
"Tuan muda, anda sudah sembuh?"
Seorang pelayan datang menghampiri Ars ketika ia baru saja keluar dari kamarnya, pelayan perempuan itu terlihat ketakutan ketika menyadari Ars turun sendiri dari tempat tidurnya.
Tidak perlu waktu lama untuknya langsung bersujud di hadapan anak dengan tatapan dingin itu.
"Harusnya anda memanggil saya, saya bisa membantu anda untuk -"
"Diamlah!" ucapan Ars yang dingin membuat si pelayan sontak menutup mulutnya, matanya bergetar karena saking ketakutannya.
"Dasar tidak berguna."
Ucapan Ars sekali lagi menancap jantung sang pelayan dan membuatnya tak berdaya, ia pasrah akan nasib buruk yang menimpanya.
Mungkin dia akan mendapatkan pelajaran seperti yang sering Ars lakukan terhadap dirinya, namun itu tidak terjadi sama sekali karena Ars langsung pergi dari hadapan si pelayan.
Hal itu membuat si pelayan kebingungan karena biasanya ia akan langsung dipukuli jika melakukan kesalahan.
Disini lain Ars yang sedang menuruni tangga mansion terlihat senang dengan suara System yang menggema di kepalanya.
[Anda mendapatkan 20 poin kebencian]
"Satu pelayan saja sudah memberiku 20 poin kebencian, bagaimana jika seluruh pelayan di mansion membenciku?"
Ars tampak semangat, otaknya mungkin terlihat sudah bergeser karena senang jika dirinya dibenci. Namun nyatanya Ars tidak masalah akan hal itu.
Kehidupannya di dunia sebelumnya sangat pahit dimana ia tidak pernah dihiraukan bahkan oleh kedua orang tuanya.
Dibenci atau dicintai tidaklah penting baginya.
"Tuan muda, anda sudah sembuh!" ucap dua orang pelayan yang sambil menundukkan kepalanya di hadapan Ars.
Mereka berdiri di sisi sebuah pintu ruang makan seperti sedang menjaga sesuatu.
"Apa yang ada di dalam sana?"
"I- itu, keluarga besar sedang sarapan."
"Ohh, dan tidak ada yang memanggilku untuk sarapan bersama?" ucap Ars kesal, tanpa sadar ia mengaktifkan keterampilan Intimidasi yang membuat kedua pelayan di depannya langsung keringat dingin.
"T- tidak, bukan begitu. A- anda saat itu sedang tidak sadarkan diri, jadi-"
"Sepertinya kau pintar mencari alasan, apa kau sudah bosan menjadi seorang pelayan hah?"
"M- maafkan saya tuan muda."
Ketakutan kedua pelayan itu semakin menjadi-jadi seiring keterampilan Intimidasi Ars yang terus aktif.
Ars kembali mendengar suara System di kepalanya.
__ADS_1
[Anda mendapatkan 30 poin kebencian]
[Anda mendapatkan 30 poin kebencian]
Ars tersenyum, "Kurasa ini sudah cukup, kalian berdua bukalah pintunya."
"T- tapi, keluarga besar sedang-"
"Kalian berdua menentangku?"
[Anda mendapatkan 30 poin kebencian][Anda mendapatkan 30 poin kebencian]
"Hikkk, baik tuan muda.."
Kedua pelayan itu tidak punya pilihan lain selain membuka pintu ruang makan, mungkin mereka akan dihukum karena mengganggu majikannya yang sedang sarapan dengan khidmat, namun mereka juga akan mendapatkan masalah besar jika menentang perintah Ars.
Pintu dibuka dan terlihat sebuah pemandangan ruang makan yang sangat mewah dan megah, di tengah tengah ruangan tersebut nampak anggota keluarga Duke Northern yang sedang sarapan.
Semua mata tertuju kepada Ars ketika pintu terbuka, sontak suasana yang tadinya tenang dan nyaman menjadi suram.
Tatapan sinis anggota keluarga terarah kepada Ars seorang, bersamaan dengan itu suara System yang sangat riuh kembali terdengar.
[Anda mendapatkan 50 poin kebencian][Anda mendapatkan 70 poin kebencian][Anda mendapatkan 50 poin kebencian][Anda mendapatkan 40 poin kebencian][Anda mendapatkan 50 poin kebencian][Anda mendapatkan 50 poin kebencian][Anda mendapatkan 80 poin kebencian][Anda mendapatkan 90 poin kebencian]
"Uwahhh, apa sebegitu bencinya mereka kepadaku? tapi tidak masalah, itu justru menguntungkanku." pikir Ars mencoba sekuat mungkin untuk tidak tersenyum puas.
Ia mengatakan hal itu seolah-olah menyuruh hewan peliharaan untuk segera makan.
