Untuk Calon Imam Ku

Untuk Calon Imam Ku
Teman baru


__ADS_3

Aliya kaget setelah melihat kebelakang.


Ia mengira yang mengagetkan nya itu para sahabatnya yang sedang jail.


"Eh,kamu siapa?"


tanya Aliya dengan heran,ia belum pernah melihat anak ini di sekolahnya .


"Oh iya kenalin kak,nama saya Septi Saputri,anak baru disini kelas sepuluh IPA, pindahan dari sekolah Bogor."


katanya tata berbicara nya terlihat sepertiorang yang pintar.


"Oh iya.Kenalin dek nama saya Aliya Fatimah Az-Zahra,oh kamu masih kelas sepuluh,kakak kira udah seangkatan sama kakak."


Aliya mencoba membuka pembicaraan supaya mereka lebih kenal.


"Kakak cantik banget,manis lagi,pasti kakak idola di sekolah ini ya,hehehe pasti dong,manis banget kalo senyum."


Puji Septi pada Aliya.


"Hehe,enggak kok dek biasa aja."


Jawab Aliya sambil terkekeh .


"Kak temenin Septi ke kelas yuk,Septi takut jadi anak baru,takut ada yang jahilin."


ajak Septi seperti orang yang sudah akrab padahal mereka baru kenalan.


"Oh iya boleh deh kalo gitu sekalian kakak juga mau ke kelas."


jawab Aliya memandang ke arah Septi dan melemparkan senyuman.


Aliya berjalan di depan Septi,kini mereka sudah meninggalkan gerbang sekolah .


"Ini kelas Septi kak,makasih ya udah anterin Septi,kakak baik banget."


Pujinya kembali.


"Sama-sama dek, Alhamdulillah hehe,ya udah sana masuk bentar lagi bel bunyi."


suruh Aliya sambil menunjuk ke dalam kelas nya.


Aliya jalan menuju kelasnya,disana ia melihat tiga sahabatnya sudah menunggu di depan pintu kelas Aliya,seperti nya sedang mencari-cari nya.


Aliya yang melihat sahabatnya itu langsung mempercepat langkah nya dan datang menghampiri mereka.


"Maafin Liya ya kalian jadi nungguin Aliya deh."


ia merasa tidak enak dengan sahabatnya itu.


"Kamu dari mana aja sih Liya? kita cari-cari kamu,kita kira Liya hari ini ga sekolah."kata Okta .


"Iya tuh,Liya biasanya kalo Liya datang duluan pasti nungguin kita bertiga."sambung Dini.


"Maafin Liya ya,tadi liya udah nungguin kalian,tapi belum datang-datang, terus Aliya kenalan anak baru dia minta temenin ke kelas anak kelas 10 dia ga berani ke kelas sendiri."


kata nya meminta maaf.


"Iya gapapa kok Liya,maafin ya,tadi kita ga tau kalau Liya ada udah nungguin kita."


Lina mencoba tidak menyalahkan Aliya.


"Ya udah,nanti istirahat kita ke tempat biasa ya liya."


ajak Okta.


"Iya Okta,maafin Liya ya,udah buat kalian nungguin Liya."


Aliya pun masuk ke kelasnya,tiga sahabatnya itu kini sudah pergi meninggalkan kelasnya.


Bel masuk sudah bunyi,Aliya sudah menyiapkan buku dan alat tulis nya di atas mejanya.


Jam pelajaran berlangsung seperti biasanya,Aliya yang memperhatikan guru itu menjelaskan dengan sangat serius,ia tidak mau jika tidak faham dengan pelajaran.


Setelah beberapa jam belajar,akhirnya bel istirahat yang di tunggu-tunggu sudah bunyi.


Aliya berjalan menuju taman,tempat biasa ia dan sahabatnya duduk,dan makan bekal bersama disana.


Aliya sengaja datang cepat ke taman supaya teman nya tidak menunggu nya.


Kini Aliya sudah duduk di kursi bawah pohon rindang itu.

__ADS_1


"Aliya!"


panggil Okta dari jauh.


Aliya melihat ke arah sumber suara yang memanggil namanya.


Ia melihat Okta berlari ke arahnya dengan cepat.


"Ada apa Okta?"


tanyanya heran yang melihat Okta yang menghampirinya harus berlari


"terus, Lina sama Dina mana?"


tambahnya lagi sambil melihat Okta dan menunggu jawaban darinya segera.


Okta menarik nafas dalam-dalam supaya rasa lelahnya hilang.


"Liya,Lina sakit,dia di antar pulang sama ayah nya,Dini ikut nganterin Lina,sakit nya Lina kambuh."


jawabnya dengan nada sedih.


Aliya yang mendengar jawaban dari kotak sontak kaget dan wajahnya menjadi sedih.


"Ya Allah.Kenapa sakit itu harus nyerang Lina lagi,kasihan Lina."


kata Aliya sambil menutupi wajahnya dan kini air mata nya menetes membasahi pipi tembam nya itu.


"Terus keadaan Lina gimana?parah gak?"


tanya Aliya lagi dengan rasa khawatir.


"Lina di bawa ke rumah sakit,tapi gapapa kok,kata dokter Lina cuma kambuh biasa,dia tadi di kasih obat sama dokter terus di suruh istirahat di rumah Sampai beberapa hari supaya cepat sehat."


"Syukurlah,ya udah kalo gitu kita berdoa buat Lina supaya cepat sembuh dan bisa cepat sekolah."


kata Aliya sambil memeluk Okta.


Bel masuk sudah bunyi,tidak terasa mereka ternyata sudah berbincang cukup lama.


Aliya pun berjalan menuju kelasnya dengan wajah sedih,ia sedih melihat sahabatnya harus sakit kembali.


