TITIK TERBAIK.

TITIK TERBAIK.
Episode 3


__ADS_3

Setelah Bastian mengajak Enmu untuk keliling sekolah, akhirnya jam istirahat pun tiba.


Bel istirahat pun berbunyi, semua murid pada keluar kelas termasuk Enmu dan Bastian yang baru selesai belajar.


"Uhh, akhirnya istirahat juga! Emu ayo kita istirahat!" ajak Bastian setelah menyimpan buku.


Enmu mengangguk. "Ya!"


Enmu pun menyimpan bukunya dan keluar dari bangkunya.


"Eh lu bawa makan gak?" tanya Bastian tiba-tiba disana.


Enmu memikirkan nya sebentar. "Oh sepertinya aku bawa, bento dari ibuku!"


"Hah bento?" Bastian baru dengar kata tersebut.


Enmu mengangguk kembali. "Um, makanan siang!"


"Ohhh!" Bastian yang baru tahu. "Yasudah kalau gitu nanti saja makan nya, kita keluar dulu sebentar!"


"Boleh deh!"


"Yasudah yok!"


Namun saat Enmu dan Bastian mau pergi, tiba-tiba mereka berdua di cegat oleh dua perempuan tadi, yaitu Devina dan Kelyssa.


"Enmuu!" sapa manja Kelyssa dan Devina setelah selesai belajar.


Enmu dan Bastian langsung terhenti setelah mendengar sapaan mereka berdua di depan nya.


"Kamu mau kemana?"


"Iya Enmu kamu mau kemana?" tanya Devina dan Kelyssa disana.


"Hei hei hei! Apaan kalian Minggir! Emu dan gua mau keliling sekolah dulu! Kalian berdua gak usah ngehalangin deh!" jelas Bastian memberhentikan mereka.


"Apa nya yang ngehalangin Bando sayang!" balas Kelyssa dengan menyebut nama Bastian dengan sebutannya yaitu Bando.


"Iya,,,! Enmu kalau mau keluar ikut dong!" balas Devina juga.


"Eee..." Enmu yang bingung mau ngomong tiba-tiba di timpal balik Bastian.


"Eh sudahlah, kan udah gue bilang kalian gak boleh ikut! Tapi kapan-kapan aja deh kalau Emu nya mau! Lagian kalian salah nyebut, bukan nya Emu malah Enmu!" timpal Bastian.


"Salah gimana? Orang namanya Enmu!"


"Hooh! Huhh!" balas kembali mereka berdua.


"Iya Enmu tapi sebutannya Emu!" Bando yang tidak mau kalah.


"Ya terserah kita dong!" balas kembali Kelyssa.


"Terserah-terserah! emangnya lu mau di jadiin mantan ke berapa emu sama kalian?" sindir Bastian.


"Dih apaan sih Bastian gaje banget deh!"


"Iya tuh! Lu kali fakboi nya sekolah ini!" balas Devina Kelyssa.


Enmu yang hanya terdiam mendengar adu omongan mereka bertiga.


"Hm dahlah gue sama Enmu cabut dulu! Capek ngomong sama kalian! Yuk Enm kita keluar!" ucap Bastian.


Enmu mengangguk. "Dah!"


"Uhh dah Enmu! Lain kali kita jalan bareng ke kantin ya!" kata Devina.


"Iyain deh!" ucap Bastian sambil pergi bersama Enmu.


Enmu disana hanya tersenyum tipis mendengar nya.


"Jadi kita mau kemana dulu?" tanya Bastian.


Enmu mengangkat bahu sedikit. "Terserah!"


***


Kemudian Enmu dan Bastian akhirnya keluar kelas setelah di cegat Devina dan Kelyssa di dalam kelas.


"Dasar cewek itu, udah ngabisin waktu kita lima menit!" gerutu Bastian.


Enmu hanya tersenyum.


"Jadi kita mau kemana?" tanya Enmu.


"Mmm.. kita akan pergi ke yang lebih dekat dulu!" jawab Bastian.


"Yang mana?" tanya Enmu kembali.


"Tuh kita ke panggung teater dulu!" tunjuk Bastian.


"Hah ngapain? Kan itu udah tahu!" timpal Enmu.


"Hahaha iya juga ya, tapi gue bercanda sih! Kita akan pergi ke belakang nya, disana ada ruang perpustakaan yang lumayan besar!" jelas Bastian.


