Transmigrasi Ke Tubuh Bangsawan Psikopat

Transmigrasi Ke Tubuh Bangsawan Psikopat
Leveling


__ADS_3

"Kurasa ini sudah cukup." ucap Ars setelah menyiapkan barang barang yang ia perlukan untuk berburu dan menaikkan levelnya.


Ia menyimpan semua perlengkapannya dalam tas termasuk kedua belatinya yang bisa dibilang cukup kuat setelah ia melihatnya menggunakan kemampuan penilaian.


[Belati perak tingkat 3


Belati yang terbuat dari perak tingkat 3 dan memiliki kekuatan dan ketajaman untuk menusuk dan merobek daging.]


Menjelang malam, Ars langsung bergegas untuk meninggalkan mansion. Tidak ada yang menanyakan kepergiannya karena tidak ada yang peduli kepadanya.


Namun itu tidak berlaku pada Merlin.


"Izinkan saya menemani anda, tuan muda." ucap Merlin memohon, ia khawatir jika terjadi apa apa pada Ars mengingat penyerangan beberapa hari sebelumnya.


"Aku bisa sendiri, kau disini saja dan lakukan tugasmu."


"Tugasku adalah mengabdi padamu tuan muda."


"Keras kepala sekali, kalau begitu aku memerintahkanmu untuk menjaga adikku, aku takut jika ada pembunuhan bayaran yang mengincarnya juga." ucap Ars.


Merlin terlihat keget, "Sejak kapan anda peduli pada lady Arlyn?"


"Sejak tadi, jangan banyak bicara dan lakukan saja perintahku!" kata Ars dengan kesal kemudian pergi begitu saja meninggalkan Merlin di mansion.


Ars berjalan menelusuri kota Nesse, kota yang dikelola oleh keluarga Duke Northern.


Kota Nesse termasuk kota besar yang ada di kerajaan Victoria, namun tentu saja masih ada kelaparan dan kejahatan yang terjadi di tengah kota.


Sepanjang ia berjalan, Ars melihat beberapa pengemis dan gelandangan di pinggir jalan, mereka adalah orang orang yang sudah kehilangan semangat untuk hidup.


"Bodoh sekali, padahal mereka masih bisa bertahan hidup jika berusaha, apa yang mereka harapkan dengan berdiam diri dan menunggu ajal menjemput mereka?" gumam Ars.


Melihat itu, ia jadi teringat dengan kehidupan sebelumnya yang hampir sama dengan para gelandangan itu. Ia telah kehilangan semangat untuk hidup dan hanya bisa diam saat ajal menjemputnya.


Mengingat itu membuat Ars menjadi jengkel dengan dirinya sendiri.


"Kali ini tidak akan sama, aku akan terus bertahan hidup!..."


Sesampainya di hutan, Ars segera mengeluarkan kedua belati miliknya.


Sekali lihatpun sudah jelas jika itu adalah hutan yang berbahaya dimana banyak hewan buas dan monster yang tinggal di dalamnya.


"Sudah sejauh ini jadi aku tidak boleh ragu!"

__ADS_1


Ars langsung memasuki hutan dengan tetap waspada.


Di hutan yang lebih itu, terdengar suara serangga dan burung burung yang sangat riuh seperti sedang berperang, ditambah lagi dengan gelapnya malam membuat suasana semakin mencekam.


"Beast Vision!"


Pupil mata Ars berubah menjadi merah pekat seperti mata hewan buas yang kelaparan, dengan Beast Vision, Ars mendapatkan ekstra penglihatan malam.


"Ini cukup membantu." ucap Ars.


Ia melihat ke depan dan menemukan beberapa titik kecil berwarna merah, semakin ia mendekat titik kecil itu perlahan lahan menampilkan siluet serigala yang berkelompok.


Melalui semak semak, Ars mengintai mangsanya dengan hati hati karena bagaimanapun musuhnya itu lebih dari 10 ekor.


Berkat langkah bayangan, hawa keberadaannya tidak dapat diketahui oleh seekor lawannya.


"Titik vitalnya ada di leher dan jantung, sepertinya aku bisa menghabisi 5 ekor sekaligus tanpa diketahui."


Ars menyiapkan diri untuk beraksi, dan seperti anak panah yang lepas, ia menerjang salah satu musuhnya yang paling besar terlebih dahulu.


Stab!


