Touch Your Heart

Touch Your Heart
Eps 2 : Bella Vs Lang


__ADS_3

Saat waktu istirahat tiba, Bella meminta agar Jayadi atau cowok culun yang biasa di panggil Jay itu untuk mengerjakan tugas kimia yang tadi diberikan oleh guru. Jay selalu mengerjakan tugas rumah Bella dan teman temannya. Sebab, jika Jay tidak mau menuruti permintaan dari geng Belalang itu, Jay akan mendapat masalah. Entah tasnya di gantung di pohon mangga belakang sekolah, atau buku bukunya berserakan di lapangan upacara, bahkan seragam olahraganya pernah di masukkan ke dalam kloset.


Elang melihat perlakuan Bella yang semena mena pada Jay. Ia meminta buku Bella dan teman temannya yang sudah di terima oleh Jay. Jay tidak mau memberikan, namun Elang langsung merampasnya dan mengembalikan buku tersebut pada Bella.


“Punya tugas tuh kerjain sendiri! Jangan nyuruh orang lain! Punya otak kan?” Elang meraih tangan Bella dan memberikan buku buku nya.


Bella membulatkan matanya. “Lo nggak usah ikut campur urusan gue!”


“Gue nggak suka yang namanya pembullyan. Ngerti?” Elang menarik tangan Jay dan mengajaknya keluar kelas.


“Bell.. Gimana nih?” tanya Anggika.


“Baru kali ini ada anak baru yang berani sama gue. Kakak kelas aja takut sama gue, lah ini malah nyari masalah. Kita bantai sekarang!” seru Bella pada geng nya.


Bella menyusul Elang dan Jay yang sudah pergi ke kantin. Terlihat Elang, Jay, dan Marjan duduk di kantin menunggu pesanan mereka. Tanpa pikir panjang, geng Belalang langsung menghampiri mereka. Bella membanting buku bukunya di atas meja tepat di depan mata Elang, Jay, dan Marjan.


“Jay. Kerjain!” Bella menatap tajam kearah Jay membuat Jay ketakutan tak berkutik dan mengatakan “Iya Bel. Aku kerjain!” dengan nada gemetaran.


“Eh lo tu kelewatan banget ya jadi orang!” Elang tidak terima Jay di perlakukan seperti itu.


“Kenapa? Dia aja nggak keberatan kalau gue suruh ngerjain tugas gue. Kenapa lo yang marah marah sih?” timpal Bella.


“Eh siapa nama lo? Oh iya gue inget, Bella ... Jangan lo pikir karena lo terkenal bar bar dan berani di sekolah ini gue jadi takut sama lo! Asal lo tau ya, selagi gue nggak salah dan gue belain yang bener. Gue nggak akan mundur buat nentang kelakuan lo!” Elang berada di puncak emosinya.


“Bell dia belum tau siapa kita!” Elfa mengernyitkan dahinya sambil tersenyum sinis.


“Guys.. Bantai!!” perintah Bella.


Elfa dan Anggika pun langsung memegang erat tubuh Elang. Elang berusaha memberontak namun tidak terlalu kuat karena geng Belalang merupakan atlet karate yang handal. Sementara Lala melepaskan kedua sepatu Elang yang terpasang di kakinya dan memberikan nya pada Bella.


“Woi mau lo apain sepatu gue. Kembali in nggak? Jangan bikin gue tambah emosi!” Elang berusaha meraih sepatu di tangan Bella, namun Bella selalu berhasil mengecoh nya.


“Lo mau sepatu lo? Ambil nih..!” Bella berlari keluar kantin dan melemparkan sepatu Elang ke atas genteng kantin.


“Hahaha rasain lo!” Anggika tertawa puas.


“Makanya nggak usah macem macem sama kita!” sambung Elfa.


“Kasian banget sih si ganteng di kerjain. Nggak tega deh.” Lala melihat Elang yang berusaha mengambil sepatunya.


“Lala apaan sih? Lo di pihak siapa?” Bella mencubit lengan Lala.


“Aww sakit Bell.” Lala mengelus lengannya yang terasa sakit karena cubitan dari Bella.


✨✨✨


Geng Belalang meninggalkan Elang yang sedang berusaha mengambil sepatunya itu. Mereka terasa puas melihat Elang seperti itu. Saat menuju kelas, mereka melihat Yohan dan Rafa. Yohan adalah cowok populer kelas 12 IPS – 1 yang dari pertama masa orientasi siswa mengejar ngejar Bella, namun Bella tidak merespon dan justru sangat risih.


