TUAN PUTRI YANG MENCINTAI KOMANDAN

TUAN PUTRI YANG MENCINTAI KOMANDAN
3. love in telephone


__ADS_3

Disekolah...


" Ayo kekelas "


Ajak asdi pada hyumi yang sedang duduk di mading.


"Emmm,,, duluan aja deh, kayanya aku mau nungguinn yang lain."


"Yaudah deh, aku duluan kekelas gapapa kan?!."


"Iyah gapapa"


Gue kira mau nungguin gue...


Lirihnya di dalam hati.


Tiditrrrr...


(Anggep aja suara klakson).


"Lama banget si lu pada."


Dengan raut kesalnya hyumi menyambut kedatangan kedua temannya yaitu nila dan disa.


" Ya maaf ,lu salahin aja nih si disa lama banget nyampe rumah gue nyaa"


Elak nila yang menyalahkan disa.


Nila dan disa memang selalu pergi ke mana-mana berdua, selain jarak rumah mereka searah nila memang orang yang kurang berani kemana-mana sendirian.


" Yaudah siii yang penting kan udah nyampe, terus belum bel lagi. "


Bela disa pada diri nya sendiri.


"Yaudah yu kekelas."


Ajak nila.


"Ehh ntaraaannn si isti tadi chat gue katanya suruh tungguin di mading. "


Cegah hyumi sebelum nila dan disa melangkah menuju lapangan.


Plakk.


Suara tepukan yang lumayan keras pada pundak hyumi dari arah belakang.


"Anjrit sakit ****." Pekik hyumi sambil mengelus pundaknya yang sedikit nyeri.


"Maap broo"


Seru isti dengan cengirannya sambil mengangkat tangannya dan memunculkan jari telunjuk dan jari tengahnya berbentuk huruf "V"


"Eeehhh. Yaudah lah kekelas yu ntar telat lagi, bisa-bisa jadi bahan gosipan lagi kita."


Sergah disa sebelum terjadinya perang mulut antara isti dan hyumi.


Tetttttt.....tettttt.....


Bel masuk berbunyi.


"Satu...dua...tiga...lariiii....."


Komando hyumi kepada isti, disa, dan nila.


Dikelas..


" untung aja kita gak telat."


Seru hyumi dengan nafas nya yang ngosh ngosh an.


" Eh mi si sarkata gaakan sekolah?"


Tanya disa yang baru sadar kalo bangku sebelah kiri hyumi kosong.


"Oh iyah kok dia belum ngabarin gue ya, bentar gue chat dulu."


***


๐Ÿ—จHyumi :


Saa lu ga sekolah??


๐Ÿ—จSakarta :


Iya mii , ijinin yaa


***


"Assalamualaikum anak-anak"


Sapa salah satu guru komputer itu.


"Waalaikumsalam buu" jawab anak-anak serempak.


***


Tetttt......tetttt.......


Bell istirahat bunyi.


"Kantin yu."


Ajak isti.


"Sama gue aja, sambil liat-liat cogan di bawah."


Unjuk disa pada dirinya sendiri dengan nada menggoda.


"Modus lomah."


Jawab nila sambil menoyor pelan kepala disa.


"Lo berdua mau nitip apaan biar ntar gue bawain."


Tanya isti pada nila dan hyumi yang tidak ikut ke kantin.


"Samain aja."


"Gue juga."


"Oke."


***


Drrrtt... Drrrtttt.....


Pesan masuk ke handphone hyumi.


๐Ÿ—จAsdi apdin :


Ga ke kantin?


๐Ÿ—จHyumi :


Nggak.


๐Ÿ—จAsdi apdin :


Ohh yaudah deh, aku duluan kemesjid yah.


*Read.


***

__ADS_1


Bruk.


"Kenapa lu mi?"


Tanya nila yang keheranan yang melihat hyumi tiba-tiba menyembunyikan kepalanya ke kedua tangan yang dia simpan di meja.


"Kesel guaa..."


Jawab hyumi dengan nada merengek.


"Kesel kenapa si."


"Ini loh nill si asdii, padahal gue mau nanya sesuatu,tapi dianya malah ga kesini"


Jelas hyumi .


" Ya kan bisa lewat chat."


"Ah lu mahh, udah tau gue udah jarang banget chatan ama dia."


"Prihatin banget si idup loo."


