
Di pagi minggu yang cerah, jl. Cihampelas mereka susuri.
Sepasang kekasih yang bermimpi menjadi pasutri itu terus saling menggenggam tangan di atas kendaraan roda dua.
"Kita mau kemana?." Tanya Hyumi pada Asdi.
"Kamu maunya kemana?." Tanya balik asdi.
"Kamumah gitu, di tanya malah balik nanya." Gerutu Hyumi tak terima.
"Adududududu ngambekan ih sekarang, nanti cantiknya ilang loh." Goda Asdi seraya melirik kaca spion yang menampilkan wajah cemberut Hyumi.
"Ish, orang cantik aku itu permanen tau. Mana bisa ilang coba." Elak Hyumi merasa tak terima.
"Iya iya dehh, kamu cantiknya permanen jadi gaakan ilang gitu." Ujar Asdi mengalah.
"Hm."
"Yang ..." Panggil Asdi.
Namun Hyumi sama sekali tak meresponnya.
"Yaanggg....." Kali ini sedikit penekanan. Namun tetap saja Hyumi tak berkeinginan untuk merespon.
"Hyumi." Oke terakhir. Hyumi benci panggilan itu.
"APA." Sewot Hyumi pendapat kan panggilan itu dari Asdi.
"Dih, sewot gitu. Kenapa sih sayangg.." kata Asdi seraya mengusap lembut punggung tangan Hyumi yang sedang memeluk erat tubuh nya.
Mendapatkan panggilan favorit nya, seketika Hyumi tersenyum kembali.
"Hei, kenapa sayang." Tanya Asdi sekali lagi.
"Enggak." Jawab Hyumi namun kali ini dengan senyum yang di sertai semburat merah di pipinya.
"Dasar." Ejek Asdi seraya menciumi telapak tangan Hyumi.
Sekitar setengah jam perjalanan mereka, sampailah mereka di tempat favorit mereka.
Dimana mereka tertawa bersama, menangis bersama , menyusun masa depan bersama, menceritakan hal yang di alami bersama.
Yah, mereka disini sekarang. Lembang, tepat di patung kuda.
"Yang mau jajan dulu gak?" Tanya Asdi pada Hyumi setelah mematikan mesin motornya.
"Emm, nanti aja pulang nya." Jawab Hyumi seraya menuruni motor.
Namun belum kakinya menginjak tanah, Asdi menahan tangan Hyumi agar tetap mendekapnya erat.
"Mau kemana sih?" Tanya Asdi.
"Mau turun lah, kan kita udah nyampe." Jawab Hyumi.
"Gak boleh, udah di sini aja. Aku masih pengen di peluk kamu." Ujar Asdi dengan nada manjanya.
"Ck, dasar bayi gede kamu yang. Turun ah, pegel kakiku. Kita duduk di bawah aja yu." Kata Hyumi membujuk Asdi yang sedang manja.
"Panas yanggg...." Rengek Asdi.
"Di atas yuk." Pinta Hyumi.
"Yaudah ayok."
Akhirnya mereka berdua duduk di atas tanah yang berada dekat tempat motor Asdi di parkirkan.
__ADS_1
"Yang, kamu sayang gak sama aku?" Tanya Hyumi tiba-tiba.
"Sayang lah.." jawab Asdi mantap.
"Kamu suka kesel gak kalo aku suka marah-marah gak jelas sama kamu?." Tanya Hyumi lagi.
"Ya enggak lah sayang, justru aku tuh suka kalo kamu manja sama aku." Jawab Asdi membuat Hyumi senang.
"Kok gitu sih?." Tanya Hyumi.
"Yaiyalah."
"Yang, kebawah yu." Ajak Asdi tiba-tiba.
"Dih, tadi aja gak mau. Sekarang malah ngajak duluan." Ejek Hyumi.
"Sekarang kan udah teduh sayanggg..." Ujarnya.
" Yaudah ayok." Putus Hyumi.
Asdi turun lebih dulu dari tumpukan tanah itu, berniat ingin membantu Hyumi untuk turun.
Namun, belum sempat Hyumi mrnapak untuk kedua kalinya. Tiba-tiba Hyumi kehilangan keseimbangan dan ...
HAP.
Untung saja Asdi dengan sigap menangkap tubuh Hyumi.
Dan terjadilah adegan klasik saling berpelukan.
"Hati-hati dong sayang." Peringatan dari Asdi.
"Licin tau." Protes Hyumi.
"Ada yang luka gak?" Tanya Asdi khawatir pada Hyumi.
Akhirnya, Asdi dan Hyumi segera pergi menuju tempat yang lebih rendah.
Terik matahari yang belum sepenuhnya tenggelam tak menghalangi mereka untuk duduk berdua, bercanda gurau, saling bertukar cerita.
Tiba-tiba saja hujan deras turun tanpa aba-aba awan mendung.
