TO BRANDON

TO BRANDON
Bus


__ADS_3

"Mika."


"Mika!"


"MIKA!!"


Mika berdecak kesal saat sahabatnya berteriak memanggil namanya secara terus menerus.


"Kenapa sih Dea?" tanya Mika kesal.


"Lo kenapa sih? Biasanya lo tidur di kelas kalau jam segini?" tanya Dea.


Mika tersenyum lebar dan itu membuat Dea benar-benar takut karena perubahan emosinya yang begitu cepat.


"Dea," panggil Mika.


"Ha?"


"Lo tahu Brandon kan? Anak Ipa 1."


"Ya tahulah," jawab Dea sambil mengangguk yakin dan tanpa Mika sadari ia terus tersenyum lebar saat membahas Brandon.


Dea yang merasa ada yang aneh dengan sahabatnya, mencoba berfikir keras sambil mengamati tingkah Mika yang berbeda hari ini.


"Mika," panggil Dea.


"Hmm..." kata Mika masih dengan senyuman manisnya.


"Jangan bilang lo suka sama Brandon?!" tanya Dea setengah berteriak.


Mendengar itu Mika langsung membungkam mulut Dea dengan satu tangannya.


"Ssttt... Jangan keras-keras," bisik Mika.


Dea melepaskan tangan Mika dan langsung duduk disamping sahabatnya itu.


"Seriusan lo?" tanya Dea.


Mika mengangguk yakin menjawab pertanyaan dari Dea.


"Lo punya kaca kan? Atau mau gue pinjamin?" tanya Dea serius.


"Dea!!!"


"Gue serius Mika. Brandon itu terlalu sempurna, lagian ya... Brandon itu gak mau terikat hubungan, sama yang namanya pacaran," jelas Dea.


"Tahu dari mana lo?"


"Ya tahulah, beritanya udah lama banget. Lo aja yang kudet."


Dea menghela nafas sambil memegang bahu Mika.


"Lebih baik jangan deh Ka. Cari yang lain aja. Soalnya udah banyak cewek yang dekat sama Brandon dan dia gak mau tanggung jawab sama perasaan cewek-cewek itu. Kasihan gue sama mereka, dikasih harapan palsu," lanjut Dea.


Mika yang mendengar itu hanya terdiam dan tak tahu harus menjawab apa.


□ □ □


Bel pulang sekolah telah berbunyi. Semua murid berhamburan keluar dari kelas menuju gerbang sekolah.


Seperti biasa Mika harus berpisah dengan Dea di depan gerbang, mereka tak bisa pulang bersama-sama karena Dea diantar jemput oleh supirnya ditambah arah rumah mereka yang berlawanan.


"Siang neng cantik," sapa supir Dea, Pak Udin.


"Siang juga pak Udin," sapa Mika dan Dea.


"Bawa apa pak?" tanya Dea saat melihat supirnya membawa kotak berwarna cokelat.


"Oh ini kue tiramisu, untuk neng Mika."


"Iya! Ini mama yang buat. Enak lo." kata Dea.

__ADS_1


"Wah... Kayaknya enak. Makasih Dea!" balas Mika kegirangan saat menerima kue dari Dea.


"Gue jamin, kue buatan mama sama kayak di toko lo! Lagian resepnya kan juga dari elo Ka." kata Dea.


"Dari mama gue tepat nya," balas Mika.


Mendengar itu Dea tertawa begitu juga dengan Mika.


"Mika! Pulang sama yuk," ajak Dea.


"Gue naik bus aja," balas Mika.


"Masa lo-"


"Dea! Bus nya udah datang gue duluan ya," Potong Mika sambil berlari menuju halte bus yang ada di seberang jalan.


Mika masuk kedalam bus dan duduk di bagian paling belakang dekat kaca. Dari situ ia dapat melihat Dea yang masih berdiri ditempat tadi.


Dea melambaikan tangannya begitu juga dengan Mika.


Saat bus akan pergi dari halte. Tiba-tiba ada suara teriakan dari luar dan itu membuat Mika mengalihkan pandangannya ke arah pintu bus.


"Pak! Tunggu sebentar!!" teriaknya.


