Twilight Killer

Twilight Killer
Penyesalan


__ADS_3

"Kau ini memang gak punya malu!" Teriak orang itu yang tak lain adalah mantan ayah ku.


"Memang anda dan saya ada hubungan apa lagi ya?" Tanya ku cuek.


"Dasar anak kurang ajar!" Dan dia ingin menampar ku tapi ku tahan.


"Apa yang anda ingin runding kan dengan saya? Jika alasan anda masuk akal saya tidak akan membunuhmu!" Jawab ku sadis.


Akhir nya dia tenang dan berbicara.


"Kenapa kamu berani sekali menusuk perut anak ku Ayano!" Bentak nya marah. Tapi aku hanya sedikit terkejut.


"Ohh jadi setelah anda bercerai dengan mantan ibu saya anda langsung menikahi seorang janda ya?" Jawab ku sinis.


Dan respon nya di luar nalar. Dia hanya tertawa kecil.


"Yah, dan aku lebih bahagia setelah cerai dengan mantan ibu mu. Aku tak menyangka kamu akan bisa hidup selam ini. Bahkan aku sangat terkejut kamu mendapat kan gelar sebagai twilight killer." Keluh nya kesal.


"Ohh. Jadi begitu." Jawab ku singkat.


"Huh! Anak kurang ajar! Kamu mati baru tahu rasa!" Setelah dia mengucap kan kata kata itu muncul lima orang bertubuh kekar dari belakang nya. Kalau perkiraan ku benar dia ingin menyergap ku.


Tapi, pikiran nya terlalu dangkal. Dia tidak berpikir apa! bagai mana usaha ku hingga mendapat julukan twilight killer?


Dan aku hanya menarik nafas lalu aku menjadikan punggung Pyo sebagai pijakan dan dalam tebasan huruf T aku menjadikan satu orang itu terbelah menjadi dua bagian dan empat orang lain nya terpenggal kepala nya.


"Cih! Mudah banget sih di penggal!" Sindir ku sambil mengelap penggaris ke sayangan ku yang terkena darah.


"Bagai mana kamu bisa membelah mereka!" Tanya orang itu panik.


"Dengan dendam dan berlatih, Ayah!" Bisik ku sambil meninggalkan nya ternganga sendirian.


Dan akhir nya seluruh siswa di sekolah tahu jika aku lah si Twilight killer...


"Wah makin terkenal ya kamu?" Tanya Pyo ngelantur.


"Wah iya dong! Cupu cupu kece gitu lhoh!" Balas ku bangga.


"Iya iya. Tapi kamu gak cupu lhoh." Tawa nya.


"Kan di mata mu bukan di mata orang lain." Aku berusaha tetap kece.


"Memang di mata orang lain kamu kayak ngapa?" Dia bertanya penasaran.


"Di mata orang lain aku itu cupu gak berprestasi bahkan mantan sahabat ku dulu suka merendahkan aku dan membanggakan diri nya sendiri terus." Jawab ku lesu.


"Tragis ya?" Dia mulai bersimpati.


"Lebih tragis an dia yang ku potong tubuh nya jadi dua belas potongan." Jawab ku bangga.

__ADS_1


"Semoga aku nggak menjadi salah satu nya." Dia bergidik ngeri.


"Kenapa aku berharap kamu menjadi salah satu nya ya?" Aku bercanda.


"Nanti aku cium kamu." Dia mengatakan sebuah kata kata yang terlalu menjijikkan buat aku dengar.


"Aku Jitak kamu!" Aku pun ber lari lari mengejar nya yang kabur.


Tapi sial yang di timpuk sial. Aku malah tertabrak kereta. Canda.... maksud ku tertabrak Zein.


"Eh sorry?" Aku berkata itu sebelum aku mengetahui jika orang itu adalah Zein.


"Cih! seorang pembunuh minta maaf! Pembunuh gadungan kah kau?" Tanya nya dengan penuh amarah.


"Kalau nggak?" Aku pun melanjut kan kegiatan mengajar Pyo ku.


"Sial banget sih hari ini!" Caci ku dalam hati.


"Ehem ehem." Goda Pyo.


