
Jam menunjukkan pukul 06.30, Bella terbangun dari tidurnya mendengar teriak kan seorang wanita cantik paruh baya yang sudah rapi menggunakan setelan jas kantor. Dia adalah Karina ibu dari Bella si cewek bar bar satu ini.
“Astaga, gue kesiangan lagi!” Bella langsung berlari menuju kamar mandi. Selang 5 menit dia sudah selesai mandi dan segera memakai seragam sekolahnya. Lalu dengan cepatnya dia menuruni anak tangga rumahnya.
“Ma.. Bella berangkat dulu ya, nggak sempat sarapan nanti Bella sarapan di kantin sekolah aja!”, teriak Bella sambil berlari menuju garasi rumahnya.
“Hati hati sayang, jangan ngebut bawa motor nya. Kamu baru lulus test SIM!” Sahut Mama Bella yang masih duduk di meja makan.
Waktu terus berjalan, jam tangan Bella menunjukkan pukul 06.55 , artinya 10 menit lagi gerbang sekolah akan di tutup. Bella langsung menancap gas dan mengendarai motor nya dengan ugal ugalan. Sesampainya di sekolah, Bella mencari tempat parkir yang sudah penuh dengan kendaraan siswa siswi lain. SMA MAHARDIKA memang mengizinkan siswa nya untuk membawa kendaraan pribadi, baik itu motor maupun mobil. Dan area parkir nya menjadi satu tempat yang berdampingan.
Saat hendak memarkirkan motor nya, tiba tiba ada mobil yang mendahului nya.
“Woi, keluar lo!” Bella turun dari mobilnya dan langsung menggedor-gedor kaca mobil hitam yang sudah menyerobot lahan parkirnya.
Turunlah seorang siswa ganteng dengan gaya coolnya.
“Ada apa?” Tanya siswa itu dengan santainya.
“Ada apa ada apa. Pake nanya lagi! Lo nggak lihat motor gue mau parkir di sini? Main nyelonong aja lo. Pindahin nggak mobil lo!” Bella menendang ban mobil siswa itu.
“Apa apaan sih lo? Orang gue duluan yang parkir di sini kenapa suruh mindahin? Lo aja yang nyari tempat lain!” Ucap siswa itu sambil mengambil tas di dalam mobilnya.
“Ooh ... Lo nggak tau siapa gue ha? Lo cari masalah sama gue?” Bella melotot sambil berkacak pinggang.
“Enggak tau. Emang gue peduli juga siapa lo?” langsung pergi meninggalkan Bella yang marah marah.
“Wah bener bener tuh anak. Lo lihat nanti siapa gue sebenernya!” decak Bella sambil memandang punggung siswa santuy itu yang semakin menjauh.
✨✨✨
Bel berbunyi menandakan proses belajar mengajar telah di mulai. Kelas 12 IPA 2 di hebohkan dengan kehadiran seorang siswa ganteng dengan gaya coolnya, siapa lagi jika bukan siswa yang di temui Bella di parkiran sekolah tadi pagi sebelum bel. Ternyata, dia adalah siswa baru di kelas Bella juga.
Spontan saja, semua siswi di kelas itu langsung heboh.
“Ganteng banget ya!” seru salah satu siswi,
“Ini mah jodoh gue. Terimakasih tuhan, jodohku sudah di depan mata.” sahut lainnya,
“Kalian ini kalau ada orang ganteng pada heboh. Giliran lihat bapak aja pada sembunyi. Memangnya bapak kurang ganteng apa gimana?” Ucap Pak Anton, guru yang terkenal paling killer se SMA MAHARDIKA.
“Bapak juga ganteng. Mirip Shinchan!” sahut murid laki laki yang duduk di bangku paling belakang membuat gelak tawa seluruh penghuni kelas.
“Sudah sudah cukup! Kalian ini malah ngata in bapak. Sekarang perkenalkan diri kamu!” Pak Anton menyuruh siswa itu memperkenalkan diri.
“Hai nama gue Brilian Elang Paringga. Gue biasa di panggil Elang dan gue pindahan dari SMA NUSANTARA, Jawa barat!”
“Ada yang mau bertanya?” sambung Pak Anton,
__ADS_1
“Saya Pak!” Lala si cewek ngeselin yang konek nya lama mengangkat tangannya.
“Iya Lala. Kamu mau bertanya apa?” Pak Anton mempersilahkan Lala untuk bertanya.
“Nomor WhatsApp nya berapa? Udah punya pacar belum? Instagram nya apa? Boleh minta follow nggak?” tanya Lala bertubi tubi.
“Huuuuuu.......” teriak seisi kelas .
“Modus ae modus!” ucap salah seorang siswa .
Elang hanya diam melihat kehebohan kelas baru nya itu.
“Lala!!” bentak Pak Anton
“Ya namanya usaha, Pak. Siapa tau cocok, kali aja biar nggak sendirian terus kalau malem minggu.” gumam Lala sambil mendengus pelan.
“Sudah. Sekarang kamu boleh duduk di bangku kosong sebelah situ.” Menunjuk bangku deretan ke 4 sebelah kanan.
Elang berjalan menuju bangkunya. Sudah ada teman yang duduk di sampingnya. Mereka pun berkenalan.
“Hai gue Marjan. Salam kenal!” sapa nya dengan ramah.
“Gue Elang. Nama lo aneh banget mirip iklan!” Sedikit menarik ujung bibir kanannya.
“Nggak lo doang yang bilang kayak gitu. Hampir semua orang di sekolah ini udah pernah bilang kayak gitu ke gue.” Ungkap Marjan sedikit kesal.
“Iyalah. Btw, lo harus tau seluk beluk tentang sekolah ini kalau nggak mau dapat masalah. Apalagi sama yang namanya geng Belalang!”
