Touch Your Heart

Touch Your Heart
Eps 5 : Di Hukum Bareng


__ADS_3

Pelajaran pun berakhir dan bel istirahat berbunyi dengan kerasnya. Semua murid berhamburan keluar kelas, geng belalang juga hendak pergi ke kantin. Tiba tiba Elang yang berjalan di depan mereka menyindir Bella yang mendapatkan nilai paling rendah itu.


“Masa ketua geng kok nilai nya lebih rendah daripada anggota nya. Emang nggak malu?” ucap Elang santai dan berlalu begitu saja,


Bella menggertakkan gigi nya dan tangannya mengepal kuat. Ia tidak tahan untuk membalas sindiran dari Elang, tapi ia juga tidak bisa melakukan apa apa jika di hadapkan dengan nilai pelajaran.


“Udah biarin aja. Tuh anak emang sengaja’ bikin lo emosi, jadi anggap aja angin lewat.” Elfa mengusap punggung Bella lembut memberikan ketenangan,


“Bener tuh. Yuk ke kantin aja!” ajak Anggika semangat,


“Oke. Let’s go!” sahut Lala tidak kalah semangat.


Bella tidak mengatakan apapun dan berjalan perlahan mengikuti ketiga sahabat nya itu dari belakang. Mood Bella sedang tidak stabil. Hingga saat mereka tiba di kantin, tidak sengaja Rania menabrak Bella dan minuman yang di bawa Rania tumpah ke seragam Bella.


“Astaga ... Bella?? Maaf maaf gue enggak sengaja beneran... Maaf ya,” Ucap Rania gugup karena ketakutan,


“Lo nggak lihat ada orang jalan? Punya mata tuh di pake buat lihat jalan!” jawab Bella kasar,


“Iya, gue salah. Gue minta maaf!” Rania menundukkan kepalanya ketakutan,


Bella mengambil gelas es murid yang sedang duduk melihat Rania dan Bella. Bella hendak menyiramkan es tersebut ke seragam Rania sebagai balasan karena Rania yang menumpahkan minuman nya, tetapi Elang tiba tiba berdiri tepat di depan Rania dan Bella.


*Pyakkk!!!


Es tersebut tepat mengenai tubuh elang dan membuat seluruh seragam nya yang bagian depan basah.


“Elang...” pekik Rania terkejut,


“Ngapain lo berdiri di depan gue? Jangan ikut campur urusan gue lagi deh lo!” decak Bella sambil menaruh kembali gelas yang ia pegang,


“Lo kalau nggak bikin masalah sehari aja bisa enggak sih, Bell?” tanya Elang serius,


“Yang bikin masalah siapa? Dia duluan yang nyari masalah. Lo kalau nggak tau apa apa mending diem aja deh,” sahut Bella ketus,


“Rania udah minta maaf, dan harusnya lo maafin dia kan? Kenapa malah lo bales siram dia dengan sengaja?” Elang melotot sempurna,


“Nyatanya yang kena kan lo. Jangan harap gue minta maaf sama lo atau sama Rania!”


“Bel... Udah yuk pergi aja dari sini!” bisik Anggika,


“Iya, Bell... Banyak yang lihat in lo," Tambah Lala sambil menarik tangan Bella


“Urusan gue belum selesai!” melepaskan tangan Lala dengan paksa,


“Elang, udah jangan di lanjut in. Gue nggak apa apa kok. Gue yang salah!” ucap Rania gemetaran

__ADS_1


“Sekali kali anak kayak dia ini harus di kasih ...”


Anak anak berkerumun menyaksikan pertengkaran antara Bella dan Elang,


“Apa apaan ini?!?!” tiba tiba Pak Anton datang menyela,


“Elang Pak. Dia bikin gara gara sama saya!” ucap Bella spontan,


“Nggak. Lo duluan yang bikin masalah, semua anak di sini bisa jadi saksi!” sahut Elang tidak takut,


“Oh ya? Kenyataan nya lo duluan yang bikin gara gara sama gue. Gue nggak ada masalah sama lo awalnya, gue ada masalah sama Rania dan lo yang nyela nyela kan?”


“Lo... Bener bener...” Elang menunjuk wajah Bella geregetan,


“Cukup cukup!! Kalian berdua ikut ke ruang BK!” bentak Pak Anton,


“Tapi, Pak ...” ucap Bella dan Elang bersamaan,


“Sekarang!!!” bentak Pak Anton lagi dengan nada lebih keras.


Mereka berdua pun mau tidak mau harus pergi ke ruang BK untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan di antara mereka berdua.


