Undercover(Revisi)

Undercover(Revisi)
20


__ADS_3

"gak mungkin kan gue mulai ketauan"


Ia meremukan kertas digenggamanya


Tok tok tok


Suara itu membuat ia menoleh lalu menghampiri pintu keluar


Kriett, pintu terbuka


Terlihat Hesa yang akan kembali mengetuk


"oh loe udah dateng kak, ayo masuk"


Hesa mengangguk lalu masuk


.


Kala menyajikan makanan diatas meja


"loe anak indigo?"Hesa memulai percakapan


Kala tersenyum lalu duduk di kursi yang bersebrangan dengan Hesa


"kak Azka udah cerita"ucap Kala


"ya, Azka bilang kalo loe tau sesuatu tentang teror ini tapi loe gak mau ngasih tau dia"ucap Hesa


"bukan gak mau ngasih tau, waktu itu kak Azka diawasin copyan nya, gue jadi takut mau ngasih tau"ucap Kala


"loe harus hati2, sebelumnya ada adik kelas gue juga yang indigo kaya loe, dia mau bantu gue tapi malah dibunuh"ucap Hesa


"gue tau kok"


"apa aja yang loe tau?"ucap Hesa


"nanti, mendingan kita makan dulu"ucap Kala


"sorry Kal, tapi kayanya gue pengen tau dulu sebelum mulai makan"ucap Hesa


"oke, gue ngerti"ucap Kala


"ikut gue"


Hesa mengikuti Kala yang pergi ke kamarnya


Di kamar Kala


Kala menunjukan beberapa berkas yang ia tempelkan di sebuah papan


"keluarin aja hp loe dari jaket, kasian kak Azka gak bisa denger jelas"


Hesa langsung gugup, memang benar saat ini Hesa sedang menelfon Azka agar Azka bisa mendengar pembicaraan ia dan Kala


Berbeda dengan Kala yang malah tertawa melihat ekspresi Hesa


"ekhmm, gue mulai ya"


Kala menunjuk sebuah koran yang terlihat sudah sangat usang


"panti asuhan greyvile terbakar pada tahun 1921, kebakaran tersebut menyebabkan 7 anak panti meninggal dan belasan lainya luka ringan"


"tujuh anak itu adalah loe sama temen2 loe kak"


"g-gue"Hesa menunjuk dirinya sendiri tak percaya


"iya, ini jadi alasan kenapa mereka cuma bisa neror orang yang dalam lingkar pertemanan nya itu tujuh orang"Kala menunjuk satu persatu berita di papan


"tujuh anak yang meninggal itu punya energi yang besar, mereka masih gak bisa nerima kematian mereka sendiri, mereka benci sama reinkarnasi mereka yaitu genk loe kak"ucap Kala


"apa yang ngebuat mereka gak bisa nerima ini"ucap Hesa


"gue gak tau, cuma reinkarnasi mereka sendiri yang bisa pergi ke masa lalu"


Kala memperhatikan satu persatu kertas koran


"selalu ada permainan yang ngelibatin tujuh orang, role yang beda2 dan satu diantaranya adalah indigo"


"semua yang ada di permainan ini mati waktu mereka pergi camp sedangkan gue dan yang lain enggak karna kita reinkarnasi mereka"ucap Hesa

__ADS_1


Kala mengangguk


"ya, kalian berbeda"


"a-apa loe udah tau cara akhirin teror ini"ucap Hesa


"cuma loe yang bisa tau"


.


Keesokan harinya


Saat sarapan di market, Hesa baru mengingat sesuatu


"orang introvent itu emang misterius?"


Sembari memakan roti ia memperhatikan sekitar


Drap


Hesa menoleh, ternyata Kala sudah duduk di bangku depanya


"gak pergi bareng kak Bara"ucap Kala


"enggak, Bara demam jadi gak masuk sekolah hari ini"ucap Hesa


"oh"Kala mengangguk paham


Hesa memperhatikan Kala yang bermain ponsel dengan lolipop dimulutnya


'Kala beda dari terakhir gue liat dia, apa mungkin karna perngaruh dari Bara atau- dia punya alter ego'


"jangan liatin gue mulu kak, salting ni"Kala tersenyum jahil


"gr loe"Hesa mengalihkan pandangan nya ke arah lain


.


