
suasana sekolah menengah atas (SMAN) Alangkara parinfr yang gaduh membuat atensi Titan dan Ghazi teralihkan.
" Ghazi lo denger gak suara itu?" Titan celingak-celinguk dan melihat kerumunan orang yang sedang menyoraki entah siapa.
" Titan gue rasa itu pasti mereka sedang membulliy seseorang,dan sebaiknya kita jangan ikut campur deh,,,, " Ghazi menunjuk kerumunan tersebut dan berucap dengan tidak suka.
Ghazi tahu kalau Titan pasti akan ikut campur dalam urusan tersebut jadi dia mengatakan hal tersebut agar tidak terkena masalah lagi dengan si biang onar 'Leo'.
" Lo tahu aja Ghaz kalau gue mau kesana, kasian dia Ghaz. bayangin aja kalau orang yang di bully itu gue apa Lo akan tetap diam saja " bujuk Titan
Ghazi membayangkan dengan apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu tapi dia geleng-geleng kepala setelahnya.
" ya pasti gue hajar tuh mereka, tapi Tan plis,,,, kali ini aja Lo jangan ikut campur urusan tuh orang gue gak mau kalau elo kena masalah hanya karena gara-gara nolongin orang terus Tan " Ghazi menempelkan kedua tangannya agar Titan menurutinya.
Titan sebenarnya tidak ingin menuruti Ghazi karena merasa kasihan dengan orang yang di bully itu tapi karena apa yang di katakan Ghazi ada benarnya juga jadi dia memilih untuk menurut untuk kali ini.
di saat Titan melihat ke arah kerumunan tersebut dia melihat murid laki-laki yang terlihat mengenaskan di dalam kerumunan itu, dan entah perasaannya saja atau bukan Titan rasa orang tersebut seperti melihatnya dengan tatapan memohon untuk meminta tolong.
Titan berhenti sejenak akan tetapi karena Ghazi menariknya jadi dia hanya membalas tatapan tersebut dengan balasan tatapan sedih.
" gue rasa Titan tidak menolong gue mungkin karena gue telah berhasil merebut posisi nilai terbaik tahun ini darinya. gue sumpahin si Titan kalau suatu hari dia akan merasakan juga dengan apa yang gue rasakan sekarang " batin Davin sebelum kehilangan kesadarannya.
______******______
sesampainya di kelas Titan merasakan sesuatu yang janggal setelah melihat tatapan Davin si anak cupu yang di bully tadi.
" Ghazi gue rasa, gue telah melakukan kesalahan dengan tidak menolong si Davin tadi " Ghazi menoleh dan memerhatikan wajah Titan yang begitu lesu ketika mereka sampai di kelas pada pagi tadi.
" Tan gue rasa Lo harus biasain buat enggak menolong orang yang sedang di bully deh. gue tahu Lo ngerasa bersalah ketika tidak bisa menolong Davin dan tidak merasa nyaman setelahnya juga, gue tahu dari mata Lo itu. tapi biasaain itu untuk sementara waktu Tan agar lo tidak merasakan lagi yang sedang Lo rasakan sekarang " Ghazi memfokuskan kembali menghadap ke depan guru yang sedang mengajar.
" tapi gue merasakan yang tidak baik akan terjadi Ghazi " lirih Titan dan menenggelamkan wajahnya kedalam tumpuan tangannya di meja.
hiks,,,,,hiks,,,,,hiks,,,,,
Ghazi menoleh sebentar ketika mendengar isakan tangis tersebut, dan dia hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan sahabatnya yang selalu memikirkan tentang keadaan orang lain.
beberapa menit berlalu dan pelajaran pertama telah selesai.
" baik anak-anak pelajarannya sampai sini dulu. tugas yang saya berikan harus dikumpulkan besok dan rata-rata nilai yang harus kalian dapatkan 90, kalau kurang dari 90 bapak akan memindahkan siswa tersebut dari kelas ini, terutama kamu Titan dari tadi saya lihat kamu melamun terus ,saya harap nilaimu tidak akan berubah karena melamun seperti tadi" tegur pak Gino dengan tegas dan segera keluar setelahnya.
semua orang dikelas tidak langsung keluar dan mereka malah memperhatikan Titan secara bersamaan.
Titan yang merasa di perhatikan mengerutkan keningnya " kalian kenapa " tegur nya dengan bingung.