" Lu tau gaa gue tuh udah bela-belain nyiapin kata-kata buat ngomong sama dia tapi nihil, dianya malah ga nyamperin" jelas hyumi


" duluan ya pakk..."


Pamit asdi pada tukang parkir di smk negri falah.


Dijalan...


Ngomong jangan?!


Ngomong jangan?!


Ngomong jangan?!


Ngomong jangan?!


Ngomong jangan?!


*Anggep aja itu suara hatinya hyumi.


"Hey, ngelamun in apa sih"


Tanya asdi membuyarkan lamunan hyumi.


"Emm g-gapa-pa k-kok."


Jawab hyumi gugup.


"Sini."


Seru asdi menarik tangan hyumi dan melingkarkannya di perut asdi.


"Eh." kaget hyumi karna tiba-tiba kehangatan menjulur di sekujur tubuhnya.


" Jangan ngelamun terus."


Cup.


Tiba-tiba suatu kekenyalan menyentuh punggung tangan kiri hyumi.


Asdi mencium lama punggung tangan kiri hyumi.


"Eh dia nyium gue? Asli nih? Ih ***** gue harus gimna dong?"


Tanya hyumi dalam hatinya.


Hyumi hanya tersenyum memperlihatkan jejeran giginya ke arah spion. Dia menikmati ciuman asdi pada punggung tangan kirinya.


"Rindu rasanya di perlakukan kaya gini."


Lirih hyumi dalam hatinya lagi, karna sama sekali tidak ada keberanian untuk hyumi berbicara langsung pada asdi.


***


Pamit asdi saat mereka sampai di pekarangan rumah hyumi.


"Iyah, hati-hati" jawab hyumi sedikit mengangguk an kepala nya.


Setelah matanya memandang punggung asdi , dan memastikan sudah tidak terlihat.


Hyumi jingkrak-jingkrak kegirangan, dia betul-betul tidak menyangka asdi akan membuat hal yang selama ini ia rindukan.


19.48


"Asdi kemana sih, biasanya langsung ngabarin. masa iyah dia belum nyampe rumah juga."


Gerutu hyumi sambil meremas handphone nya.


Drrrtt....drrrttt.....


( Pemberitahuan pesan masuk di handphone hyumi)


"Nah pasti ini as.."


๐Ÿ—จ123:


PROMO SPESIAL utk kamu! 1GB cuma 2rb buat chat SEHARIAN! Dptkan kuota 1GB utk 1 hari hanya 2rb saja, cukup balas SMS ini dgn ketik: UHUY, sebelum 17/04/20


*Read.


"Anjrit najis ni operator minta di cium kali. Masa iya gue chat duluan, gengsi dong."


๐Ÿ‘คAsdi apdin


Online.


"Nah kan online kannnnn..."


Satu detik...


Dua detik...


Tiga detik....


Lima menit...


๐Ÿ‘คAsdi apdin


Terakhir dilihat satu menit yang lalu.


"Argh sialan."


Gerutu hyumi sangat kesal.


"Gue selingkuh baru tau rasa lu."


Memang dasar hyumi, tidak pernah mau bicara langsung saat sedang ada masalah, apalagi dengan asdi, dia hanya menunggu asdi yang harus peka sendiri.


(ูขx) ุงูŽู„ู„ู‡ู ุงูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒุงูŽู„ู„ู‡ู ุงูŽูƒู’ุจูŽุฑู


(ูขx) ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุงูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูฐู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุงุงู„ู„ู‡ู


(ูขx) ุงูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุงูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู


(ูขx) ุญูŽูŠู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู


(ูขx) ุญูŽูŠู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ููŽู„ุงูŽุญู


(ูกx) ุงูŽู„ู„ู‡ู ุงูŽูƒู’ุจูŽุฑู ุŒุงูŽู„ู„ู‡ู ุงูŽูƒู’ุจูŽุฑู


(ูกx) ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุงุงู„ู„ู‡ู

__ADS_1


"Hyumiiii bangun,,, udah Maghrib pamali loh."


Tangan lembut mamah hyumi mengguncang tubuh hyumi yang akhirnya menyerah untuk bangun.


"Ah... Apasi mahh bentar lagi yahh 1 jam lagi ajaaa...."


Masih dengan suara parau dan mata tertutup hyumi mengangkat jari telunjuk nya.


Tapi tak lama kemudian hyumi membalikkan tubuhnya menghadap sang mamah.


