu lan yang sering berubah ubah itu.


setelah selesai makan siang mereka berpindah tempat ke ruang keluarga hanya sekedar untuk menghabiskan waktu bersama , hingga tanpa mereka sadari hari sudah mulai sore dan mereka harus kembali ke kediaman mereka masing masing .


setelah kepergian selir ke tiga dan shu han , shu lan pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri , karna badanya sudah terasa sangat lengket oleh keringat.


setelah selesai shu lan pergi ke ruang keluarga , di sana ia hanya membaca buku yang ia ambil dari ruang dimensinya.


tok.....tok.....tok...


tapi kegiatan nya harus terganggu oleh suara ketukan pintu kediaman nya, karna mei lin sedang berada di halaman belakang dan tidak akan mendengar suara ketukan itu , maka dengan terpaksa shu lan lah yang harus membukanya.


shu lan berjalan ke arah pintu lalu membukanya , untuk melihat siapa yang bertamu ke kediaman nya , dan ternyata yang datang adalah kasim mo / kasim kepercayaan kaisar shu.


" salam putri": ucap kasim mo seraya membungkuk memberi hormat.


" hmm...... ada apa paman kemari?": tanya shu lan tidak terlalu dingin dan datar, karna shu lan tahu kasim mo adalah orang yang baik.


dan kenapa shu lan memanggilnya paman , itu karna shu lan tau selama ini kasim mo selalu berusaha untuk memberitahu kaisar shu bahwa shu lan tidak bersalah atas kematian permaisuri , dan kasim mo juga sering membantu shu lan yang dulu saat mendapat hukuman dari kaisar shu agar hukuman shu lan tidak terlalu berat . kalo di tanya alasan nya kenapa ? entah lah shu lan pun tidak tahu kenapa kasim mo sangat baik padanya.


" hamba di suruh yang mulia kaisar untuk memberitahukan bahwa yangmulia mengundang anda untuk makan malam bersama di ruang makan bersama yang lain.": ucap kasim mo memberitau.


" huh......... bolehkah aku menolaknya paman?": tanya shu lan malas.


" sayang nya tidak bisa putri": jawab kasim mo seraya tersenyum.


" baiklah - baiklah aku akan pergi nanti": ucap shu lan malas.


" kalau begitu hamba mohon pamit putri": ucap kasim mo dan hanya di balas deheman oleh shu lan lalu pergi dari kediaman shu lan.


saat ini shu lan sedang di perjalanan menuju ke ruang makan istana , sebenarnya shu lan sangat malas untuk datang , tapi apalah daya yang tidak dapat membantah , jika dia melawan yang ada nanti mereka tau siapa shu lan yang sebenarnya , dan rencananya untuk mengancurkan para ulat bulu itu akan hancur . dan shu lan tidak akan membiarkan itu terjadi.


di sisi lain di dalam ruang makan semua orang sudah berkumpul tapi kaisar shu masih belum memulai acara makan nya.


" yang mulia , kenapa kita belum memulai acara makan nya apakah kita masih menunggu seseorang?": tanya selir ke dua dengan gaya bicara yang di buat selembut mungkin


" ya , ki..........": belum sempat kaisar shu selesai bicara , ucapanya sudah di potong oleh kasim yang menjaga di luar pintu.


" putri shu lan memasuki ruangan": teriak kasim itu.

__ADS_1


semua orang yang berada di dalam ruangan mengalihkan pandangan ke arah pintu yang baru dibuka dan memperlihatkan seorang gadis ber cadar yang berjalan mendekat ke arah mereka.


Next kak


__ADS_2