Transmigrasi Dua Musuh

Transmigrasi Dua Musuh
EPS 4


__ADS_3

baru beberapa hari hanya sekitar lima harian saja Titan yang menempati raga Thanzi begitu sangat terkejut dengan fakta-fakta yang dia temukan.


di mulai dari Thanzi sendiri sampai keluarganya ternyata sangat membenci raga yang kini di tempati.


" dasar orang tua yang tidak banyak bersyukur, si Thanzi sebenarnya anak yang pintar sama seperti gue dulu cuman saja si Thanzi ini seorang pengecut " Thanzi terus berbicara sendiri di hadapan cermin setelah bersiap-siap dan memakai baju seragamnya untuk berangkat ke sekolah.


sebenarnya Thanzi merasakan badannya masih tidak enakan tapi karena titahan dari si tua John dia terpaksa harus bersekolah.


Thanzi mengecek jam dan waktu menunjukkan jam 6:30, Thanzi pergi dari kamar turun kelantai bawah.


ketika melewati ruang tengah dia melihat ada empat orang yang sedang duduk di ruangan makan.


di sana terdapat John, Elisa,Arin Kaka Thanzi, dan juga Raka adiknya Thanzi.


Thanzi hanya melirik sebentar lalu melanjutkan langkahnya kembali


" Thanzi mau kemana kamu " panggil John ketika melihat Thanzi akan pergi.


Thanzi menghentikan langkahnya " gue mau pergi sekolah, kan anda sendiri yang menyuruh saya untuk bersekolah " ucap Thanzi tanpa menolehkan ke belakang terlebih dahulu.


" duduk,,, " perintah John dengan dingin. Thanzi entah kenapa merasakan tubuhnya bergetar mendengar suara tersebut seakan merasa ketakutan.


" ini kenapa lagi " batin Thanzi yang merasakan ketakutan pada tubuhnya ini padahal dirinya sama sekali tidak merasa takut.


" saya bilang duduk dan makan " John mengulang memerintahkan Thanzi agar ikut breakfast bersama.


Thanzi mencoba menguatkan dirinya dan melenggang pergi begitu saja tanpa mempedulikan John yang kini keliatan marah.


" pah kenapa dengan kak Thanzi " Raka menatap bingung makanya yang serasa ada perubahan pada dirinya. biasanya setiap perintah dari sang ayah Thanzi akan langsung menurut tapi kali ini dia baru pertama kali melihat Thanzi kakaknya itu tidak mempedulikan ucapan ayahnya.


" sudah jangan pedulikan anak itu pah,,,. anak tidak berguna itu mungkin sedang melamun karena takut untuk ke sekolah kembali setelah mengalami kejadian itu " Elisa yang baru datang ketika melihat raut wajah suaminya itu langsung ikut duduk dan mengelus-elus punggung suaminya.


" iya pah benar dengan apa yang mamah ucapkan, lagian juga ngapain tuh anak papa perhatiin terus nanti juga kalau butuh sesuatu dia pasti akan meminta kepada papah jadi di saat itulah ayah bisa menghukumnya " Arin sebagai anak tertua yang selalu menginginkan perhatian kedua orang tuanya hanya untuk dirinya sendiri sengaja mengingatkan ayahnya agar menghukum Thanzi.

__ADS_1


" benar juga, sebaiknya kita memulai breakfast " John memimpin dan di ikuti Yang lainnya.


semuanya makan dengan lahap dan tenaga tidak ada yang berbicara ketika makan bahkan kejadian tadi hanya berlalu seperti angin saja.


_____******_____


__


di depan bangunan sekolah SMAN Damai Karya Bakti seorang remaja yang baru turun dari mobil menjadi perhatian para siswa yang baru sampai maupun yang ada di dalam sekolah.


" Good morning and welcome to Thanzi hell " ucap Thanzi dengan tersenyum tipis karena merasakan ada tekanan yang membuat tubuhnya ini lesu.


ketika memasuki gerbang yang berbisik-bisik kagum akan dirinya yang mereka sang dia anak baru karena penampilannya yang kini sangat-sangat berbeda jauh. rambutnya yang tadinya berwarna hitam legam telah di warnai dengan warna jingga sama seperti dalam kehidupan dirinya dulu, kacamata tebalnya kini dia lepaskan dan memakai lensa agar tidak merasa risih, bajunya yang dikenakannya dia keluarkan ,cara berjalannya pun sangat cool bagaikan badboy.


wajahnya yang sangat tampan tanpa kacamata dan tampilannya yang lebih menarik membuat Thanzi menjadi perhatian para kaum hawa.


