Undercover(Revisi)

Undercover(Revisi)
17


__ADS_3

Hesa mengeluarkan Azka dari bathup lalu melakukan pertolongan pertama untuk korban tenggelam yaitu, cpr


"Azka plis bertahan, jangan tinggalin gue"


Beruntung sekali setelah beberapa menit, Azka terbatuk dan mulai membuka mata


"Azka"ucap Hesa tak percaya sekaligus haru


"kak Hesa"ucap Azka


"loe kenapa"Hesa sedikit heran karna Azka terlihat takut


"l-loe beneran kak Hesa"ucap Azka


Hesa terdiam bingung namun Azka langsung memeluknya, Azka sudah sadar bila itu memang kak Hesa yang asli


"kenapa, apa yang terjadi sampe loe kaya gitu"ucap Hesa


Azka menggeleng pelan "gue ceritain nanti"


"yaudah, gue bersyukur loe baik2 aja"ucap Hesa


"kita cuma berdua, tadi gue bareng Juan"ucap Azka


Hesa reflek menunduk "maaf, gue gak bisa lindungin dia"


"gue paham"Azka mengusap lengan Hesa guna menenangkanya


"Juan udah tau rahasia kita"


"loe serius?"ucap Hesa


Azka mengangguk "dia gak sengaja denger pembicaraan kita di rooftop"


"gue rasa ini bukan pertanda baik kar-"


Dorrr


Mereka berdua kompak menoleh


'gue cariin ternyata disini'


"mau apalagi loe"ucap Hesa


'ketemu lah, loe pikir alasan gue nyari loe apa?'


"loe udah nyulik gue kemarin, mungkin loe lupa"ucap Hesa


'iya, gue lupa malah mukul loe padahal gue kan mau ngobrol sama loe'


Ia mengarahkan pistolnya pada Azka


'ikut gue dan gue jamin dia gak apa2'


"gak, tembak aja gue sekalian"ucap Hesa


"kak ikut dia"ucap Azka


Hesa langsung menatap Azka protes


"loe gila, gue yakin dia cuma mau misahin kita"ucap Hesa


"gue punya firasat aneh kayanya itu firasat baik"ucap Azka


Hesa terus menatap Azka bimbang namun Azka mengangguk menandakan yakin dengan yang dikatakanya



Niki masih terus berlari diikuti bola aneh



"tu bola yang sebelumnya, ngapa ngintilin gue lagi sih"



Bughhhh



"adaw"



Niki terjatuh karna menginjak sebuah kertas



"kertas apa ni, undangan kah?"ia memungut kertas tersebut



\-bunuhlah si time traveler dan detektif yang membantunya, maka kau bisa keluar dari sini-



"time traveler, detektif"



"Jun, Juan"


Juan mulai membuka mata


"k-kak Jio"ia bergerak namun pergerakanya terbatas


"kak kita-"


"iya Jun, kita ketangkep dan sekarang kita diiket di kursi listrik"ucap Jio


Juan masih terus berontak berusaha melepaskan diri


Drap drap drap


Seseorang datang sambil membawa Satya yang terus meracau


"lepasin gue"


'sans kalo udah waktunya pasti di lepasin kok'


Krekk


Sisi lain Satya selesai mengkikat Satya pada kursi

__ADS_1


'anteng2 ya kalian disini'ia pun pergi


Satya menatap dua temanya yang sudah terikat


"kalian juga ketangkep"ucap Satya


"loe gak buta kan"ucap Jio nge gas


"nanya doang keles"ucap Satya


Juan terdiam memikirkan Azka, bagaimanakah nasibnya sekarang


Plukk


"Jio ngapain sih"ucap Satya


"apaan Sat"ucap Jio heran


"loe lempar gue krikil"ucap Satya


"kalo bisa, pasti gue udah lempar loe pake meja sekalian bukan pake krikil"ucap Jio ice mochi


"hihihihi"


Jio dan Satya celingak celinguk ketakutan sedangkan Juan menatap mereka berdua datar


"Boneka setan dari jepang muncul deh, gak usah cosplay jadi ninja"ucap Juan


Niki berjalan ke arah mereka berdua cengengesan


"aealah ternyata loe"ucap Jio


Niki mengambil sebuah patung di sudut ruangan lalu menggoyangkanya


Plukkk sebuah kunci terjatuh dari sana, kunci untuk membuka borgol teman2 nya


"ada untungnya juga kan gue sembunyi"ucap Niki


"iye, thanks Nik"ucap Satya yang sudah terlepas


"ayo kita cari yang lain"ucap Juan


Mereka berjalan keluar dari ruangan tersebut


Niki terdiam sejenak, ia bingung apakah harus cerita tentang kertas yang ia temukan atau lebih mending ia simpan dulu dan menyelidikinya sendiri


Juan menoleh pada Niki yang tertinggal beberapa langkah di belakang


"ada apa Nik"ucap Juan


"a-ah gak kok"Niki menghampiri teman temanya



Hesa sampai di sebuah ruangan cukup luas



Jam kompas miliknya di letakan pada atas pilar yang tak terlalu tinggi



'selamat datang kembaran ku'




'terserah loe deh'



Ia melirik jam kompas milik Hesa



'jam loe gak akan di ambil?'



