TITIK TERBAIK.

TITIK TERBAIK.
Episode 1


__ADS_3

Suara pesawat pun terdengar mendarat, pihak keamanan pesawat pun memberi tahukan nya, bahwa pesawat telah sampai di bandara.


Enmu di sana membuka penutup jendela pesawat dan ternyata ya, ia sudah sampai di bandara.


Pesawat pun berhasil mendarat dan Enmu sampai dengan selamat.


Enmu pun langsung mengirimi pesan pada ayahnya bahwa ia sudah sampai di bandara dengan selamat.


Dan tak lama kemudian setelah turun dari pesawat, ibu Enmu langsung menelpon.


"Hallo ma." jawab Enmu mengangkat telepon.


"Kamu dimana?" tanya ibu Enmu.


"Aku disini baru turun dari pesawat." jawab kembali Enmu.


"Oh iya mama tunggu di dalam."


"Um baik ma aku kesana." jawab Enmu menutup telponnya.


Dan tak lama kemudian setelah sampai di dalam Enmu langsung di jumpai oleh ibu, kakek beserta keluarga lainnya.


Enmu yang sedang membawa koper besar langsung di hampiri sang paman.


"Emu! Sebelah sini!" teriak sang paman sembari menghampirinya.


Enmu pun menengok. "Ah! Paman iya!"


Enmu pun langsung di peluk oleh pamannya yang bernama Edy. Karena Enmu adalah ponakan kesayangan nya.


Tak lama kemudian setelah di peluk paman Edy, Enmu langsung di antar kan ke ibunya paman Edy.


Ia disana kembali di peluk lagi oleh ibunya beserta sang kakek yang ikut menjemput nya.


"Emu mama kangen benget sama kamu!" ucap mama Enmu memeluknya.


"Aku juga ma!" kata Enmu dengan terharu.


Suasana di sana pun jadi langsung terharu, Kakek Enmu mendekapnya. "Yasudah ayo kita pulang!"


Merekapun melepas pelukannya nya dan mengangguk dengan ajakan kakek Dio.


"Oke Emu, biar paman yang bawakan barang-barang mu ke mobil ya!" kata paman Edy.


Enmu mengangguk. "Um terima kasih paman!"


Enmu dan keluarganya langsung pergi ke rumah nya di Jakarta.


Paman Edy yang membawa mobil ke rumah, dan Enmu duduk di sana di belakang bersama ibunya.


Enmu sedang melihat gedung-gedung tinggi Jakarta di dalam mobil yang baru saja ia lewati, tiba-tiba disana ia dapat kembali pesan dari ayahnya.


Tring* bunyi handphone Enmu yang sedang di pegang nya.


*Enmu pun membuka pesannya "(oh syukur lah kalau begitu, sehat-sehat disana dan sampaikan salam pada mama kakek mu beserta yang lainnya dari ayah oke!")


Enmu yang sedang membaca nya dalam hati dengan senang, yang masih bertulisan kanji Jepang tiba-tiba di kagetkan oleh ibu nya.


"Pesan dari siapa?" tanya mama Enmu melihat Enmu membaca pesan dengan serius.


Enmu menatap mama nya. "Dari ayah! Ayah kirim salam buat mama beserta yang lainnya."


"Oh begitu yasudah kirim salam balik dari mama!"


Enmu yang langsung mengerti iapun mengangguk.


Setelah membalas nya, Enmu meletakan handphone kembali ke tasnya.


Lalu beberapa jam kemudian, setelah membalas pesan dari ayah nya. Enmu dan keluarganya pun sampai di rumah nya.


Mobil yang di bawa paman Edy pun terparkir rapih di depan rumah.


Enmu menikmati dulu suasana barunya.


Tetangga-tetangga disitu saling menyapa, Enmu disana hanya mengangguk tersenyum membalas sapaan mereka.


"Emu cepat masuk!" ajak paman Edy masuk kedalam setelah membereskan barang-barang milik Enmu.


"Iya!" jawab Enmu baik.


