Undercover(Revisi)

Undercover(Revisi)
16


__ADS_3

Melihat Azka dan Jio yang sudah berbaikan tentu membuat para sisi lain menjadi kesal


'sial, mereka udah akur aja'Setta mematikan monitor di depanya 'padahal gue udah akting sebaik mungkin


'jadi sekarang gimana?'ucap Niki


'apalagi selain bubar'ucap Azka


'yaudah kita datengin mereka'ucap Juan sembari mengisi pistol dengan peluru


Jio menghampiri Hesa yang terlelap


'malah turu ni bocah'ia menepuk pipi Hesa beberapa kali


'ganggu loe'Hesa mendorong Jio agar menjauh


'kerja woi jangan tidur'ucap Jio


'udah tadi'Hesa menatap Jio malas


'kerja cuma jadi bayangan doang'ucap Jio


'yang penting kerja'ucap Hesa


'ayo kita samperin kembaran kita'ucap Jio


'males ah mending bobo ganteng'ucap Hesa


'kebo loe'ucap Jio


'ngaca woi'ucap Hesa


'biarin ajalah kalo dia emang gak mau ikut'ucap Azka


Niki melirik ke arah Setta yang terlihat cemberut


'loe ikut kagak'ucap Niki


'gak, gue masih kesel karna drama gue gagal'ucap Setta


'yaudah, berarti kita berlima yang nemuin mereka'ucap Juan


Mereka semua keluar dari ruangan



Jio curi2 pandang ke arah Azka



"Azka, pala loe udah agak mendingan"ucap Jio



"iya, mendingan"ucap Azka



"omong2 daritadi kita gak nemuin kak Hesa sama Setta"ucap Satya



"kita harus terus cari"Juan melirik sekilas ke arah Azka namun Azka tak menyadarinya



Mungkin sudah sekitar 15 menit mereka berjalan sampai akhirnya menemukan sebuah pintu besar berwarna hitam



Satya mencoba membuka pintu tersebut dengan di dorong



Klek klek



"dikunci"ucap Satya



"kita cari kuncinya"ucap Niki



Mereka berpencar dekat pintu itu namun suara tembakan mengejutkan mereka



Dorrrr



"guys kumpul"ucap Juan mengumpulkan teman2 nya



Lima orang berjas hitam motif garis berjalan mendekat



"k-kalian"



'selamat karna kalian semua berhasil bertahan di permainan ini, sekarang ayo kita lanjut ke permainan berikutnya'Juan tersenyum sampai dimplenya terlihat



Secara perlahan tempat mereka berubah menjadi tempat lain



Sebuah bangunan berbetuk lingkaran yang bertingkat dengan tengah bangunan yang tak beratap dan disanalah sekarang mereka berada



"siapa kalian sebenernya"ucap Jio



'hei, kalian gak liat kalo kita mirip sama kalian sendiri'ucap Azka



"tapi kita gak punya kembaran"ucap Juan



'hm tapi emang gak penting juga sih kalian tau kita siapa'Satya terkekeh



'dahlah jangan banyak cingcong, mendingan kita langsung aja mulai permainan nya'ucap Jio



Dorrrr



Juan menembakan pistolnya ke atas lalu mengarahkanya pada mereka semua membuat mereka semua berlari tak tentu arah



Dorrr

__ADS_1



Mereka berbalik



Tubuh itu terjatuh ke tanah diiringi teriakan dari teman2 nya



"JIO"



Si penembak meniup ujung pistolnya santai



'petak umpet, yang tertangkap akan mendapat hukuman, salah satu hukumanya sudah kalian saksikan sendiri'ucap Niki



Semua sisi gelap tertawa



"kenapa bengong, lets play hide and seek"lanjutnya



Ucapan sisi lain tak mereka dengar, mereka memutuskan menghampiri Jio yang tergeletak dengan perut yang mengeluarkan darah



"pergi bego, gak usah pada nolong gue"ucap Jio



"bacot loe kak"ucap Niki



Azka jadi yang pertama ada di dekat Jio, ia membatu Jio agar bisa berdiri tapi



Dorrr



Lengan kiri Azka tertembak, seketika itu juga Jio mendorong Azka agar menjauh darinya



"selamatin diri loe sendiri, gue gak mau jadi beban"ucap Jio



"g-gak"



Juan datang lalu menarik Azka untuk pergi



"kak kalo kita selesain game ini pasti kak Jio juga selamat"ucap Juan



Azka menoleh kebelakang melihat Jio yang di seret oleh para sisi lain



Dorrr




Hesa mengerjapkan mata perlahan bangkit dari kubur- eh tidur, tubuhnya sedikit terasa ngilu karna ntah berapa lama dia tergeletak di atas tanah


"Kyungmin"


Cowok yang sedang memasangkan pleseter pada kening Hesa itu lantas menoleh lalu tersenyum


"kasian banget loe kak, kepala loe di pukul sampe berdarah gini tapi gak diobatin"ucap Kyungmin