“Geng Belalang? Apaan lagi tuh nama kok aneh banget. Ini sekolah atau apaan sih astaga, banyak yang aneh!” Elang menggelengkan kepalanya.
“Geng Belalang itu geng cewek cewek cantik yang bar bar. Anggota nya ada Elfa yang itu dia cantik, jutek, jarang senyum, jarang ngomong juga!” menunjuk cewek yang rambutnya di kuncir kuda sedang memperhatikan pelajaran.
“Bisu kali!” Celetuk Elang dengan santainya sambil mengeluarkan buku pelajaran .
“Enggak lah. Terus yang tadi nanya nomor WhatsApp lo dia Lala anggota geng Belalang juga. Anak nya cerewet, juga ngeselin kadang kadang, tapi agak lama koneksi nya! Terus yang pakai bando warna pink itu namanya Anggika, dia cewek paling berani di kelas ini.” Marjan menjelaskan panjang lebar dengan gaya lebay nya.
“Udah selesai?” tanya Elang sambil mencatat pelajaran Pak Anton.
“Belom. Ada satu lagi ketua geng nya yang jadi rebutan para cowok di sekolah ini. Dia cantik, jago main basket, jago balapan, bar bar, super berani, tapi nggak pinter pinter banget. Namanya ...”
Tiba tiba datang seorang siswi dengan nafas terengah-engah.
“Maaf Pak saya terlambat!” ucap siswi cantik yang tidak lain adalah,
“Bella Bella......!!!! Berapa kali bapak peringatkan sama kamu jangan pernah terlambat datang ke sekolah. Kamu benar-benar nggak ada perubahan sama sekali ya. Bapak nggak mau tau, seperti biasanya kamu bersihkan kamar mandi sekolah. Sekarang!!” Pak Anton sudah tidak bisa menahan emosi nya jika berhadapan dengan Bella.
Bella melihat ada sesosok yang ia kenali. Tak lain adalah Elang yang mebuat dirinya mencari tempat parkir lain hingga ia terlambat masuk kelas.
__ADS_1
“Pak saya terlambat gara gara dia!” menunjuk Elang yang sembari tadi melihat dia di marahi Pak Anton.
“Kok gue?” Sahut Elang tidak mengerti maksud siswi itu .
“Iya. Gara gara lo kan tadi nyerobot lahan parkir gue, jadi gue harus cari tempat parkir lain. Lo tuh siapa sih ngapain di kelas ini? penyusup kan lo!” Bella memaki Elang tanpa ampun .
“Bella cukup! Kamu sendiri yang terlambat datang malah menyalahkan orang lain. Sekarang keluar dari kelas bapak!”, usir Pak Anton .
“Tapi pak ...” Bella memelas .
“Sekarang!” Bentak Pak Anton .
Bella meninggalkan kelas menuju toilet sekolah untuk menjalani hukumannya seperti yang sudah entah berapa kali dia lakukan sebelumnya karena hal yang sama.
“Ini semua gara gara cowok rese itu. Lo lihat aja nanti. Gue bakal buat perhitungan sama lo dan gue nggak akan ngebiarin lo tenang di sekolah ini. Awas aja lo. Tunggu pembalasan gue!” gerutu Bella sambil mengepel lantai toilet.
✨✨✨
Jam pelajaran telah berganti dan hukuman Bella sudah selesai. Ia segera berlari ke kelasnya untuk membuat perhitungan dengan Elang. Sesampainya di kelas, dia langsung menendang meja Elang dengan sangat keras.
*Braakkkk!!!
“Lo apa apaan sih.” Elang berdiri dari tempat duduknya .
“Lo yang apa apaan! Gara gara lo, gue jadi kena hukuman sama Pak Anton!”, Bella mendorong tubuh Elang hingga jatuh ke kursinya.
“Eh.. Lo itu nggak waras atau gimana sih? Jelas jelas lo itu telat gara gara salah lo sendiri. Dan asal lo tau ya ... Misalkan lo berangkat dari rumah lebih pagi lo juga nggak akan ketemu gue dan gue nggak akan nikung lahan parkir lo. Jadi, kenapa lo nyalahin gue? Itu salah lo sendiri kan?” Elang memutar kedua bola matanya sambil tersenyum sinis.
“Oh oke, ini salah gue. Oke fine!” Bella mundur dari bangku Elang dan mengambil botol minuman temannya lalu menyiramkan air ke tubuh Elang.
Semua murid di dalam kelas itu pun tidak ada yang terkejut dengan kelakuan Bella. Dia terkenal sebagai ketua geng Belalang yang sangat bar bar, berani dan di takuti oleh semua murid di SMA MAHARDIKA itu. Elang sangat terkejut dengan keberanian Bella yang mencari gara gara dengannya.
“Sekarang kita impas. Satu sama!” Bella langsung beranjak ke bangkunya.
“Keren!!” ucap Anggika sambil mengacungkan jempolnya .
“Kasian tau Bell ... Cowok ganteng kayak gitu lo siram air. Hmmm” Lala menghela nafas.
“Kasian apanya? Cowok baru yang ngelunjak kayak gitu emang harus di kasih pelajaran. Ya nggak?” tanya Anggika .
“Iya gue setuju. Biar dia tau siapa kita.” Jawab Elfa sambil memainkan ponselnya .
“Lo lihat aja. Ini baru permulaan!” gumam Bella sambil tersenyum licik .
Elang merupakan pribadi yang cuek dan tidak mau memperpanjang masalah. Ia tidak berpikir untuk membalas perbuatan yang sudah dilakukan Bella padanya. Ia tidak ingin di sekolah barunya itu dia di cap sebagai siswa baru yang sudah membuat masalah.
__ADS_1