
"Kenapa?" Tanya asdi yang menyadari hyumi sedang melamun.
"Gapapa, emangnya aku kenapa?¿"
Tanya balik hyumi
"Gapapa" jawab asdi sangat singkat.
Tanpa disadari mereka pun sampai diparkiran rumah hyumi.
"Hati-hati yah, jangan kebut-kebutan"
Peringat hyumi untuk asdi.
"Iyah aku pulang dulu." Pamit asdi singkat.
Hyumi melanjutkan perjalanannya masuk kedalam rumah dengan langkah lunglai, sangat tidak bersemangat.
Apalagi mengingat kejadian hari ini yang sangat tidak mengesankan baginya. Tiba-tiba terlintas dipikiran nya untuk introspeksi diri.
"Assalamualaikum" salam hyumi sebelum memasuki rumahnya.
"Waalaikumsalamm" jawab serentak keluarga hyumi yang kebetulan sedang berkumpul di ruang tengah.
Jangankan untuk ditanya, mengobrol 1 menit pun rasanya akan membunuh nya malam itu juga.
Untuk menghindari semua itu, hyumi secepatnya melangkah ke kamarnya untuk meratapi lagi nasibnya menjadi kekasih dari seorang asdi apdin.
"Hahhhh.... Cuapeeee banget gueeee hari iniiiiiiiiii" teriak hyumi tak jelas menandakan dirinya sedang depresi.
Tanpa mengganti baju nya terlebih dahulu, hyumi memilih mengistirahatkan badannya dan berbaring dikasur yang kurang empuk itu.
"Kenapa sih asdi bisa setega itu sama gue ¿"
Tanya hyumi pada langit-langit kamarnya.
"Padahal kurang apa gue ini, gue rasa setiap waktu luang gue cuman gue sempetin buat pergi atau ketemu sama asdi. Tapi ko gue ngerasa asdi ga pernah prioritas in gue kaya dulu dia dapetin gue.
Apa gue punya salah sama dia yang ga gue sadarin? Sampe dia marah besar kaya gitu...." Tebak nya.
"Nggaaa nggaaa nggaa....." Tolaknya sambil menggelengkan kepala secara cepat.
"Sejak kapan sih hyumi mitiar binti bapak nya ini jadi cewe super bucin begini." Celoteh hyumi pada dirinya sendiri.
"Kalo kebaikan dan ketulusan gue ga dihargain sama dia, ngapain juga gue harus terus ada buat dia? Toh kalo gue bersikap biasa aja dia juga ga bakalan masalah kayanya."
Sadar hyumi.
Sejak saat itu hyumi mulai menekadkan dirinya untuk tidak terlalu memperdulikan apapun yang berhubungan dengan asdi, dia akan bersikap sebutuhnya saja, sebagaimana asdi memperlakukan hyumi.
Ucap hyumi sembari mengerutkan keningnya mengartikan dia sedang berfikir keras.
Pagi yang cerah, di hari selasa.
Hyumi memberikan senyuman lebarnya kepada matahari yang cerah pagi itu.
"Akhirnya gue bisa bernafas dengan lega" gumamnya saat membuka jendela kamarnya.
" Inget hyumi, mulai hari ini elo harus bisa lebih mikirin diri lo di banding orang lain apalagi asdi"
Ucap hyumi pada dirinya sendiri.
Drrrtttt....
***
🗨Asdi :
Aku jemput kamu sekarang
***
Hyumi membalas pesan asdi hanya dengan senyuman sinis. Padahal dia tau asdi tidak mungkin lihat itu.
"Hm semuanya dimulai dari sekarang. Lo pasti bisa hyumi, lo pasti bisa buat ga bergantung sama asdi."
Gumam hyumi dalam hati.
Karena yakin dengan tekadnya, hyumi dan asdi sama-sama diam tak mengeluarkan suara di jalan menuju sekolah.
"Kamu kenapa?"
__ADS_1
Tanya asdi menyerah dalam diamnya.
" Gapapa." Jawab hyumi singkat sambil menoleh kebelakang mengalihkan perhatian asdi.
Hanya percakapan singkat itu yang keluar saat perjalanan dari rumah hyumi ke sekolah.
" Seriusan kamu gapapa? "
Tanya asdi yang masih bingung dengan sikap hyumi yang tak mempedulikan asdi dari tadi.
" Gapapa " jawaban yang sama yang hyumi berikan pada asdi sambil menyerah kan helm nya pada asdi dan berlalu meninggalkan asdi menuju kelas.
DI DALAM KELAS...
Seperti biasa, hyumi merasa dirinya sebagai murid terajin karna selalu datang paling awal.
***
Tak terasa waktu menunjukkan saatnya istirahat.
Kali ini hyumi benar-benar tidak memiliki semangat untuk kemana-mana. Akhirnya dia menitipkan beberapa makanan kepada temen-temen nya untuk dibelikan di kantin.
Tidak lama kemudian, asdi pun datang seperti biasa menghampiri hyumi di jam istirahat.
" Ayy "
Panggil asdi pada hyumi.
Hyumi enggan untuk membalas panggilan dari asdi, dia memilih untuk menyantap makanan nya.
"Kalian berdua kenapa lagi sih, berantem mulu " sahut asti yang duduk di hadapan hyumi.
" Mii udah deh gausah terlalu membesar-besarkan masalah yang sepele."
Kata Isti berusaha menasihati hyumi.