*sangat tampan


idol baru yang akan menjadi milikku


tapi apa kalian tidak merasa kalau itu adalah si cupu Thanzi*.


ucapan satu orang siswi tersebut membuat para wanita yang lainnya menghentikan aksi memuja ketampanan Thanzi tapi mereka langsung tidak mempedulikan ucapan itu lagi karena Thanzi lebih menarik perhatian mereka semua.


satu sekolah menjadi gempar terutama para siswa perempuan banyak yang berlomba-lomba untuk dapat melihat wajah baru yang kini menjadi topik pagi.


Thanzi berjalan melewati lorong sambil mencoba mengingat-ingat Diaman kelasnya berada.


banyak yang menatapnya dengan kagum Bahakan ada yang secara terang-terangan memfotonya lalu memposting kedalam grup sekolah.


sesampainya di depan kelas Thanzi langsung mendorong pintu dan berjalan masuk dan duduk di tempat Thanzi duduk.


keadaan kelas begitu sepi dan itu menjadikan pagi yang indah ini menjadi sangat damai untuk Thanzi yang setiap hatinya harus mendengar cemoohan dan hinaan untuk dirinya ketika di rumah meskipun hanya sehari kemarin saja.

__ADS_1


Thanzi tidak mengetahui kalau kini semua orang di kelas memperhatikannya.


" Thanzi,,,, " sapa orang yang duduk di dekat bangku Thanzi.


Thanzi menoleh " iya ada apa,,,,,, " balas Thanzi memperhatikan orang yang duduk tepat di sisi mejanya.


" ini beneran kamu Thanzi " Kai sahabat Thanzi yang melihat orang yang sangat dia kenali tetapi penampilannya yang sangat berbeda dan membuat Kai hampir tidak mengenali sahabatnya itu, tetapi karena penasaran dia ingin memastikan dengan memangil nama sahabatnya itu betapa terkejutnya dia ketika tebakannya itu benar kalau dia adalah Thanzi sahabatnya.


" iya benar, memangnya ada apa Kai " Thanzi mengingat kalau laki-laki yang ada di hadapannya ini adalah sahabat Thanzi yang selalu melindunginya dari bully an para siswa.


Kai cengo seperti orang bodoh.


plakkkkk


dia menampar wajahnya sendiri dengan kencang.


" awwww,,,, " ringis Kai sambil mengusap pipinya.


Thanzi yang melihat itu menatap Kai heran. " kamu kenapa "


" kabar menggemparkan teman-teman, Thanzi yang di anggap jelek kini menjadi sangat tampan " teriak Kai dengan sebuah senyuman menggembung.


satu kelas heboh terutama para wanita yang langsung mengerubungi Thanzi dan banyak bertanya.


" cukup " Thanzi berdiri, wajahnya keliatan kesal dan itu membuat mereka yang tadinya ribut menjadi mematung.


" Thanzi ada apa " tanya Kai meskipun dirinya merasa takut dengan aura yang Thanzi keluarkan.


" gue mau ke toilet, kamu antar aku yah " Thanzi menarik tangan Kai dengan berlari keluar dari kelas.


Karina, Kiara,dan Nina tiga sahabat yang merupakan primadona sekolah sekaligus Queen bullying begitu terpesona dengan seseorang yang lewat di hadapan mereka tadi.


" dia siapa " ucap Kiara dan Nina bersamaan ,sedangkan Karina yang sudah sangat menghapal tokoh-tokoh novel tersebut mengerutkan keningnya dengan heran.

__ADS_1


" kenapa dia mirip sekali dengan dia " batin Karina


seorang siswa yang mendengar dua Queen bullying bertanya majua " dia Thanzi " ucapnya dan langsung pergi setelahnya karena tidak mau berurusan dengan mereka, siapa yang tidak tahu tentang ketiga primadona yang sangat mengerikan itu.


__ADS_2