Undercover(Revisi)

Undercover(Revisi)
final


__ADS_3

Pulang sekolah ini Azka mampir ke kosan Hesa namun sudah beberapa kali di ketuk Hesa tak keluar


"kak Hesa belum balik kali ya"


Azka berbalik untuk pulang tapi tak sengaja ia melihat Kala yang mungkin saja baru pulang sekolah


Tanpa ragu ia mengikuti Kala


Tak lama sebuah suara memanggilnya membuat Azka terpaksa menghentikan langkah


Drap drap drap


Azka berbalik, ternyata yang memanggilnya adalah Hesa


"untung loe belum pergi kesana"ucap Hesa


"nemuin Kala maksud loe?"ucap Azka


"bukan, yang lain pada otw ke rumah Setta"ucap Hesa


"hah, kok bisa"ucap Azka


Hesa menatap Azka heran


"loe belum bukan chat grup"


Azka menggeleng


"intinya copyan Setta bikin drama lagi, pura2 jadi korban penusukan"ucap Hesa


"sial, kita harus cepetan pergi nolong yang lain"ucap Azka


Mereka berdua pun segera bergegas ke rumah Setta


.


Seperti yang sudah bisa di tebak, rumah Setta tampak gelap dengan semua lampu yang dimatikan ditambah lagi suasana langit sore hampir malam menambah kesan menyeramkan


"apa lagi sih yang direncanain kali ini"ucap Hesa menahan sedikit amarah


"tenang kak, kita harus hati2 karna mungkin aja dia udah ngambil semua temen kita"ucap Azka


Ia lalu mengetuk pintu


Tok tok tok


Kriett, pintu terbuka


"oh kalian dateng terlambat"ucap Setta dengan senyum manis aka menyebalkan


"l-loe"


Hesa maju dan langsung menarik kerah baju Setta, ia sudah tak bisa menahan amarahnya lagi


"kenapa kalian terus ngelakuin ini, bunuh aja kit-


Sebuah suara membuat Hesa menghentikan ucapan nya


Bugh


Hesa reflek berbalik


Disana, Azka sudah terkapar ditanah dan di dekatnya ada copyan Azka yang memegang balok kayu di hiasi bercak darah


"gak usah kaget gitu, karna sebentar lagi loe bakal ngalamin juga"bisik Setta


Dugh


.


"kak, kak bangun"


Hesa perlahan membuka matanya


"A-Azka"ucap Hesa


"masih pusing?"tanya Azka khawatir


"lumayan"


Azka membantu Hesa duduk


Ntah berapa lama mereka di geletakan diatas tanah


"kenapa kita disini"ucap Hesa


"apalagi kalo bukan ulah si copyan Setta"ucap Azka


Hesa menatap bangunan di depanya, gedung lingkaran yang tak asing


"kak, gue denger suara yang lain dari dalem sana"ucap Azka


"terus kenapa loe gak cari mereka"ucap Hesa


"gue gak setega itu ninggalin loe yang masih pingsan disini"ucap Azka


Hesa bangkit diikuti Azka, mereka masuk ke bangunan tersebut


Di dalam sangat sepi dan dingin


"apa kita berpencar"tanya Azka


"jangan"ucap Hesa

__ADS_1


Mereka terus berjalan menelusuri bangunan yang hampa itu


"gak siapa2 disini"ucap Hesa


"gue rasa yang lain di sekap di satu ruangan"ucap Azka


Drap drap drap


Langkah kaki Hesa dan Azka terdengar oleh teman temanya membuat mereka langsung berteriak


Hesa dan Azka langsung berlari menuju suara


"guys"


Azka segera membuka pintu jeruji yang ternyata tak di gembok


Saat Azka menyelamatkan yang lain, Hesa mengamati sekitar dan tak sengaja menyadari sesuatu yang aneh


"ada apa kak"Azka menghampiri Hesa


Terdengar suara pintu tergeser lalu terkunci secara otomatis


"kita udah di jebak"ucap Hesa


"dijebak apa kak"ucap Juan


Hesa menunjuk seseuatu yang tertempel di dinding, sebuah bom waktu


"sialan"Jio memukul tembok di sebelahnya


"sekarang bukan waktunya buat marah"ucap Satya


Azka memperhatikan bom itu dengan seksama


"kita masih bisa jinakin bom ini kalo kita bisa nemuin kode akses yang tepat"ucap Azka


"yaudah kita mencar cari kodenya"ucap Juan


Azka menoleh pada Hesa khawatir dan Hesa menyadari itu, ia tersenyum menenangkan Azka


"iya, kayanya kita emang harus berpencar soalnya diburu waktu"ucap Hesa


Juan sedikit heran melihat Niki yang celingukan mencari sesuatu


"nyari apa Nik"ucap Juan


"kita cuma berenam"ucap Niki


"gak usah pikirin Setta, pikirin aja dulu diri loe sendiri"sinis Azka


Mereka pun berpencar


.


