Transmigrasi Ke Tubuh Bangsawan Psikopat

Transmigrasi Ke Tubuh Bangsawan Psikopat
Bangsawan Psikopat


__ADS_3

Di salah satu ruang rumah sakit, terlihat seorang anak remaja yang duduk dengan wajah murung, wajahnya tampak pucat dan lesu sembari meratapi nasibnya yang hanya bisa berbaring di kasur.


Ia melihat keluar jendela kamar, tempat dimana banyak pasien anak anak yang sedang menjalani rehabilitasi di taman, di bawah matahari pagi yang hangat.


"Seandainya aku bisa ikut bermain..." gumam anak itu yang bernama Ars.


Pintu kamar diketuk dari luar sebelum seorang perawat datang dan sambil membawa nampan berisi obat obatan.


"Waktunya minum obat." ujarnya dengan wajah ceria, mencoba untuk menghibur Ars.


Namun Ars tampak tidak senang, "Jumlahnya belum berkurang?"


"Ini demi kebaikanmu, agar kau bisa keluar dan menjalani hari hari normalmu." ucap sang suster penuh iba.


Ars menghela nafas, sepertinya sarapan sehari-harinya memang penuh dengan obat obatan pahit.


Setelah menegak obat yang pahit itu, Ars kembali bertanya kepada sang suster.


"Apa orang tuaku tidak datang lagi?"


"Ah, mereka bilang sedang ada urusan penting di kantor jadi mereka belum bisa datang menjengukmu, mungkin besok mereka akan datang."


"Jadi aku bukan hal yang penting untuk diurus ya..." gumam Ars.


"Eh, tentu saja tidak, mereka juga bekerja untuk agar dapat membayar uang rumah sakit loh..."


Sang suster mencoba meyakinkan Ars, namun ia tampak tidak tenang.


"Suster, bisa tinggalkan aku sendiri?" ucapnya lesu.


"Hm, baiklah. Kalau kau butuh sesuatu panggil saja aku." ucap sang suster sebelum pergi dari ruangan Ars.


Ars berbaring sambil mengingat kata kata suster barusan, "Besok mereka akan datang? Kurasa itu sudah terlambat karena sebentar lagi aku akan mati..."


Ars mengatakan itu bukan tanpa alasan, sejak baru bangun tidur ia sudah merasakan sesak di dadanya. Penglihatannya juga semakin suram pertanda ajalnya sudah dekat.


Ars sengaja tidak mengabari sang suster karena jika itu terjadi ia pasti akan menghabiskan hari dengan selang di hidungnya.


"Setidaknya ... biarkan aku tidur dengan nyenyak sebentar saja..." gumam Ars sambil menutup matanya pelan pelan.


Lama waktu berlalu sampai ia kembali membuka matanya, namun hal yang aneh dan terasa sangat janggal dirasakannya.


"Dimana ini, ini bukan di rumah sakit..." ucapnya melihat sekeliling dan menemukan jika dirinya berada di sebuah ruangan seperti abad pertengahan.


Sebelum ia bisa berpikir lebih jauh lagi, Ars merasakan sakit yang teramat sangat di kepalanya.


"Akh, apa ini!" ucapnya sambil mengerang kesakitan.

__ADS_1


Dalam sekilas, sebuah ingatan yang bukan miliknya memasuki kepala Ars. Ingatan tentang identitasnya sebagai putra bungsu dari Duke Northern dan segala sesuatu tentang dunia tempatnya berada sekarang.


"Jadi begitu." gumam Ars mengetahui sesuatu.


Namanya sekarang masih Ars tapi dengan marga Northern, sekilas tidak ada yang salah dengan identitasnya kecuali fakta jika dirinya adalah seorang psikopat di usia yang masih muda.


Ia suka melihat orang menderita dan kerap membuat pembantu kesakitan hanya untuk kesenangan pribadinya, hal itu membuat dirinya dibenci oleh saudara saudarinya yang lain.


Bahkan namanya menjadi terkenal setelah ia nekat melukai seorang rakyat jelata di hadapan banyak orang.


"Sungguh bocah yang mengerikan." ucapnya sambil tersenyum miris.


[Mengaktifkan System]


[10% ... 30% ... 50% ... 80% ... 100%]


[Berhasil!]


Ars tiba tiba mendengar suara di kepalanya, ia tampak kebingungan dan menanyakan apa sebenarnya suara di kepalanya itu.


