TRAUMA SABRINA

TRAUMA SABRINA
BAB 1 HARAPAN SABRINA


__ADS_3

" Mbak Sabrina ada yang nyari "! Suara seorang perempuan yang cukup berumur kepada seorang gadis cantik yang tengah sibuk dengan hpnya


" Siapa mbak "? Balas gadis itu agak malas


" Mas Bagas"!


" Oya suruh nunggu sebentar "!


Gadis yang dipanggil Sabrina itu segera keluar menemui tamunya itu


" Oo ternyata kamu gas"?


Sabrina tersenyum ketika melihat siapa tamunya


" Iyaa , memang kenapa mengganggu ya " ?


"Aah nggak kok"!


" Kalau begitu temani aku jalan jalan menikmati suasana desa ini " !


" Ok lah kebetulan aku juga sedang bosan dirumah "!


" Kebetulan sekali kalau begitu "!


Sebentar ya aku pamit dulu pada mbak Yati "!


" Mbak... mbak Yati aku pergi keluar dulu ya , nanti bapak dan ibu nanyain bilang aja kalau aku pergi bersama Bagas"!


" Iya mbak "!


Bagas dan Sabrina kemudian keluar untuk jalan jalan menikmati suasana desa tempat Sabrina tinggal ,


Sabrina dan Bagas kemudian duduk di atas tanggul


" Suasana desa mu asri ya Rin "?


" Yaaa beginilah suasana desaku "!


" Aku suka suasananya "!


sabrina hanya tersenyum mendengar komentar Bagas,

__ADS_1


" Kamu sudah yakin dengan pilihanmu Rin "?


Sabrina sedikit heran dengan pertanyaan Bagas ,


"Kenapa kamu bertanya begitu gas " ?


" Nggak kenapa kenapa cuma nanya aja "! Sabrina tak menjawab pertanyaan bagas tapi hanya menarik nafas panjang


" Boleh aku nebak "?.


Nebak soal apa "?


" Soal kenapa kamu memilih pulang


kedesa padahal kedudukan kamu


ditempat kamu kerja cukup bagus "!


Sabrina tak bereaksi mendengar pertanyaan Bagas


" Memangnya Kamu Tahu apa alasan


" Yaaah aku tahu "!


" Apa memangnya kalau kamu tahu "!


" Kamu punya masalah cinta dengan adiknya pak Hernawan direktur utama ditempat kamu kerja ,iya kan "?


Sabrina tidak bereaksi mendengar perkataan Bagas,


Memang benar ia punya masalah cinta dengan Erick adiknya pak Hernawan direktur utama ditempat dia berkerja ,


Erick mengkhianatinya dengan cewek lain


Dia benar benar terluka dengan perbuatan Erick dan karena itulah dia memilih keluar dari kantor ditempat dia berkerja ,


" Sabrina.... Sabrina aku tahu bagaimana sifat kamu , kamu orangnya terlalu sabar dan lembut makanya kamu mudah dihianati dan dipecundangi "!


Lagi lagi Sabrina hanya diam karena ia menyadari memang itu kelemahan ,


Kata kata Bagas terasa menyodok ulu hatinya

__ADS_1


" Mungkin itulah kelemahanku gas ,"!


" Hem.... seharusnya kamu mulai bangkit dan kembali membuka lembaran baru tidak pasrah seperti ini "!


"Entahlah gas aku masih ragu untuk membuka pintu hatiku lagi aku takut kalau sampai aku terluka lagi bagas memandang sabrina lekat lekat ,


Sabrina yang menyadari Bagas sedang memdangnya lekat lekat jadi tersipu malu


" Boleh aku menggantikan posisi Erick dihatimu "?


" Apa maksudmu gas "? Tanya Sabrina terkejut mendengar permintaan bagas,


" Aku mencintaimu Rin sejak SMA dulu tapi kamu tidak pernah menanggapiku "!


" Sekarang aku ingin kamu menerima cintaku "!


" Aku belum bisa membuka pintu hatiku untuk siapapun gas hatiku masih takut untuk menerima cinta seseorang "!


" Termasuk aku "?


" Iya..."!


Bagas menarik nafas panjang ada rasa kecewa dihati Bagas mendengar jawaban sabrina


" Maafkan aku gas bila aku belum bisa menerima cintamu , aku harap kamu bisa bersabar mungkin suatu saat nanti aku akan bisa membuka pintu hatiku untukmu "!


" Aku akan bersabar menunggu pintu hatimu terbuka untukku "!


" Terimakasih gas atas pengertianmu "!


" Sekarang sudah sore kita pulang yuk "!


Ajak bagas sambil bangkit dari duduknya


" Oiya pulang yuk "! Balas sabrina seraya bangkit berdiri ,


Mereka kemudian berjalan meninggalkan tanggul tempat mereka duduk ,


Didalam hati Sabrina masih ragu untuk menerima bagas


********

__ADS_1


__ADS_2