Untungnya Aku Bertemu Denganmu

Untungnya Aku Bertemu Denganmu
Part 10


__ADS_3

Masalah sudah menjadi seperti sekarang ini, Jun bahkan tidak menelfonnya. Cukup membuktikan bahwa pria ini tidak pantas membuatnya memikirkannya lagi, dia pasti tidak akan membiarkannya begitu saja.


Bian benar-benar mengakui bahwa, dia membiarkan wanita ini di sisinya adalah keputusan yang benar.


Jia tersenyum di hadapan Bian, dia memutuskan untuk menjadi sebuah kertas putih. Walaupun mereka tidak lama kenal, tapi Jia bisa merasakan sebuah daya tarik yang sedang menariknya mendekati pria ini.


"Tuan, yang anda perintahkan untuk di bawakan ke kamar dan kamar mandi sudah di siapkan."


Pelayanan dengan sopan berkata.


Jia terkejut, hatinya berdetak kencang. Melihat Bian, wajahnya pun menjadi merah.


Malam pernikahan!!


Jia pun mengikuti Bian berjalan masuk ke kamar, seluruh kamar penuh dengan bunga mawar dan lilin. Dari awal Jia mempersiapkan diri, tapi saat benar-benar sampai di saat ini, dia tetap merasa takut dan tegangan.


Sepasang kakinya memijak karpet halus berwarna cream ini, dan merasakan kelembutan pria yang terlihat begitu dingin ini. Bian melakukan semuanya ini agar membuatnya lebih nyaman.


Bian melihat reaksi Jia pun berkata.


"Aku pergi mandi dulu, kamu bisa bersiap-siap dulu. Aku berharap kamu bisa menjadi nyonya Bian tanpa keraguan. Jika kamu ingin menunggu dulu, malam ini, aku tidak akan melakukan apapun."


Ucapannya begitu lembut, tapi pernikahan ini adalah pilihan Jia sendiri. Hubungan mereka ini sebanding, dia tidak boleh membiarkan Bian bertanggung jawab atas masa lalunya.


Jia memberanikan diri, mengangkat tangannya dan membuka kemeja Bian. Setelah itu, dia mengjinjitkan kakinya dan mencium bibir Bian.


Setelah berhenti beberapa saat pada gerakan itu, Jia ingin mengungkapkan perasaan padanya. Lau seluruh tubuhnya di peluk oleh Bian, lalu berputar. Pinggang Jia di peluk oleh Bian dan terjatuh ke ranjang yang empuk.

__ADS_1


Bian menahan dirinya berkata dengan suara rendah.


"Benar-benar sudah siap? setelah malam ini, kamu tidak akan bisa kembali lagi."


Suhu panas tubuh Bian pun mengalir ke tubuh Jia dari tangannya, mengerutkan keningnya menunggu jawaban Jia.


"Aku yakin kamu tidak akan membuat aku menyesal."


Bian tidak menunggu lagi dan langsung menciumnya. Kelembutan dan kelantangan bergabung menjadi satu, nafas mereka pun bergabung dengan udara.


Hati dan batin Jia pun terbawa, dia tidak pernah merasakan sentuhan yang begitu menggetarkannya.


Dia berusaha bekerja sama dengannya, tatapan yang begitu romantis. Tiba-tiba merasakan gerakan Bian berhenti, lalu dia pun di peluk lembut olehnya. Ciuman Bian pun jatuh pada keningnya, lalu memanggil namanya.


"Jia..."


Jia melingkarkan tangannya di leher Bian, dengan lembut menjawabnya.


Bian menarik nafas, menenangkan nafsunya. Dia tidak menduga ini adalah kali pertama Jia, rasa barusan itu... membuatnya terkejut. Tapi dengan cepat dia melakukan keputusan.


Tidak seharusnya begitu buru-buru memiliki malam yang begitu berharga ini. Bahunya yang lebar berada di dekat Jia.


"Malam ini kamu sangat cantik. Tapi aku tidak ingin membuat kamu terluka, lebih baik... lain kali saja."


"Aku... Apakah aku melakukan apa yang membuatmu tidak puas?"


Jia mengira dia melakukan kesalahan, dengan hati-hati bertanya.

__ADS_1


Bian memakai bajunya dan berusaha menenangkan nafsunya.


"Lain kali hal seperti ini kamu harus memberitahukan padaku terlebih dahulu. Kalau tidak, bagaimana jika aku melukaimu?"


"Kalau begitu barusan apakah kita... melakukan itu?"


Jia yang melihat Bian yang begitu tegang pun akhirnya bertanya.


"Tidak peduli ada atau tidak, kamu tetap adalah nyonya Bian."


Setelah berkata, dia pun menggendong Jia dan masuk ke kamar mandi.


"Sambil biarkan aku memeriksa apakah kamu terluka atau tidak."


Jia pun tertawa, membantah berkata.


"Kenapa kamu begitu baik padaku?"


Bian dengan serius melihatnya.


"Ini adalah takdir, walaupun aku melewatinya, aku juga tetap akan memilikimu."


Kelantangannya pun membuat Jia merasa terharu, dia dengan jujur mengungkapkan pemikirannya. Iya yah Iya Tidak yah Tidak, Benar-benar adalah orang yang sama sifatnya dengan Jia.


Dia bersedia menjadi kucing di dalam pelukannya, tenggelam ke dalam kelembutannya.


Hanya dengan saling menghargai dan saling jujur yang akan membuat kedua hati semakin dekat.

__ADS_1


Paling tidak untuk sekarang, Jia tidak menyesal dengan berinisiatif mendekatinya.


__ADS_2