
Seperti hari minggu sebelumnya, asdi dan hyumi menghabiskan waktu liburannya berdua.
Ditempat favorit mereka berdua yang mereka beri nama patung kuda.
"Yang." Panggil asdi seraya mengusap kepala hyumi sayang.
"Hmm." Sahut hyumi singkat.
"Aku mau casual boleh gak?" Ujar asdi yang mendapat dongkakan kepala hyumi dengan cepat.
"Dimana?"
"Di DDP deket rumah kok."
Seketika raut wajah hyumi berubah, bahkan posisi menyendernyapun dia rubah menjadi duduk tegap.
Asdi yang mengerti dengan perubahan sikap hyumi merangkul pundak hyumi dan memeluknya erat.
"Aku kerja juga buat kamu sayang, biar kalo kita main gak susah kemana-mana, kamu mau kemana aja aku ikutin langsung gak harus nunggu lama karena ngumpulin uangnya." Tutur asdi ingin membuat hyumi paham.
"Emang kapan mulai kerjanya?." Tanya hyumi dengan suara parau hampir menangis.
Asdi tersenyum melihat tingkah hyumi yang seperti anak kecil itu.
"Kayanya beres ujian nanti."
"Terus liburannya kita gak bisa ketemu dong kalo kamu sibuk kerja." Ketus hyumi dengan ekspresi cemberut.
Sakit gemasnya, asdi menggigit puncak hidung hyumi.
"Ish sakit tau." Pekik hyumi menggosok-gosok puncak hidungnya yang mulai memerah.
"Maaf sayang abis kamu lucu banget, tapi walaupun nanti liburan kita ga main, aku janji. Malam taun baru nanti aku bayar waktu liburannya, gimana?" Tawar asdi.
"Janji ya?"
"Iya sayang aku janji " mantap asdi.
"Makasih ya sayang kamu udah mau ngerti sama keadaan aku " ungkap asdi.
"Iyah, asal kamu selalu tepatin janji kamu dan gak TP TP sama cewek-cewek disana."
"Iya sayang janji gaakan,."
"Kalo ada cewe yang deketin kamu disana gimana?"
"Aku bilang aja, kalo aku udah punya cewek." Tegas asdi.
Hyumi tersipu dengan perkataan asdi.
"Yaudah kita pulang yuk udah sore."
Ajak asdi.
"Yuk."
Belum seperempat jalan motor asdi melaju, tiba tiba ide jahil muncul dalam fikiran asdi.
"Sayang." Panggil asdi sedikit berteriak agar suaranya terdengar oleh hyumi.
__ADS_1
"Apaan."
"Kemarin aku anterin cewek loh." Ujar asdi membuat hyumi melepaskan pelukannya.
" Siapa." Ketus hyumi mulai terpancing emosinya.
"Adadeh." Usil asdi.
" Ck."
Asdi menahan tawanya yang akan pecah melihat ekspresi cemberut hyumi dengan pipi yang mulai memerah menahan amarah.
Asdi yakin kini pikiran hyumi sudah menyebar kemana-mana.
" Mau tau gak siapa yang aku anter dan bonceng pake motor ini?." Tanya asdi yang sudah tidak kuat menahan tawanya.
"Siapa?" Ketus hyumi namun tetap dengan kekepoannya.
"Mamah aku." Enteng asdi membuat hyumi memukul lengan asdi kesal karena merasa tertipu.
Sementara asdi yang puas melihat ekspresi wanitanya itu hanya tertawa terpingkal-pingkal.
"Cie cemburu cieee....." Goda asdi.
"Apaan si, siapa juga yang cemburu. Geer banget jadi orang."
"Yaudah kalo gak cemburu, berarti nanti kalo aku bonceng cewek lain gak masalah ya??" Goda asdi kembali.
"Ihhhhh gak gak gak gakkk, pokonya gal boleh ada cewek manapun yang boleh duduk di boncengan kamu selain aku, mamah kamu tanpa seijin aku . Titik."
Celoteh hyumi seperti laju kereta api.
Asdi tampak senang melihat kekasih nya tersenyum bahagia karena nya.
Asdi berharap senyuman hyumi akan selalu untuknya dan karena nya.
Diperjalanan, Asdi tak henti-hentinya memberikan gombalan andalannya pada Hyumi.
Membuat Hyumi kadang tersenyum, cemberut, marah dan lain-lain.
Namun tentunya, hari itu.
