TITIK TERBAIK.

TITIK TERBAIK.
Episode 2


__ADS_3

Hari itu Enmu yang baru masuk sekolah barunya.


Disana ia di perkenalkan oleh pak Roby di dalam kelas nya.


"Pagi anak-anak!" sapa pak Roby ke semua muridnya.


"Pagii pak" jawab semua murid kelas.


"Hari ini bapak akan perkenalkan kalian dengan murid baru, dia pindahan dari negeri sakura lho... " kata pak Roby.


"Ah yang bener pak! Yang dari Korea itu bukan?" kata salah satu murid di depan.


"Apasih Dev! Negeri sakura bukannya Jepang ya?" balas satu murid di samping nya.


"Oh iya ya Jepang! Lalu siapa dia?"


"Oke yasudah masuk aja, Enmu!" sambut pak Roby.


Enmu pun masuk setelah di panggil pak Roby, dengan sikap dingin. "Hallo semua aku Enmu..."


Seketika semua orang disana nampak terasa garing dan terdiam saat Enmu memperkenalkan diri.


Enmu menatap semua isi kelas. "Gini amat jadi murid baru,,," kata Enmu dalam hati.


"Hai Enmu!" tiba-tiba sapa seorang cewek di belakang.


Enmu memasang muka datar. "Hm_-.."


"Oaahaha" tiba-tiba pak Roby tertawa. "Oke Enmu silahkan duduk di bangku belakang dan semoga betah ya! Bapak tinggal dulu, dan kalian semua baik-baik oke!"


"Oke pak!" jawab semua murid.


Pak Roby pun pergi keluar kelas dan Enmu di sana langsung duduk paling belakang.


Enmu pun meletakkan tasnya dan ia masih kepikiran dengan seragam yang masih ia pakai.


"Huh kenapa jadi begini awal masuk sekolah ku!" ucap Enmu dalam hati.


Enmu pun mengeluarkan alat tulis nya yang padahal pelajaran masih belum mulai.


Disana di belakang ia melihat semua murid yang sepertinya masih ada yang belum masuk kelas, karena bangku depan yang ia lihat masih kosong.


Iapun melihat lagi jam tangan nya dan sudah pukul tujuh lima puluh, sudah hampir jam delapan.


Di Kelas IPS Enmu masih belum tahu tentang anak IPS yang terkenal dengan barbar nya.


Tiba-tiba iapun di hampiri oleh dua murid perempuan.


"Hai Enmu! Enmu kan?" sapa murid perempuan tersebut.


Enmu mengangguk. "Um kalian?"


"Aku Devina salam kenal!" kata Devina sembari mengulurkan tangan.


Enmu pun memegang tangan nya. "Salam kenal!"

__ADS_1


Tiba-tiba yang satu nya lagi juga mengulurkan tangan.


"Aku Kelyssa cewek tercantik di kelas ini!"


"Hai Kelyssa!" Enmu juga memegang tangan nya.


"Idih apaan si lho lyss!" balas Devina di sebelah nya.


Kelyssa disana hanya tersenyum.


"Oh iya, kalau ada apa-apa bilang aja ke kita ya!" kata Devina dengan baik.


"Terima kasih! Oh iya, seperti nya aku butuh jadwal pelajaran!" pinta Enmu.


"Jadwal pelajaran? Aku punya tapi gak bawa... Eh Dev kamu punya gak?" tanya Kelyssa menatap Devina.


"Aku juga gk punya tapi di rumah ada!" jawab Devina.


"Lah gimana sih! Terus gimana?" balas Kelyssa balik.


"Emmm.... Kalau begitu gimana kalau kita kasih lewat nomer kontak aja, tar aku fotoin abis pulang sekolah gimana?" kata Devina memberi pendapat.


"Em... Boleh juga!" jawab Enmu setuju.


"Yasudah ini kamu ketik nomer kamu di hapeku!" kata Devina sambil ngeluarin HP-nya.


"Eh di HP aku aja!" balas Kelyssa kurang setuju.


"Gak boleh Enmu! Di HP aku aja!" Devina dengan terkekeh.


"Hum...!" Enmu yang gak pengen ambil pusing. "Yasudah di dua HP aja!"


"Ini, terima kasih ya!" ucap Enmu setelah menuliskan nomor nya.


"Iya Enmu Terimakasih juga!" jawab mereka berdua.


