
Tubuh Thanzi yang kini di tempati oleh Titan dengan keadaannya yang sudah sedikit membaik terus menatap langit-langit atap rumah sakit yang berwarna putih.
" yaampun kenapa gue harus bertransmigrasi kedalama tubuh ini, apa lagi dia ini dari dunia novel yang sering gue baca dengan Ghazi.
apalah daya semua ingatan yang dia miliki kini gue juga mengingatnya dengan sangat jelas " gumamnya dengan heran.
disaat pertama kali bangun dari pingsannya Titan mendapatkan ingatan-ingatan yang begitu asing dan sesuatu yang mengejutkan dia dapatkan. Titan bertransmigrasi kedalam novel yang sering di bacanya dan yang lebih parah lagi dia memasuki tubuh seorang tokoh figuran yang sering mengalami siksaan yang mati karena sudah tidak tahan dengan rasa sakit itu.
Titan benar-benar merasa kesal karena dengan seenak jidatnya sang pencipta mempermainkan hidupnya yang kedua kalinya di kehidupan nayatany dia sering mendapatkan dimana orang-orang yang di sayangnya mati dan kini dia harus mendapatkan siksaan pula dari para tokoh novel ini.
bukan tanpa alasan dia merasa kesal, Thanzi merupakan tokoh pigura dari novel The Dark yang sering di injak-injak ioleh semua pemeran tokoh dalam novel tersebut, karena sifatnya yang akan menyerah sebelum bertindak membuat Thanzi selalu berpasrah diri meskipun dalam keadaan apapun juga.
Titan sangat membenci tokoh yang kini raganya dia tempati.
" apa gue bisa merubah alur ceritanya dengan mencoba menghindar dari para Manusi bangsat itu yah,,, " Titan yang kita sebut Thanzi saja sekarang berpikir dengan otaknya yang super jenius itu.
" sepertinya bisa deh , tapi pertama-tama gue mau lihat bagaimana sebenarnya tampilan si Thanzi ini " Thanzi celingak-celinguk dan mencoba bangun dari tidurnya untuk mencari cermin.
Thanzi masuk kedalam toilet dan kini dia menemukan kaca yang besar terpampang di hadapannya.
Thanzi menatap wajahnya itu dengan tatapan benci, bagaiman dia tidak merasa benci dengan wajahnya ini yang sama persis dengan wajahnya yang asli di dunia nyata.
" apa jangan-jangan orang yang bikin nih novel sangat membenci gue sehingga dia menjadikan gue sebagai tokoh yang menyedihkan sepeeti ini " Titan mengeram marah dan jikalau dugaannya benar dia akan mencari orang tersebut ketika dia bisa kembali lagi ke dunia aslinya.
tapi di pikir-pikir lagi oleh Titan " apakah gue selamat dari ledakan itu atau sudah hangus menjadi abu karena ledakan itu begitu dahsyat "
ketika sedang melamun seorang suster memangil dari luar, Thanzi segera keluar dari toilet dengan pelan-pelan.
" maafkan saya tuan muda karena telah meninggal Anda sendirian, tadi saya ada urusan. mohon maafkan saya " wajah suster tersebut begitu memancarkan rasa bersalah dari kedua bola matanya itu.
" tidak kok sus,,,, saya juga tidak apa-apa di tinggal sendirian, saya ini laki-laki jadi tidak memerlukan bantuan ketika saya masih mampu " ucapnya dengan sungguh-sungguh.
suster tersebut malah tersenyum mendengarnya.
__ADS_1
" suster apa ada yang salah dengan ucapan saya kenapa kamu tersenyum begitu " tanya Thanzi dengan heran.
si suster tidak menjawab dan malah menyuruh Thanzi untuk istirahat kembali agar bisa cepat pulang karena sejak pertama kali bangun tadi Thanzi langsung merengek ingin pulang dengan segera.
" sus saya bisa pulang kapan, sekarang bisa gak "
" dokter bilang seharusnya kamu menginap di sini selama seminggu tetapi karena kamu memaksa jadi besok sudah bisa pulang " Thanzi yang mendengar jawaban tersebut merasa lesu tetapi dia juga merasa senang dari pada seminggu berdiam diri di rumah sakit lebih baik dia bersabar untuk menunggu hari esok.
