
Keesokan harinya, Mika menceritakan semuanya pada Dea dan ia benar-benar berterima kasih karena membantunya untuk dekat dengan Brandon.
Dea turut senang tapi Dea juga merasa khawatir karena ia sendiri sudah tahu kepribadian Brandon yang selalu ramah dengan orang-orang, bukan hanya dengan Mika saja.
Kini mereka berada di perpustakaan sekolah, Dea meminta Mika untuk menemaninya mencari buku pelajaran.
"Dea!" panggil Mika.
"Hmm?"
"Gue selalu gugup kalau dekat Brandon, gue kelihatan aneh jadinya."
Dea berbalik dan melihat ke arah Mika sambil tersenyum.
"Rileks Ka, Lo harus berusaha gak gugup biar Brandon nyaman," jelas Dea.
Drtt
Drtt
Line
Brandon
Besok bisakan? Kita ke perpustakaan kota.
"DEA!!" teriak Mika histeris.
Orang-orang di perpustakaan langsung melihat ke arah Mika, Dea menepuk jidatnya dan menyeret sahabatnya itu masuk kedalam sela sela rak buku.
"Ini perpustakaan Mika!" bisik Dea.
"Lihat! Ini dari Brandon, dia ngajak gue ke perpustakaan kota."
Dea membaca pesannya kemudian menggelengkan kepalanya.
"Yaudah! Jangan berisik. Coba tanya jam berapa?" perintah Dea.
"Sip!"
Line
Brandon
Jam berapa?
Jam 10 pagi, gue jemput ya.
Sip
Mika melompat-lompat kegirangan kemudian memeluk Dea dengan eratnya.
"Besok gue jalan!!" ucapnya.
□ □ □
09 : 50 WIB
"Buku, alat tulis, earphone, ponsel, dompet, parfum, apa lagi ya.."
Mika berusaha mengingat kembali apalagi yang perlu ia bawa ke perpustakaan.
Sedangkan Mina, Ibu Mika hanya bisa tersenyum saat melihat putrinya yang sedang di mabuk cinta.
"Udah, semuanya lengkap. Buruan kebawah, nanti Brandon nungguin."
"Aku udah cantik belum Ma? Harum gak? Atau masih bau? Coba cium," kata Mika sambil menciumi baju nya.
Plak
Plak
Plak
"Awh!!! SAKIT MA!! Iyah.. Iyaa, Mika berangkat!" teriak Mika sambil mengelus bokongnya kemudian menjauh dari ibunya.
__ADS_1
"Dadahh.." lanjutnya sembari melambaikan tangan ke arah Ibunya.
"Hati-hati!"
Mika segera turun dari rumahnya yang ada di lantai atas. Ia keluar dari rumah dan melihat Brandon yang telah menunggu di depan mobil miliknya.
"Mika!" panggil Brandon.
Mika mengangguk dan langsung berlari kecil ke arah Brandon.
"Gue lama ya?" tanya Mika khawatir.
"Enggak kok. Oh iya, gue bawa teman gapapa kan?"
"Teman?"
"Hmm, ayo masuk!"
Mika masih terpaku disana. Mencerna semua yang di katakan Brandon padanya.
"Mika!" panggil Brandon.
"Ha?" Mika tersentak kaget.
"Ayo!"
"I-iya," jawabnya.
Mika masuk ke dalam mobil, tepatnya di kursi penumpang belakang. Baru masuk kedalam mobil, ia sudah disuguhi pemandangan yang tak enak pandang.
"Hai Mika, gue Noel," sapa Noel yang berada tepat di sampingnya.
"Mika," balas Mika.
"Mika? Anak band sekolah?" tanya wanita yang ada di samping Brandon.
Kemudian wanita itu membalikkan badannya dan menoleh ke arah Mika.
"Liona?"
"Kalian kenal?" tanya Brandon.
Mika tersenyum kikuk membalas perkataan Liona. Brandon hanya mengangguk dan langsung melajukan mobilnya.
Siapa yang tidak mengenal Liona? Wanita cantik dari kelas unggulan sama seperti Brandon. Semua orang sangat iri dengan Liona.
Sesampainya di perpustakaan, Mika benar-benar merasa tak nyaman karena kehadiran Liona dan Noel.
Mika duduk di samping Noel, sedangkan di depannya Brandon dan Liona. Mereka benar-benar serius belajar, begitu juga dengan Noel.