Belati di tangan kanannya menembus jantung serigala itu hingga tewas seketika tanpa menyadari apa yang sebenarnya terjadi.


Ars melakukan hal yang sama hingga 5 serigala tewas dengan seketika bersamaan dengan durasi langkah bayangan miliknya yang habis.


Kini wujud Ars terlihat dengan jelas oleh 5 serigala yang tersisa, mulut mereka mengeluarkan busa dan tampak sangat marah.


"Kalian pasti marah karena aku membunuh rekan kalian, tapi tidak usah khawatir karena kalian akan mengalami hal yang sama." ucap Ars menyeringai.


Tiga serigala menerjang Ars terlebih dahulu dengan sangat ganas, Ars juga berlari ke arah mereka dan langsung menunduk tepat ketika mereka melompat.


Stab!


Stab!


Slash!


Ars menusuk jantung dua serigala dan menebas leher satunya hingga putus, kedua serigala yang tersisa melihat rekannya yang tewas dan langsung ikut menerjang.


Tapi itu sudah terlambat karena durasi langkah bayangan milik Ars telah kembali.


"Langkah bayangan!"

__ADS_1


Ars menerjang ke arah mereka dengan cepat dan langsung menebas leher kedua serigala itu dengan satu serangan.


Tubuh kedua serigala itu terjatuh dengan keadaan tanpa kepala dan terlihat sangat mengenaskan.


Ars tersenyum melihat segerombolan serigala yang ia kalahkan kurang dari lima menit, setidaknya dibutuhkan empat orang petualang dalam satu party untuk mengalahkan segerombolan serigala itu.


[Level anda meningkat menjadi level 7]


Suara System terdengar dan seketika tubuh Ars bersinar terang pertanda ia telah naik level dari level 3 menjadi 7.


Rata rata manusia biasa hanya dapat mencapai level 20 sepanjang hidupnya, tapi berbeda dengan prajurit dan ksatria yang bisa mencapai level 30 sampai 40.


Semakin tinggi level maka semakin banyak peningkatan pada status kekuatan dan sihir.


Membunuh monster bukan satu satunya cara untuk menaikkan level, seseorang bisa menaikkan level dengan melatih fisik dan kekuatan sihir mereka namun tidak seefektif membunuh monster.


Ars masih belum puas dengan peningkatan levelnya, setidaknya ia harus mencapai level 20 untuk satu malam ini.


Ars terus melanjutkan perburuannya untuk menaikkan level, beberapa kali ia bertemu dengan gerombolan serigala namun dengan mudah ia kalahkan.


Ia juga bertemu dengan sekelompok goblin yang terkenal lebih pintar dan licik daripada hewan buas, tapi lagi lagi Ars dapat menghadapinya dengan mudah.


Levelnya terus naik hingga mencapai level 23, namun semakin tinggi levelnya semakin banyak EXP yang dibutuhkannya. Meskipun dengan banyak pasif leveling, itu masih belum cukup cepat untuk naik level.


Setidaknya untuk naik ke satu level selanjutnya, Ars harus membunuh 30 goblin.


"Apa aku harus berhenti sampai disini? makanan dan minumanku juga sudah habis." gumam Ars yang merasa sangat kelelahan.


Karena targetnya untuk hari ini sudah dilampaui, Ars memutuskan untuk menyudahi perburuannya.


Namun sebelum ia sempat pergi, sebuah ruangan terdengar sangat keras hingga mengguncang tanah dan pepohonan.


"Suara apa itu? Hewan buas? atau monster?" ujar Ars waspada.


Tak butuh waktu lama, monster besar berwarna biru muda muncul di hadapan Ars. Ia memiliki tinggi 10 meter dengan tubuh yang dikelilingi petir yang menyambar dahsyat.


"Penilaian."


[Raja Serigala petir (level 40)


Raja Serigala yang mengendalikan seluruh serigala yang ada di hutan ini, memiliki kekuatan sihir petir tingkat menengah dan menjadi ancaman selama lebih dari 50 tahun.]


"Levelnya jauh lebih tinggi dariku, apa aku bisa mengalahkannya?" pikir Ars.

__ADS_1


Setelah dilihat-lihat, raja Serigala tampak sangat marah dengan emosi yang menggebu gebu. Alasan kemarahannya itu hanya satu, yaitu rakyatnya yang dibantai oleh Ars.


__ADS_2