Untungnya Aku Bertemu Denganmu

Untungnya Aku Bertemu Denganmu
Part 7


__ADS_3

Kenapa Bian tiba-tiba muncul di sini? dan dia bahkan ikut campur dengan urusan di sini. Semua orang tahu dengan posisi Daisy Entertainment di industri hiburan. Dapat di simpulkan Bian pasti juga merasa Jia sudah membuat kesalahan besar.


Jia benar-benar sudah masuk ke jebakannya sendiri, mulai dari sekarang aktris terfavorit yang sudah ketinggalan zaman ini akan musnah.


Semua orang mengira Bian akan menyalakan Jia, tiba-tiba menyadari dia berdiri di samping Jia. Dengan memuji menganggukkan kepalanya.


"Aktingmu sangat bagus."


Jia membuka mata dengan lebar melihatnya. Bian bahkan datang melihat aktingnya! dan berinisiatif membantunya. Orang ini, adalah suami yang baru dia nikahi!!.


Bian pun melihat ekspresi Jia, membalikkan badan melihat sutradara Wang.


"Sutradara Wang, bagaimana menurutmu?"


"Akting nona Jia tentu tidak perlu di ragukan lagi, di sisi ini aku yakin semua orang juga mengakuinya."


Sutradara Wang melihat ke arah Jia, lalu dengan wajah buruk berkata.


"Tapi tadi dia..."


"Aku merasa ini bukanlah masalah besar."


Walaupun investor mengetahui posisi Bian, tapi dia tetap bersikeras berkata.


"Tidak boleh, peran wanita ketiga film ini harus di perankan Lea."


Mereka suka begitu menginvestasi begitu banyak uang, tidak mungkin hanya karena ucapan Bian mengganti rencana mereka!!.


"Harus siapa? kalau begitu peran wanita ketiga sudah di pastikan secara tertutup di perankan oleh Lea?"


Bian yang mendengar ucapan itu, pun dengan dinginnya menekan ucapannya.

__ADS_1


"Tapi menurutku dia tidak pantas, dan aktingnya tidak bisa mengeluarkan sikap dari peran ini. Tapi, Jia sangat cocok dengan peran ini."


Penyampaian yang begitu jelas, asalkan bukan orang bodoh pasti menyadari Bian datang untuk membantu dirinya.


Jia sama sekali tidak menduga Bian akan tiba-tiba muncul. Bahkan tidak memperdulikan apapun untuk membantunya. Walaupun dia sangat terkejut, tapi tetap merasa terharu.


Posisi yang lebih tinggi tidak mungkin bisa di langkah, investor pun tidak berani membantah. Mengatakan beberapa kata dengan marah, mencari Jun dan Sky Entertainment untuk mengurus masalah ini.


"Kalau begitu, untuk sementara kita tetapkan seperti ini dulu."


Sutradara Wang dengan Serba salah melihat Bian. Bian dengan penuh makna melihat Jia sejenak, lalu pergi dengan asistennya.


Wartawan yang tadinya masih mengelilingi Jia pun langsung mengikuti Bian, seketika sisi Jia sama sekali tidak ada orang lain.


Setelah menelpon 4-5 kali, Nain pun berjalan ke tengah panggung dan memarahi Jia, dengan Marah berkata.


"Jia, kamu benar-benar keji. Tunggu saja, tuan Jun tidak akan membiarkanmu begitu saja."


"Baiklah, aku akan menunggunya."


Karena dia tidak akan membiarkan mereka begitu saja!.


Jia pun pergi duluan dari pintu belakang sebelum wartawan kembali, bertepatan melihat mobil Bian yang barusan keluar dari parkiran. Melihat kaca hitam yang lewat dari hadapannya. Melihat Bian duduk di dalam mobil, ekspresi yang dingin tiba-tiba tersenyum padanya.


"Naiklah."


Jia yang mendengar ucapan itu pun menganggukkan kepala.


"Barusan... terima kasih."


Karena sangat paham dengan industri hiburan, Jia yang sangat jelas tahu kalau Bian membantunya. Tadi, dia benar-benar tidak bisa menyelesaikannya sendiri.

__ADS_1


"Sekarang kamu adalah istriku, apakah kamu merasa aku bisa menahan orang lain menyakiti wanitaku?"


Dia dengan sangat lantang mengatakannya.


Arti perkataannya, dia akan terus melindungi dirinya.


"Nantinya aku akan membuat Daisy dan kamu merepotkan, aku..."


Duduk di sebelah Bian, Jia berkata sambil memainkan kukunya.


****Bian**** hanya melihatnya, sepasang mata tidak terlihat penuh harapan.


"Kalau aku takut merepotkan, aku tidak akan menikah denganmu."


Jia dalam hati berfikir sejenak, hanya merasa suasana mobil sangat baik. Dan saat dia duduk di sisi pria itu, hatinya berdetak begitu kencang dan tidak terkontrol.


"Kemana kita sekarang?"


Jia buru-buru mengganti topik pembicaraan.


"Rumahku."


Bian dengan tenang berkata, melihat Jia yang terkejut dia pun tersenyum.


"Aku tidak suka lambat laun dalam mengurus sesuatu, kalau kamu setuju, aku akan membuatmu melewati malam pernikahan yang tidak terlupakan."


Jia terlihat terpana dengan kata-kata ini, dengan tegas menjawab.


"Aku bersedia."


Tidak setuju, tapi bersedia. Dia sangat jelas dengan pilihannya sendiri, nama ****Bian**** sudah tercetak di kehidupannya, tidak bisa di hapus lagi.

__ADS_1


Dia bersedia memberikan seluruh dirinya pada Bian.


__ADS_2