
Setelah beberapa menit termenung, Azka memutuskan untuk bangkit memperhatikan tempatnya berada
Ruangan luas yang terdapat sebuah bathup dan wastafel
Azka berjalan ke arah wastafel lalu membasuh wajahnya dengan air, ia melihat ke cermin yang tepasang di depanya
Ntah halusinasi atau bukan, Azka melihat Hesa berada dibelakangnya membuat Azka reflek berbalik namun ternyata kosong
"k-kak"
Azka kembali berbalik ke cermin, Hesa masih disana sembari tersenyum
"kak Hesa"
Namun saat berbalik tetap kosong
Azka teringat, mungkin efek obat itu sudah mulai bekerja
"AAAAAA"
Ia berteriak untuk mengutarakan rasa kalutnya
~
Jio terbangun di depan sebuah meja makan, ia melihat garpu yang tergeletak lalu mengambilnya untuk berjaga jaga
Saat sedang berjalan mencari yang lain, terdengar suara seseorang terisak
Drap drap drap
"s-siapa"
Jio melihat pintu di depanya, ia yakin suara isakan itu asalnya dari dalam ruangan ini
Krietttt
Perlahan Jio membuka pintu ruangan tersebut dan menemukan Setta memeluk lututnya sendiri ketakutan dengan wajah yang lebam karna riasan, upsst
"Setta"
"kak Jio"
Jio langsung menghampiri Setta, duduk disebelahnya memperhatikan wajah si teman khawatir
"loe kenapa Setta"ucap Jio
"g-gak, gue gak apa2"ucap Setta
"jangan bohong, loe babak belur gini"ucap Jio
"biarin aja, yang penting gue masih hidup"ucap Setta
"gak bisa gitu dong Setta, loe jujur sama gue siapa yang ngelakuin ini sama loe, apa orang2 yang udah nyulik kita kesini"ucap Jio
"b-bukan, kalo iya pasti mereka udah lukain loe juga"ucap Setta
"terus siapa"ucap Jio
Setta diam padahal Jio sudah penasaran menunggu jawaban darinya
"hei, kenapa loe malah diem"ucap Jio
"....."
"ayolah jujur aja sama gue"
"...."
"gue janji gak bakal cepu"
"bukan masalah itu, gue cuma gak mau ada keributan diantara kita"ucap Setta
"pelakunya salah satu diantara kita"ucap Jio
Setta kembali diam
"gak perlu takut, lebih baik jujur daripada loe luka terus kaya gini"ucap Jio sambil mengusap bahu Setta lembut
Mendengar itu Setta jadi menangis lagi, ohokk(maap gengs keselek tronton)
__ADS_1
"sebenernya selama ini kak Azka sering mukulin gue tanpa alasan, dia bully gue dibelakang kalian"ucap Setta
Jio langsung mengepalkan tanganya menahan amarah
"gue sama sekali gak maksud ngejelekin kak Azka, tapi kayanya sekarang gue gak bisa nahan lagi hal ini"ucap Setta
"gak kok Setta, seharusnya loe jujur aja"ucap Jio berusaha tersenyum
"maaf"ucap Setta sembari menuduk
"yaudah loe diem disini, gue bakal cari yang lain"ucap Jio kemudian bangkit
"g-gue ikut"Setta berusaha berdiri namun terjatuh
Jio menatap Setta nanar, ia tak menyangka bila Azka bisa sejahat itu melukai temanya sendiri, jujur ia memang anak berandalan namun bila disuruh melukai teman sendiri pasti ia akan mundur atau lebih baik melukai diri sendiri
"gak perlu Set, loe diem aja disini"ucap Jio dingin
"o-oke"Setta mengangguk kaku
Saat Jio keluar dari ruangan, Setta langsung tertawa
"ck, gampang banget sih kepengaruh"
~
Ketika keluar dari ruangan sebelumnya, seseorang memanggil Joan dan Satya membuat mereka berdua menoleh
"akhirnya gue ketemu kalian"ucap Niki
"bagus, kita harus cari yang lain lagi"ucap Satya
"iya tapi yang penting kita harus temuin dulu kak Azka sama kak Jio"ucap Joan
"emang mereka kenapa"ucap Niki
"udah loe ikut aja, kita gak usah mencar"ucap Satya
Mereka bertiga pun pergi mencari dua temanya
~
Drap drap drap
Terlihat berantakan seperti bangunan terbengkalai
"AAAAAA"
Jio reflek kaget mendengar suara teriakan tersebut namun ia memilih mencari asal suara