Enmu mendelik. "Oh baiklah!"


Enmu pun pergi ke perpustakaan sekolah mengikuti Bastian.

__ADS_1


Lalu setelah sampai disana, Enmu melihat ke dalam perpustakaan itu dan di dalamnya ada banyak buku yang tersusun rapi serta murid-murid cantik yang sedang membacanya.


"Gimana, kau suka membaca Enm?" tanya Bastian.


Enmu mengangguk. "Menarik!"


Tiba-tiba ada orang yang datang menghampiri mereka berdua, yaitu Bu Sri penjaga perpustakaan itu.


"Siang Bu Sri!" sapa Bastian disana.


"Siang ibu!" sapa Enmu.


"Siang!" sapa balik Bu Sri tersenyum pada Enmu.


"Kami cuma mampir doang Bu hehhe!" kata Bastian.


"Heh kamu ini kebiasaan cuma mampir-mampir doang ujung-ujungnya minta nomer cewek!" balas Bu Sri.


"Hhaha, ini kan saya lagi ngajak murid baru keliling sekolah Bu!"


"Yasudah sekalian ajak dia baca!"


"Lain kali aja Bu, lagi sibuk!"


"Idih so sibuk kamu sini duduk!" ajak Bu Sri kekeh.


"Eh beneran Bu besok aja! Ayo Em kita cabut dulu!" ucap Bastian sembari pergi mengajak Enmu.


"Tunggu Bastian mau pergi kemana kamu! Buku yang kamu pinjam kemarin belum di kembali in!" teriak Bu Sri.


"Iya Bu!! Saya balikin besok!"


Enmu yang kebingungan disana pergi mengikuti Bastian kabur.


Setelah jauh dari perpustakaan mereka berdua pun berjalan santai kembali.


"Kenapa kita kabur?" tanya Enmu.


"Oh, Bu Sri itu suka maksa orang nya!" jawab Bastian.


"Maksa? Bukan nya Bu Sri nanyain buku yang kamu pinjam kemarin? Makanya kita kabur!" tanya Enmu tidak yakin dengan ucapan Bastian.


Bastian tertawa. "Haha... Lupakan lah! Btw itu yang di depan kita adalah ruang Pramuka! Lu tau kan Pramuka setiap ikutan pasti di suruh hal-hal aneh!"


"Oh itu sih, aku belum pernah mencoba nya!" kata Enmu.


"Hah serius lu? Belum pernah di ajak sama senior nya, dengan cara ngancam-ngancam yang gak ikut bakalan gak naik kelas gitu!" jelas Bastian pada Enmu.


"Hah ngancam? Kalau gitu sih belum pernah!"


"Duh berarti cuma gua doang!" keluh Bastian.


"Pernah dulu sekali, pas SMP kayaknya!"


Enmu mengangguk. "Oh!"


"Yasudah kita lewati ruangan ini!"


Sambil berjalan mereka berdua pun melewati ruang-ruang ekskul dan mes-mes olahraga sekolah.


"Eh kita langsung ke atas aja deh!" ajak Bastian disana.


Enmu mengangguk. "Boleh!"


Enmu pun naik ke ruang atas dengan Bastian.


"Nah ini Enmu! Ini adalah ruang OSIS!" tunjuk Bastian setelah sampai di atas.


"OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) ya!"


Bastian mengangguk. "Awas jangan kau ketuk pintu nya, mereka lagi sibuk mungkin! Dan jangan pernah ngatain mereka b*bu sekolah oke! Karena sekali ngatain lu bakalan out!"


Enmu yang mendengar nya sedikit ngeri dengan hal ini.


"Oh nggak lah! Lagi pula itu gak penting ngata-ngatain begitu!" balas Enmu.


"Nice! Jawaban bagus Em!" ucap Bastian menatap Enmu.


Enmu hanya terdiam mendengar nya.


"Oke kalau begitu kita ke ruang seni! Gimana kau suka seni Enm? Seni rupa, seni musik misalanya?" tanya Bastian kembali.


Enmu mengangguk. "Aku suka! Tapi kita lihat dulu!"


"Yasudah kita ke seni musik!"


Enmu pun melanjutkan lihat-lihatnya ke seni musik.


"Nah kita sudah sampai dan ini adalah ruang seni musik! Kau bisa lihat dalam nya nanti sore!" jelas Bastian pada Enmu.