Para pejalan kaki dipinggir jalan, pedagang kaki lima, pengunjung hotel yang menongkrong di jendela nya, menjadi saksi kegilaan dan kebahagiaan mereka.
Sampai-sampai tak terasa mereka sudah menempuh perjalanan selama setengah jam dan kini Asdi tengah memarkirkan motornya di parkiran rumah Hyumi.
Saat Asdi mematikan mesin motornya, ternyata Hyumi tertidur.
Karena tidak tega membangunkan Hyumi, Asdi menggenggam tangan Hyumi yang memeluknya agar Hyumi tidak terjatuh.
Sekitar beberapa menit, Hyumi terbangun dan menyadari bahwa dirinya sudah sampai.
"Asdi udah nyampe?" Tanya hyumi dengan suara khas bangun tidurnya.
"Kita udah nyampe sekitar 15 menit yang lalu sayang." Jawab Asdi santai.
"HAH?" Beo hyumi.
" Kenapa?" Tanya asdi keheranan.
__ADS_1
"Kamu tuh, bukannya bangunin ih, kan aku malu tidur diliatin kamu." Grutu hyumi dengan tampang imutnya.
"Kenapa harus malu sih, jadikan aku tau kalo kamu tidur suka ngiler." Ujar asdi mengerjai hyumi.
"Hah kamu serius." Oceh hyumi seraya mengusap bibir dan dagunya takut jika apa yang di katakan asdi itu benar, walau kenyataan nya hyumi tidak pernah ileran saat tertidur.
Sementara asdi sudah ngakak dibuatnya, ternyata dia tidak menyangka kalau hyumi terkena jebakan jahilnya. Padahal asdi sangat tau kalau hyumi tidak pernah ileran saat tidur.
Dia tau karena hyumi dan asdi sering video call sampai hyumi tertidur.
"Kok kamu ketawa sih." Ketus hyumi.
"Kamu tuh yang lucu, emang sejak kapan kamu tidurnya ileran hem?" Goda asdi mencubit gemas pipi hyumi.
"Ish, jadi kamu ngerjain aku ya" kesal hyumi dengan muka yang tambah menggemaskan.
"Sekali-sekali dong aku jailin kamu." Sahut asdi.
"Ish dasar, udah ah aku mau pulang."
"Yaudah sana pulang, tapi harus senyum dulu dong biar keliatan cantiknya. Kalo kamu cemberut gitu nanti cantiknya ilang loh sayang." Goda asdi lagi.
" Kamu lupa yah kalo cantiknya aku itu permanen gaakan pernah ilang." Elak hyumi tak terima dengan perkataan asdi.
"Iyaiyaaa pacarku ini kan cewek yang paling caaaantik sedunia." Puji asdi membuat pipi hyumi merona.
"Yaudah sana pulang, cuci mukanya biar gak kemerahan gitu." Goda asdi membuat hyumi tambah merona dibuatnya.
"Emm yaudah aku pulang, daah." Pamit hyumi berbalik.
Namun baru beberapa langkah hyumi membalikkan kembali tubuh nya dan kembali menghampiri asdi.
Asdi yang keheranan pun hanya mengerutkan alisnya.
" Kenapa balik lagi sayang?" Tanya asdi.
" Ada yang ketinggalan." Ucap hyumi.
"Apa?" Tanya asdi penasaran.
Bukannya menjawab pertanyaan asdi, hyumi malah berjalan mendekati asdi.
Setelah jarak mereka sudah dekat, asdi kembali dibuat keheranan karena hyumi malah celingukan kanan kiri.
"Kamu ken..."
CUP.
ternyata celingukan hyumi mencari situasi aman untuk memberikan kecupan di pipi asdi.
Asdi yang di perlakukan seperti itu hanya tersenyum.
Karena tidak biasanya hyumi terlebih dahulu menciumnya sebelum asdi meminta.
Setelah mencium pipi asdi, hyumi berlari menutupi rasa gugupnya.
Asdi geleng-geleng kepala melihat tingkah wanitanya yang kekanak-kanakan namun selalu membuat asdi berhasil merasakan kerinduan.
Asdi memutar motornya dan segera pergi dari halaman parkiran rumah hyumi dengan perasaan yang girang luar biasa.
__ADS_1
Itulah mereka, selalu bertengkar mengenai hal sepele. Tapi juga selalu bersama dan bahagia karena hal sepele.