
Setelah pernyataan perang dari Kaisar Zhou, seluruh ibukota kekaisaran masuk kedalam masa tegang, dimana berbagai macam tindakan serta upaya terus dilakukan untuk persiapan menghadapi konflik dengan kelompok pemberontak.
Ditempat yang khusus dalam istana kekaisaran, sekelompok orang yang telah dipercaya khusus oleh Kaisar Zhou dan Zhou Yuan berkumpul. Mereka adalah orang-orang yang menjadi kekuatan utama dalam konflik yang akan terjadi, dan Lin Xuanyuan telah masuk hitungan sebagai kekuatan utama.
“Sama seperti yang sudah direncanakan, aku harap kalian semua bisa mempertahankan titik penting benteng di ibukota,” ucap Kaisar Zhou tegas saat menatap orang-orang yang akan menjadi kekuatan utama.
Setelah berbagai macam persiapan yang sudah dilakukan selama satu minggu lalu, pihak mereka sudah lebih dari siap untuk menghadapi kondisi apapun, bahkan jika Kaisar Wu mengambil tindakan dalam konflik kali ini, mereka juga sudah memiliki rencana cadangan untuk mengatasinya.
“Lin Xuanyuan, sebelum semuanya dimulai, aku sebagai Kaisar, Kekaisaran Agung Zhou ingin mengucapkan terimakasih atas bantuan yang anda berikan,” ucap Kaisar Zhou saat dia menunduk kepalanya kearah Lin Xuanyuan yang menonton dengan tenang.
Lin Xuanyuan terkejut, tapi dia dengan cepat menerima rasa terimakasih itu dari Kaisar Zhou. Walaupun tindakan Kaisar Zhou secara alami merendahkan posisinya, tapi semua orang tau dia melakukan hal tersebut sebagai bentuk rasa terimakasih yang tulus.
“Santai saja denganku, terlebih lagi memang aku sendiri yang memutuskan untuk berpihak, karena musuh-musuhku berada di pihak yang berbeda. Lagi pula, dalam hasil kesepakatan jika kita menang dalam pertempuran ini, aku sudah cukup puas dengan hasilnya.” Lin Xuanyuan dengan cepat menyela agar Kaisar Zhou atau siapapun itu melakukan tindakan berlebihan.
Namun tidak dapat dipungkiri bahwa, Lin Xuanyuan telah membuat banyak kontribusi pada Kekaisaran Agung Zhou selama masa-masa ini, terlebih lagi dia juga berharap melenyapkan salah satu Kamp Militer penting dari pihak pemberontak, dimana itu juga memberikan kesempatan agar persiapan Kaisar Zhou untuk melindungi ibukota berjalan dengan baik.
“Kaisar! mereka sudah datang! Qi Yuan beserta kelompok pemberontak telah datang!” seorang prajurit berseru.
Kaisar Zhou yang mendengar itu segera menarik nafas dalam-dalam saat dia kembali menatap kearah semua orang. “Kita tidak tau seperti hasil dari konflik ini kedepannya, tapi satu hal yang ingin aku yakini pada kalian semua, raihlah kemenangan dalam perang ini!”
“Ya!” semua orang setuju.
Setelahnya, Kaisar Zhou segera bergerak cepat untuk menyambut kelompok pemberontak yang dipimpin oleh Qi Yuan, sementara Lin Xuanyuan ingin segera pergi untuk mengambil posisinya.
“Saudara Lin! apakah kau benar-benar tidak masalah dengan mengambil wilayah barat?” tanya Zhou Yuan saat melihat Lin Xuanyuan ingin segera pergi.
Lin Xuanyuan tersenyum saat dia segera mengangguk dengan tenang. “Itu benar, selain posisi yang mudah untukku berpindah-pindah, ayahmu juga telah meletakkan banyak prajurit kuat disana.”
__ADS_1
‘Ini ... aku bukan khawatir tentang posisinya, tetapi musuh yang akan menyerangnya nanti, dan mungkin itu akan jauh lebih merepotkan dari pada Qi Yuan.’ Zhou Yuan ingin mengatakan sesuatu, tetapi melihat bawah Lin Xuanyuan masih bersikap acuh tak acuh, dia tidak melanjutkannya.
“Kamu tenang saja, justru kamu harus mengkhawatirkan dirimu sendiri, dan tentunya Meng Qing kesayangan mu itu,” ucap Lin Xuanyuan sambil menggoda Zhou Yuan.
“Ehem! kalau begitu aku juga harus pergi, karena posisiku sebagai pangeran aku harus berada disisi ayahku.” Zhou Yuan segera memalingkan wajahnya dengan rona merah samar, dan buru-buru mengambil tindakan untuk pergi.
“Sebaiknya kau kembali dalam kondisi selamat! Jika tidak, kesepakatan untuk bertemu dengan Harem nomor satumu, Li Yunzi gagal!” Lin Xuanyuan melambaikan tangannya saat dia juga pergi.
Buak!