" Titan karenamu kita mendapatkan hukuman dari pak Gino dengan harus menyelesaikan tugas fisika yang sangat sulit apa lagi nilainya harus berada di 90 ke atas. kalau kamu ada pikiran atau masalah sebaiknya buang jauh-jauh dulu kalau berada di kelas karena, semua guru sangat memperhatikan mu dan pasti kita semua yang akan kena juga. kalau kamu membanggakan sekolah kelas kita yang akan di puji dan. jika kamu melakukan kesalahan kita semua juga yang akan kena hukuman " ucap Sinta dengan marah. semua orang hanya mengangguk-angguk setuju dengan apa yang di katakan Sinta.
Ghazi yang sedari tadi diam saja memerhatikan sahabatnya Titan,dia bangun dan mengedarkan pandangannya ke semua orang yang ada di sana.
" apa kalian pikir Titan tidak pernah punya masalah seperti kalian ,pikir-pikir dulu kalau mau bicara memangnya keinginan Titan untuk menjadi murid yang sangat di perhatikan oleh guru. ini baru pertama kali kita mendapatkan hukuman apa kalian lupa kalau setiap Titan mendapatkan sanjungan kita semua juga akan mendapatkannya ini baru pertama kali ingat itu. Sinta katamu buang dulu masalah dalam pikiran kalau sedang berada di kelas sebaiknya kamu mengatakan itu kepada dirimu sendiri dan semua orang di kelas ini karena kalian lah yang selalu melamun di kelas setiap harinya " Ghazi memicingkan matanya dan mengajak Titan untuk kekantin.
__ADS_1
Titan dan Ghazi telah keluar dan mereka berjalan tanpa ada yang bicara satupun ,tidak seperti biasanya.
Titan yang merasakan hal tersebut memilih berhenti melangkah " Ghazi terimakasih,,, dan maaf karena aku kalian mendapatkan hukuman juga " Titan menundukkan kepalanya.
" sudah lah Tan sebaiknya jangan menanggapi ucapan si Sinta itu kamu sendiri juga sudah tahu bagaiman si Sinta itu kan " Ghazi membalas dengan merangkul pundak Titan agar sahabatnya itu merasa tenang.
" Titan apa Lo masih mikirin tentang masalah tadi pagi tentang pembullyan yang terjadi kepada Davin " Ghazi memerhatikan Titan.
" i,,,iya " balas nya.
mereka berdua melanjutkan jalannya untuk ke kantin.
setelah mereka selesai makan sebuah pengumuman agar semua murid segera pulang terdengar ke seluruh sekolah.
semuanya yang berada di kantin berbondong-bondong pergi menuju kelas masing-masing mengambil tas.
semua murid sudah berada di depan gerbang dan betapa terkejutnya mereka ketika melihat ada banyak pria yang memakai pakaian serba hitam dan kelihatan gagah.
" ada apa ini " siswa perempuan begitu ketakutan melihat orang-orang tersebut.
Titan dan Ghazi saling pandang " Tan apa kamu serasa pernah melihat orang itu " Ghazi menunjuk pria paruh baya yang berada di dalam mobil yang tersenyum sinis ke arah mereka berdua.
Titan mencoba memperhatikan orang tersebut, dia memelototkan matanya.
" Ghazi,,, dia itu pria yang menjadi ketua mafia setelah membunuh si tua Gerard " bisik Titan karena tidak mau semua orang yang ada di sana mendengarnya juga.
Titan bergetar hebat saat mengingat apa yang dia lihat pada saat pembunuhan yang pria itu lakukan kepada kakeknya dana Kakek Ghazi.
Titan mengelengkan kepalanya "enggak gue gak akan ninggalin Lo sendirian Ghazi, kalo Lo mau ngedepin mereka gue juga akan ikut bersama Lo. Lo kan tahu bagaiman gue " tolak Titan.
