
" Hay sepupu bagaimana mungkin kau ingin membuat saudara mu ini bangkrut hanya dalam semalam " ucapnya dengan cemberut dengan menumpukan kepalanya di bahu Ivanka dan membuka ponselnya dan
ting
suara notifikasi sebuah di ponsel Ivanka terdengar dan tertulis bahwa agnio seremoun men transfer sejumlah uang sebesar 200 JT rupiah
" terimakasih " ucapnya dengan tersenyum dan
cup
suara kecupan di pipinya terdengar di pipi nio
dan yang di cium pun hanya menatapnya dan membiarkan nya saja sampai terdengar suara dari teman temannya yang sedang bertanya tanya
" ka ...kaa kalian sepupuan " kaget arlo dan mejadikan agak gagap
" hooh , kenapa kita pada ngak tahu , nggak setia kawan Lo " tanya Dafa dengan tatapan menuduh
" ya karena ngak mau aja , nanti Lo pelet sepupu gue nanti kan berabe jadinya " ucapnya dengan santai
" sialan , emang kita semua dukun apa sampek sampek nyantet sepupu Lo "
" tapi kalo gue dukun emang udah gue santet sepupu Lo sih , karena kan Ivanka itu cantik apalagi kalo senyum adem banget bet " ucap Dafa dengan senyum senyum sendiri bak orang gila
karena saat ini sedang berada dalam pengaruh alkohol menjadi kan nya agak gila
" oh ya aka Lo juga nggak mau ngasih tahu gue sih kalo punya sepupu nio " sekarang yg tanya adalah Arika
" gimana mau ngomong , Lo nya aja nggak pernah nanya tuh " jawab Ivanka dengan sinis dan yang di jawab hanya cengengesan ngak jelas
...----------------...
disebuah kamar yang sangat luas terlihat seorang gadis yang sedang tertidur pulas karena cahaya dari matahari menembus retina matanya
membuat nya mengerutkan keningnya dan membuka mata dan refleks melindungi matanya dan setelah itu Ivanka duduk dengan tenang dan hanya diam di ranjangnya
entah apa yang ada yang Ivanka pikirkan dan membuat nya mendengus
" huh "
dan melihat jam di sampingnya dan baru pukul 06 : 00 , karena bingung ingin melakukan apa membuat nya ingin mandi dan bersiap-siap
sekarang dia tidak mengikuti gaya yang kemaren tapi gaya pemilik tubuh asli nya yaitu berpakaian rapi dengan kacamata berbingkai kotak dan rambut yang hanya di gerai lurus
...----------------...
sesampainya disekolah tentu saja dengan segala keributan yang ada Ivanka pun turun dengan tas tangan miliknya di tangan kirinya dan sebuah buku di tangan kanannya untuk dia baca
karena saat menyiapkan peralatan sekolah nya dari yang dia ingat hari ini adalah pelajaran hari ini adalah olahraga dan untuk siang ini adalah matematika walau begitu biasanya untuk guru matematika itu menambahkan soal di luar mata pelajaran dan menambah kan geometri dan kimia
sangat menyesalkan bukan dan jawaban nya tentu saja membuat orang tidak mood saja
...----------------...
sekarang para murid sedang melakukan pemanasan ada juga yang hanya bersantai para siswa laki-laki bermain bola basket dan para siswi perempuan yang pada heboh
" kya ya ampun itu kenapa roti sobek kemana mana "
__ADS_1
" aduh ganteng nya nambah 10 kali deh kayaknya "
" beh swek banget dah "
" itu pada keringetan tuh , sini ayang beb aku lapin sihih
" halu Lo ketinggian "
tiba-tiba ada sebuah bola basket hampir mengenai Ivanka dan saat hampir terkena bola belum sempat menangkisnya , tiba tiba ada Rein memiliki dengan cepat menangkisnya dengan tangan nya dan melindungi dengan punggungnya otomatis tidak kena dan
bruk
bola basket itu terlempar agak jauh
" Lo nggak papa " ujar Rein dengan datar tapi berbeda dengan pikirannya ' eh apa yang gue lakuin ' Rein malah agak bingung dengan dirinya sendiri
" ngak papa , tangan Lo luka deh kayaknya " walaupun Ivanka yang hampir terkena bola basket nya tapi respon begitu santai
karena walau nanti tidak ada yang menangkis bola nya dengan dia bisa sendiri Tampa bantuan orang lain begitu lah isi pikirkan nya
...----------------...
