
Pulang sekolah ini Azka mampir ke kosan Hesa namun sudah beberapa kali di ketuk Hesa tak keluar
"kak Hesa belum balik kali ya"
Azka berbalik untuk pulang tapi tak sengaja ia melihat Kala yang mungkin saja baru pulang sekolah
Tanpa ragu ia mengikuti Kala
Tak lama sebuah suara memanggilnya membuat Azka terpaksa menghentikan langkah
Drap drap drap
Azka berbalik, ternyata yang memanggilnya adalah Hesa
"untung loe belum pergi kesana"ucap Hesa
"nemuin Kala maksud loe?"ucap Azka
"bukan, yang lain pada otw ke rumah Setta"ucap Hesa
"hah, kok bisa"ucap Azka
Hesa menatap Azka heran
"loe belum bukan chat grup"
Azka menggeleng
"intinya copyan Setta bikin drama lagi, pura2 jadi korban penusukan"ucap Hesa
"sial, kita harus cepetan pergi nolong yang lain"ucap Azka
Mereka berdua pun segera bergegas ke rumah Setta
.
Seperti yang sudah bisa di tebak, rumah Setta tampak gelap dengan semua lampu yang dimatikan ditambah lagi suasana langit sore hampir malam menambah kesan menyeramkan
"apa lagi sih yang direncanain kali ini"ucap Hesa menahan sedikit amarah
"tenang kak, kita harus hati2 karna mungkin aja dia udah ngambil semua temen kita"ucap Azka
Ia lalu mengetuk pintu
Tok tok tok
Kriett, pintu terbuka
"oh kalian dateng terlambat"ucap Setta dengan senyum manis aka menyebalkan
"l-loe"
Hesa maju dan langsung menarik kerah baju Setta, ia sudah tak bisa menahan amarahnya lagi
"kenapa kalian terus ngelakuin ini, bunuh aja kit-
Sebuah suara membuat Hesa menghentikan ucapan nya
Bugh
Hesa reflek berbalik
Disana, Azka sudah terkapar ditanah dan di dekatnya ada copyan Azka yang memegang balok kayu di hiasi bercak darah
"gak usah kaget gitu, karna sebentar lagi loe bakal ngalamin juga"bisik Setta
Dugh
.
"kak, kak bangun"
Hesa perlahan membuka matanya
"A-Azka"ucap Hesa
"masih pusing?"tanya Azka khawatir
"lumayan"
Azka membantu Hesa duduk
Ntah berapa lama mereka di geletakan diatas tanah
"kenapa kita disini"ucap Hesa
"apalagi kalo bukan ulah si copyan Setta"ucap Azka
Hesa menatap bangunan di depanya, gedung lingkaran yang tak asing
"kak, gue denger suara yang lain dari dalem sana"ucap Azka
"terus kenapa loe gak cari mereka"ucap Hesa
"gue gak setega itu ninggalin loe yang masih pingsan disini"ucap Azka
Hesa bangkit diikuti Azka, mereka masuk ke bangunan tersebut
Di dalam sangat sepi dan dingin
"apa kita berpencar"tanya Azka
"jangan"ucap Hesa
__ADS_1
Mereka terus berjalan menelusuri bangunan yang hampa itu
"gak siapa2 disini"ucap Hesa
"gue rasa yang lain di sekap di satu ruangan"ucap Azka
Drap drap drap
Langkah kaki Hesa dan Azka terdengar oleh teman temanya membuat mereka langsung berteriak
Hesa dan Azka langsung berlari menuju suara
"guys"
Azka segera membuka pintu jeruji yang ternyata tak di gembok
Saat Azka menyelamatkan yang lain, Hesa mengamati sekitar dan tak sengaja menyadari sesuatu yang aneh
"ada apa kak"Azka menghampiri Hesa
Terdengar suara pintu tergeser lalu terkunci secara otomatis
"kita udah di jebak"ucap Hesa
"dijebak apa kak"ucap Juan
Hesa menunjuk seseuatu yang tertempel di dinding, sebuah bom waktu
"sialan"Jio memukul tembok di sebelahnya
"sekarang bukan waktunya buat marah"ucap Satya
Azka memperhatikan bom itu dengan seksama
"kita masih bisa jinakin bom ini kalo kita bisa nemuin kode akses yang tepat"ucap Azka
"yaudah kita mencar cari kodenya"ucap Juan
Azka menoleh pada Hesa khawatir dan Hesa menyadari itu, ia tersenyum menenangkan Azka
"iya, kayanya kita emang harus berpencar soalnya diburu waktu"ucap Hesa
Juan sedikit heran melihat Niki yang celingukan mencari sesuatu
"nyari apa Nik"ucap Juan
"kita cuma berenam"ucap Niki
"gak usah pikirin Setta, pikirin aja dulu diri loe sendiri"sinis Azka
Mereka pun berpencar
.