"Emang kita gak bisa masuk?" tanya Enmu.


"Hum, kayaknya gak bisa deh, soalnya pintu nya terkunci! Tuh kan!" kata Bastian sembari mencoba membuka pintunya.


"Oh yasudah gakpapa! Kalau begitu, kesitu nya ruang apa?" tunjuk Enmu.


"Itu sih! Laboratorium dan ruang lainnya! Khusus orang-orang cerdas disana!" jelas Bastian.

__ADS_1


"Orang-orang cerdas?" tanya Enmu heran.


Bastian mengangguk. "Ya orang-orang cerdas!"


Bastian yang sebenarnya susah ngejelasin nya pada Enmu.


"Hm... Lalu kita lanjut?" tanya Enmu.


Bastian melihat ke jam tangan nya. "Sepertinya besok aja deh! Udah mau hampir masuk!"


"Oke! Kalau gitu kita makan Bento dulu!" Tawar Enmu ternyata membawa bentonya dari tadi.


"Beneran boleh?" tanya Bastian memastikan.


"Tentu saja boleh!"


"Yasudah kita turun langsung lewat kantin!"


Enmu mengangguk. "Oke!"


Mereka pun turun dari atas dan langsung ke kantin.


Dan disana banyak murid yang sedang istirahat.


"Ini kantinnya!" kata Bastian setelah sampai.


"Iya, kalau gitu kita makan dimana?" tanya Enmu.


"Emm.. disitu aja!" tunjuk Bastian ke tempat kosong. Setelah sampai. "Mang Ujang ikut duduk ya!"


"Iya!" Kata mang Ujang kantin disana.


Enmu langsung duduk setelah di beri izin mang Ujang dan ia disana langsung membuka isi Bento nya.


Namun sebelum makan Enmu melihat segerombolan murid yang lewat di depannya.


"Kak bendo kemana aja? Kok istirahat gak keluar?" sapa segerombolan murid itu menanyai Bastian.


"Oi, sorry lagi ada urusan!" jawab Bastian.


"Oh oke!"


"Ya, terus kalian mau kemana?"


"Ke kelas!"


"Oh yaudah oke!"


Bastian disana melambaikan tangan kanan kepada teman-teman nya.


Enmu yang melihatnya ia merasa Bastian adalah orang populer di sekolah ini.


Namun seketika Enmu meratapi sekeliling kantin nya dan ternyata banyak orang yang memandang nya tanpa ia sadari, termasuk para cewek.


"Oh iya Emu mana? Boleh gua coba?" kata Bastian setelah temannya pergi.


"Oh ini!" Enmu memberi sumpit.


"Aku coba ya!"


Bastian disana memakan nya menggunakan sumpit.


"Wah lezat banget makanan ini!" Kata Bastian setelah mencicipi nya.


"Benarkah yasudah kita abisin!" balas Enmu.


Bastian mengangguk. "Um!"


Enmu dan Bastian pun menghabiskan makanan Bento nya.


"Huh... Enak banget! Oh iya Em berarti kamu tiap hari makan ginian?" tanya Bastian selesai makan.


"Gak juga sih, karena tiap hari tuh ganti menu!" jawab Enmu.


"Oh enak dong,,, terus baju yang sekarang kamu pakai juga seragam dari sana?"


"Iya! Aku tadi sebenarnya terburu-buru, akhirnya lupa pakai baju ini, padahal seragam sekolah udah di siapin sama ibu!"


"Oh gitu! Yasudah tar balik gua anterin ya biar gak ke sasar!"


"Itu..."


"Gimana?"


Enmu mengangguk. "Boleh lah!"


Enmu menerima tawaran dari Bastian pulangnya di antar.


"Oh iya sebenarnya masih ada satu ruang yang ingin gua ajak lo lihat!"


"Ruang apa?" Enmu menatap Bastian penasaran.


"Ada aja! Ruang yang di luar dan sisi gelap nya sekolah ini! Kapan-kapan gue ajak! Sekarang udah waktunya masuk lagi!"


Bel sekolah disana tiba-tiba berbunyi masuk, ketika Bastian yang sedang bercerita pada Enmu tentang sisi gelap sekolah nya.


Enmu di sana juga jadi penasaran tentang yang di bicarakan Bastian padanya.

__ADS_1


Iapun menahan rasa penasaran itu dan masuk kelas kembali bersama Bastian.


***


__ADS_2