Saat jam istirahat


Azka melihat Hesa yang pergi ke arah rooftop, tiba2 ia merasa khawatir


"kenapa kak"ucap Juan


"e-enggak"ucap Azka


Ia lanjut pergi ke kanti bersama yang lain


Sementara di rooftop


Hesa berdiam di pinggiran melihat siswa2 berlatih basket di lapangan


"apa yang terjadi dimasa lalu, apa gue harus kesana biar semua ini selesai"


Ia menatap nanar jam kompas di genggamanya


"ngerasa nyesel?"


Setta muncul secara ajaib di sebelah Hesa, tapi Hesa sama sekali tak peduli


"oh ya, loe emang udah curiga sih kalo teror ini belum berakhir makanya gak kaget waktu gue tanya gitu"ucap Setta


"mau gue kasih tau sesuatu"


Hesa reflek menoleh


"di masa lalu gue dan yang lain meninggal karna kebakaran di panti"ucap Setta


'hah, apa copyan Setta gak tau kalo gue udah tau soal itu dari Kala?'


"t-terus apa lagi"ucap Hesa berhati-hati


Copyan Setta menggeleng


"kalo gue kasih tau, teror ini bakal udahan dong"


Ia berbalik untuk kembali ke kelas namun baru beberapa langkah ia berhenti sejenak


"jangan ketipu sama sikap baik nya Kyungmin, yang loe gak tau dia sebenernya temen gue"

__ADS_1


Hesa menatap kosong kepergian Copyan Setta


'gak mungkin kan Kyungmin sama kaya mereka?'


Ia duduk bersandar pada pembatas rooftop, sambil memejamkan mata ia menikmati angin yang terus berhembus


Kriett, pintu rooftop terbuka


Azka menghampiri Hesa dengan tergesa


"kak, loe kenapa"


"gue lagi nyatai"ucap Hesa


Ia menepuk tempat di sebelahnya mengisyaratkan Azka untuk duduk disana dan Azka mengikuti


"loe udah denger percakapan gue sama Kala kemarin"ucap Hesa


"iya kak"ucap Azka


"copyan Setta kayanya gak tau soal itu"ucap Hesa


"kok bisa, bukanya mereka selalu tau apa yang kita lakuin"ucap Azka terkejut


"ntahlah, tapi gue lega karna mungkin Kala enggak akan ketauan kaya July"ucap Hesa


Hening, sejenak mereka menikmati pemandangan langit dan angin yang menerpa


"kak, gue ngerasain firasat buruk semoga aja emang cuma firasat"


.


Di kantin


Juan tersenyum senang melihat kedatangan Hesa dan Azka


"kalian darimana aja sih"ucap Juan


"sorry kalo kelamaan"ucap Hesa


Ia dan Azka duduk di bangku kosong dan seperti biasa Juan memesankan makanan untuknya


Namun kali ini ada yang berbeda, wajah yang lain terlihat murung tak bersemangat


Hesa menduga mereka masih terbayang kejadian kemarin saat berpindah dimensi para sisi lain


"tumben ni sepi"ucap Hesa


"iya, biasanya ada aja pembicaraan"ucap Azka


"gue tau kalo kalian masih takut, tapi gue rasa itu cuma ngebuat mereka ketawa seneng"ucap Hesa


"iya juga sih, mereka bakal nganggap kita lemah"ucap Satya


"nah, harus liatin ke mereka kali kita berani dan gak selemah itu"ucap Juan


Tanpa disadari yang lain, copyan Setta mengeratkan genggamanya pada garpu


Apalagi setelah itu yang lain malah asik bercanda semakin membuat copyan Setta kesal


"ekhmm, guys"Setta mengalihkan perhatian


"napa Set"ucap Niki


"gimana kali kita kumpul, main di rumah gue pulsek nanti"ucap Setta


Semua diam


"bukanya gak nau Set, gue ada urusan"ucap Jio


"gue juga ada eskul, agak sore balik"ucap Satya


"oh kalian semua lagi pada gak bisa ya"ucap Setta


Semua mengangguk


"gak apa2, mungkin bisa besok aja"ucap Setta dengan senyum terpaksa


Hesa dan Azka yang melihat itu langsung tersenyum sinis

__ADS_1


__ADS_2