"itu dia"Azka mengambil kertas yang tertempel di dinding
Ketika menoleh, ia melihat sosok perempuan di belakang Hesa
"k-kak dibelakang loe"
Hesa reflek berbalik, awalnya terkejut tapi Hesa tau dia bukan sosok jahat
"July"ucap Hesa
July tersenyum mengetahui Hesa masih mengingatnya
"aku mau nepatin janji aku buat nolong kakak"ia mengulurkan tanganya
Hesa menatap uluran tangan itu ragu
"pergi kak, biarin gue sama yang lain ngurusin urusan disini"Azka menepuk bahu Hesa pelan
"loe yakin"ucap Hesa
"iya"Azka mengangguk
Hesa maju lalu menerima uluran tangan July
Di lain tempat
Ternyata para copyan sudah menyadari Hesa yang akan pergi namun untungnya mereka terlambat karna Hesa sudah menghilang dalam sekejap mata
.
Hesa dan July sampai di depan villa
"kita harus cepet kak, mereka udah sadar dan lagi perjalan menuju kesini"ucap July
Hesa segera bergegas masuk, ia mencari ke setiap ruangan sampai akhirnya menemukan apa yang di carinya
Ia berjalan menghampiri peti, melihat Setta tertidur dengan tenang
"Setta, udah waktunya loe balik"Hesa mengelus lembut rambut Setta
"kak"
July menghampiri Hesa panik
"mereka udah dateng"
Terdengar suara langkah kaki terburu
"kita harus apa?"ucap Hesa
__ADS_1
July terdiam
"ternyata kalian udah disini"
Copyan Hesa menatap mereka penuh amarah
"k-kak gue gak tau h-"
Grep
Hese seketika terkejut karna tanpa ia sadari Setta sudah terbangun lalu menggenggam tanganya erat
Copyan Hesa berteriak kesakitan lalu menghilang
Hesa terdiam sejenak mencerna apa yang baru saja terjadi
"k-kak"
Suara lirih Setta menyadarkanya
"kak gue kenapa, gue takut"ucap Setta
"tenang, loe udah bareng gue sekarang"Hesa menenangkan
"udah aman, kita harus kembali sebelum ada Copyan lagi yang dateng kesini"ucap July
Hesa mengangguk lalu membantu Setta keluar dari peti
.
Azka dan yang lainya masih terus mencari kode namun tiba2 terjadi guncangan yang membuat bangunan itu hancur
Brakkk
Setelah beberapa saat berlalu Azka mulai membuka, mereka semua kembali ke depan rumah Setta
"kok kita disini"ucap Juan heran
"udah untung kita selamat"ucap Jio
Hesa dan Setta menghampiri mereka
"kalian baik2 aja kan"ucap Setta
"gak kok, cuma kita masih gak paham sama apa yang terjadi"ucap Niki
Hesa langsung menatap mereka bingung
.
Di rumah sakit
Setta melakukan check up dan sambil menunggu, Hesa menceritakan semua yang telah terjadi
¤¤¤¤¤¤
Kala menatap sendu dua orang yang baru saja lewat depan kamar kosannya
Hesa dan Bara, mereka terlihat asik bercanda dan tertawa bersama
Ada sedikit rasa bersalah di benak Kala, ia berfikir untuk kembali membantu kali ini
Apalagi para sisi lain sudah bosan dan akan mengakhiri semuanya
.
Hesa menikmati angin di rooftop dengan segelas susu kotak di tanganya
Sudah beberapa minggu ini ia hidup tenang
Kriett, pintu rooftoop terbuka
Azka segera menghampiri si kakak kelas
"kak loe yakin?"ucap Azka
Hesa memiringkan kepala bingung "yakin apa"
"Setta"
Hesa mengangguk pasti
"dahlah kita gak usah mikirin teror lagi, lebih baik ngasih dukungan ke Niki kan tu anak ikut pensi"ucap Hesa
Mereka berdua diam di sana sampai bel masuk berbunyi
.
Hesa dan yang lainnya duduk di bangku penonton melihat galadi resik pensi yang akan diadakan besok
Saat giliran Niki tampil mereka langsung bertepuk tangan menyemangati si member termuda
Niki menampilkan tarian yang sangat baik sampai membuat semua penonton terkagum, tapi-
Brakkkk
Semua seketika panik melihat lampu sorot terjatuh dari atas
Hesa terdiam melihat kejadian yang terjadi dengan cepat
Seseorang menepuk bahu Hesa dari belakang
"semuanya belum berakhir"
__ADS_1
Itu adalah suaranya sendiri