transmigrasi gadis mafia

transmigrasi gadis mafia
menemukan pohon aneh


__ADS_3

Tak terasa matahari pun perlahan muncul malau malu dari ufuk timur di selingi dengan bunyi Koko ayam. Tapi tidak mengusik sang gadis yang masih bergulat dengan mimpi nya.Hingga terdengar suara decitan pintu di buka.


Kriiieeet.....begitulah kira kira suara pintu nya.


"Hua'er bangun sudah pagi"ucap pelayan Anzu sambil menggoyangkan bahu Lan Hua pelan.


"Sebentar lagi jie jie,aku masih mengantuk"sahut Lan Hua dengan nada serak khas tidur.


"Tidak Hua'er bangun sekarang atau jie jie tinggal"ancam pelayan Anzu.Mendengar ucapan Anzu,Lan Hua langsung bangun dan duduk sambil mengucek ucek matanya.

__ADS_1


"Tidaaakk...baik...baik aku bangun tapi tolong siapkan air aku mau membersihkan diri dulu"ucap Lan Hua sambil beranjak dari tempat tidurnya.


"Sudah jie jie siapkan,cepat bersihkan dirimu"


Tak berselang lama Lan Hua keluar dengan wajah segar dan dingin nya.


"Hua'er kemarilah kita sarapan dulu,jie jie juga sudah membungkus bekal buat kita nanti"ucap Anzu


"Jie jie seperti nya kita harus beristirahat dulu lagian buruan kita sudah lumayan banyak"usul Lan Hua

__ADS_1


"Baik Hua'er"menyetujui usul Lan Hua


"Jie aku ingin berkeliling sebentar di sekitar sini dan ingin sendiri jadi aku tidak menerima penolakan".


Mendengar ucapan Lan Hua pelayan Anzu ingin protes tapi tertahan mendengar ucapan Lan Hua yang tidak mau menerima penolakan,dengan pasrah ia pun menyetujui nya.Kadang pelayan Anzu merasa bingung dengan ucapan dan tindakan junjungan nya tapi dia juga senang karna junjungan nya sudah banyak berubah dari yang dulu penakut dan lembut sekarang menjadi pemberani dan tegas serta dingin.


Setelah lama berjalan tak terasa Lan Hua sampai di tengah hutan dan dia melihat pohon yang dirasa cukup aneh serta unik.Bagaimana tidak aneh pohon itu terlihat memiliki daun yang warna warni dan Lan Hua juga melihat empat pedang di setiap sisi nya setelah mendekat dan melihat pedang tersebut dia terkagum dengan keempat pedang tersebut, keempat pedang tersebut memiliki ukiran dan pegangan yang berbeda beda.pedang pertama dengan ukiran sisik naga yang berwarna warni serta pegangan nya kepala naga memberi kesan pemimpin.Pedang kedua bewarna biru langit yang sangat indah dengan ukiran seperti awan di langit serta ujung pegangan kepala singa,memberi kesan dingin.Pedang ketiga berwarna merah yang terkesan elegan dan anggun dengan ukiran bulu burung dan ujung pegangannya kepala burung Phoenix memberi kesan keindahan.Pedang keempat memberi kesan yang sangat unik bagaimana tidak di pedang tersebut terdapat dua warna yaitu warna hitam putih dan di bagian ujung pegangan terdapat dua ukuran yaitu kepala harimau Ying dan yang.


Tersadar dari lamunan nya Lan Hua mencoba mengambil keempat pedang tersebut. Dia berhasil mengambil keempat pedang tersebut.Terdengar suara krakk seperti benda patah setiap kali dia mengambil pedang tersebut.Tapi saat dia terakhir kali mengambil pedang berukiran naga dia juga menemukan sebuah kalung yang sama persis seperti pohon tempat semua pedang tersimpan,dengan hati hati Lan Hua mengambil kalung itu tapi tangan nya tanpa sengaja tergores pada kulit pohon tersebut dan membuat tangan nya berdarah dan menetes ke batang pohon itu serta kalung tersebut.Setelah berhasil mengambil kalung tesebut dan mengaguminya Lan Hua dikagetkan dengan suara yang memanggil tuan.

__ADS_1


"Tuan"


__ADS_2