Ghazi pasrah karena memang sifat Titan yang lebih mementingkan orang lain dari pada diri sendiri. dia menolehkan kepalanya kebelakang Diaman para guru berada.
pak Gino yang melihat Ghazi memberikan kode kepadanya segera mendekat " ada apa Ghazi "
" bapak tolong bawa sema orang keluar dari sini dari gerbang belakang biar saya dan Titan yang akan menghadapi mereka untuk mengulur waktu agar kalian bisa keluar "
pak Gino dengan cepat geleng-geleng kepala " tidak kalau kamu hanya berdua dengan Titan mengahadapi mereka pastinya akan. kalah lebih baik kita semua yang melwana mereka "
" tidak pak, sebaiknya kalian semua keluar dari sini karena mereka hanya sedang mengincar saya dan Titan saja jadi sebaiknya kalian pak Gino dan yang lainnya keluar saja "
Ghazi yang melihat pak Gino akan menolak memandanginya dengan aura aslinya yang sangat menakutkan.
pak Gino yang merasakan rasa tidak enak dari Ghazi menelan salipanya dengan kasar.
" ayo pak cepat, harus ada yang berkorban untuk keselamatan banyak orang "
" b,,,baik " pak Gino membisikkan sesuatu ke semua guru.
" ayo cepat ke belakang sekolah"
__ADS_1
" cepat semuanya cepat "
" ayo cepat "
pria yang sejak tadi memperhatikan dari dalam mobil merasa heran karena dia rasa mereka cari bunuh diri dengan masuk ke dalam sekolah dan hanya tersisa kan Titan dan Ghazi saja di luar sekolah dia telah meletakan beberapa peledak di beberapa penjuru sekolah dan dengan mudah dia bisa menghancurkan bangunan besar tersebut.
" bodoh " gumamnya.
kembali lagi dengan Titan dan Ghazi, Titan tau kalau pria yang berada di dalam mobil tersebut menyangka kalau para murid dan guru masuk kembali kedalam sekolah padahal mereka akan pergi lewat belakang, karena jarang sekali sekolah di kotanya yang ada gerbang belakang jadi mungkin orang tersebut berpikiran kalau mereka bodoh dengan masuk kembali.
Ghazi dan Titan yang sudah mengenali suara-suara yang meskipun hanya terdengar seperti suara nyamukpun mengenali kalau di dalam gedung sekolah ada beberapa peledak yang telah di aktifkan.
" ayo maju Ghazi, ini mungkin hari perpisahan yang tidak pernah kita duga sebelumnya dan hari terakhir kita untuk bersenang-senang " Titan meregangkan otot-otot tubuhnya sambil tersenyum senang dia melompat-lompat dan berakrobat sebentar.
Ghazi yang melihat itu merasa heran karena meskipun sudah dekat dengan ajalnya Titan masih bisa melakukan hal-hal random seperti itu.
" kamu ini sudah gila " ujar Ghazi, dia maju lebih dulu dan menghajar para manusia berbaju hitam itu.
pertarungan dua orang melawan seratus orang kelihatan begitu seimbang karena mereka merupakan anak dari seorang mafia kejam yang menguasai semua ilmu bela diri dari penjuru dunia bahkan kekuatan mereka seimbang dengan ayahnya masing-masing.
" kalian memang hebat jadi saya harus menyingkirkan kalian, sudah lama kalian menyamarkan diri dan ini saatnya untuk kalian saya lenyapkan dari muka bumi ini " Luis nama pria tersebut, dia menggerakkan tangannya dan dua orang sniper yang telah bersiap dari tadi menarik pelatuknya.
Jleb,,,,,,
Jleb,,,,,,
Ghazi dan Titan yang sedang menyerang langsung terduduk.
tembakan tersebut langsung mengenai tepat di jantung.
mereka saling memegang tangan satu sama lain.
" ini sudah waktunya " Ghazi dan Titan tersenyum di sela napasnya yang terakhir setelah menyentuh sebuah tombol di perut masing masing-masing.
*BOM,,,,,,,,
BOM,,,,,,,,,
BOM*,,,,,,,
sekolah bahkan sekelilingnya
semuanya hancur Bahakan mobil yang di kendarai Luis pun ikut hancur karena tidak menyangka akan hal itu dan tidak sempat untuk menghindar dari ledakan karena tepat di bawah mobilnya juga ada peledak.
di atas langit ada sebuah helikopter yang terdapat beberapa orang yang memerhatikan sedari tadi.
" maaf,,,, " lirih Davin sambil menunduk.
" sudahlah Vin itukan memang misimu untuk menemukan mereka, dan tentang terbunuhnya Luis dia memang pantas mendapatkannya " orang yang berada di samping menepuk-nepuk punggung Davin agar merasa tenang.
__ADS_1
helikopter tersebut pergi dari sana dengan bangunan sekolah Alangkara parinfr yang telah menghilang karena ledakan bom.