TO BRANDON

TO BRANDON
Jangan canggung


__ADS_3

Brandon duduk di samping Mika dan itu membuat mereka berdua menjadi pusat perhatian.


"Gue baru tahu kalau lo teman Dea," kata Brandon.


Mika tersenyum dan mengangguk malu saat Brandon melihatnya.


"I-iya... Kita udah lama sahabatan," balasnya.


"Oh iya, Nyokap gue bilang kalau kue nya enak. Makasih ya."


"Bagus deh kalau enak."


"..."


"Hmm... Brandon," panggil Mika gugup.


Brandon menoleh dan menatap Mika lekat. Cara pandang Brandon memang mampu membuat Mika meleleh dalam waktu sekejap.


"Gu-gue, Boleh gak..."


"Boleh apa?"


"Gu-gue mau minta bantuan lo buat ngerjain tugas gue?" tanya Mika cepat.


Mendengar itu Brandon terkekeh geli, kemudian Brandon mengangguk dan itu membuat Mika semakin menyukai Brandon.


"Hmm, gak masalah. Kapan kita ngerjain tugasnya? Kalau pulang sekolah gimana?" tanya Brandon.


"Hmm, gue bisa," jawab Mika dengan senang.


□ □ □


Seperti biasa, setelah pulang sekolah Mika menunggu di halte bus. Sambil menunggu, Ia mengeluarkan earphone dan memasang di telinganya.


Tiba-tiba sebuah mobil putih berhenti di depan halte. Mika menyadari itu dan melihat ke arah kaca mobil yang semakin turun.


"Mika! Ayo naik!" ajak Brandon.


"Brandon?"


"Cepetan, nanti bus nya datang."


Mika langsung mengangguk dan segera masuk kedalam mobil. Brandon menaikkan kaca mobilnya lalu menjalankan mobil menjauh dari area sekolah.


"Mika, dirumah gue lagi ada tamu. Ngerjainnya di rumah lo ya?"


"Hmm, Iya. Gapapa kok," jawab Mika.


"Gue senang bisa bantu, apalagi lo sahabat Dea."


"Ha?"


Brandon menoleh ke arah Mika dan ia hanya bisa tersenyum melihat Mika gugup didekatnya.


"Gak ada," jawab Brandon.


Mika tersenyum sambil menggaruk-garuk lehernya yang tak gatal. Sungguh memalukan.


Sesampainya di rumah, mereka turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam.


Ting


Bel di atas pintu berbunyi setelah Mika membuka pintu.


"Selamat siang, ada yang bisa dibantu?"


Mika memukul jidatnya saat kakak laki-lakinya bertingkah aneh disaat yang seperti ini.


"Damar! Suruh Mika duduk disini sebentar!" teriak Ibunya dari dapur toko kue mereka.


"Silahkan, saya antarkan..." kata Damar sambil berjalan mendahului Mika dan Brandon.

__ADS_1


"Ayo Brand," ajak Mika.


Brandon tersenyum dan mengikuti Mika duduk di salah satu meja disana.


"Sebentar ya mbak, pesanannya sebentar lagi akan datang."


Bugh


"Ahw... Sakit ma."


Damar mengelus pundaknya dan hanya bisa mengeluh saat Ibunya memukulnya.


"Mika, ini siapa?" tanya Mina, Ibu Mika yang terkagum melihat Brandon.


"Nama saya Brandon tan, teman Mika di sekolah," sapa Brandon.


"Ooh Brandon. Tante senang kamu kesini. Mika gak pernah ajak temannya yang lain selain Dea."


"Mama," bisik Mika.


Brandon tersenyum dan mengangguk mengerti. Kemudian, Damar ikut duduk di samping ibunya dan membisikkan sesuatu pada ibunya.


"Damar! Udah, nanti kita bahas itu. Sekarang mama mau minta pendapat ke kalian. Mama buat resep baru, dan baru aja selesai di masak. Kalian cobain ya?"


"Iya, tan."


"Iya, Ma."


Mina tersenyum dan segera mengambil kue yang baru dimasak begitu juga dengan Damar yang ikut membantu ibunya.


"Brandon, maaf ya waktu belajarnya jadi kepotong kayak gini," kata Mika bersalah.


"Jangan minta maaf, gue senang kok," jawab Brandon.


"Maaf juga ya, kelakuan abang gue sedikit gak waras tadi..."


Mendengar itu Brandon tertawa mengingat kembali kejadian yang lalu. Selera humor Brandon benar-benar anjlok.


"Hahaha... Gapapa, gue senang kok. Kalau emang gak selesai nanti tugasnya kita bisa lanjutin besok."


