
Ketika aku Starla. Dijuluki sebagai. *Twilight killer* karena aku adalah pembunuh senja yang kesepian. Dan kejam.
Semua berawal dari dulu. Ketika aku baru berusia 12 tahun. Tapi dunia memaksaku dewasa sebelum waktu nya. Ketika dunia menghancurkan hidup ku. Lebih tepat nya keluarga ku.
3 tahun yang lalu.
"Hei Starla! ayo kesini!" Teriak bunda. "Iya bunda ada apa?" Tanya ku yang saat itu masih bingung. "Bunda ingin bercerai dengan ayah mu !" Bentak bunda pada saat itu. "Ya! Aku sudah kesal dengan sikap ibu mu!" Ayah juga ikut membentak. Dan pada saat itu aku hanya bisa menangis sedih dan bingung. "Lalu kau bawa anak mu!" Bunda berteriak marah. "Enak saja kalau kamu gak mau bawa minimal langsung buang aja dong!" Perkataan ayah yang saat itu telah menggoreskan luka pada hati ku.
Dan tak usah di jelaskan lagi aku terbuang setelah bunda dan ayah ku pada saat itu bercerai. Aku hanya bisa menangis sedih dan lapar kedinginan. Mengira aku akan segera mati. Hingga aku melihat itu. Melihat seseorang yang sedang membunuh. Aku melihat nya dalam diam tapi, aku langsung Tercengang.
"Apakah kau tadi membunuh?" Aku yang saat itu sedang bertanya dengan polos Nya. Tak menyadari jika saat itu aku bisa saja terbunuh.
"Iya tadi aku membunuh. Tapi, apakah kau tidak takut?" Dia yang saat itu mengelus rambut ku dengan tangan nya yang berlumuran darah.
"Tidak! tentu saja tidak. Aku sudah pasrah dengan hidup ku semenjak sebulan yang lalu." Aku meneteskan air mata.
"Lalu apakah kau ingin menjadi murid ku?" Tanya nya dengan penuh harap.
"Apakah aku tidak akan menderita lagi? kelaparan dan kedinginan?" Aku berbinar.
"Tentu saja." Jawab nya.
Dan pada saat itu lah aku mulai belajar. Mula mula aku belajar menggunakan penggaris biasa. Tapi lama kelamaan aku sudah bisa memakai semua senjata. Dari yang tajam hingga yang berat. Jika kalian ingin tahu aku bisa memenggal kepala orang hanya menggunakan penggaris biasa. Keren tidak?
Tapi kalian tenang saja karena aku tidak membunuh orang sembarangan. Aku hanya membunuh para kriminal. Di tugaskan lalu di bayar. Itu lah keseharian ku. Dan jika kalian ingin tahu, aku tetap bersekolah. Hingga....
"Hmmm aku akan melanjutkan sekolah ku dimana ya?" Aku yang saat itu berusia 15 tahun bertanya pada diri sendiri sambil menatap layar handphone ku.
"Ah! disini saja seperti nya ini bagus." Aku berteriak senang saat melihat sebuah sekolah yang sangat megah. Tapi karena ke kurang teliti an ku aku jadi terjebak masalah.
__ADS_1
Saat hari pertama aku masuk sekolah baru ku.
"Hmm kenapa ini sangat sepi ya?" Gumam ku dalam hati. Dan tiba tiba aku baru sadar jika........
Aku menyeret bangku ku ke belakang dan aku pun menduduki nya. Aku lebih memilih bangku belakang yang sangat terpojok.
Dan tiba lah anak pertama di kelas ku. Dia cowok.
Tapi aku hanya diam lebih menurunkan hoddie ku lagi. Karena seperti yang kalian tahu aku pembunuh.
Hanya ada ke senyapan di antara kami. Dia duduk di barisan paling depan.
Dan satu demi satu manusia muncul di sekolah ini. Dari kakak kelas hingga kelas lain. Tidak lupa dengan para teacher.
Tapi sial aku mendapat teman sebangku cowok. Aku tidak sadar jika satu meja itu di pakai untuk dua siswa/murid.
Tapi aneh sekali karena orang orang yang muncul adalah cowok semua! Dan saat mereka tidak sengaja atau pun sengaja melihat ku mereka memandangi ku dengan tatapan aneh.
Teacher pun datang. Dia memberi salam lalu memperkenalkan diri. Itu hal wajar bukan?
Lalu guru itu menyuruh kami satu persatu memperkenalkan diri. dan tiba lah saat aku harus maju ke depan dan memperkenalkan diri ku.
"Hai semua nama ku Starla. Panjang nya Reina Starla Aqila. Semoga kita saling kenal." Aku hanya menunduk saat memperkenalkan diri.
Tapi saat aku ingin duduk aku di tahan oleh teacher itu.
"tunggu bukan kah kamu perempuan tapi kenapa bersekolah di sini?" Tanya guru itu yang membuat ku sadar akan sesuatu.
Sekolah ini adalah sekolah khusus laki laki!
__ADS_1
Betapa bodoh nya aku saat itu yang tak bisa menyadari nya. Aku yang saat itu tengah sangat kesal hanya bisa menjawab.
"Oh maaf saya tidak tahu jika ini sekolah khusus laki laki karena saya tidak melihat nya saat ingin mendaftar. Setelah ini saya akan keluar dari sekolah." Tentu saja masih dengan posisi kepala ku yang menunduk.
"Maaf tapi murid murid di sini tidak bisa mengeluarkan atau pun ke luar dari sekolah ini jika sudah mendaftar." Jawab teacher itu. Aku hampir saja pingsan di buat nya.
"Lalu saya harus bagaimana?" Aku hampir tertawa . Tertawa karena ke bodoh an ku sendiri.
"Beradaptasi lah dengan baik dan coba lah untuk berteman atau pun bergaul." Jawab nya lagi.
Aku pun kembali ke bangku ku dengan melewati tatapan cowok cowok itu pada ku.
"Sial banget sih! mana gak bisa keluar dari sekolah lagi!" Desah ku frustasi.
Tapi jika di pikir pikir lagi kelas ku ini sangat lah sepi. Padahal ada tga puluh anak di kelas ini termasuk aku. Dan aku mencurigai sesuatu. Di sini ada empat anak aneh yang mencurigakan. Dari gerak gerik juga pandangan mereka. Dan juga formasi duduk mereka.
Apakah kalian berpikir normal bagi murid sekolah dengan aturan seragam bebas tapi ada empat orang anak yang berpakaian juga memakai aroma parfum yang sama.
Juga formasi duduk mereka yang sangat absurd. Satu orang adalah orang yang sebangku dengan ku. Dan juga tiga orang lain nya yang duduk tepat di hadapan ku. Memang sih bangku di depan ku itu berjejer tiga tak seperti bangku yang lain dan yang lebih aneh bangku itu terletak hampir di tengah kelas. Jika kelas yang normal pasti akan berada di belakan bukan? jika ada sebuah bangku yang sangat ganjil.
Bukan hanya itu sekolah ini sangat sepi. Bahkan terlalu sepi untuk sebuah sekolah. Aku heran bukan kah biasa nya cowok ya yang paling sering ramai?
Tapi di tengah tengah lamunan ku orang yang sebangku dengan ku bertanya.
"Kamu Starla bukan? kenalkan nama aku Zein." dia mengulur kan tangan nya. Kalau gak salah ingin bersalaman.
"ya." jawab ku singkat sambil tidak bergerak sedikit pun.
"Hei! jangan judes judes dong!" Tiba tiba salah satu orang di depan ku membentak ku.
__ADS_1
"No comment." Jawab ku semakin ketus...