" ah .... stttt...au ....aduh "
" bisakah agak pelan sedikit "
" hey itu sakit , jangan menekan terlalu dalam itu menyakitkan , sialan " sedari tadi Rein tidak henti-hentinya meringis kesakitan
karena Ivanka begitu senang menggoda Rein karena saat ditanya ' apakah sakit ' bukan nya menjawab malah hanya diam bak patung
dan secara tak terduga Rein meringis
dan saat menyadari bahwa Suara Rein agak ambigu membuat Ivanka berhenti sejenak dan langsung Tampa basa-basi menabok kepala Rein
plak
" hey suaramu itu agak salah "
" kau itu terlihat seperti orang yang di cabuli bukan orang sedang di obati " ucapnya dengan ngegas
" dan lagi kau itu laki-laki kenapa kau lemah sekali " imbuhnya dengan kesal
" iya iya gue yang salah , tapi nggak usah nabok nabok kepala gue juga kalik " ucap Rein tidak senang
secara tiba-tiba Ivanka berucap
" buka baju mu "
" hey Lo mau ngapain hayo , ngaku "
" Lo mau cabulin gue ya" entah pikirkan dari mana datangnya Rein malah berucap begitu bahkan secara tidak langsung menuding Ivanka yang tidak-tidak
seakan tahu apa yang di pikiran bocah di depannya bukanya menjawab Ivanka malah Melonggar kan pita di leher nya dan membuka dua kancing seragam nya
dan bahkan membuka kacamata miliknya, dan terlihat lah dengan jelas ke dua bola mata yang berwarna coklat keemasan yang sangat cantik dengan di hiasi bulu mata alami dan alih yang lurus sedikit melengkung
karena cahaya matahari agak terik membuatnya seakan bersinar di sana karena Ivanka sengaja mengungkung Rein di bawahnya
__ADS_1
karena dalam kamus nya malu bukanlah dirinya ingat bahwa dirinya adalah seorang play girl, dan itulah yang selalu membuat nya terlihat mendominasi dalam segala hal
" hey , apa yang sedang kau pikirkan " ucapnya dengan nada yang lembut dan secara bersamaan membuat nya suara seperti magnet yang bisa membuat semua orang lakluk padanya
saat Rein sedang tidak fokus Ivanka mengambil kesempatan untuk membuka pakaian Rein dan benar saja punggung nya nya banyak sekali bekas luka mulai dari pukulan sampai lebam lebam
bahkan ada luka bekas senjata tajam seperti pisau dan bahkan ada bekas pukulan benda tumpul bisa di bayangkan betapa sakit nya itu bahkan jika bergerak sedikit saja akan menimbulkan rasa sakit
tapi Rein bahkan masih bisa bermain basket dengan santai
saat sedang mengoles salep ke punggung Rein saat itulah Rein seakan sadar bahwa luka miliknya terlihat oleh Ivanka yang notabene nya orang asing
tapi dirinya tidak merasa jijik dengan keberadaan Ivanka bahkan merasakan perasaan nyaman dan hangat saat bersama dengan Ivanka
" au ......sttt....hiks ... hiks...hey berhenti itu menyakitkan " ucap Rein bahkan hampir histeris dan langsung kesadaran nya tidak fokus
Rein begitu bukan Tampa alasan karena saat kecil dirinya pernah diculik dan di jual ke sebuah club'malam saat berumur 5 tahun dan dijadikan maskot di sana
karena memiliki kulit yang sangat bagus membuat nya di perlakukan seperti hewan peliharaan di sentuh hahkan hampir di lecehkan oleh para wanita di sana
saat itulah menyebabkan dirinya tidak menyukai wanita apalagi yang memiliki bau menyengat bahkan walaupun menjadi berandalan dirinya tak pernah minum minuman beralkohol sekalipun
karena akan menyebabkan dirinya mengingatnya pada kejadian saat dirinya kecil , saat itulah dia merasa dirinya tak pantas memiliki cinta dan kasih sayang karena tubuhnya sudah sangat kotor
saat melihat bahwa Rein memiliki perilaku tidak normal pun membuatnya merasa aneh dan langsung melihat nya sebentar
" hey kau tak apa " ucapnya dengan lembut saat melihat bahwa Rein tidak merespon pun merasa bimbang
" apa dia pernah mengalami trauma berat " batinnya bingung
karena jika saat seseorang mengalami trauma itu bisa membuat nya memiliki perasaan yang tidak aman atau tidak menentu
dan jika mengalami trauma berat itu biasanya membuat orang yang di deritanya kehilangan kendali atau bahkan merasa selalu sendirian dan tidak pantas memiliki hubungan yang terlalu dekat
dan jika tidur selalu di bayangi oleh hal yang paling tidak ingin dia ingat itu lah yang membuatnya merasa depresi dan biasanya menyebabkan bunuh diri
oh dia ingat sekarang jadi tidak salah ada teman protagonis pria bunuh diri karena merasa depresi berat
dan bahkan ada sebuah kilas balik saat teman protagonis pria tentang saat Rein diculik
Rein kecil yang saat itu masih lah anak yang ceria dan ramah berubah saat dirinya kembali setelah dirinya di culik
karena saat Rein kecil di buat mainan oleh para wanita yang hampir melecehkan Rein ,
itu membuat nya ingin kabur tapi karena ketahuan oleh penjaga Club'malam
membuatnya di hukum cambuk dua puluh kali dan di kurung tanpa makan dan minum entah ke ajaiban apa Rein kecil masih bisa bertahan hidup sampai ditemukan oleh keluarga nya
tapi dalam keadaan tidak utuh karena dua bola matanya di cabut dan dijual bahkan satu ginjal nya pun tidak luput dari kekejaman mereka
sangat miris dan begitu tragis bukan karena merasa kasihan dengan bocah di depannya
Ivanka pun membenarkan pakaian miliknya dan dengan benar mengobati nya dengan telaten dan tidak menggoda Rein
setelah itu dirinya langsung duduk dengan posisi yang tepat dan menaruh kepala Rein agar bisa menyelesaikan agar Rein bisa tidur dengan benar Ivanka hanya mengelus rambut Rein di tangan kanan nya dan membaca buku cerita di tangan kirinya
dan mereka berdua seperti itu sampai sore
__ADS_1