TRAUMA SABRINA

TRAUMA SABRINA
BAB 6 NOMER HPNYA TIDAK AKTIF


__ADS_3

Pak Bowo dan Bu Bowo sangat khawatir dengan sabrina karena semenjak dia pergi tidak pernah menghubungi kedua orang tuanya ketika di telpon nomernya tidak aktif


Bu Bowo sebenarnya sangat khawatir


" kenapa nomernya Sabrina kok tidak aktif ya pak "! Bu Bowo saat santai diruang tv sehabis makan malam


" Bapak juga tidak tahu Bu , bapak sebenarnya juga mengkhawatirkannya tapi bagaimana nomernya juga tidak aktif


" Apa mungkin dia mengganti nomernya biar kita tidak bisa menghubunginya "! kata Bu Bowo lagi kali ini dengan mata mulai berkaca-kaca


" Mungkin iya Sabrina sengaja mengganti nomernya agar tidak dia terganggu " kata pak Bowo berusaha menenangkan hati Bu Bowo istrinya agar tidak terlalu mencemaskan keadaan Sabrina


" Bagaimana pun ibu tetap tidak bisa tenang pak sebelum ibu tahu keadaan Sabrina yang sebenarnya , apa lagi bapak kan tahu sendiri Sabrina pergi dari rumah hanya untuk menghindari Bagas dan Saras "! ucap Bu Bowo kali ini air matanya tidak dibendung lagi karena Bu Bowo tahu betul seberapa sakit dan terlukanya hati Sabrina saat pergi meninggalkan rumah


" sudah Bu jangan menangis bapak sendiri sebenarnya juga khawatir dan cemas tetapi bapak juga tidak bisa berbuat apa-apa karena bapak tidak tahu dimana Sabrina saat ini yang bisa kita lakukan saat ini hanya berdo,a agar Sabrina sehat dan selamat dimana pun dia berada "! kata pak Bowo lagi agar Bu Bowo bisa sedikit tenang meski hati pak Bowo sebenarnya juga khawatir dan cemas tapi pak Bowo sendiri tidak bisa berbuat apa-apa karena memang pak Bowo tidak tahu dimana Sabrina saat ini


" bapak mau kembali ke sawah Bu melihat para pekerja yang lagi bekerja di sawah kita "! kata pak Bowo kepada Bu Bowo


" iya pak "! balas Bu Bowo

__ADS_1


pak Bowo kemudian pergi meninggalkan Bu Bowo sendirian yang masih tenggelam dalam kesdihan karena memikirkan Sabrina


sementara itu Mbak Yati dan kang Karjo yang baru saja selesai makan siang


duduk duduk sebentar untuk istirahat sebelum nanti mereka melanjutkan pekerjaan mereka


" kasihan ya Jo ibu itu "! kata mbak Yati kepada kang Karjo yang duduk di depannya


" lha memangnya kenapa to yat "! tanya kang Karjo yang merasa heran dengan kata kata mbak Yati


" yaa kasihan to kang ibu itu sering menangis memikirkan mbak Sabrina mana ponselnya mbak Sabrina nggak aktif kalau ditelpon nggak bisa "! jelas mbak Yati dengan nada prihatin


" Entah lah kang mungkin mbak Sabrina mengganti nomernya agar tidak bisa di hubungi


" Apa iya mbak Sabrina nggak mau dihubungi kan dengan orang tuanya sendiri "?


" ya bisa saja to kang kan Mbak Sabrina itu pergi membawa luka hatinya masak kang Karjo lupa kejadian kenapa mbak Saras menikah duluan kan karena hamil dengan mas Bagas sedangkan mas itu kekasihnya mbak Sabrina "!


” iya ya yat mungkin mbak Sabrina itu nggak mau di ganggu kalau masih berhubungan dengan keluarganya otomatis itu tetap saja mengingatkan tentang luka hatinya "!

__ADS_1


" Naah itu dia menurutku kok begitu to kang "!


" ya.... kalau di rasa rasakan Mbak Saras dan mas Bagas itu tidak punya malu dan perasaan to yat kok tega teganya mereka melakukan hal itu , sepertinya mereka tidak memikirkan perasaan mbak Sabrina "!


" ya.. namanya manusia kang kalau sudah di kuasai nafsu lupa semuanya tidak pernah memikirkan orang lain yang penting mereka senang "!


" tapi tidak semua orang seperti itu lho Yat masih ada baik yang baik contohnya saja aku "! kata kata kang Karjo kali ini disertai tawa kecil penuh arti


" halah " ! balas Mbak Yati sambil tersenyum sedikit malu karena sebenarnya kang Karjo suka pada mbak Yati yang baru 1 tahun menjadi janda karena suaminya meninggal karena sakit sedangkan Karjo juga duda karena bercerai dengan istrinya


Tapi Mbak Yati belum bisa menerima laki-laki lain karena suaminya baru setahun meninggalkannya


" sudah lah kang ayo kerja lagi nanti kalau kebanyakan ngobrol bisa bisa dimarahi bapak dan ibu "! kilah mbak Yati berusaha mengalihkan pembicaraan


" ya sudah kalau begitu ayo"! balas kang Karjo sambil bangkit dari duduknya di ikuti oleh mbak Yati


mereka berdua kemudian melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing


**********

__ADS_1


__ADS_2