True Dragon Martial Way (Proses Remake)

True Dragon Martial Way (Proses Remake)
Chapter 31: Hadiah


__ADS_3

Setelah konflik yang terjadi selama kompetisi antar Akademi Kota Cahaya Merah, banyak rumor beredar bahwa kelompok pemberontak mulai bertindak secara terang-terangan, yang menunjukkan bahwa mereka percaya diri akan kemenangan.


Memang ini memberi dampak yang cukup mendalam terhadap para murid dari dua akademi, tetapi setidaknya berkat tindakan Kaisar Zhou yang sangat cepat dalam membentuk tirai cahaya, korban jiwa tidak terlalu besar dalam kejadian tersebut.


Selain itu juga, Kaisar Zhou akhirnya mendapat celah untuk mengambil tindakan pada Klan Qi yang terlibat dalam pemberontak, serta membuat seluruh warga Kekaisaran Agung Zhou tau bahwa ada kelompok pemberontak yang kejam.


Disisi lain, Lin Xuanyuan berhasil mendapatkan tiket partisipasi Hundred Celestial War yang akan dimulai sekitar tiga bulan dari sekarang. Ditambah lagi dia mendapatkan undangan untuk pergi ke Istana Kekaisaran Agung Zhou, dan mendapatkan hadiah serta kompensasi dalam keterlibatan menggagalkan rencana Qi Yuan dan Mo Shan.


“Ini benar-benar menjadi merepotkan, tetapi tidak ada gunanya,” ucap Lin Xuanyuan saat dia berjalan-jalan disekitar istana kekaisaran dengan tatapan skeptis.


Dia merasa sedikit bernostalgia dengan suasana istana yang mirip saat dia masih seorang Jiang Feng, tetapi istana kekaisaran terasa jauh lebih stabil dan tidak ada tekanan yang jelas, entah itu dari pekerjaan istana atau para bangsawan yang dapat masuk kedalam istana.


Alasan utama mengapa dia mau datang ke istana kekaisaran adalah untuk mendapatkan kompensasi, dan itu berupa sumberdaya yang sudah dipilih olehnya untuk masalah segel Ancient Void Dragon, serta demi kelanjutan Metode Kultivasi Primordial Dragon Codex.


“Dia ... entah apa yang terjadi padanya dimasa lalu, Zhou Yuan benar-benar sangat beruntung dalam percintaan,” gumam Lin Xuanyuan saat melihat bahwa Zhou Yuan sedang berbicara dengan seorang gadis.


Gadis itu bernama Meng Qing, dia adalah satu dari dua teman masa kecil Zhou Yuan selain Li Yunzi yang sebelumnya dibawa paksa oleh pihak keluarganya ke Benua Surga Utama, dan hubungannya dengan gadis itu sangatlah dekat sampai-sampai bisa dikatakan sebagai pasangan.

__ADS_1


Meng Qing adalah gadis muda yang memiliki fitur wajah sedikit lebih dewasa, memiliki rambut kecoklatan dengan mata hijau zamrud penuh dengan kehidupan, dia memiliki sifat yang lembut dan penuh perhatian, sehingga selain cantik, dia terlihat tenang dengan membawa suasana misterius. Selain itu, dia seusia Zhou Yuan, yang mana dia juga satu tahun lebih muda dari Lin Xuanyuan yang berusia tujuh belas tahun.


“Hah ... sepertinya aku tidak perlu kesana, karena aku tidak mau menjadi nyamuk diantara mereka berdua,” ucap Lin Xuanyuan saat dia terkekeh dan pergi menuju ke aula istana untuk bertemu dengan Kaisar Zhou.


Dikarenakan dia tidak mau adanya upacara penghargaan atau semacam, Kaisar Zhou hanya memintanya datang untuk mendapatkan hadiah yang dijanjikan. Lagi pula, akan sangat berbahaya jika orang dengan potensi sebesar dia diketahui berada di pihak Kekaisaran Agung Zhou, dan ini adalah salah satu rencana yang disusun oleh Kaisar Zhou untuk dirinya.


Ketika masuk kedalam aula singgasana, suasana disekitar sangat sepi tanpa adanya para menteri serta ekstasi pemerintah lainnya, dan hanya Kaisar Zhou saja yang duduk diatas singgasana dengan tenang saat membaca dokumen.


