Untuk Calon Imam Ku

Untuk Calon Imam Ku
Hadiah dari kak Wahyu


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Aliya hanya memandangi jalan.


Setelah melawati perjalanan yang sunyi mobil pak Angga sudah terparkir depan rumah Aliya .


"Sudah sampai!" beritahu nya sambil melihat Aliya yang melamun.


"terimakasih pak sudah mengantarkan Aliya,maaf jika sudah merepotkan bapak."


"iya sama-sama,tidak merepotkan kok Aliya,lain kali kita juga bisa pulang bersama lagi,kan rumah kita juga searah."


"iya pak,kalau gitu saya turun dulu, sekali terimakasih pak." ucap nya sambil membuka pintu mobil.


setelah pak Angga pergi,Aliya segera masuk ke dalam rumah.


'Dasar katanya mau jemput Aliya tapi ga di jemput-jemput,liat aja nanti kalau pulang Liya ga bakalan sapa kak wahyu'


Oceh nya dalam hati.


Aliya jalan menuju dapur,ia duduk lalu meminum segelas air putih.


"Assalamu'alaikum."


sambil mengetuk pintu


"Wa'allaikumsallam warahmatullahi wabarokatuh."


jawab Aliya membukakan pintu.


"Maaf ya tadi kakak ga jemput kamu."


"Kak Wahyu emang gitu kan,ga pernah jemput Liya pulang sekolah,udah dua kali ni kak." oceh nya


"Ya udah jangan ngambek dong,nih kakak beliin hadiah buat kamu."


meletakkan bungkusan besar kepada adiknya itu.


"Apa ini kak? "


tanyanya penasaran.


"Udah kamu sholat Dzuhur dulu sana,habis itu kamu buka deh."


"Oh iya Liya lupa kak kalau belum sholat."


Liya lari ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


sesudah sholat,ia duduk di ranjang.Ia sibuk membuka hadiah dari kakak sulung nya itu.


Setelah ia membuka bungkusan itu Aliya langsung bersorak


"Masya Allah bagus banget boneka nya,besar lagi,kak Wahyu.Makasih yaaa."


Aliya loncat-loncat kegirangan.


"Iyaa sama-sama,oh iya hari Selasa mas kamu pulang."


ucap kakak nya sembari menghampiri Aliya ke kamar.


"Loh,bukannya mas Fatih pulang nya hari Rabu?kata ibu hari Rabu loh mas."


"Iya tapi dia harus pulang besok,karena hari Rabu udah ga ada pesawat terbang ke Bandung.Emang kamu belum libur sekolah?kan sebentar lagi lockdown karena virus ini dek."


"Belum kak,sekolah Liya belum libur.Mungkin sebentar lagi." jawab Aliya sambil memeluk boneka nya itu.


Kakak sukunya itu menggelengkan kepala melihat tingkah adik nya yang sangat manja.

__ADS_1


"Ya udah kakak mau mandi terus istirahat."


ucap Kakak nya itu lalu pergi.


Aliya segera menaiki anak tangga menuju kamar sambil menggendong boneka nya.


Aliya meletakkan boneka nya di ranjang tempat tidur nya .


Ia berjalan mendekati meja belajar ia membuka tas sekolah nya dan mengambil buku yang ia bawa pulang.


'Untuk Calon Imam Ku.Emang nya Aliya mau nikah ya kok ambil buku ini' batin nya sembari membuka lembaran buku dan mulai membaca.


'Untuk calon imam ku,dimanapun kau berada,bahwa aku bukanlah wanita yang sholehah,aku juga masih sering berbuat dosa.Maka kelak bimbinglah aku agar menjadi wanita yang lebih baik.'baca nya dalam hati.


Ia menutup buku itu lalu memejamkan mata.Pipi nya memerah.


"Kira-kira jodoh Aliya siapa ya?jodoh Aliya lagi dimana?orang nya baik enggak ya?" ucapnya di dalam kamar itu.


Lalu ia membuka lebaran berikutnya.


'Jodoh adalah cerminan diri sendiri.jangan mencari yang baik,tapi cobalah menjadi yang baik.'


Aliya membaca dengan serius,'aliya harus jadi perempuan yang baik,kan jodoh cerminan dari diri sendiri,buku nya bagus banget Liya harus sampai selesai baca ini' ucapnya dalam hati.


Ia segera menutup buku itu lalu ia membaringkan tubuh nya ke kasur.


______________________________________________


Allah hu Akbar....Allahh hu Akbar...