Hemm. Tatapan tajam mamah hyumi membuat nya seperti terkena setrum listrik satu kecamatan.


Tak fikir hyumi berlali ke kamar mandi mencuci mukanya dan tak lupa mengambil wudhu.


~โ€ข~


20.20


Oh, begini rasanya kehilangan dirimu, kekasih


Tak pernah 'ku bayangkan sakitnya akan seperti ini


Kau telah pergi dari hidupku...


....


Setengah dari lagu tak mungkin bersama yang di nyanyikan oleh JUDIKA. Itu menandakan bahwa adanya panggilan WhatsApp di handphone hyumi.


๐Ÿ“žAsdi apdin


Calling....


"Halo."


"Iyah halo."


"Udah makan?"


"Kemana aja kamu baru ngabarin jam segini, apa gunanya punya handphone. Oh iyah lupa prioritas kamu udah bukan aku lagi. HA."


"Udah deh yang, mulai kamumah besar - besarin hal yang spele."


"Sepele? Sepele Kamu bilang?!


Kamu tau ga hal yang kecil bisa jadi besar karna terlalu di sepelekan."


"Iyah iyah maaf ya sayang, tadi aku ketiduran. Jangan marah terus dong. nanti cantiknya ilang."


"Udah permanen."


"Hahahah.... Dasar.."


"............."


"............."


11.30


Disekolah...


"hyumii gue seneng banget tauu"


-sarkata


"Seneng kenapa sih, heboh banget."


-hyumi


"Lu tau kan cowo alumni sekolah kita yang lagi deket sama gue."


-sarkata


" Iyah tau, kenapa emangnya."


Hyumi


"Dia mau beliin bunga buat gue."


"Hah seriusan? Tapi kan dia bukan pacar lu."


Jawab gue antusias.


" Ya makanya gue seneng banget, belum jadi pacar aja sosweet gimna udah jadi pacar yah"


"Beruntung banget si loh saa. Gue aja yang punya pacar gapernah tuh diperlakukan semanis itu."


Jawab hyumi dengan raut wajah sedih.


" Emangnya si asdi ga pernah ngasih bunga ke elo?"


"Engga, boro-boro ngasih bunga, ngasih coklat aja harus di kode-kode in mulu."


***


Perjalanan pulang....


"Emm yang,"-hyumi


"Iyah kenapa." Jawab asdi sedikit menoleh ke jok belakang yang diduduki hyumi.


"Ada yang mau ngasih aku bungan tau "


Terang hyumi pada asdi.


"Siapa"


Tanya asdi acuh.


"Ka dian, alumni sekolah kita yang lagi deket sama sakarta."


"Ohhh.."


"Tadinya dia mau ngasih buat sakarta doang, tapi aku pengen jadinya aku minta di beliin eh malah beneran mau di beliin."


terang hyumi sedikit menyindir.


"Ohh" jawab asdi acuh kembali.


"Ni orang cemburu apa emang **** sih, masa pacarnya mau dikasih bunga ama cowo lain, cuek-cuek aja."


Lirih hyumi dalam hati.


Besok harinya....


"Hyumi ni bunga mawar biru yang lo pesen kemarin."


Kata sakarta sambil menyerahkan setangkai bunga bawar biru pada hyumi.


"Cantiknya.. baru oertama kali gue di kasih bunga mawar biru sama cowok, lo tau ga saa , waktu kecil gue tuh pernah mimpi dikasih bunga mawar biru sama cinta sejati gue,, eh tau-tau nya malah orang yang gak gue kenal yang ngasihnya."


Curhat hyumi pada sakarta.


"Yang sabar bep,,,, siapa tau setelah lo dikasih bunga ini si asdi bakalan mikir buat lebih soswet lagi sama lo."


Kata sakarta sambil mengelus pundak hyumi.


"Boro-boro saa, kemarin gue udh ngomong tapi respon nya cuman OOOOHHHHH riaaa....."


Jawab hyumi dengan wajah kesal.


Tanpa disadari sepasang mata yang dimiliki laki-laki berbadan berisi itu mengamati mereka dan menghampiri mereka..


"Eh mi liat tuh siapa yang dateng"

__ADS_1


Tunjuk sakarta pada laki-laki yang sedang berjalan memasuki kelas hyumi dengan langkah gontainya....


__ADS_2