Transmigrasi Ke Tubuh Bangsawan Psikopat

Transmigrasi Ke Tubuh Bangsawan Psikopat
Arlyn Northern


__ADS_3

"Entah kenapa kakak Ars terlihat sangat aneh tadi ..." di sebuah kamar yang berhiaskan dengan penuh boneka dan bernuansa merah muda, terlihat Arlyn yang sedang kebingungan.


Berkali kali ia memikirkan apa yang sebenarnya direncanakan oleh Ars sehingga ia terlihat senang saat sarapan bersama tadi.


Walaupun Ars hanya menampilkan raut wajah dingin dan terlihat tidak peduli dengan siapapun, namun Arlyn tidak merasa demikian.


"Pasti ada sesuatu yang kakak Ars sembunyikan. Apa aku harus menemuinya? Tapi aku takut, bagaimana jika dia memukulku?"


Arlyn memang pernah dipukul dan dicaci maki oleh Ars, oleh karena ia takut jika harus berhadapan dengan kakaknya itu secara langsung.


Tapi biarpun sering mendapatkan tindakan kasar, Arlyn sama sekali tidak pernah membenci kakaknya itu seperti anggota keluarga lainnya. Ia hanya merasa sedikit jengkel dan kesal dengan sikap kakaknya.


Arlyn memalingkan kepalanya dan melihat sebuah gambar dirinya bersama Ars yang terpajang rapi di dinding kamarnya.


Arlyn menampilkan senyuman polosnya sementara Ars tampak jengkel dan memalingkan wajahnya tampak enggan.


"Yosh, aku harus berani menemuinya sekarang!" ucap Arlyn menguatkan tekadnya lalu beranjak pergi ke kamar kakaknya.


Di dalam kamarnya, Ars sedang berbicara dengan System miliknya.


"System, tunjukan statusku."


[Status


Nama: Ars Northern


Level: 3


Usia:14


Kekuatan: 23


Sihir: 5


Keterampilan: Intimidasi, Psikopat, Pelindung sihir.


Pasif: (Tidak ada)


Poin kebencian: 550]


"Poin kebencian milikku meningkat cukup banyak dalam waktu yang singkat, dan kebanyakan dari itu aku mendapatkannya dari keluargaku sendiri, sungguh miris sekali..." ucap Ars hampir tidak bisa membendung kegembiraannya.


"Tidak usah membuang buang waktu lagi, aku akan menghabiskannya untuk membeli keterampilan."


Lima hari kedepannya ia harus segera berhadapan dengan sindikat pembunuh bayaran yang berani membuat masalah dengannya, jadi ia harus bertambah kuat secepatnya.


Karena ia sudah memiliki satu keterampilan sebagai perlindungan diri, jadi untuk sekarang ia harus memiliki setidaknya satu keterampilan untuk membunuh lawan dengan cepat.


"Kurasa ketiga keterampilan ini cocok denganku."


[Langkah bayangan tingkat 4


Anda dapat menghilangkan hawa keberadaan selama 3 menit dan meningkatkan kecepatan gerak sebanyak 3%. Kemampuan ini akan meningkat 50% jika digunakan di malam hari. Harga 70 poin kebencian]


[Teknik belati tingkat 3


Sebuah keterampilan menggunakan belati yang memiliki 3 teknik di dalamnya yaitu menebas, menusuk, dan merobek. Harga 150 poin kebencian.]


[Beast Vision tingkat 3


Sebuah kemampuan penglihatan yang biasa dimiliki oleh binatang buas, anda dapat melihat dalam keadaan gelap, melihat suhu tubuh lawan, serta melihat titik vital lawan. Harga 100 poin kebencian.]

__ADS_1


Ars menghabiskan 320 poin untuk membeli ketiga keterampilan tersebut, dengan ketiga keterampilan itu Ars dapat melakukan kombinasi yang mematikan bagi lawannya.


Ars masih memiliki 230 poin kebencian setelah membeli ketiga keterampilan itu, ia berencana untuk menghabiskan semua poinnya untuk sekarang.


"Selanjutnya mungkin aku memerlukan kemampuan pasif yang tidak kalah pentingnya." gumam Ars.


Layar di depannya berubah dan menampilkan beragam kemampuan pasif yang dapat dibelinya.


Ars membeli dua kemampuan pasif setelah yakin dengan pilihannya.


[Penilaian (pasif)


Anda dapat melihat status suatu makhluk hidup dengan sekali lihat. Harga 100]


[Leveling (pasif)


Meningkatkan 10% EXP yang dihasilkan dalam membunuh monster atau manusia. EXP dibutuhkan untuk menaikkan level anda. Harga 130]


"Kurasa ini sudah cukup." ucap Ars kembali melihat status miliknya.


[Status


Nama: Ars Northern


Level: 3


Usia:14


Kekuatan: 23


Sihir: 5


Keterampilan: Intimidasi, Pelindung sihir, Psikopat, langkah bayangan, Teknik belati, Beast Vision.