_______******_______
di pagi hari yang indah Thanzi kini sedang memerhatikan bangunan besar dan mewah di hadapannya bersama dengan sang pembantu yang sedari rumah sakit menemaninya.
" Aden ayo silakan masuk, tuan dan nyonya sudah menunggu di dalam "
Thanzi melangkahkan kakinya sambil melihat-lihat, Thanzi begitu terpesona dengan interior bangunan yang elegan akan tetapi berkesan mewah itu.
" gue tidak menyangka kalau Thanzi anak orang kaya, karena dari novel yang sering gue baca dia di jadikan anak buangan di sekolah karena dia anak orang miskin. tapi memang si Thanzi tidak di ceritakan terlalu detail dalam novel " wanita paruh baya yang masih kelihatan sangat cantik dan pria paruh baya yang masih keliatan sangat tampan dan gagah memperhatikan gerak-gerik orang yang baru masuk kedalam rumah mewah tersebut.
" Thanzi " panggil John Arganta dengan nada dingin.
Thanzi yang sedari tadi tidak memperhatikan kalau di hadapannya ada orang terkejut ketika di panggil dengan tiba-tiba.
" eu, , , , , " Thanzi malah terbengong diam saja sambil menatap pria di hadapannya.
Surti yang melihat itu langsung mendekati Elisa ibunya Thanzi.
" apa ini " tanyanya.
" nyonya baca saja sendiri, karena Anda mungkin akan lebih memahaminya dari pada saya "
Elisa membacanya dengan ekspresi biasa sajadan ia berikan kepada suaminya John.
pasangan tersebut keliatan biabiasa saja walaupun sudah mengetahui keadaan Thanzi yang hilang ingatan karena kasus pembullyan di sekolah.
__ADS_1
mereka sudah tahu sejak Thanzi memasuki rumah sakit tapi mereka tidak melakukan apa-apa karena menurut mereka Thanzi anak beban yang hanya menumpang hidup, tidak seperti kakaknya yang sangat mereka sayangi.
" Surti bawa saja anak itu ke kamarnya, dan besok jangan lupa untuk sekolah kembali " titah Elisa.
Surti yang akan protes karena menyuruh Thanzi untuk sekolah besok langsung di beri tatapan tajam oleh Elisa.
" baik nyonya "
Thanzi pergi dari ruangan tersebut bersama Bi Surti.
sesampainya di dalam kamar
" Bi Surti kenapa mereka seperti tidak suka aku datang kesini, dan siapa juga mereka "
" oh iya saya lupa untuk memberitahukan kalau mereka kedua orang tua tuan muda , saya lupa kalau tuan muda sedang hilang ingatan "
Thanzi mengernyitkan dahinya " tapi BI kenapa mereka tidak keliatan khawatir ketika aku datang dan ketika di rumah sakit juga mereka tidak menjenguk, hanya bi Surti saja yang datang "
" sudah den jangan banyak tanya nanti juga Aden bakalan tahu. besok Aden harus sekolah jadi harus istirahat sekarang sudah malam sudah jam delapan malam ini "
Thanzi merasakan kasih saya seorang ibu dari perilaku BI Surti kepadanya ,entah kenapa dia merasa kalau kedua orangtuanya Thanzi tidak mempedulikannya tidak seperti BI Surti yang selalu memperlakukan nya seperti anaknya sendiri.
_____******_____
" Good morning novel The Dark " teriak Thanzi ketika bangun dari tidurnya.
" den ada apa " BI Surti datang dengan tergesa-gesa dan khawatir.
" eh BI Surti aku gak papa BI hanya ngucapin selamat pagi aja kepada dunia ini " Thanzi tersenyum kepada BI Surti dan beranjak dari kasurnya menuju toilet.
BI Surti hanya memperhatikan saja karena sedari hilang ingatan tingkah dan sifat tuan mudanya itu menjadi sangat berbeda, dulu sifatnya Thanzi itu pendiam , dan tidak akan teriak-teriak seperti tadi.
BI Surti geleng-geleng kepala dan segera keluar dari kamar untuk melanjutkan kerjanya lagi.
__ADS_1