Enmu pun masuk kedalam rumah nya dengan ajakan paman Edy dan didalam ternyata sudah di persiapkan makanan spesial untuk acara keluarga nya.

__ADS_1


Enmu dalam hati melihat makan siang yang begitu enak. "Wuahh, mari makan ini mah!"


***


Malam nya setelah acara makan keluarga selesai.


Kini di rumah hanya ada kakek dan ibu Enmu.


Enmu disana sedang santai menonton TV sambil makan cemilan.


Tiba-tiba datang ibunya duduk menghampiri.


"Besok kamu akan langsung sekolah!" kata mama Enmu membuat Enmu terkejut mendengar nya.


"Apa? Besok aku langsung sekolah?" sontak Enmu.


"Iya mama sudah mengobrol dengan kepala sekolah baru kamu yang kebetulan dia teman mama waktu kuliah!"


"Eh? Tapi tunggu kenapa?"


"Kenapa apanya?" tanya mama Enmu bingung.


"Kenapa bisa mendadak sekolah begini ma?"


"Mendadak apanya? Ini kan sudah masuk tanggal Januari kamu akan masuk sekolah di semester genap ini."


"Hah apa iya?" Enmu yang baru menyadari bahwa tahun pembelajaran disana dan disini berbeda.


"Hm tentu iya kamu ini dasar, kamu bakal masuk kelas sebelas dan untuk soal jurusan kamu tinggal pilih nanti besok di sekolah! sekarang mama suruh kamu pergi tidur! udah mau jam sepuluh tuh dan jangan lupa besok bangun pagi, mama mungkin besok pagi udah gak ada di rumah karena ada urusan kerja." ujar mama Enmu sembari berdiri.


Enmu mengangguk. "Yasudah."


Enmu pun mematikan televisi nya dan pergi ke kamar untuk persiapan sekolah nya besok.


***


Setelah itu di pagi harinya, Enmu langsung berangkat menaiki ojol yang di rekomendasikan ibunya, untuk pergi mengantar ke sekolah baru nya.


Kemudian Enmu yang baru saja sampai di sekolah barunya yang di antar oleh tukang ojol.


Ia pun turun dari motor tukang ojol tersebut dan sampai lah di SMA negeri merdeka.


"Akhirnya sampai juga!" ucap Enmu melihat ke sekolah baru nya.


Tak lama kemudian setelah Enmu berdiri di depan gerbang sekolah yang sudah di tutup itu, ia langsung di hampiri oleh satpam sekolah.


"Pagi pak! Saya murid baru, apakah boleh masuk?" tanya Enmu ke pengawas sekolah itu.


"Oh murid baru! yasudah kamu gak boleh masuk!" jawab pengawas sekolah itu.


"Apa! Kenapa tidak?" sontak Enmu.


"Hm kau ini lihat ini udah jam berapa? Kamu kesiangan dan tidak di izinkan masuk!"


"Tapi pak..." Enmu yang kurang terima.


Tiba-tiba datang kepala sekolah nya menghampiri Enmu yang kata mama Enmu dia adalah teman kuliah nya dulu.


"Pak Iyas suruh masuk aja dia, dia belum tahu tentang peraturan sekolah ini!" kata kepala sekolah tersebut.


Pak Iyas yang senang hati mendengar nya dia pun mengangguk. "Baik pak!"


Disana Enmu pun di izinkan masuk oleh kepala sekolah dengan syarat tidak mengulanginya lagi.


"Kamu Enmu kan anak nya ibu Eny?" tanya kepala sekolah tersebut.


Enmu langsung mengangguk. "Iya pak maaf kalau saya kesiangan!"


"Iya hari ini kamu di ampuni besok nya jangan lagi ya!" ujar kepala sekolah.


"Baik pak!"


"Yasudah mari masuk!"


Pak kepala sekolah mengajak Enmu keruangan nya dulu.


"Nama saya Wahid Qoni kamu boleh manggil saya pak Wahid." kata pak Wahid kepada Enmu setelah sampai di ruang kepala sekolah.