Di depan sebuah ruangan ia mendengar suara pergerakan seperti ada seseorang di dalamnya
Brakk, Jio menendang pintu ruangan itu
"Azka"
Yap, Azka sedang berlutut sembari memegangi kepalanya sendiri
"Jio"
Azka sedikit tersenyum melihat kedatangan temanya, berbeda dengan Jio yang langsung menghampiri Azka kesal
"loe"Jio menarik kerah baju Azka membuat Azka reflek berdiri
Tentu saja Azka terkejut melihat Jio yang marah padanya
"loe kenapa Jio"ucap Azka
"gue gak nyangka loe seburuk itu dibelakang kita"ucap Jio
"maksud loe apa?"ucap Azka
"masih bisa pura2 loe"ucap Jio
"loe kobam ya, ngomong ngelantur gini"Azka mendorong Jio membuat cengkraman di kerahnya terlepas
"loe ngelukain temen loe dan bersikap gak bersalah"ucap Jio
"gue gak ngelukain siapun"ucap Azka
__ADS_1
"padahal Setta udah baik mau nutupin kelakuan loe selama ini tapi loe-, kayanya loe sakit Azka"Jio tertawa sarkas
"hah Setta, bentar gue masih gak paham sama omongan loe"ucap Azka
"loe ngebully Setta, loe mukulin dia tanpa alasan yang jelas bahkan tadi aja loe abis ngelakuin itu, sini gue tendang pala loe biar sekalian amnesia"ucap Jio
"gue gak ngelakuin itu, gak ada alasan buat gue buat ngelukain temen gue sendiri"ucap Azka
Jio menggosok telinganya gusar"males gue denger pembelaan loe"
"Setta udah bohong sama loe Jio"ucap Azka
"gak, Setta sendiri yang cerita itu ke gue sambil nangis dan gue liat dia babak belur bahkan berdiri pun susah"ucap Jio
"dia cuma pengaruhin loe supaya loe nyerang gue"ucap Azka
"gue gak percaya, terus aja cari pembelaan biar seolah Setta yang salah sedangkan loe bisa bebas mukulin Setta lagi"ucap Jio
"tapi emang bukan gue yang bohong Jio"ucap Azka
"atas dasar apa Setta bohong, dia sebelumnya gak berani cerita karna takut ada keributan diantara kita"ucap Jio
Azka terdiam, duh gak mungkin kan bila dia mengatakan Setta salah satu dalang di balik teror ini
"intinya gue udah ngomong jujur sama loe"ucap Azka
"gue udah bosen denger pembelaan loe"ucap Jio
Jio mendorong Azka hingga membentur bathup di belakangnya
Dengan penglihatan yang sedikit buram, Azka melihat Jio menodongnya dengan garpu
"J-Jio, g-gue temen loe"
Jio hanya diam lalu menggerakan tangannya untuk menusukan garpu pada leher Azka
Grepp
Joan menahan tangan Jio, yap untung saja mereka bertiga datang tepat waktu
"loe gila kak"ucap Niki tak percaya
Satya langsung mendorong Jio menjauh dari Azka
"loe ampir aja bikin anak orang sekarat"ucap Satya dingin
Niki membantu Azka untuk bangkit sedangkan Joan mendekati Jio dengan tatapan penuh selidik
"kenapa loe ngelakuin tidakan bodoh kaya tadi kak"ucap Joan
"gue tau hal yang gak kalian tau"Jio menatap Azka sinis
"apa"ucap Satya
"dia ngebully Setta"ucap Jio
"berapa kali harus gue bilang kalo gue gak ngelakuin itu"ucap Azka nge gas
"maling mana ada yang ngaku"ucap Jio
"nggak njir, Setta udah bohong sama loe harusnya loe sadar kalo itu udah di pengaruhin"ucap Azka
"loe yang harusnya sadar, ngelukain temen sendiri tapi gak ngerasa bersalah"ucap Jio
"lo-"
"DIEM"
Joan menengahi mereka yang akan kembali baku hantam
"yang bisa jawab ini cuma Setta sendiri, lebih baik sekarang kita cari dia sekalian kita juga cari jalan keluar"
Ucapan Joan membuat mereka tersadar, lebih baik mencari cara untuk keluar daripada ribut karna hal yang belum tentu
"Azka, maaf"ucap Jio
"gak apa2"ucap Azka jutek, jujur saja kepalanya masih terasa nyeri akibat terbertur bathup tadi tapi ia memilih menahan egonya untuk tidak memancing keributan
Mereka semua pun berjalan bersama
__ADS_1