Lina yang mempunyai penyakit Kanker otak,memang belum parah,tapi ia pernah drop dan tidak sekolah selama satu bulan lebih.


Guru pun masuk ke dalam kelas untuk memulai pelajaran .


Aliya mengikuti pelajaran seperti biasanya,ia berusaha tenang dan tidak khawatir,agar ia fokus belajar.


2 jam sudah ia pelajaran sudah berlangsung,tak lama pun bel istirahat kedua sudah bunyi.


Aliya dengan cepat mencari Okta,ia masuk ke kelas Okta mencari Okta,ia tidak menemukan Okta disana.


Ia berlari menuju taman tempat biasa mereka kumpul,disana Aliya melihat Okta tengah duduk sendiri.


"Okta!"


panggil nya dari jauh.


Aliya berlari ke arah Okta lalu ia segera sudah duduk di sebelahnya .


"Okta."


panggil Aliya.


"Emma iya Liya."


jawab Lina yang baru sadar dari lamunannya.


"Kejadian nya tadi gimana? kok Lina bisa kambuh?"


tanya Aliya penasaran.


"Jadi gini,Lina itu semalam begadang,dan dia tadi berangkat sekolah sempat ngerasa pusing,Okta sama Dini udah bilang kalo Lina ga usah sekolah aja,tapi dia ga mau Liya,dia pengen tetep sekolah."


jawabnya sambil meneteskan air mata.


"Terus kalian tadi jadinya ga belajar?"


tanya Aliya lagi.


"Enggak Liya,pak Angga hari ini ga hadir jadi jam Agama kami kosong."

__ADS_1


jawab nya lalu mengelap air matanya.


"Udah kita berdoa yang terbaik aja buat Lina semoga dia gapapa ya,nanti sore kita juga bisa jenguk Lina."


ucap Aliya mencoba menghibur Okta.


Okta memeluk Aliya dengan kencang sambil tersenyum


"Makasih ya Aliya,Aliya emang sahabat Okta dunia dan akhirat."


Sambil melepaskan pelukan nya dari Aliya.


"Sama-sama Okta,ya udah kala gitu,kita ?makan bekal yuk,Okta pasti belum makan kan?"


ajak Aliya .


"Em iya Li,Okta belum makan,ya udah Okta ambil bekal ke kelas dulu ya."


Okta berjalan meninggalkan Aliya menuju kelasnya.


Aliya duduk sendiri di bawah pohon itu sambil memegang bekal nya.


'Pak Angga gak masuk hari ini? kira-kira ada apa ya,apa sibuk?'


"Astaghfirullah Liya kenapa sih malah mikirin kesitu."


Ia menyadarkan dirinya dari fikiran aneh yang tiba-tiba menghampirinya.


Okta datang membawa bekal nya dan mereka makan bersama berdua,seharusnya mereka makan berempat,tapi hari ini mereka harus makan berdua.


Secepatnya pasti Aliya akan rindu berkumpul dengan sahabat nya itu.


Selesai makan Aliya berpamitan kepada Okta untuk kembali ke kelas karena bel masuk sudah mau bunyi.


Aliya duduk di meja nya,dan membuka tas nya lalu meletakkan wadah bekal nya yang sudah tidak berisi.


Hari ini Aliya sangat lapar,karena ia hanya sarapan roti dan meminum setengah gelas susu,biasanya ia menghabiskan susu itu.Tapi ia terburu-buru karena sudah waktunya berangkat sekolah.


Bel masuk pun sudah bunyi,Aliya segera menyiapkan buku dan alat tulisnya,pelajaran pun berlangsung seperti biasanya .


tak lama pelajaran berlangsung bel pulang sudah bunyi.


"Baiklah anak-anak ibu akan berikan informasi bahwasanya mulai besok kita di liburkan,karena adanya virus yang sedang panas di seluruh negara,dan sedang menyebar di berbagi negara,ibu sarankan kalian untuk tidak keluar rumah dan tetap jaga kesehatan,jangan lupa membuat grup dan memasukkan guru yang berkepentingan di dalam grup tersebut,kita akan di liburkan sampai tanggal 15 April."


Kata buk Dewi memberikan informasi.


Aliya berjalan menuju parkiran,tiba-tiba ia di kagetkan dengan seseorang yang memukul pundaknya.


"Hey kakak!"


sapa Septi


"Masya Allah.Kamu dek?kebiasaan ngagetin terus."


kata Aliya dan memasang wajah cemberut .


"Hehe maafin Septi ya kak.Btw kakak pulang naik apa? sama siapa? terus rumah kakak dimana?"


tanya nya dengan cepat tanpa titik koma.


"Dek..."


panggil Aliya.


"Hehe iya kak?"


jawab nya


"kalo bicara itu pelan-pelan dong,hehe kakak jadi lupa pertanyaan kamu deh."


Kata Aliya sambil terkekeh.


"Kakak hari ini pulang naik taksi,ibu dan kakak nya kakak lagi ga bisa jemput,mereka lagi ada urusan,kakak tinggal di JL Anggrek No 3.Kalau kamu pulang sama siapa saja rumah nya dimana?


Aliya menjawab dengan pelan.lalu bertanya dengan nada cepat meniru Septi tetapi malah tidak bisa dan membuat nya tertawa.


"Hehehe kakak ga bisa ya niruin Septi,wah kebetulan kak arah rumah kita searah,hari ini Septi juga pulang naik taksi ibu sama ayah sibuk.Pulang bareng yuk kak."


Ajak Septi .


"Em boleh,ya udah kita nunggu taksi di depan ya."

__ADS_1


Mereka berdua pun menunggu taksi lewat di halte bus sekolah.


__ADS_2