
"kau kau kau apa ,tak tak terima dengan tindakan ku ahh bukan kah sudah saat kita bertanding seperti isi surat ku tahun lalu hmmm,selain bodoh kau juga pelupa ya mau jadi kekaisaran ini jika yang Kaisar nya bodoh dah pelupa"ejek lanhua
"baik ayo kita bertarung se...."
"tidak asik dan menarik kalau tidak hadiah nya bagi pemenang bagaimana kalau kita taruhan aku jika aku menang kau harus mengabulkan tiga permintaan ku tapi jika aku kalah kau boleh meminta apapun padaku,bagaimana apa kau setuju"
"baik aku setuju "
"kita mulai sekarang keluarkan semua kekuatan mu dan jangan sungkan untuk melukaiku"
terjadilah pertarungan diantara keduanya dan ledakan terjadi di dalam area latihan itu sebelum mereka bertarung lanhua menyuruh long ge membuat arai pelindung supaya tidak ada yang mengganggu pertarungan mereka .
kaisar yang sedang rapat pun langsung membubarkan rapatnya karna prajurit melapor kalau putra mahkota dan putri lanhua sedang bertarung di area latihan mendengar itu kaisar bergegas pergi ke area latihan beserta menteri dan petinggi kekaisaran lainya untuk melihatnya. Dan benar saja dari kejauhan ia bisa melihat para prajurit disusul dengan suara ledakan yang cukup keras .mendengar ledakan itu kaisar pun berlari mendekat, beberapa prajurit yang melihat kedatang kaisar Zhao pun membungkuk dan memberi jalan .kini dengan jelas kaisar melihat pertarungan anak-anak nya dilihatnya Lan Yi yang sudah terluka di sekujur tubuh nya dan Terengah-engah kewalahan tapi tidak dengan lanhua yang masih bersih tanpa luka .
__ADS_1
"Bagaimana pangeran apa kau sudah menyerah dan mengaku kalah HM??
"Aku..."
BRUG
pangeran Lan Yi jatuh dan tak sadarkan diri alias pingsan .Lan Hua pun tanpa merasa berat langsung menggendongnya dan berjalan keluar area latihan.dilihatnya kaisar dan yang lain nya tanpa merasa sungkan atau canggung dan tanpa memberi hormat lanhua melewati dan pergi begitu saja.
kini lanhua sudah dikediaman pangeran Lan Yi tepatnya kamarnya setelah menidurkan pangeran ia pun dengan setia menunggu sampai pangeran sadar dari pingsan nya bukan karna khawatir tapi lebih tepatnya untuk mendengar ucapan selanjutnya dari pangeran ,hampir setengah dupa Lan Hua menunggu akhirnya pangeran sadar
"sudah bangun bagaimana apa kau mengaku kalah "ucap lanhua berdiri di tepi ranjang pangeran
"ehhh tapi sebelum itu minumlah pil ini dan jangan banyak tanya "
__ADS_1
setelah meminum pil yang lanhua berikan perlahan tapi pasti rasa sakit di sekujur tubuh nya perlahan menghilang beserta luka luarnya dan pangeran Lan Yi merasa tenaga dan kekuatan nya pulih ia pun berterima kasih dan mengaku kalah
"terima kasih adikku aku mengaku kalah
"hmmmm baik berarti kau sudah siap memenuhi permintaan ku
"ya selagi aku mempu dan bisa aku akan memenuhi nya"
"baik permintaan pertama apa pun keputusan yang aku ambil kau harus menerima tanpa protes karna aku lakukan demi kebaikanmu dan semua orang, siapapun yang akan menjadi permaisuri mu kau harus menerima dan berusaha mencintainya yang kedua dalam keadaan apapun jangan sampai kau mengangkat selir dan melukai hati permaisuri mu ingat jangan karna kalian belum di beri anak atau penerus kau didesak untuk mengangkat selir dan kau menyetujui nya bersiap siaplah karna aku akan membunuh semua calon selir yang terpilih tepat dihadapan matamu dengan lebih keji dari tempo hari meski calon selir itu kau cintai sekalipun,apa kau sanggup memenuhi dua permintaan sederhanaku itu hmmm???dan bijaklah dalam mengambil keputusan serta pertimbangkanlah semua baik dan buruk nya jadilah kaisar tegas bijak baik serta rendah hati dan dermawan jangan pernah menutup mata dan menulikan telinga mu dengan keadaan sekitar"ucap lanhua panjang lebar .
mendengar kedua permintaan adik nya itu pangeran Lan Yi tertegun dan mencerna setiap ucapan yang terlontar dari mulut adiknya itu dan dengan hati yang mantap dia pun menerima nya.
"baik aku terima dan aku akan berusaha memenuhi nya lalu apa permintaan mu yang ke tiga "
__ADS_1
"itu nanti saja aku belum memikirkan nya tapi ingat dimasa mendatang jika kau menemukan kendala saat memecahkan masalah kau harus berfikir jernih jangan emosi dan pikirkan kanlah ucapanku jika kau mengalami itu