Di hari pertama nya Enmu merasa sial dan kacau, namun tetapi seperti nya ia akan memulai cerita nya menjadi anak populer sekolah.


***


Kemudian setelah memberikan kontak, Enmu disana kembali sendiri.


Setelah di tinggal dua cewek tadi, tiba-tiba ia disana melihat ke arah cewek yang di sudut depannya, pandangan nya tak henti lepas beberapa lama memandangi nya.


Namun secara tiba-tiba semua murid masuk ke ruang kelas, itu pertanda seperti nya akan ada guru yang datang mengajar.


Enmu pun disana terkejut dan langsung merapikan bangkunya.


Tiba-tiba ada seorang murid lelaki menghampirinya sebelum guru masuk.


"Hai!,, murid baru itu kan?" sapa murid lelaki itu menanyai Enmu.


Enmu mengangguk dan sepertinya dia murid yang baru datang karena Enmu tidak melihat nya sewaktu perkenalan tadi.


Murid lelaki itu langsung mengulurkan tangan. "Namaku Bastian di panggil nengok!"

__ADS_1


Enmu pun mengulurkan tangannya. "Namaku Emu di panggil juga nengok!"


Lelaki yang bernama Bastian itu langsung terkejut dan langsung bersalaman.


"Wah lu orang nya asik juga ya!" kata Bastian usai perkenalan.


"Ya semoga aja!" balas Enmu senang.


Bastian pun duduk di sebelah nya, yang kebetulan bangku mereka berdua bersebelahan.


Bastian cowok yang lumayan terkenal di sekolah nya, dia juga murid kelas sebelas yang terkenal dengan fakboi nya. Tingginya hampir sama dengan Enmu 168 cm dan dia mempunyai rambut yang agak keriting.


"Jadi btw kenapa lu bisa bicara Indonesia? kukira tadi lu gak bisa bahasa Indonesia?" tanya Bastian sambil duduk.


"Oh, dulu aku juga tinggal di Jakarta cuma pas umur tiga belasan aku ikut dengan ayahku ke Jepang!" jelas Enmu.


"Oh gitu, aku juga sebenarnya asli orang Batam Riau cuma sekarang lagi pindahan ke Jakarta!"


"Oh dari Batam, jauh juga ya!" ucap Enmu mendengar nya.


"Ya begitulah!" balas Bastian.


Mereka berdua pun terdiam sebentar.


"Jadi tadi udah pilih yang mana?" tanya kembali Bastian.


"Eh maksudnya?" tanya balik Enmu yang kurang mengerti maksud Bastian.


"Ya yang tadi, aku dengar kamu di pinta nomer HP ama cewek! Itu beneran kan?"


Enmu yang sedikit terkejut mendengar nya kok bisa orang lain mengetahui nya? Padahal tadi hanya mereka bertiga dan itupun tidak lama.


"Oh yang tadi, enggak tadi kami bertiga hanya bertukar kontak untuk kirimin aku jadwal pelajaran maksud nya!" jelas Enmu disana.


"Ah kirim jadwal pelajaran? Tidak sebenarnya bukan itu yang mereka tuju mereka cuma berpura-pura buat dapatin nomor kamu! Emu sebenarnya dia ingin jadi pacarmu!" jelas Bastian dengan goda nya.


"Eh masa iya?" Enmu tidak yakin dengan ucapan Bastian.


"Beneran Enmu, sekarang aku tanya, bagaimana tipe cewek yang lu suka?" tanya kembali Bastian.


Enmu yang pernah memikirkan nya dengan pertanyaan Bastian. "Kalau itu sih belum ada!"


"Hah apa iya!" Bastian terkejut mendengar nya.


Enmu mengangguk. "Ya!"


"Kalau begitu mari kita cari cewek di sekolah ini nanti!" ajak Bastian.


"Ah itu tidak perlu!" tolak Enmu.


"Tidak, nanti kita pas istirahat aku ajak kamu lihat-lihat sekolah ini gimana?" ajak kembali Bastian.


"Hm... Kalau gitu sih boleh juga!" balas Enmu setuju.


"Yasudah fix tar ku ajak, sekarang kita akan belajar dulu!" kata Bastian sembari memberi salam tinju nya.

__ADS_1


"Oke!" Enmu juga memberikan kepalan tangan nya.


Enmu pun mendapat kan teman barunya yang sepertinya bakalan jadi Bestie baru nya.


__ADS_2