Ting


Ting


Ting


"Damar, ayo bantu mama. Ada pelanggan..."


"Oke Ma."


Kini tinggalah mereka berdua disini. Mika benar-benar tak bisa mengatasi rasa gugupnya.


"Hmm, Brandon... Gimana kalau belajarnya disini aja? Gak masalahkan? Tapi kalau gak mau kita bisa di atas, soalnya rumah gue di atas-"


"Yaudah... Disini aja," potong Brandon.


Kemudian Brandon mengeluarkan alat tulis dari tasnya begitu juga dengan Mika. Dari kejauhan Damar dan Ibunya melihat itu dan hanya bisa tersenyum senang.


Sambil menunggu Mika mempersiapkan bukunya, Brandon mencoba beberapa kue yang ada disana.


"Mika," panggil Brandon.


"Hmm?"


"Kue nya enak."


Mika tersenyum lebar dan ikut langsung mencoba kuenya.


"Iya, enak. Tapi... lebih enak lagi kalau yang bentuk bintang ini, coba deh.." kata Mika percaya diri.


"Ada selai cokelatnya, masih lumer lagi. Nih, coba..." lanjutnya sembari memberikan kue itu pada Brandon.

__ADS_1


Brandon mengambil kue itu dan langsung memakannya.


"Boleh ambil lagi gak?" tanya Brandon.


"Ha? Ya, bolehlah masa ga boleh.."  jawab Mika cepat.


Waktu berjalan cukup cepat, hampir tiga jam Brandon berada di rumah Mika. Brandon mengajari Mika dengan perlahan karena otak Mika tak menangkap materi begitu cepat seperti Brandon.


Sudah hampir jam lima dan tentunya Brandon langsung pamit pulang karena orang tua nya yang sudah khawatir.


Mika membantu Brandon memberesi buku-bukunya, setelah selesai Mina langsung menemui Brandon dan memberikan sekotak kue yang baru saja di buatnya.


"Nak Brandon... Kue nya bawa pulang ya," kata Mina.


"Ini ucapan terima kasih karena bantu Mika belajar, mau kan?" lanjutnya.


"Mau banget tan, kue nya enak. Pasti orang rumah suka," balas Brandon sembari menerima kotak kue itu.


"Yaudah Ma, Mika antar Brandon dulu ya."


Mika dan Brandon berjalan keluar dari rumah menuju mobil Brandon yang tak jauh dari sana.


"Brandon, makasih ya udah mau ngajarin gue," kata Mika.


Brandon menoleh ke arah Mika, kemudian tersenyum lebar.


"Gue juga mau bilang makasih buat kuenya," balasnya.


"Oh iya, gue boleh minta nomor lo? Gue mau ngajak lo ke perpustakaan kapan-kapan," lanjutnya.


"Serius? Ini id line sekaligus nomor gue," jawab Mika sembari mengeluarkan ponselnya dengan cepat.


Brandon terkekeh geli dan langsung menerima ponsel Mika.


"Kalau ketemu gue jangan canggung, gue orangnya cepet beradaptasi," ujar Brandon.


"Gue nya yang susah," gumam Mika masih bisa di dengar Brandon.


"Kenapa susah?" tanya Brandon sambil tersenyum.


"Ya, karena gue suk-" Mika membulatkan matanya sempurna saat menyadari omongannya yang nyaris membuat kekacauan.


Mika menoleh ke arah Brandon yang sedari tadi menatapnya lekat.


"Ka.. Karena gue gak bisa aja."


"Tapi usahain bisa, karena canggung canggung itu ga enak," balas Brandon.


"Hmm."


"Yaudah, gue pulang dulu ya," pamit Brandon sambil memberikan ponsel milik Mika.


"Iya. Hati-hati."


Brandon tersenyum dan melambaikan tangannya, kemudian masuk kedalam mobil.


Setelah kepergian Brandon, Mika tersenyum dan melompat-lompat kegirangan.


"Yes!! Akhirnya gue bisa dekat sama Brandon!!!" teriak Mika kesenangan.


"Ehemm." Damar berdeham kemudian lompat-lompat menirukan gaya adik nya itu.


"Yes! Akhirnya gue bisa dekat sama Brandon!!"


"Bang Damar!!!!" teriak Mika.


"Kenapa?!" tanya Damar sedikit takut.


"I love you."


"Idih.. Sekarang giliran adek gue yang gak waras," kata Damar sambil berjalan masuk kedalam rumah nya.

__ADS_1


Mika kembali tersenyum dan ikut masuk kedalam dengan perasaan hati yang sangat-sangat bahagia.


Tbc


__ADS_2