TUMBAL TERAKHIR (JELANGKUNG)

TUMBAL TERAKHIR (JELANGKUNG)
PART 03


__ADS_3

El dan bli Made sudah berada di lantai bawah dan mereka memutuskan untuk berpencar mencari kaca bagian mana yang pecah, karna hampir sekeliling rumah ini banyak kacanya yang berbentuk seperti jendela tapi sebenarnya tidak, mungkin fungsinya sebagai jalan agar sinar matahari bisa masuk ke dalam rumah dengan leluasa dan pastinya akan menghemat penggunaan listrik di siang hari, bahkan saat malam haripun sinar bulan memungkinkan untuk masuk.


El dan bli Made sudah berkeliling di lantai bawah tapi mereka tidak menemukan adanya kaca atau jendela yang pecah, karna tidak menemukan apa yang mereka cari keduanya memutuskan untuk bertemu di titik awal yaitu dekat tangga rumah.


"Gimana Bli? ada jendela yang pecah?" El langsung bertanya saat melihat kehadiran Bli Made.


"Tidak ada tuan" Bli Made mengatakan apa yang dia lihat.


"Saya juga tidak menemukan adanya kaca jendela yang pecah" El mengatakan apa yang dia lihat.


Made mengusap bagian belakang kepalanya, tiba-tiba dia merasa bulu di tengkuknya berdiri.


"Lalu gimana tuan? apa masih mau melanjutkan melihat-lihat rumah ini?" Made menanyakan keinginan lelaki yang bernama El ini yang ingin melihat-lihat rumah majikannya.


"Saya dapat informasi dari tuan Marco kalau rumah ini ada baseman nya? bener?" El memyampaikan info yang dia dapat dari sang pemilik rumah.


"Oo iya benar tuan, memang rumah ini ada baseman nya, mari saya antar tuan" Made mempersilakan El untuk mengikutinya.


Keduanya berjalan menuju sebuah pintu yang berada di dekat tangga atau tepatnya berada di bagian bawah, Made membuka pintu tersebut dan terdapat sebuah tangga yang lumayan panjang menuju ke bawah, El dan Made berjalan menuruni tangga tersebut secara perlahan karna penerangan Di tangga tersebut seperti nya mati saat tadi Made ingin menyalakannya dan hanya ada penerangan dari sudut lain dari ruangan baseman tersebut, kedua sampai di baseman dan El melihat baseman tersebut lumayan luas sepertinya luasnya hampir setengah dari luas rumah ini dan El bisa melihat kalau pintu utama baseman ini ada di ujung sebelah kanannya yang berarti pintu utama baseman ini ada di bagian samping rumah ini.


"Itu mobil tuan Marco Bli?" El menunjuk ke arah benda yang di tutupi dengan cover mobil dan sepertinya ada tiga mobil di sana.

__ADS_1


"Betul tuan,itu mobil tuan Marco, enggak tau juga kenapa di tinggal, padahal tuan Marco sendiri tidak pernah ke sini selama saya mulai bekerja di sini, tapi paman selalu meminta saya tetap merawat mobil-mobil itu, baik body mobil juga mesinnya, mobil-mobil itu selalu di panaskan tuan, dan olinya juga tetap di ganti walau hampir ga pernah di pakai" Bli Made menjawab dengan detail.


El sebenarnya merasa tertarik untuk melihat mobil-mobil yang pastinya umurnya lebih tua dari dirinya, tapi dia merasa tidak sopan jika dia melakukan hal itu, karna tujuannya ke rumah hanya untuk melihat keadaan rumah dan tidak ada pembicaraan tentang mobil di dalamnya, walau dia pecinta otomotif dan sangat tertarik dengan mobil-mobil antik yang berusia seumuran dengan dirinya atau bahkan lebih.


"Luas juga baseman nya Bli" El terlihat memandang ke seluruh penjuru baseman dan terlihat kalau baseman ini bisa menampung lebih dari limapuluh mobil, karna luas rumah ini saja lebih dari limaratus meter persegi, dan luas tanahnya sendiri lebih dari seribu meter, karna memang untuk halamannya sendiri sangat luas, belum di bagian belakang rumah yang katanya ada kolam renang dengan pemandangan langsung mengahdap laut.


"Sebenarnya ini hanya setengahnya tuan" Made berujar dan itu membuat El memandang serius ke arah Bli Made.


"Maksudnya hanya setengah gimana Bli?" El menjadi tertarik dengan perkataan Bli Made.