" Justru itu ti, kalo gue ga mempermasalahkan masalah kecil, justru bukannya beres, masalah itu malah makin besar, dan gue juga ga minta pendapat lo tentang hubungan gue. Yang jalanin hubungan ini gue dan asdi bukan lo, jadi lo gausah ikut campur, lo ga tau apa-apa. "
Bentar hyumi pada isti yang membuat seluruh mata di kelasnya melihat nya , hyumi juga tidak menyangka akan berkata sekasar itu pada isti dia betul-betul merasa bersalah karna telah membentak isti. Tapi hyumi tau isti akan memahami keadaannya , makanya saat hyumi membentaknya isti hanya tersenyum.
" Mendingan sekarang lo pergi, dari pada lo liat gue berantem sama temen-temen gue."
Tidak mau masalahnya semakin rumit, akhirnya hyumi mengusir asdi dari kelasnya.
Hari Minggu.
"Bosen"
Satu kata yang terlontar dari mulut hyumi saat dia membuka matanya pagi hari ini.
"*****." Kagetnya dia dengan setengah tidak sadar saat melihat handphone nya sama sekali tidak ada notif .
"**** banget ya gue, ngapain coba gue nunggu kabar dia sampe jam 3 pagi. Padahal udah jelas, si ANJING udh lupa diri.
Ah ******!"
Sentak hyumi pada dirinya sendiri.
***
" Mandi udah, bajuan udah, make up an udah, terus gaada banget gitu yang ngajak gue main."
Omel hyumi sesekali mendecak sebal pada dirinya sendiri, hyumi melihat handphone nya yang semalam terus hyumi lirik karna menunggu kabar sang doi yang menurut dia saat ini doinya sangat brengsek dan ******.
"**** dasar **** hyumi tololllll ......"
Kesal hyumi sambil menjambak rambutnya frustasi.
"Gatau malu lo mi. Udah jelas asdi udah gasuka sama lo. Dia bosen ama lo. Dia ngejauhin lo. Gamungkin juga dia tiba² chat lo dan ngajak lo pergi."
Gerutu hyumi benar-benar frustasi.
Hyumi menenggelamkan wajahnya di balik bantal untuk menutupi wajahnya yang sembab karna sudah beberapa jam ia menangis tapi entah apa penyebabnya.
Dua minggu sudah hyumi lewati tanpa keceriaan yang biasanya.
Sebenarnya hyumi sangat mulai terbiasa dengan dirinya yang sudah bisa membiarkan terlalu bergantung pada asdi
" Argggshhhh."
Kesal hyumi saat melihat daftar COD barang jualan nya.
__ADS_1
" Mau gak mau gue harus bicara sama asdi buat ngajak dia nganterin gue nganterin barang, tapi gimana ngajaknya coba, gue gengsi"
Hyumi menjambak rambut nya frustasi.
***
🗨 Hyumi:
Sibuk gak?..
🗨Asdi :
Enggak
🗨Hyumi:
Aku mau COD an.
Mau nganterin gak?
🗨Asdi :
Jamberapa?
🗨Hyumi :
Jam 9 nan aja , hari minggu ditunggu yah.
🗨Asdi :
Oke.
waktu menunjukkan pukul setengah dua pagi.
Hanya dinding kamar dan seisinya yang menjadi saksi bisu terbelalak nya mata hyumi yang tak henti-hentinya memikirkan hal yang terjadi pada dirinya saat ini.
" Kenapa harus kaya gini terus sih,
Kenapa tiap gue nyiapin niat dan diri gue buat menjauh dari asdi pasti ada aja jalan supaya gue harus balik lagi bergangung sama dia.
Apa tuhan mendukung hubungan gue sama asdi?! "
Tanya hyumi pada dirinya sendiri yang seakan - akan sedang berdialog dengan Tuhan.
Hyumi sadar bahwa yang dia lakukan ini akan membuat dirinya dipandang sedang frustasi.
Untuk menghindari pandangan itu, hyumi mengambil handphone nya dan mulai mengutak-atik mencari nama SAKARTA
***
SAKARTA :
Halloooooo miii apaan si luu ganggu waktu gue mimpi indah aja...
📞 Hyumi :
Ih lu mah gangerti amat perasaan temen lu ini yang lagi galau. Molor mulu siii otakluuu .
📞 Sakarta :
***** luu, gue udh bela-belain bangun ditengah mimpi indah gue. Bukannya janjiin traktiran, apaan kee malah ngejudge gue kaya begini.
Ada apaan siiii cepetan cerita deh mii gue beneran ngantuk nihh.
📞 Hyumi :
Lama-lama gue cape ngadepin sikap asdi saaa. Dia tuh beda banget ga kaya dulu waktu dia baru dapetin gue.
Dia yang rela berkorban perasaan nya demi gue. Dia yang rela di bentak gue kapanpun itu, dia yang selalu ngeluangin waktunya cuma buat ngabarinn gue tuh udah bener-bener berubah saa , dia sekarang jadi lebih cuek dan gapeduli sama gue, terus tiap gue marah dia suka balik marah, dan sampe-sampe dia bisa online di sosmed nya tanpa ngabarin gue , malah insta story nya udah gapernah ekspor tentang gue saaaaa....
📞 Sakarta
Yaampun miii gue kira lu mau ngomong apaan *****.
Gini yaaa dari pada lu bacot panjang lebar sama gue. Kenapa lu ga tanya langsung aja sama si asdi itu.
📞 Hyumi
Iya juga yah, yaudah dehh kalo gitu gue mau mikirin dulu cara nanya sama asdi dan nyusun kalimatnyaa.
Makasih sarannya cintahhh good bobo bep. Muahh
__ADS_1
📞Sakarta
Najong *****, sana lu ganggu mimpi gue aja.