Mika pura-pura serius membaca buku, padahal pikirannya kemana-mana sama seperti matanya yang kadang menatap ke arah Brandon dan Liona.
"Brandon, grafik nya menggeser kemana?" tanya Liona.
"Ke arah kanan sumbu X sejauh tiga satuan dan ke arah bawah sumbu Y sejauh 2 satuan, sesuai hasil." Brandon menjelaskan.
Mika masih menatap dua orang di depannya itu, Brandon menoleh ke arah Mika dan menangkap basah Mika yang sedang melirik mereka.
Saat itu juga, Mika menjadi salah tingkah dan kembali membaca bukunya.
"Gue cari buku dulu ya," kata Mika berbisik.
Mika beranjak dari tempat duduknya dan mencari buku sesegera mungkin.
Baru beberapa menit mencari buku-buku pelajaran, suara berbisik mengganggu kembali mengganggu Mika.
"Noel?" panggil Mika.
"Ssstt!" Noel meletakkan jari telunjuknya tepat didepan bibirnya.
"Ngapain lo disini?" tanya Mika kaget.
"Lo suka sama Brandon kan?" tanya Noel dengan senyuman jahilnya.
"Apaan? Enggalah," jawab Mika kemudian berlari kabur dari Noel yang tadinya sedang menginterogasi.
__ADS_1
Noel hanya bisa tertawa melihat ekspresi Mika.
"Kali ini yang deketin Brandon beda," gumam Noel.
□ □ □
"Mika, ini buku nya bagus. Gue udah nyari tadi," kata Brandon sambil memberikan dua buah buku tebal pada Mika.
"Makasih ya, " balasnya.
"Brandon, bantuin gue dong.." pinta Liona yang tengah membawa empat buku tebal di tangannya.
Brandon menoleh dan langsung pergi membantu Liona setelah memberikan buku pada Mika. Noel melihat itu dan langsung berjalan mendekati Mika.
"Gue bisa bantu supaya lo bisa berduaan sama Brandon," bisik Noel.
Mika menoleh dan menatap Noel dengan tatapan kosong.
"Mau?" tanya Noel.
"Gue mau," jawab Mika.
Noel tersenyum dan langsung menepuk bahu Mika. Setelah selesai berurusan dengan peminjaman buku, mereka berjalan menuju parkiran mobil.
Liona masih lengket dengan Brandon, dan itu sungguh membuat Mika tak menikmati perjalanan ini.
"Brandon!!" panggil Noel.
Brandon menghentikan langkah nya dan menoleh ke arah Noel yang memanggilnya.
"Mobil lo tadi gue lihat bannya kempes Brand," kata Noel bohong.
Liona melepaskan tangan Brandon dan melipat kedua tangannya di depan dada.
"Serius?" tanya Liona.
"Iya, Brandon sini kunci mobil lo. Biar gue bawa kebengkel bentar." Noel mengulurkan tangannya meminta kunci mobil.
"Perasaan ban mobil gue gak kempes," ucap Brandon curiga.
"Udah sini, lo tunggu aja di tempat lain. Nanti gue telfon kalau udah selesai," kata Noel.
"Ohh, yaudah.. Nih kuncinya." Brandon memberikan kunci mobilnya.
Mika yang melihat sandiwara Noel yang begitu buruk dari awal bertepuk tangan karena Brandon begitu mempercayainya.
"Liona, lo sama Brandon ya jalan kaki ke depan sana," kata Noel.
Mika membelakkan kedua matanya menatap Noel. Bukannya Noel ingin membantunya agar berduaan dengan Brandon?
Liona berdecak kesal sambil melihat ke atas langit.
"Aduh, kepala gue pusing.." keluh Liona sambil memegang dahinya.
"Lo di mobil aja, gue sama Mika jalan kaki."
"Yaudah cepetan," kata Noel sambil menarik tangan Liona menjauh dari sana.
Sesampainya di mobil, Noel langsung menghidupkan dan menjalankannya seperti biasa. Liona menatap Noel yang asyik bernyanyi itu bingung.
"Noel!" panggil Liona.
"Noel!!" panggilnya lagi.
"Apa?"
"Ban yang kempes mana? Lo bohong ya?!" teriak Liona.
"Jangan teriak-teriak, sakit kuping gue nih!"
"Noel!!! Gue serius!!"
Noel menoleh ke arah Liona dan tersenyum senang.
"Lo jangan deketin Brandon, gak baik buat Brandon," kata Noel.
__ADS_1
"NOEL!!!!!"
Tbc