Twilight Killer

Twilight Killer
Ke jahilan


__ADS_3

"Wadidau! kece sekali ide mu!" Puji Pyo.


"Thanks Pyo." Jawab ku.


"Minimal di cium dong!" Goda nya lagi.


"Iya iya nanti aku bawain harimau buat kamu cium." Jawab ku nyengir.


Dan akhir nya aku dan juga Pyo menyusun rencana rencana,informasi,hingga mengumpulkan beberapa hp baru untuk bisa membuat banyak akun.


"Rencana kita di mulai seminggu lagi!" Gumam ku pada Pyo.


"Iya tapi , kamu yakin cuma nge Roasting berdua?" Tanya nya memastikan.


"Oh soal itu tenang saja karena aku sudah ngajak satu orang lagi buat nge Roasting." Jawab ku santai.


"Hacker?" Tanya nya memastikan lagi.


"Ya iya lah!" Balas ku mulai sebal.


Kami tahu tindakan kami sangat sangat absurd. Nge roasting kepala sekolah dan ketua OSIS adalah hal yang bisa saja membuat kami di keluarkan dari sekolah dan bisa saja tidak di terima di sekolah lain. Yah walau pun konsekuensi itu hanya akan di dapat kan jika ketahuan saja. Jadi kami sih Sans Sans aja lah!


"Hmmm aku bingung udah satu setengah Minggu aku sekolah di sini tapi, kayak nya si Ayano gak marah soal ke Matian kakak nya." Kata Pyo heran.


"Gimana mau marah. Dia aja sedang terkapar!" Balas ku sinis.

__ADS_1


"Oh iya ya. Aku lupa! Maka nya bertanya dengan sangat polos Nya." Gumam nya sudah terlanjur malu.


"Iya iya si paling polos!" Jawab ku Ter pasrah pasrah.


yah, kami memang gitu sih. Kadang itu romantis kadang juga meng absurd dan paling sering meng killer.


Its okay karena kami memang sangat cocok ke pribadian nya. Jadi jangan heran entah heran karena apa.


Jangan pernah berpikir jika dia akan hidup dengan ku selama nya.


Atau mungkin, bersama?


Satu hari sebelum ke jahilan di mulai.


"Siap lah!" Jawab Pyo semangat.


"Nama samaran kita apa nih?" Tanya ku lagi.


"Karena kita sudah beli masing masing 25 handphone maka aku punya lima puluh nama samaran. Jadi nama nya adalah Pho,Eni, Rosita, Palapa, religi, dia, Vio, yangyang,sisi,Dion,Lalu yang lain nya absurd aja. Kayak,A sampai Z. Terus huruf yang lain. Lalu kata kata yang di tunjuk kan sama keyboard qwerty." Jawab nya santai.


"Okey." Jawab ku juga.


"Eh eh Pyo. aku mau nya nih. Aku itu suka bingung kok kamu bisa kepikiran buat jadi pbunuh itu ide nya gimana sih?" Aku ber tanya seperti itu karena sifak Pyo yang suka bolak balik gak jelas.


"Aku awal nya ingin jadi pembunuh seketalh melihat rumah hantu." Jawab nya yang membuat ku melongo.

__ADS_1


"Eh memang apa hubungan nya?" Aku sangat meng kepo.


"Ya kan aku banyak lihat di film film kayak teror teror hantu yang buat banyak manusia meninggal. Dan pas aku ke rumah hantu aku banyak melihat hantu hantu yang menusuk nusuk para manusia. Dan di situlah aku mulai bertekad menjadi killer profesional seperti para hantu itu." Jelas nya dengan sangat ambigu.


ohhh." Jawab ku pendek.


Ada satu lagu favorit ku. Di dalam nya ada sebuah kata kata yang sangat ku sukai. Yaitu.


"Manusia memang hidup. Tapi belum tentu hati nya juga hidup."


Awal nya aku taku dengan lagu itu. Bayangkan saja. Dan tahu kah kalian. Jika maksud sebenar nya dari lagu itu adalah.


"Semua manusia itu hidup. Tapi tak semua manusia sama seperti mu."


Arti yang indah bukan? Dan kiasan yang menakutkan bukan?


Hidup memang penuh teka teki. Tapi kehidupan membantu menjawab nya.


Semua itu tinggal hati dan rasa. Semua itu tinggal niat dan juga kepercayaan. Dan semua itu tinggal bagaimana kamu melakukan nya.


~Starla~ {•~•}~Starla~{•~•}


Aku punya sebuah rahasia kecil. Kecil sekali. Hingga jika di buka atau pun di ungkapkan akan sangat memalukan. Yaitu.. Aku suka menulis di buku harian. Aku suka diary. Membaca,dan juga menulis!


stttt

__ADS_1


__ADS_2