"Oh iya pak Wahid."


"Hum... Jadi kemarin ibu kamu sudah ngejelasin semuanya pada saya dan sekarang kamu akan pilih masuk ke jurusan apa?" tanya pak Wahid.

__ADS_1


"Oh iya untuk soal jurusan saya akan masuk ke IPS karena saya sangat suka dengan pengetahuan sosial." jawab Enmu dengan yakin.


"Hum sangat baik, baiklah kalau begitu bapak akan antar kamu ke pak Roby wali kelas kamu!"


Enmu mengangguk. "Baik pak!"


Disana Enmu keluar dari ruang kepala sekolah dan di antar ke pak Roby wali kelasnya.


"Nah ini pak Roby, wali kelas kamu!" jelas pak Wahid.


Enmu membungkuk kan badannya. "Salam kenal pak Roby saya Enmu mohon bimbingannya."


"Salam kenal Enmu, oke bapak akan bimbing kamu mengantar ke kelas mu ya!" balas pak Roby.


"Iya pak terima kasih!"


Di tengah perjalanan menuju kelas, semua orang melihat Enmu dengan tatapan aneh.


"Kenapa orang-orang terus menatap ku?" tanya Enmu dalam hati.


Ia melihat semua murid memakai pakaian putih abu, ada hal aneh yang belum di sadari Enmu.


"Tunggu! Putih abu?" Ia melihat ke pakaian nya yang ia kenakan.


Dan di sana Enmu sadar seragam yang sedang ia kenakan bukan putih abu melainkan seragam sekolah nya dulu di Osaka dengan khas warna hitam.


Enmu pun berhenti dan membayangkan apa yang terjadi sebelumnya. "Tunggu kenapa aku memakai seragam ini?"


***


Di hari senin Enmu yang masih tertidur pulas, tiba-tiba ibu nya membangunkannya di jam enam pagi itu.


"Emu cepat bangun! Sudah siang!" kata mama Eny membangun kan Enmu.


"Baru jam 6 ma!" jawab Enmu dengan nada serak.


"Kamu ini, kalau tidak bangun sekarang kamu bakal kesiangan cepat bangun!"


"Iya ma! Lima menit lagi."


"Heh dasar yasudah, mama berangkat kerja dulu nanti kamu berangkat naik ojek aja biar kakek yang urus, seragam dan makanan sudah mama siapkan di meja makan oke!" jelas mama Enmu.


"Iya ma!"


Mama Enmu pun pergi meninggalkan nya.


Namun disana Enmu ternyata ia masih tertidur, hingga beberapa menit kemudian ia pun terbangun dan melihat ke arah jam.


"Ah jam berapa ini?"


Enmu melihat jam yang sudah menunjukkan pukul tujuh pagi.


"Sial aku ketiduran!" Enmu yang panik dan langsung bergegas.


Disana ia langsung bangun dan ke kamar mandi serta mengambil seragam nya di lemari pakaian.


Setelah selesai dia langsung memakan sedikit roti dan bergegas menuju kakek nya yang sedang di halaman depan.


"Kek emu mau pergi sekolah dulu!"


"Ah emu kamu sudah bangun! Yasudah kakek panggilin ojol buat antar kamu ke sekolah!" kata kakek Dio.


"Iya kek!"


Dua menit kemudian menunggu, ojol itu pun datang.


"Itu dia sudah datang!" kata kakek Dio.


"Oh iya kek kalau begitu aku berangkat dulu ya!"


"Iya hati-hati!"


Enmu pun langsung gass pergi ke sekolah.


***


"Lah! Aku lupa pakai seragam yang sudah di siapkan oleh ibuku!" ucap Enmu berhenti berjalan.


Pak Roby yang menyadari nya juga berhenti.


"Enmu itu kelas mu ayo buruan!" kata pak Roby menunjuknya.

__ADS_1


Dalam hatinya Enmu berkata "F***!"‡


__ADS_2