Poin kebencian: 0]


"Kurasa cukup sampai disini." ucap Ars menutup layar System di depannya.


Tidak terasa hari sudah menjelang sore, Ars ingin menguji kekuatannya dengan melawan beberapa monster di hutan dekat wilayahnya.


Ia tidak mungkin meminta izin pada keluarganya jadi ia berencana untuk pergi diam diam saat malam.


Tapi sebelum melakukannya ia harus mempersiapkan beberapa hal seperti bekal, senjata, dan bahkan ramuan pemulihan untuk jaga jaga.


"Kurasa aku harus bergegas." ucap Ars lalu pergi keluar kamarnya, namun ia dikagetkan oleh seseorang yang berdiri di luar pintu kamarnya.


"Kau, untuk apa kau kemari?" tanya Ars.


"Em, itu, aku hanya ingin bertemu dengan kakak." ucap gadis kecil berambut hitam itu, dia adalah Arlyn Northern.


Walaupun sudah membulatkan tekad untuk bertemu dengan Ars, namun ia terlihat masih gugup jika harus berhadapan langsung.


Dari tadi dia hanya berdiri di depan pintu kamar Ars karena tidak berani untuk mengetuk pintu. Ia hanya bisa menundukkan kepalanya karena takut bertatap langsung dengan Ars.


"Entahlah kalau tidak ada hal penting." Ars mengabaikan gadis itu dan langsung berpaling darinya, namun tanpa diduga.


"Tunggu sebentar, kakak!" Arlyn menghentikan langkah Ars dengan menarik ujung bajunya.


Ars tertegun, ia menatap Arlyn dengan penuh keheranan. "Apa yang kau lakukan?"


Arlyn terlihat ketakutan namun ia segera menenangkan dirinya dan bertanya kepada Ars, "A- apa kakak senang?"

__ADS_1


Ars kebingungan, "Apa maksudmu?"


"A- apa kakak senang dibenci oleh orang-orang?" jelas Arlyn yang sontak membuat Ars tertegun.


"Kenapa kau beranggapan begitu?"


"Aku bisa melihat kalau kakak sangat senang ketika memasuki ruang makan, bahkan saat yang lainnya membencimu, kau terlihat senang."


Bukannya Ars senang ketika orang lain membencinya, tapi dia senang dengan poin kebencian yang bisa dia dapatkan ketika orang lain membencinya.


Semakin banyak poin kebencian yang dihasilkan maka semakin banyak peluang dirinya untuk menjadi kuat.


Tapi bagaimana Arlyn bisa tahu jika Ars merasa senang, itu seolah gadis kecil itu bisa membaca pikirannya.


Tanpa pikir panjang Ars langsung menggunakan kemampuan penilaian kepada Arlyn dan kaget dengan hasilnya.


[Status


Nama: Arlyn Northern


Level: 1


Usia:10


Kekuatan: 5


Sihir: 99


Keterampilan: Goddess Vision.


Pasif: Anugrah Dewi]


[Goddess Vision tingkat 2


Sebuah kemampuan yang dapat melihat hati nurani, emosi, kekuatan, cinta, dan kasih sayang orang lain. Tidak ada yang dapat berbohong ataupun mengelabui sang pengguna.]


[Anugrah Dewi tingkat 2


Seluruh keberuntungan, kekuatan sihir, mana, roh alam, dan malaikat memberkati pengguna.]


Ars terbelalak, "Dia benar benar berbakat..." batinnya.


Untuk anak seusianya yang memiliki kekuatan sihir mencapai 99 bisa dibilang adalah seorang jenius yang tidak tertandingi, selain itu ia memiliki keterampilan dan kemampuan pasif yang sama sama berada di tingkat atas.


Tidak salah lagi Arlyn akan menjadi orang terkuat di abad ini jika ia bisa menguasai kekuatannya dengan sangat baik.


"Kakak Ars ... aku jarang memperhatikan tapi aku yakin kalau kakak tidak seburuk yang mereka kira. Kau jauh lebih baik daripada mereka, pasti ada alasanmu untuk bersikap seperti ini kan?" lanjut Arlyn hampir meneteskan air matanya.


Ketika orang lain membencinya, hanya ada satu orang yang tetap menyayanginya sebagai keluarga, dia adalah Arlyn Northern.


Ars tiba tiba mengangkat tangannya yang membuat Arlyn kembali ketakutan karena merasa ia akan dipukul, namu ternyata tidak. Ars mengelus kepala adiknya itu dengan lembut.


Arlyn heran dan menatap wajah kakaknya yang menampilkan senyum tipis.


"Kakak..."


"Berhenti menangis atau mereka akan mengira kalau aku memukulmu."


Arlyn mengangguk dan segera menghapus air matanya.


"Bisa kau rahasiakan yang sebenarnya terjadi, Arlyn?"

__ADS_1


Arlyn tampak senang, ini adalah pertama kalinya Ars memanggil namanya.


"Baik, kakak!"


__ADS_2