“Yah... Bakalan kena hukuman lagi deh si Bella!” Elfa menghela nafas berat,


“Iya, kasian banget tuh anak. Hidup nya kena hukuman Mulu.” Sahut Anggika


“Gue udah minta maaf kan sama Bella,” ucap Rania memelas,


“Cih... Naif banget sih, sok lemah banget!” gerutu Anggika,


“Kalian mending pergi nyusul Bella sono deh,” sela Marjan tiba tiba,


“Apaan sih lo sirup? Ngikut aja. Lo mau masuk ruang BK juga?” ancam Elfa,


“Gausah ngancem. Temen lo sono bantuin keluar ruang BK,” sahut Marjan santai


“Yuk, Ran. Kita pergi dari sini. Jangan deket deket sama virus kayak mereka!” lanjut Marjan sambil menarik tangan Rania dan pergi meninggalkan Elfa dan yang lain.


“Wah songong tuh anak. Kita di bilang virus,” decak Lala kesal


“Udah biarin aja dulu. Nanti kita bales mereka semua!” Elfa menenangkan Lala yang kesal itu,


“yaudah, kita ke ruang BK aja yuk. Kita lihat Bella di apain sama Pak Anton.” Ajak Anggika memecahkan suasana panas,


“Iya. Ayo!” sahut Elfa semangat.

__ADS_1


Mereka pun segera beranjak meninggalkan kantin dan menuju ruang BK untuk melihat apa yang terjadi pada Bella dan Elang yang sedang berhadapan dengan Pak Anton tersebut.


✨✨✨


Di dalam ruang BK, Bella dan Elang di marahi habis habisan oleh Pak Anton. Terutama Bella yang sudah sering keluar masuk ruang BK untuk berbagai masalah yang dulu dulu. Mereka berdua pun terkena hukuman untuk membersihkan gudang belakang karena akan di gunakan untuk gudang alat olahraga yang baru.


Bella dan Elang pun mau tidak mau harus menjalani hukuman mereka berdua bersama sama. Sepanjang perjalanan menuju gudang belakang hingga sampai di gudang, Bella terus menggerutu tidak jelas dan membuat Elang merasa sangat risih dan tidak tenang.


“Lo bisa diem nggak sih. Risih telinga gue denger gerutuan lo,” celetuk Elang kesal karena sudah tidak tahan lagi,


“Ini kan gara gara lo juga. Kalau lo nggak ikut campur urusan gue, kita nggak akan di hukum kayak gini. Kenapa lo masih nyalahin gue kalau gue menggerutu terus?” sahut Bella santai,


“Nggak habis pikir gue sama apa yang ada di otak lo. Udah jelas lo yang salah masih aja nggak mau ngaku. Kayaknya tuh otak lo isinya cuma cara merundung siswa siswi lain doang!”


“Apa lo bilang? Maksud lo gue tukang rundung doang gitu? Dan otak gue nggak ada isinya? Itu maksud Lo?” tukas Bella bertubi tubi,


“Lo pikir aja sendiri. Kayaknya lo cukup sadar diri,” Elang memutar kedua bola matanya malas sambil terus mengangkat kardus bekas dan menatanya dengan rapi,


*Brukkk!!!


Bella menendang semua kardus yang sudah di rapikan oleh Elang.


“Ups!! Nggak sengaja. Kaki gue gatel tadi, pengen nendang sesuatu!” ucap Bella merasa tidak bersalah dan tidak menghiraukan Elang,


“Bella!!!” teriak Elang kesal,


“Ya... SAYA!!!” jawab Bella tenang,


Elang pun mendorong tubuh Bella ke tembok dan mengunci dengan kedua tangan nya di sebelah kanan dan kiri sehingga Bella terjebak tepat di depan wajah ganteng Elang. Elang menatap tajam mata Bella dan Bella jantung Bella seketika menjadi berdetak dua kali lebih cepat.


“Lepasin gue. Singkir in tangan lo!” perintah Bella sambil berusaha untuk keluar dari kuncian kedua tangan Elang dan suasana mendebarkan itu,


“Kenapa? Lo takut jatuh cinta sama gue, karena lo deket banget sama gue kayak gini?" tanya Elang dengan senyum smirk,


“Jangan kepedean deh lo!”


Bella menginjak kaki Elang dengan kuat dan membuat Elang kesakitan.


“Aduh... Lo udah gila ya? Sakit banget kaki gue. Parah nih anak!” pekik Elang sambil merasakan sakit di kakinya,


“Siapa suruh cari gara gara sama gue? Tau sendiri kan akibatnya,”


Bella beranjak pergi menjauh dari Elang dan tidak dengan kakinya tersandung hingga ia hampir terjatuh tapi Elang menangkap nya dan ia pun jatuh di pelukan Elang. Sesaat mereka berdua pun saling bertatapan dan membuat jantung Bella kembali berdebar lebih kencang lagi.


“Kalian ngapain?” tanya Anggika tiba tiba dengan nada terkejut,

__ADS_1


Elfa, Anggika dan Lala tiba tiba datang dan terkejut menyaksikan pemandangan romantis ala sinetron Indonesia tersebut.


__ADS_2