“Mampus gue ada kembarannya Suneo. Gue harus sembunyi nih! Kalian jangan kasih tau keberadaan gue. Awas kalo kalian kasih tau!” ancam Bella pada teman temannya.


Bella panik dan segera berlari ke arah manapun yang penting tidak di lihat oleh Yohan.

__ADS_1


Yohan menghampiri geng Belalang yang kurang 1 personilnya itu.


“Mana my sweety Bella?” tanya Yohan pada geng Belalang.


“My sweety my sweety apaan sih monyet! Nggak ada dia udah pergi ke kelas duluan tadi!” Jawab Anggika dengan ketusnya.


“Yah, Nggak ketemu deh. Nanti salam in ya buat dia kalau ketemu. Bilang bang Yohan kangen gitu. Awas lo kalau nggak bilang!” ancam Yohan sambil menodongkan telunjuknya.


“Berani lo sama kita? Mau celana lo di gantung di tiang bendera ha? Mau?” Elfa mengancam balik Yohan.


“Ayang Elfa kok kejam banget sih. Nanti manis nya ilang loh!” Rafa tersenyum malu melihat Elfa yang marah marah pada Yohan.


“Idih najisun!” gerutu Elfa.


“Udah lah nggak usah nanggap in nih dua makhluk halus nggak penting!” Anggika menarik tangan Lala mengajaknya pergi ke kelas. Dan di susul Elfa.


“Ayang Elfa, nanti telpon aku ya. Aku tunggu!” teriak Rafa pada Elfa yang sudah perlahan pergi menjauh.


“Telpon sono Mbak Lastri. Katanya lo belom bayar utang di kantin!” balas Elfa dengan teriakan yang tak kalah lantang .


✨✨✨


Bella menyusuri lorong sekolah bagian belakang. Hingga dia melihat ada seorang siswi yang di bully oleh beberapa siswa. Walaupun Bella dan teman teman satu gengnya suka menjahili banyak orang, tapi mereka tidak pernah membully siswa ataupun siswi lainnya.


Bella dan gengnya sebenarnya juga tidak melakukan pembullyan pada Jay, namun memberikan sedikit tekanan pada Jay agar takut dan mau menuruti permintaan mereka.


“Woy!! Ngapain kalian di sini? Berani banget kalian bully cewek lemah kayak dia. Badan udah kayak tengkorak hidup aja sok sok an kalian!” Bella memberikan perlindungan kepada siswi yang di bully itu.


“Lo nggak papa kan? Lain kali kalau ada mereka langsung pergi aja. Oke?” jelas Bella pada siswi itu yang terlihat masih takut karena dia juga tau kalau Bella anggota geng yang di takuti di sekolah itu.


“I.i.iya, makasih ya udah nolong gue.” Siswi itu hanya menunduk tidak berani menatap wajah Bella, Bella tanpa basa basi langsung meninggalkan siswi itu.


✨✨✨


Bella kembali ke kelasnya. Terlihat Elang sudah berada di kelas dan menggunakan sepatunya lengkap dengan wajah yang sangat kesal karena perlakuan geng Belalang tadi padanya. Sebelumnya Marjan sudah memperingatkan Elang untuk tidak berurusan dengan geng Belalang, namun Elang yang merasa dirinya benar itu tidak terima dengan perlakuan geng Belalang.


Marjan berbisik pada Elang. “Gue kan udah peringat in ke elo, jangan berurusan sama geng Belalang. Rumit urusannya ntar. Lo sih nggak percayaan!”


“Terserah deh. Gue pengen tau apa sih yang mereka bisa sampe semua anak anak bisa tunduk sama mereka. Harusnya murid toxic kayak mereka itu di keluarin dari sekolah ini.” Elang mengumpat tentang geng Belalang.


“Geng Belalang itu udah banyak prestasi nya. Si Elfa pernah menang in olimpiade sains tingkat SMA se provinsi, si Anggika juara debat Bahasa Indonesia tingkat nasional. Nah si Bella sama si Lala nih yang belom ada. Tapi si Bella juara 1 karate putri tingkat nasional sih”, jelas Marjan pada Elang yang masih tidak mengerti tentang geng Belalang itu.


“Si cewek bar bar itu juara 1 karate? Udah bar bar, jago bela diri juga ternyata. Eh tapi, kenapa nggak ada peneguran sama sekali sih ke mereka?” Elang heran dengan sekolah baru nya itu.