"thanks loe udah mau obatin"ucap Hesa


"yo sama2"ucap Kyungmin


Kyungmin membantu Hesa untuk duduk


"dimana ini"ucap Hesa


"sebuah tempat di dimensi mereka"ucap Kyungmin


"apa loe tau cara keluar dari sini"ucap Hesa


Kyungmin mengangguk "lewat portal, portalnya mirip sama yang biasa loe pake buat time travel"


"oke, gue tau"ucap Hesa


"jangan lupa, temen2 loe ada di lantai bawah"ucap Kyungmin


"makasih, tapi kalo gue boleh tau, sebenernya kenapa loe mau nolong gue"ucap Hesa


Kyungmin diam sejenak lalu menunduk


"gue korban mereka juga"ucap Kyungmin


"hah korban"ucap Hesa


"iya, gue pengen bantu loe supaya loe bisa selamat dan mereka gak banyak makan korban lagi"ucap Kyungmin


Hesa mengusap bahu Kyungmin pelan yang ntah kenapa bisa disentuh- back to topik, ia merasa jadi sedikit simpati pada setan di depanya


"gue bakal berusaha semampu gue buat gagalin permainan mereka kali ini"ucap Hesa


Kyungmin tersenyum pada Hesa




Juan dan Azka beristirahat sejenak di sebuah ruangan, energi mereka lumayan terkuras dipakai berlari terus



Ruangang kecil tanpa apapun kecuali sebuah bathup penuh terisi air



Azka bersandar pada bathup sedangkan Juan bersandar pada dinding



"kita disini dulu bentar, gue cape"ucap Juan



"gimana ya nasibnya Jio"ucap Azka



"gue bakal bantu loe sekarang"ucap Juan

__ADS_1



Ia merobek lengan kemeja outernya lalu di lilitkan pada lengan Azka



"loe beruntung ternyata lengan loe cuma ke gores peluru doang"ucap Juan



"ya, btw thanks"Azka tersenyum singkat



"jangan sedih gitu, gue yakin kak Hesa juga udah nunggu loe dateng"ucap Juan



"kak Hesa nunggu gue dateng?"ucap Azka heran



"gak usah pura2 sama gue karna gue denger pembicaraan kalian di rooftop"ucap Juan



Azka sontak terkejut "a-apa aja yang loe tau"



"Setta yang bareng kita sebenernya bukan Setta dan loe sama kak Hesa kerja sama buat nyelesain teror ini tapi kak Hesa juga sekarang udah mereka ambil, si copyan nya sempet mau dorong loe dari rooftop kan"ucap Juan



Azka menunduk "iya, itu bener"



"sebenernya gue sedikit ngerasa bersalah sempet ngira kalian berdua nyulik Setta buat buktiin kalo dia asli atau bukan tapi kejadian di tempat sebelumnya ngebuat gue sadar kalo dia bukan Setta yang asli"ucap Juan lalu tersenyum pada Azka



"gue yang sekarang bantu loe, kita kerjasama ngalahin mereka"



Terdengar suara langkah kaki mendekat



'wah kayanya si detektif udah punya patner baru'ucap Azka



'makin repot lagi ni tugas kita'ucap Juan



"kalian sebenernya mau apa sih, kenapa neror kita kaya gini"Juan maju satu langkah ke depan mereka



"loe ngapain Juan"ucap Azka



"kakak diem aja"Juan sedikit merntankan tangan kirinya, melundungi Azka yang berada dibelakangnya



'gue lagi males ngobrol, mau langsung jalanin tugas'sisi lain Azka mengangkat pistol membuat dua orang dihadapanya bersiaga



Sisi lain Juan tertawa kemudian menarik tangan si kembaran lalu menyetrum lenganya dengan stun gun



Bruk



"l-loe"Azka terkejut dengan adegan yang begitu cepat



'tugas gue udah beres, selamat bersenang'ia menyeret si kembaran pergi



Azka reflek mundur melihat orang di depanya berjalan mendekat



"tugas apa yang kalian maksud"ucap Azka



'kepo loe'ia menurunkan pistolnya



'loe lucu tau, keliatan depresi padahal gue cuma prank loe'



"hah, maksud loe"ucap Azka heran



'gue gak punya obat halusinasi, hahahaha'



Azka maju untuk menyerang si copyan namun si copyan berhasil menyerang balik bahkan ia menjatuhkan Azka ke dalam bathup



Sisi lain Azka tertawa sambil terus menenggelamkan Azka



Terdengar suara kaki yang berlari mendekat ke ruangan itu



"A-Azka"



Sisi lain Azka menoleh santai



'kak Hesa, loe dateng tepat waktu'



Hesa jatuh terduduk saat melihat copyan Azka berjalan ke arahnya sedangkan dalam bathup tak terlihat ada pergerakan



"l-loe mau bunuh gue sekarang"ucap Hesa



'ya gak seru lah kalo pemeran utama cepet mati'ia berjalan melewati Hesa

__ADS_1


__ADS_2