"Gak usah banyak goda kau!" Sindir ku balik.


"Gak di goda gak seru lah!!!" Melas nya.


"Hmmmm.hmmmm.hmmmmm.hmmmmm." Jawab ku Ter singkat singkat.


"Iya iya maaf ya?" Dia tambah me melas.


"Mau nya jadi singa..." Keluh nya manja.


"Lama lama ku buang kau ke black hole!" Balas ku kesal.


"Kenapa gak ke hati mu?" Tanya nya genit.


"Naksir yak?" Kata ku me ledek.


"Iww! tapi,,,," Dia berkata penuh teka teki.


"Tapi kamu bukan yang terbaik untuk ku?" Aku mencoba melanjut kan.


"Ku kira yang sebalik nya." Kata nya polos polos saja.


"Yang sebalik nya ku potong kau jadi dua puluh empat bagian!" Jawab ku dengan nada yang sangat lah tragis.


"Ter tragis tragis ya nanti mati ku." Canda nya.


"Iya iya si paling mati aesthethik!" Tawa ku.


kami hanya bercanda dan me maki. Yah saling me maki antar manusia itu normal kan?

__ADS_1


Nah buat kalian yang pengen kenal lebih dekat sama Pyo sini aku jelasin.


Jadi si Pyo ini nama asli nya Pho. Dan nama panjang adalah Phoenix Xavier. Bisa di panggil juga dengan nama Xavier atau pun Vi atau pun Vie.


nah dia adalah anak pertama dari 3 bersaudara.


Adik pertama nya nama nya Mari. dan nama panjang nya Pyonari Chard. Dia berumur 14 tahun.


Adik ke dua nya nama nya Icha. na panjang nya Reina Isa. Dia berumur 12 tahun.


Nama keluarga mereka sangat bagus aku sampai iri!


Dan unik nya semua anggota keluarga Pyo adalah seseorang yang sangat bertolak belakang sifat nya. Antara satu orang dan satu orang yang lain.


Pyo yang bekerja sebagai pembunuh bayaran. Adik nya Nari yang bekerja sebagai dokter bedah. Lalu Icha yang bekerja sebagai tentara yang suka menggoda. ayah nya yang bekerja sebagai presiden negara mereka. Lalu ibu nya yang bekerja sebagai petani.


Sangat, Sangat,sangat,sangat,sangat awikwok bukan???


Jangan ketawa. Mereka adalah keluarga yang sangat kece!


chuaksss!!!!!!!!


.


"Bengong Mulu kayak sapi kau!" Gertak Pyo.


"Emang kayak kamu hah! Dasar kebo!" Ledek ku balik.


"Kebo kebo cute kan?" Pernyataan nya yang sangat sangat sangat terlalu haqiqi!


"Ew! cute an tapir tahu dari pada kamu!" Kata ku jijik.


"Iya iya Kem baran nya tapir!" Ledek nya tak mau kalah.


"Eh eh eh! Nge Roasting orang yuk!" Ajak ku santai.


"Di fiksi apa reality?" Pertanyaan yang bagus pun akhir nya keluar dari mulut dan juga diri Pyo.


"Tumben nyambung?" Puji ku.


"Pujian apa ledekan sih? Kalau pujian kenapa terasa sangat menyakit kan dan menusuk jiwa suci ini?" Rintih nya. Dia mulai sok sok an yangbpaling menderita.


"Apaan sih! Gak jelas!" Akhir nya aku meledek nya.


Tapi boleh juga sih... Nge Roasting di reality aja yuk?" Ajak ku mulai fokus pada topik.


"Nge Roasting dih ya nge roasting! tapi seru nya dan menantang nya nge Roasting siapa atuhhh!!!!" Keluh nya mulai sebal dengan ide nya.


"Hmm kalau begitu aku sih punya ide. tapiii ide nya agak sedikit awikwok dan sanga sangat terlalu haqiqi." Canda ku.

__ADS_1


"Emang kamu ke pikiran nge roasting siapa?" tanya nya penasaran.


"Kepala sekolah dan juga ketua OSIS." Jawab ku sambil nyengir sangat sangat sangat terlalu lebar.


__ADS_2