[Saya adalah System yang akan membantu hidup anda.]


"System." gumam Ars, ia masih curiga namun menyadari jika itu bukanlah hal yang akan membahayakan nyawanya, setidaknya untuk sekarang.


"Apa yang bisa kau lakukan."


[Saya bisa menyediakan beragam keterampilan yang bisa anda beli menggunakan poin kebencian.]


[Itu adalah poin yang bisa anda dapatkan ketika ada seseorang yang membenci anda. Dengan poin itu anda bisa membeli beragam keterampilan dari System.]


"Apa hidupku harus berjalan dengan penuh kebencian dari orang lain? sangat menarik..."


[Anda juga bisa melihat status anda saat ini melalui System.]


[Status


Nama: Ars Northern


Level: 3


Usia:14


Kekuatan: 23


Sihir: 5


Keterampilan: Intimidasi, Psikopat

__ADS_1


Pasif: (Tidak ada)


Poin kebencian: 100]


Sebuah layar muncul di depan Ars, ia melihat statusnya yang rendah namun terpaku pada keterampilannya.


Normalnya anak seusianya belum memiliki keterampilan sama sekali, namun Ars memiliki keterampilan Intimidasi dan psikopat dari sifatnya yang membuat orang-orang takut terhadapnya.


Namun hal itu masih belum membuat Ars puas.


"Buka toko System."


[Baik tuan.]


Layar di depannya berubah dan menampilkan beragam keterampilan yang dapat ia beli, namun untuk sekarang ia hanya punya 100 poin kebencian.


Dari semua keterampilan yang terlihat, ia harus memilih keterampilan yang menurutnya cukup berguna untuk kedepannya.


"Kekuatan sihirku cukup rendah, apa aku harus membeli keterampilan yang berkaitan dengan sihir? Tidak, untuk sekarang lebih baik mencari sebuah perlindungan."


Ars ingat jika alasan dirinya berbaring di kamarnya saat ini adalah karena beberapa hari yang lalu dirinya diserang oleh seseorang yang tidak dikenal.


Untungnya pengawal pribadinya melindungi Ars dari percobaan pembunuhan itu namun ia masih terkena dampak sihir yang dikeluarkan si penyerang.


"Padahal aku tidak terkena sihir itu secara langsung, tapi sudah harus membuatku terluka cukup serius, untung saja lukaku langsung sembuh setelah aku memasuki tubuh ini."


"Jadi yang terpenting sekarang adalah keterampilan bertahan untuk mencegah serangan yang sama terjadi lagi." ucap Ars.


Ia kemudian memilih keterampilan pelindung yang seharga 60 Poin kebencian.


[Pelindung sihir tingkat 5


Ketika diaktifkan, sebuah barier pelindung akan melindungi tuan selama 5 menit dan dapat menahan serangan sihir dan fisik hingga tingkat 4]


"Kurasa ini sudah cukup."


Keterampilan di dunia ini terbagi menjadi 5 tingkat, keterampilan tingkat 5 sampai 4 biasa dimiliki oleh prajurit, tingkat 3 dimiliki oleh para jendral, tingkat 2 untuk bangsawan dan keluarga kerajaan, dan tingkat 1 untuk seorang mage.


Mage adalah sebutan untuk seseorang yang mengkhususkan dirinya melatih ilmu sihir hingga ke tingkat yang lebih tinggi dari siapapun.


Kerajaan yang saat ini ditinggalinya yaitu kerajaan Victoria memiliki tiga mage yang menjadi pondasi penting bagi kerajaan.


Namun diantara ketiganya belum ada yang bisa menguasai keterampilan atau sihir tingkat 1, itu karena untuk mencapai tingkat itu memang diperlukan pengetahuan dan bakat dari lahir.


"Baiklah, sekarang aku harus fokus mengumpulkan poin kebencian, untuk itu aku harus dibenci oleh orang orang."


Ars beranjak dari tempat tidurnya, sebelum itu ia melihat tubuh barunya di cermin dan sedikit kagum.

__ADS_1


"Sungguh bocah yang mengerikan." ucapnya melihat wajahnya yang pucat dan mata yang hitam pekat namun tampak tajam dan mengintimidasi.


Tapi tidak bisa dipungkiri jika ia terlihat begitu tampan dan elegan, setidaknya itu bagi Ars sendiri.


__ADS_2