"Yaudah, Cepetan masuk."


"Makasih pak."


Brandon masuk kedalam bus dan langsung mencari-cari tempat duduk yang masih kosong karena penumpangnya lumayan banyak.


Mika masih melihati Brandon. Ia tahu kalau kursi di samping nya kosong tapi ia tak berani mengeluarkan suara.


Brandon tak begitu lama mencari tempat karena satu-satunya orang yang memiliki seragam yang sama dengannya ada di bus dan tentunya Brandon beruntung karena tempat disamping orang tersebut kosong.


Brandon tersenyum dan berjalan mendekati Mika lalu duduk disampingnya.


Perasaan aneh itu muncul lagi. Jantungnya kembali berirama dengan cepat seolah-olah sedang menari di dalam sana.


"Ha?"


Mika melihat Brandon dengan tatapan kaku.


"Masa gak ingat? Ini gue." kata Brandon sambil menunjukkan jarinya yang terbalut perban.


"Ohh.. Iya. Gu-gue ingat." jawab Mika dengan mencoba tersenyum semanis mungkin.


"Nama gue Brandon. kalau lengkapnya Brandon Ganendra."


Brandon mengulurkan tangan kanannya dan berharap Mika membalas uluran tangannya.


"Nama gue Mika Allesy." balas Mika sembari menjabat tangan Brandon.


Drtt


Drttt


Brandon mengambil ponselnya yang berdering dan melihat siapa yang menelfonnya.


"Bentar ya." kata Brandon pada Mika.


"Iya."


[Mama]


"Halo"


"Brandon, mama nitip ya. Belikan tiramisu, Papa kamu masih di kantor"


"Mobil aku ban nya kempes ma. Tunggu aku pulang dulu ya"


"Kempes? Jadi kamu naik apa sekarang?"

__ADS_1


"Naik bus"


"Yaudah, kamu langsung pulang aja"


"Oke"


"Hati-hati"


"Iya ma"


Tut..


Brandon memutuskan sambungan telfonnya kemudian menyimpan ponselnya di tas.


Mika mendengar percakapan Brandon dengan ibunya dan kebetulan sekali Mika sedang membawa kue tiramisu.


"Tiramisu." gumam Mika.


Mendengar itu Brandon mengalihkan pandangannya ke arah Mika.


"Lo denger ya? Iya.. mama gue mau minta belikan tiramisu." jawab Brandon sambil tertawa ringan.


"Ini, tiramisu. Ambil aja." kata Mika sambil memberi kotak kue itu ke pangkuan Brandon.


"Tapi, ini kan punya-"


"Gapapa, ambil aja. Gue punya banyak kue." potong Mika.


"Makasih ya." balas Brandon.


Mika mengangguk sembari tersenyum malu melihat Brandon yang juga tengah tersenyum dengannya.


"Gue minta maaf ya." ucap Brandon.


"Maaf kenapa?"


"Waktu di Uks, gue ketawa lihat lo dapat hukuman dari bu Mulyati."


"Ohh itu, Gapapa."


"Kapan mau di presentasikan?"


"Minggu depan." Jawab Mika.


"Lo bisa ngerjainnya?"


Mendengar pertanyaan itu Mika menjadi kaku dan langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Bi-bisa kok" jawab Mika gugup.


Brandon tersenyum menahan tawanya saat mendengar jawaban Mika.


"Yakin? Padahal gue mau bantu kalau emang lo gak bisa."


"Serius?!" tanya Mika refleks.


Brandon hanya mengangguk sembari tersenyum pada Mika.


Tanpa Mika sadari busnya telah berhenti sejak tadi, di halte pemberhentiannya.


"Mika? Kamu gak turun disini?" tanya supir bus yang sudah lama Mika kenal.


Mendengar itu Mika mengalihkan pandangannya ke sumber suara.


"Astaga!! Maaf pak." ucap Mika.


"Gue duluan ya" pamit Mika terburu-buru.


Brandon hanya bisa tersenyum melihat Mika yang tengah berlari menuju pintu bus sambil mengucapkan terima kasih pada supir bus yang mengingatkannya.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2