"itu dia"Azka mengambil kertas yang tertempel di dinding


Ketika menoleh, ia melihat sosok perempuan di belakang Hesa


"k-kak dibelakang loe"


Hesa reflek berbalik, awalnya terkejut tapi Hesa tau dia bukan sosok jahat


"July"ucap Hesa


July tersenyum mengetahui Hesa masih mengingatnya


"aku mau nepatin janji aku buat nolong kakak"ia mengulurkan tanganya


Hesa menatap uluran tangan itu ragu


"pergi kak, biarin gue sama yang lain ngurusin urusan disini"Azka menepuk bahu Hesa pelan


"loe yakin"ucap Hesa


"iya"Azka mengangguk


Hesa maju lalu menerima uluran tangan July


Di lain tempat


Ternyata para copyan sudah menyadari Hesa yang akan pergi namun untungnya mereka terlambat karna Hesa sudah menghilang dalam sekejap mata


.


Hesa dan July sampai di depan villa


"kita harus cepet kak, mereka udah sadar dan lagi perjalan menuju kesini"ucap July


Hesa segera bergegas masuk, ia mencari ke setiap ruangan sampai akhirnya menemukan apa yang di carinya


Ia berjalan menghampiri peti, melihat Setta tertidur dengan tenang


"Setta, udah waktunya loe balik"Hesa mengelus lembut rambut Setta


"kak"


July menghampiri Hesa panik


"mereka udah dateng"


Terdengar suara langkah kaki terburu


"kita harus apa?"ucap Hesa

__ADS_1


July terdiam


"ternyata kalian udah disini"


Copyan Hesa menatap mereka penuh amarah


"k-kak gue gak tau h-"


Grep


Hese seketika terkejut karna tanpa ia sadari Setta sudah terbangun lalu menggenggam tanganya erat


Copyan Hesa berteriak kesakitan lalu menghilang


Hesa terdiam sejenak mencerna apa yang baru saja terjadi


"k-kak"


Suara lirih Setta menyadarkanya


"kak gue kenapa, gue takut"ucap Setta


"tenang, loe udah bareng gue sekarang"Hesa menenangkan


"udah aman, kita harus kembali sebelum ada Copyan lagi yang dateng kesini"ucap July


Hesa mengangguk lalu membantu Setta keluar dari peti


.


Azka dan yang lainya masih terus mencari kode namun tiba2 terjadi guncangan yang membuat bangunan itu hancur


Brakkk


Setelah beberapa saat berlalu Azka mulai membuka, mereka semua kembali ke depan rumah Setta


"kok kita disini"ucap Juan heran


"udah untung kita selamat"ucap Jio


Hesa dan Setta menghampiri mereka


"kalian baik2 aja kan"ucap Setta


"gak kok, cuma kita masih gak paham sama apa yang terjadi"ucap Niki


Hesa langsung menatap mereka bingung


.


Di rumah sakit


Setta melakukan check up dan sambil menunggu, Hesa menceritakan semua yang telah terjadi


¤¤¤¤¤¤


Kala menatap sendu dua orang yang baru saja lewat depan kamar kosannya


Hesa dan Bara, mereka terlihat asik bercanda dan tertawa bersama


Ada sedikit rasa bersalah di benak Kala, ia berfikir untuk kembali membantu kali ini


Apalagi para sisi lain sudah bosan dan akan mengakhiri semuanya


.


Hesa menikmati angin di rooftop dengan segelas susu kotak di tanganya


Sudah beberapa minggu ini ia hidup tenang


Kriett, pintu rooftoop terbuka


Azka segera menghampiri si kakak kelas


"kak loe yakin?"ucap Azka


Hesa memiringkan kepala bingung "yakin apa"


"Setta"


Hesa mengangguk pasti


"dahlah kita gak usah mikirin teror lagi, lebih baik ngasih dukungan ke Niki kan tu anak ikut pensi"ucap Hesa


Mereka berdua diam di sana sampai bel masuk berbunyi


.


Hesa dan yang lainnya duduk di bangku penonton melihat galadi resik pensi yang akan diadakan besok


Saat giliran Niki tampil mereka langsung bertepuk tangan menyemangati si member termuda


Niki menampilkan tarian yang sangat baik sampai membuat semua penonton terkagum, tapi-


Brakkkk


Semua seketika panik melihat lampu sorot terjatuh dari atas


Hesa terdiam melihat kejadian yang terjadi dengan cepat


Seseorang menepuk bahu Hesa dari belakang


"semuanya belum berakhir"

__ADS_1


Itu adalah suaranya sendiri


__ADS_2