Dengan cepat Asdi menarik Hyumi untuk segera berteduh.
" Gimana nih yang, ujan nya gede banget lagi." Ujar Hyumi.
"Mau pulang aja?" Tanya Asdi.
Dengan cepat Hyumi menggelengkan kepalanya.
"Terus gimana dong, kalo kamu kehujanan gimana? Tar sakit loh." Kata Asdi memperingati Hyumi.
"Ck, baru juga nyampe udah mau pulang lagi." Gerutu Hyumi.
Sepertinya kali ini Asdi salah langkah, Hyumi terlihat kehilangan Mood nya.
"Yaudah sini deketan berdirinya biar anget." Kata Asdi mencoba mencairkan kembali suasana.
"Gamau." Sewot Hyumi.
"Sayang, jangan bt gitu dong. Katanya mau ketemu, masa udah ketemu kamu nya malah bt gitu." Bujuk Asdi.
"Yaudah, mending kita pake jas hujan aja. Terus balik lagi ketempat yang tadi." Pinta Hyumi.
"Hujan sayang." Sedikit penekanan dari Asdi.
__ADS_1
Namun, si keras kepala Hyumi mana pernah mau menuruti perkataan Asdi.
Dan si penyabar Asdi, selalu saja menuruti apa yang Hyumi mau..
"Kita kan pake jas Hujan." Kata Hyumi mencoba membujuk lagi.
"Yaudah ayok." Putus Asdi.
Yah, terjadilah kekonyolan yang di ciptakan Hyumi.
Asdi dan Hyumi tengah duduk romantis berdua di bawah guyuran hujan memakai jas hujan lengkap.
Ditambah dengan dekapan Asdi kepada Hyumi yang menambah pemandangan romantis mereka.
"Ukhuk ukhuk..." Batuk Hyumi.
"Tuh kan batuk, udah yuk pulang yuk." Ujar Asdi mulai khawatir melihat keadaan Hyumi yang wajahnya mulai memucat.
"Gamau." Elak Hyumi mempererat pelukannya pada Asdi.
Asdi yang selalu menuruti apa yang Hyumi inginkan, hanya menambah erat dekapannya. Mencoba memberikan kehangatan kepada Hyumi agar tidak kedinginan.
Dibalik kekhawatiran Asdi, Hyumi mencampurkan tetesan air hujan dengan air matanya.
Entah apa yang membuatnya begitu terharu dengan adegan ini.
' Tuhan, terimakasih telah menghadirkan laki-laki seperti dirinya. Laki-laki yang membuat ku yakin, bahwa tak semua laki-laki itu sama. Dia berbeda Tuhan, dia mampu membuat ku merasa menjadi wanita yang paling beruntung karena memiliki laki-laki sesempurna dirinya. Aku mohon padamu, jika bukan namanya yang kau tulis di takdir lauhil mahfudz ku, maka mulai saat ini tulislah namanya di takdir lauhil mahfudz ku.'
Lirih Hyumi dalam hati.
Hyumi tidak pernah mau terlihat lemah di hadapan Asdi. Dia hanya ingin Asdi tau, bahwa hanya bahagia yang Hyumi rasakan saat bersama Asdi.
Merasa aneh dengan Hyumi yang tidak bergerak, Asdi mencoba sedikit mengguncang tubuh Hyumi.
"Sayang, heii. Kamu kenapa?" Tanya Asdi khawatir.
Namun, saat itu hujan berbaik hati membantu sandiwara yang Hyumi lakukan.
"Gak papa, peluk lagi." Ucap Hyumi manja.
Dengan senang hati Asdi kembali memeluk Hyumi.
"Anget yah aku peluk?" Tanya Asdi yang mendapat anggukan kepala dari Hyumi.
Dengan lembut Asdi mengusap punggung kepala Hyumi.
Merasa nyaman, Hyumi juga menelusup kan wajahnya kedalam dada Asdi mencari posisi yang lebih hangat.
Hujan turun semakin deras.
Saat Hyumi hendak membetulkan posisi, tak sengaja Hyumi mendongak kan kepalanya menghadap dagu Asdi.
Ditatap nya wajah Asdi yang terguyur air hujan.
'tampan' ucap Hyumi dalam hati.
Merasa di perhatikan, Asdi menundukkan sedikit kepalanya.
Ternyata, wajah kuning Langsat Hyumi tengah menatapnya.
Ditambah suara hujan dan suasana yang begitulah...
Asdi mendekat kan wajahnya kearah wajah Hyumi.
Begitu pun Hyumi, karena terbawa suasana yang sedikit romantis. Hyumi juga mendekati wajah Asdi.
__ADS_1
Tinggal setengah jengkal lagi jarak wajah mereka, dengan otomatis Hyumi menutup mata nya.
Mencoba merasakan dan memperdalam kehangatan yang di berikan Asdi.