Disaat itulah Zhou Yuan terjatuh saat dia berbalik dan menemukan bahwa Lin Xuanyuan telah pergi, rona merah diwajahnya semakin terlihat jelas saat dia mengelengkan kepalanya.
-
-
Tidak lama setelah itu, Lin Xuanyuan segera mengambil posisinya di wilayah barat ibukota kekaisaran, dan terlihat bahwa sekelompok prajurit menyambut kehadirannya dengan baik.
Setelah menerobos ke Ranah Qi Transformation, Lin Xuanyuan memiliki kemampuan untuk terbang selama beberapa jam diudara. Memang akan sedikit menguras tenaganya, tapi ini diperlukan untuk memperingati para prajurit kekaisaran bahwa musuh yang akan datang sangatlah merepotkan.
“Kami mengerti!” semua perajut merespon dengan suara yang tegas tanpa adanya rasa takut.
‘Sungguh kepercayaan yang sangat kuat, Kaisar Zhou benar-benar telah menjadi pemimpin yang baik dihadapan semua rakyatnya, sepertinya aku telah berada diatas kapal yang sesuai.’ Lin Xuanyuan berbalik saat dia turun ke salah satu tower menunggu kedua belah pihak menyatakan dimulainya perang.
Selama bersiap, dia telah mencapai Ranah Qi Transformation tingkat tujuh, walaupun tiga dasaran Primordial Dragon Codex masih tidak berubah pada tingkat Naga Muda, dia memiliki kesempatan untuk menghancurkan segel ketiga Ancient Void Dragon, dan Esensial Kekuatannya akan menjadi cara untuk mencapai tingkat Naga Dewasa.
Tapi, dia sedikit ragu karena berdasarkan memori dari segel kedua, disarankan agar dia mencapai tingkat Naga Dewasa pada Tulang, Jantung, dan Jiwa Naga-nya saat menghancurkan segel keempat.
__ADS_1
Lin Xuanyuan tidak tau kenapa seperti itu, tetapi dia yakin pasti ada hubungannya dengan kekuatan Ancient Void Dragon, terlebih lagi dijelaskan agar dia tetap mengakumulasikan semuanya tidak peduli apapun yang terjadi, karena dapat dipastikan bahwa segel keempat akan menjadi titik akhir kekhawatirannya.
“Kemungkinan besar tubuh serta jiwaku akan di rekonstruksi ulang lagi, jika memang segel keempat akan menjadi kekhawatiran terakhirku, maka aku harus mendengarkannya dengan baik,” ucap Lin Xuanyuan saat dia mengangguk dengan serius.
BOOM!!
Beberapa detik setelahnya, sebuah gelombang ledakan True Qi yang sangat besar meledak tepat dari depan gerbang utama ibukota kekaisaran, dan kelompok pemberontak mulai bermunculan menampilkan kekuatan mereka.
“Sudah dimulai rupanya, sepertinya mereka sempat adu mulut sebelum memulainya.” Lin Xuanyuan terkekeh saat dia mulai bergerak dengan cepat.
“Semua prajurit tetap tenang dan jangan ambil tindakan buru-buru, lakukan seusai dengan rencana yang telah ditetapkan,” ucap Lin Xuanyuan dengan suara tegas kearah para prajurit.
Ini tidak untuk menyakini bahwa mereka adalah pihak yang akan mendapat kemenangan, terlebih lagi dengan rumor tentang prestasi serta kontribusi yang disebarkan oleh Kaisar Zhou kepada para prajuritnya, mereka secara alami memiliki kepercayaan bahwa wilayah barat tidak akan pernah bisa ditembus.
“Woahhh!” semua prajurit berseru dengan suara penuh semangat.
Lalu, sebuah kobaran api muncul menuju tepat kearah Lin Xuanyuan seperti meteor yang jatuh ke bumi.
“Lin Xuanyuan ... aku akan membunuhmu!!”
sosok familiar segera muncul tepat diatas langit tepat prajurit kelompok pemberontak berada.
Dia adalah seorang pria setengah baya dengan penampilan keras dan kejam, rambut merah menyala seperti api, dan tatapan mereka merahnya dipenuhi oleh kebencian yang dalam.
“Hahaha! tidak aku sangka bahwa Xiao Zang yang dikira adalah seorang pria tua ternyata memiliki penampilan seperti ini, apakah kau menggunakan semacam obat awet muda?” Lin Xuanyuan tertawa mengejek.
“Berisik! aku akan membunuhmu dan mengambil Artefak suci Klan Xiao kami!” Xiao Zang meraung marah mendengar ejek Lin Xuanyuan.
__ADS_1
Tapi disaat itulah Lin Xuanyuan tiba-tiba muncul tepat disampingnya dengan Dark Energy yang sudah meluap-luap seperti kobaran api, dan tanpa aba-aba sama sekali dia segera memberikan pukulan tepat kearah wajahnya.
“Jangan terlalu banyak bicara, dan tunjukkan dengan benar jika kau bisa, idiot!”