Aliya yang mendengar suara adzan itupun langsung bangun.


"Ya Allah Aliya ketiduran."ia berjalan menuju kamar mandi dan segera mandi lalu mengambil air wudhu.


Setelah selesai sholat ia segera memakai jilbab.


Aliya jalan menuruni anak tangga satu persatu,ia menuju ruang tv.


Ia duduk di sofa sambil menonton siaran tv ditemani dengan sebungkus kuaci.


"Heyyy...serius banget nonton nya,minta dong kakak kuaci nya."


Wahyu langsung merebut kuaci dari tangan Aliya.


"Ihh apaan sih kak Wahyu.Kebiasaan Aliya turun lagi fokus nonton jangan di gangguin."


Oceh nya dengan muka cemberut.


"Hehe maafin kakak ya dek,ya udah yuk ikut kakak ke danau,kan Aliya udah lama ga kesana,Yakan?"


Menarik tangan Aliya supaya beridiri.


"Hah?"


"serius nih kak? Aliya mau, sebentar ya Aliya matiin tv dulu."


Selang beberapa menit Kakak adik itu sudah berjalan menuju danau.


Mereka berdua duduk di kursi para pengunjung.


"Kak"


"Kakak pernah ga kangen sama ayah?"


Tanya Aliya dengan mata berkaca-kaca .

__ADS_1


"pernah dong,banget malah,tapi kakak ga boleh sedih.Karena,ayah disana usah ga ngerasain sakit,ayah udah bahagia,jadi.Aliya ga boleh sedih terus,nanti ayah ikut sedih."


sambil menarik kedua pipi Aliya supaya terlihat seperti tersenyum.


"Oh jadi gitu,Aliya kira kakak ga pernah kangen sama ayah."


ucap Liya sambil tersenyum lalu menghapus air matanya.


"Kak,kenapa kakak belum menikah?apa belum ada calon?"


Aliya memandangi wajah kakaknya yang serius memandangi danau.


tapi tidak ada jawaban dari kakak nya itu.


"Kak!"


panggil Aliya dengan nada tinggi supaya menyadarkan lamunan kakaknya .


"Eehhh."


"Maaf ya,kamu nanya apa tadi dek?"


ucap Wahyu seperti orang kebingungan.


"Gapapa kok,tuh ada angin lewat." ucap


Aliya sambil menunjuk ke atas.


"Hehehe,kakak ngelamunin apa sih?"


Tanya Liya dengan penuh rasa penasaran.


"Gapapa kok dek,yuk pulang udah sore,sebentar lagi mau magrib ibu pasti bentar lagi juga pulang."


jawab Wahyu mengalihkan pembicaraan.


"Ya udah iya kak,Liya juga pengen pulang,kayanya bakal turun hujan deh,soalnya mendung nya gelap banget."


ucapnya sambil memandangi awan-awan yang berangsur mulai gelap.


Di perjalanan mereka berjalan tanpa bicara,tingkah Wahyu yang berubah semenjak ke danau,ntah apa yang ia pikirkan yang jelas membuat Aliya sangat penasaran.


Sesampainya di rumah Aliya segera masuk ke kamarnya,ia mengambil air wudhu,untuk sholat magrib nanti.


Aliya duduk di ranjang nya sambil memutar lagu sholawat dari ponselnya sambil memeluk boneka pemberian kakaknya itu.


Waktu magrib telah tiba Aliya segera sholat,sesudah sholat ia turun ke bawah menuju ruang makan.


Disana kakak sulung nya itu sudah duduk menunggu yang lain datang ke meja makan.


"assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh."


Aliya turun lalu membuka pintu untuk ibunya itu.


"Wa'allaikumsallam warahmatullahi wabarokatuh ibu, Alhamdulillah ibu udah pulang,yuk makan bareng tuh kak Wahyu udah nungguin di meja makan."beritahu Aliya kepada ibunya.


"Oh anak ibu udah pada nungguin,kalau sudah lapar sebaiknya makan duluan saja nak,maaf ya ibu sibuk terus."


sambil mengelus kepala Aliya dan Wahyu.


"Iya buk gapapa,nanti kalau Wahyu udah lulus kuliah pasti Wahyu akan ganti kan posisi ibu biar ibu ga capek."


hibur Wahyu pada ibunya.


"iya buk,kita bisa sampai sekarang juga berkat ibu,ya udah kita makan dulu ya."

__ADS_1


sambung Aliya lalu mengambilkan nasi untuk ibu dan kakak nya itu.


__ADS_2