Marjan menghela nafas berat. “Percuma juga, walupun lo laporin mereka ke kepala sekolah juga nggak akan di keluarin mereka. Asal lo tau aja, orang tua Bella itu donatur terbesar 10 tahun berturut-turut di sekolah ini. Itu sebabnya Bella sama teman temannya aman aman aja walaupun tingkah mereka kayak preman pasar gitu.” Penjelasan Marjan yang panjang lebar membuat Elang mengerti semuanya.


✨✨✨


Waktu pulang sekolah pun telah tiba. Kegiatan belajar mengajar telah usai. Semua murid SMA MAHARDIKA mulai keluar dari kelas mereka masing-masing. Tidak terkecuali dengan Bella dan teman temannya. Dari dalam kelas terlihat Yohan sudah berada di luar kelas Bella menunggu Bella keluar dari kelasnya. Bella dan teman temannya pun keluar kelas untuk pulang .


“Hai my sweety Bella.,” Sapa Yohan dengan senyuman lebar se antero jagat raya.

__ADS_1


“Apaan sih Suneo! Gue udah bilang berapa kali sama lo? Jangan panggil gue kayak begituan astaga. Gue jijik!” Bella menghentakkan kakinya dengan keras ke lantai.


“Ini kan panggilan sayang Bell.”


“Idih mau muntah gue dengernya. Gue duluan ya guys!” ucap Elfa sambil nyelonong pergi.


“Elfa tungguin gue. Gue bareng pulang sama lo!” teriak Lala sambil berlari mengejar Elfa.


“Udah ya gue males nanggepin lo. Gue mau pulang! Ayok Nggi kita pergi!” Bella dan Anggika langsung meninggalkan Yohan.


“My sweety Bella! Kok bang Yohan di tinggalin terus sih!” Yohan merasa sangat kesal dengan pengabaian dari Bella.


Saat menuju ke tempat parkir sekolah. Tak sengaja Bella menabrak Rania, siswi yang satu kelas dengannya yang sangat feminim dan pendiam.


“Lo tuh ya ngalangin jalan tau nggak sih? Minggir!” Bella mendorong tubuh Rania hingga terjatuh ke lantai.


“Cihh lemah banget, itu badan apa kangkung lembek banget di senggol dikit langsung jatuh.” Anggika tersenyum licik.


Elang melihat kejadian itu. Ia pun mengulurkan tangannya untuk menolong Rania, lalu menyuruh Rania untuk segera pergi.


“Makasih ya Elang.” Ucap Rania pelan,


“Sama sama!” sahut Elang.


Rania segera pergi meninggalkan mereka. Dan seperti sebelumnya, terjadilah pertengkaran antara Bella dan Elang.


Elang menatap Bella dan Anggika dengan matanya yang lebar. “Kalian nggak ada habis habisnya ya bikin masalah sama orang!”


“Ehh siapa juga yang bikin masalah. Salah sendiri dia ngalangin jalan gue.” Sahut Bella dengan nada ketusnya.


“Dasar kalian geng gak guna!” Elang membuang muka dan segera beranjak pergi.


“Apa lo bilang?”


wuuusshhh ....!!


Sepatu wanita pun melayang di udara menghantam kepala Elang.


“Aduhhh!!” lirih Elang sambil mengelus kepalanya yang kesakitan.


“Lo itu cewek atau makhluk apaan sih?” geram Elang sambil melempar sepatu milik Bella ke tempat sampah.


“Woi ... Sepatu gue!” seru Bella sambil membulatkan matanya dan berusaha menahan amarah.


“Tenang Bell tenang!” Anggika menarik lengan Bella yang hendak menghampiri dan menghantam wajah ganteng Elang.


“Kalian tuh pantes nya bikin geng namanya geng Banteng Betina! Tuh ketua geng lo udah mirip banget sama Banteng!” Elang tak menggubris reaksi Bella dan Anggika. Ia langsung pergi meninggalkan mereka berdua.


Bella dan Anggika seakan meledak di tempat. Baru kali ini ada orang yang seberani itu menghujat geng mereka. Mereka tidak akan tinggal diam dengan hinaan yang sudah di lontarkan oleh Elang. Mereka sepakat menjadikan elang sebagai Belalang Warning, yaitu target yang harus di buat kapok oleh geng Belalang.


__ADS_1


__ADS_2