“Sepertinya kau datang tepat waktu, apakah kau yakin tidak ingin santai sejenak?” tanya Kaisar Zhou dengan santai tetapi dipenuhi oleh karisma.


Lin Xuanyuan mengelengkan kepalanya, karena dia tau bahwa Kaisar Zhou takut bahwa ia kelelahan secara mental. “Memang benar berdasarkan kesepakatan yang telah ditetapkan aku akan membantu Kekaisaran Agung Zhou melawan pemberontak, tetapi aku memiliki tujuan dan jalan yang haru diselesaikan sebagai Seniman Beladiri, dan bersantai-santai dengan kondisi kritis seperti ini hanya akan membuatku mengalami kemunduran.”


“Sungguh pemuda yang luar biasa, jika aku masih semuda dirimu dan tidak dalam posisi sebagai Kaisar, maka aku berharap kita bisa berbagi anggur bersama,” ucap Kaisar dengan senyum penuh rasa nostalgia saat dia menyerahkan satu Kantung Ruang yang berisikan hadiah yang diminta olehnya.


Lin Xuanyuan menerimanya dengan senyum puas, tetapi ketika dia memeriksanya lebih teliti lagi, ada kurang lebih dua bahan yang belum dilengkapi.


“Dua bahan yang kamu minta, Devouring Stone of Darkness dan Source of Black Tears, tidak bisa kami temukan disekitar wilayah aman Kekaisaran Agung Zhou kami, tetapi ada petunjuk bahwa kedua Treasures itu berada di Forgotten Dark Gorge, yang mana itu adalah wilayah perbatasan Kekaisaran dengan Golden Sand Barren Land,” ucap Kaisar Zhou tanpa meninggalkan detail apapun.

__ADS_1


“Forgotten Dark Gorge ... Golden Sand Barren Land, nama-nama yang sangat aneh tetapi misterius,” gumam Lin Xuanyuan dengan perasaan skeptis muncul dibenaknya. “Baiklah aku mengerti, sepertinya aku harus memahami lagi tentang kedua tempat tersebut.”


Kaisar Zhou menatap kearah Lin Xuanyuan dengan ekspresi aneh, ada kekaguman dan rasa kasihan saat matanya menatap kearah pemuda tersebut yang keluar dari aula singgasana.


“Sepertinya dia mengalami banyak hal menyakitkan, walaupun terlihat tenang dan tidak terpengaruh oleh situasi apapun, ada ketangguhan yang tidak dimiliki oleh orang lain, seolah-olah dia telah terbiasa mengalami banyak hal yang menyakitkan,” ucap Xi Jing yang muncul dari balik singgasana.


Melihat istrinya berbicara seperti itu, Kaisar Zhou menjadi melembut dan menarik untuk duduk di pangkuannya. “Aku tidak begitu mengerti, tetapi aku berharap dia bisa memberikan bantuan besar, walaupun ada banyak misteri dalam dirinya, Lin Xuanyuan sudah dapat dipastikan bukan musuh, tentunya jika tidak membuat masalah dengannya.”


“Uhuk! Uhuk!” Xi Jing tiba-tiba terbatuk dengan wajah yang tiba-tiba menjadi pucat selama tiga detik.


“Kamu tidak apa-apa?!” Kaisar Zhou bertanya dengan khawatir.


“Tidak apa, ini adalah konsekuensi yang harus aku terima untuk melahirkan Zhou Yuan, andai saja aku sedikit lebih besar tentang hal ini maka Sacred Dragon Blessing Zhou Yuan tidak akan dicuri, dan aku tidak berakhir menjadi beban seperti ini,” jawab Xi Jing dengan ekspresi tak berdaya yang dipenuhi oleh rasa bersalah.


Kaisar Zhou hanya bisa menggigit bibir bawahnya dengan kondisi tak berdaya, dia hanya bisa memeluk istrinya dalam diam tanpa mempengaruhi kondisi Xi Jing yang tenggelam dalam perasaan bersalah.


Sementara disisi lain, Lin Xuanyuan yang sudah berada diluar kota istana kekaisaran menatap kearah istana yang cukup megah, tatapan mata sedikit rumit dan pikiran tentang wanita dibelakang singgasana Kaisar Zhou sedikit rumit.

__ADS_1


“Dragon Resentment Poison ... apakah Kekaisaran Wu menggunakan metode kejam sekaligus menguntungkan seperti itu?”


__ADS_2