Ars tampak tidak senang namun ia menahannya dan beranjak duduk di tempat duduknya.
Di sebelah kiri dan kanannya terdapat kedua kakaknya yang kembar bernama Ruth dan Ryn Northern, Ryn adalah seorang wanita. Mereka berdua memiliki rambut emas mengikuti sang ayah.
Sementara di depannya terdapat seorang gadis kecil berumur 10 tahun dengan rambut dan mata hitamnya yang mengikut sang ibu.
Gadis itu bernama Arlyn Northern, anak paling bungsu dari pasangan Grand Northern dan Marine Northern.
Diantara mereka juga terdapat kakek dan nenek keluarga Northern yang jauh membenci Ars daripada yang lainnya.
"Perhatikan cara makanmu, Ars!" bentak sang kakek secara tiba-tiba.
Ars melihat kakek tua berambut putih itu dengan datar, "Memangnya ada yang salah dengan cara makanku?"
"Kau ... apa kau tidak mengajari anakmu sopan santun yang benar, Marine?"
Ibu Ars, Marine hanya menatap Ars sejenak sebelum memalingkan wajahnya dengan malas, "Dia tidak pernah kuanggap sebagai anakku, jadi buat apa mengajarinya sopan santun?"
[Anda mendapatkan 50 poin kebencian]
"Sungguh orang tua yang buruk." batin Ars sambil menghela nafas.
__ADS_1
"Sudahlah, cepat selesaikan sarapanmu dan pergilah dari sini." kata Grand Northern tampak risih dengan keberadaan Ars.
Ars hanya bisa diam melihat perlakuan keluarganya yang sangat jelas terlihat jika tidak ada yang menginginkannya.
Setiap anggota keluarga memberikan Ars lumayan banyak poin kebencian, namun ada satu orang yang tidak memberikan tanda-tanda poin kebencian, dia adalah Arlyn Northern.
"Apa dia tidak membenciku?" batin Ars sambil melihat gadis kecil di depannya yang sekali kali mencuri pandang padanya.
"Anak yang aneh." pikir Ars.
Tidak butuh waktu lama bagi semua orang untuk menyelesaikan sarapannya, mereka kembali pada kesibukannya masing-masing termasuk Ars yang ingin segera kembali ke kamarnya.
Namun di tengah perjalanan, ia tiba tiba dicegat oleh seorang pelayan muda dan terlihat cukup tampan dengan rambut hitam pekatnya.
"Sepertinya anda telah sembuh, tuan muda." ucap sang pelayan seraya menundukkan badannya.
Ars ingat pelayan tersebut adalah pelayan pribadi miliknya yang juga membantu melindunginya dari pembunuh bayaran sebelumnya.
Bisa dibilang dia adalah kaki tangan Ars dan cukup bisa dipercaya.
"Oh, Merlin. apa yang kau lakukan disini?"
"Saya ingin menyampaikan sedikit informasi kepada anda tentang dalang dibalik penyerangan anda beberapa waktu lalu."
Ars tersenyum, "Apa kau sudah menemukannya?"
"Mohon maaf sebelumnya, saya masih belum dapat memastikannya, tapi kemungkinan besar para penyerang itu berasal dari sindikat pembunuh bayaran tengkorak merah."
"Lalu?"
"Saya akan menghabisi mereka semua jika anda memerintahkan."
"Apa kau sanggup melakukannya?"
"Saya tidak yakin tapi jika itu adalah perintah anda maka saya pasti akan memenuhinya walau nyawa menjadi taruhannya."
Kata kata Merlin terdengar sangat meyakinkan dan tanpa gentar sama sekali, untuk pertama kalinya Ars merasa jika ia memiliki bawahan yang setia dan rela melakukan apapun.
Selain itu, Ars juga tidak mendapatkan tanda tanda poin kebencian dari pria itu walaupun ia sering menyusahkannya.
Ars tersenyum, "Tidak, aku tidak akan membiarkan bawahan berharga sepertimu mati sia sia."
Merlin terbelalak, "Lalu, apakah kita harus membiarkannya? Jika begitu mungkin mereka akan bergerak lagi untuk menyerang anda."
"Tentu saja aku tidak akan membiarkan orang yang membuat masalah denganku hidup dengan tenang. Beri aku waktu 5 hari sebelum kita memusnahkan mereka."
Merlin tampak kagum dengan kecerdikan tuannya yang berbeda dari biasanya, "Baik tuan, saya pasti akan melindungi anda dengan nyawa saya!"
Ars tersenyum licik, "Mau sindikat pembunuh bayaran atau apapun itu ... siapapun yang berani meremehkanku akan musnah dari dunia ini..."
__ADS_1