"Kata paman saya, saat pembangunannya luas baseman ini sama dengan luas rumah, tapi setengah dari baseman ini berada di bawah kamar utama, tapi saya belum pernah masuk ke sana karna yang bertugas membersihkan kamar utama adalah paman saya" Made mengatakan yang dia tau, karna menurut dia sebagai calon pembeli lelaki di depannya ini berhak tau atas apa-apa yang ada di rumah ini.


"Sebenarnya tadi saya mau bilang tapi karna ada suara kaca pecah tadi saya jadi lupa , kita tidak bisa juga masuk ke baseman yang ada di bawah kamar utama karna semua kunci yang penting-penting itu di pegang paman saya, jadi kalau tuan mau melihat secara keseluruhan, tuan harus bertemu dengan paman saya dan itu masih sekitar dua mingguan lagi, karna paman saya baru pergi ke Kalimantan ke kampung istrinya" Bli Made memberitaukan.


"Ya sudah kalau begitu, saya mau melihat bagian belakang rumah ini Bli bisa?" El merasa sudah cukup untuk melihat baseman ini, tidak ada yang bisa di explore hanya ada mobil tua yang juga tidak bisa dirinya explore, jadi lebih baik dia melihat bagian lain saja dari rumah ini.


"Baik tuan, silakan" Bli Made mempersilakan El untuk berjalan lebih dulu naik ke tangga di ikuti oleh dirinya Dan kembali naik menuju ke dalam rumah, sampai di dalam rumah Bli Made memandu El menuju bagian belakang rumah.


El melihat bagian belakang ternyata juga sangat luas, El berjalan menyusuri halaman belakang yang terdapat sebuah kolam renang yang luas tanpa pembatas apapun karna di kolam renang ini memang terdapat lautan lepas, hanya ada susunan batu sugai, mungkin sebagai pembatas kepemilikan tanah, El juga melihat ada beberapa pohon buah-buahan di sisi lain halaman belakang ini, dan terlihat ada sebagian yang sedang berbuah.


"Bli, apa semua buah-buahan ini Bli yang nanam atau??" El ingin tau siapa yang menanam semua ini.

__ADS_1


"Kata paman saya, semua Bunga pohon-pohon, itu yang nanam istri tuan Marco, dan karna sudah di tanam hampir duapuluh tahun jadi pohon-pohon nya sudah pada besar dan berbuah" Bli Made menjelaskan tentang pohon-pohon yang ada.


El merasa cukup puas dengan rumah milik tuan Marco ini menurutnya sepadan dengan harga yang di tawarkan, bahkan bisa di bilang murah, karna kalau di luar negeri rumah dengan view seperti ini harganya bisa ratusan millliar bahkan trilliunan.


******


"Oke Bli terimakasih sudah memperlihatkan semua sudut rumah ini, nanti saya akan menghubungi tuan Marco untuk selanjutnya" El menjabat tangan Bli Made sebagai ucapan terima kasih saat mereka sudah tiba di depan pintu utama.


"Sama-sama tuan, sudah kewajiban saya untuk melakukan itu karna itu sudah tugas saya" Bli Made menerima jabatan tangan dari El.


"Kalau begitu saya permisi Bli, sekali lagi terima kasih, dan ini sebagai ucapan terima kasih saya" El memberikan beberapa lembar uang yang baru dia ambil dari dalam kantong celananya.


"Tidak usah tuan, ini sudah tugas saya" Bli Made menolak pemberian El karna memang apa yang dia lakukan sudah menjadi tanggung jawab nya.


"Ambil saja Bli, justru saya tersinggung kalau Bli menolak pemberian saya" El tetap memaksa memberikan uang tersebut langsung ke dalam tangan Bli Made.


"Baiklah kalau tuan memaksa, saya berterima kasih untuk pemberian nya, dan kalau memang tuan berjodoh dengan rumah ini semoga rumah ini menjadi berkah untuk tuan" Bli Made menerima pemberian El untuk dirinya.


"Saya permisi Bli, semoga kita bertemu lagi" El berjalan ke arah mobilnya dan membuka pintu mobil kemudian masuk ke dalam, El menyalakan mesin mobilnya dan menekan klakson sebagai tanda pamit ke Bli Made dan bli Made membungkukkan sedikit badannya dan terus melihat ke arah mobil yang di kemudikan El hingga menghilang di luasnya halaman depan rumah majikannya.


TBC: semoga saya bisa up terus untuk cerita selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2