Hesa diam



'ini bukan jebakan' dengan santai ia mengambil jam tersebut lalu menyodorkanya pada Hesa



"alasan apalagi loe ngelakuin ini"ucap Hesa



'gak ada' ia menaruh itu di atas tangan Hesa karna Hesa terlihat masih ragu



'kayanya gue udah tobat dan mau akhirin teror ini'



"setelah semua yang terjadi tiba2 loe mau tobat"Hesa tentu heran



Ia mengangguk



'gue mulai bisa nerima reinkarnasi ini'



Ia berjalan dan mengisyaratkan Hesa mengikutinya



Di depan sebuah ruangan, Hesa melihat Setta yang dibiarkan tergeletak



'samperin dia supaya dia bisa bangun'


__ADS_1


Meskipun ragu, Hesa mengikuti apa yang dikatakan si kembaran



"Setta bangun, gue udah nemuin loe"ucap Hesa sambil menempuk pipi Setta



Tak lama kemudian mulai ada pergerakan



"k-kak, kak Hesa"



Setta langsung memeluk Hesa sambil menangis



"g-gue takut kak, akhirnya gue bisa ngeliat loe lagi"ucap Setta sesegukan



Copyan Hesa hanya berpura pura menghapus air matanya, ia tak terlalu tahan dengan adegan drama



'gue mau kasih tau satu hal sama loe karna gue udah mau tobat'



"hal apa"ucap Hesa



'gue kenal Kyungmin'



"g-gue gak tau siapa maksud loe"ucap Hesa



'gue serius, meskipun dia bantu loe bukan berarti dia baik'



"......"



'dia kerjasama sama seseorang, gue harap loe hati2'



Hesa menatap si kembaran curiga tapi tak lama karna ia ingat bila ia harus memapah Setta pergi dari sini, Hesa yakin Setta masih sedikit pusing terlalu lama tidur



"pelan2 aja"Hesa manaruh satu tangan Setta di belakang lehernya



"i-iya kak, maaf gue ngerepotin loe"ucap Setta



"gausah ngomong gitu"



Beberapa langkah berjalan, Hesa menoleh pada si kembaran yang ternyata tak mengikutinya



"gue udah bisa jalan sendiri kak"ucap Setta


"beneran?"Hesa memastikan


Setta mengangguk


Hesa mengajak Setta kembali keruangan sebelumnya, tempat Azka berada


Azka masih disana dengan keadaan baik2 saja


"Azka"ucap Hesa


Yang dipanggil menoleh lalu menghampiri dua temanya sambil tersenyum senang


"dia gak apa2in loe kan kak"ucap Azka


Hesa mengangguk "gue mau tanya hal yang sama"


"gak ada yang dateng selama loe pergi"ucap Azka, ia menoleh pada Setta


"l-loe Setta?"ucap Azka


"yaiyalah, loe pikir siapa lagi"ucap Setta


Hesa hanya bisa mengangguk kaku saat Azka menatapnya meminta penjelasan, jujur saja ia sendiri belum terlalu yakin bila yang di sebelahnya ini memang Setta


Drap drap drap


Langkah kaki di susul teriakan memanggil Hesa da Azka


"kita disini"Azka balas berteriak membuat yang lain bisa menemukan keberadaan mereka


"akhirnya kita kumpul juga"ucap Juan


Jio melirik Setta sinis lalu mendekatinya


"loe sempet nuduh Azka bully loe"ucap Jio


"hah, bully apaan"Setta tentu terkejut, baru saja melihat lagi teman2 nya tapi malah di tanyai pertanyaan seperti itu


"copyan Setta Ji"ucap Azka


Jio mengangguk paham


"copyan, apalagi sih ni maksudnya"ucap Setta bingung


"nanti ajalah jelasinnya yang penting sekarang kita cari cara buat keluar dari sini"ucap Satya

__ADS_1


"ada yang harus kita korbanin"Niki menunjukan kertas yang ia temukan


Juan mengangkat tangan lalu tersenyum "gue tau siapa aja orangnya"


__ADS_2