Untungnya Aku Bertemu Denganmu

Untungnya Aku Bertemu Denganmu
Part 5


__ADS_3

Perlahan teater kecil itu sudah di penuhi dengan orang, lalu sutradara pun tiba. Satu persatu sutradara naik ke atas panggung bersiap-siap melakukan audisi.


Jia memakai masker dengan rambut yang tergerai, hanya menunjukkan sepasang mata dengan bulu mata palsu yang tebal. Dia dan Nain duduk di sisi kiri pentas, dengan tenang melihat ke arah pentas. Jika orang yang dekat dengannya akan tahu, kalau sekarang dia sudah memasuki ke suasana audisi.


Nain berkata dengan suara kecil ke telinga Jia.


"Pura-pura lihat naskah, nanti saat naik ke atas pentas asal berakting saja. Pura-pura pingsan, lalu aku akan membawamu kembali ke kamar. Maka, tugasmu sudah selesai."


"Lalu, peran ini akan di dapatkan Lea?"


Jia berpura-pura terkejut bertanya. Semua orang mengandalkan kemampuan, Lea malah mengandalkan cara Jun yang kotor itu.


"Tentu saja, kamu hanya perlu berakting pingsan saja. Jangan sampai sembarangan menambah akting."


Setelah selesai berkata, Nain pun berdiri dan pergi mengangkat telepon.


Peringatan Nain malah memberikan ide untuk Jia, dia menunduk melihat naskah. Bibir merah di balik masker pun tersenyum, dalam hati sudah memiliki ide.


Saat dia mengangkat kepala, karena kasihan dengan latar belakang peran Caihong ini, matanya pun berair. Pekerja berjalan ke sisinya.


"Lea, selanjutnya giliran kamu."


Lea mengangkat kepalanya dan berdiri, demi tidak membiarkan Nain menyadari rencananya, dia pun pura-pura batuk.

__ADS_1


Nain menggunakan kesempatan ini menjelaskan.


"Beberapa hari ini Lea sedang sakit karena terlalu lelah, sekarang juga masih demam. Tapi dia sangat menghargai peran ini, tidak peduli bagaimana aku menghalanginya, dia tetap bersikeras ingin datang audisi."


Setelah berkata, dia pun sengaja dengan kasihan melihat Jia, tersenyum pahit menggelengkan kepala.


Setelah Nain selesai berkata, Jia pun menyadari tatapan orang-orang di sekitarnya terlihat berubah. Selain cemburu, tiba-tiba juga kagum.


Jia dalam hati tersenyum dingin. Demi membuat Lea terlihat baik dan profesional, Jun benar-benar berusaha keras. Tunggu saja, dia tidak akan membiarkan mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Hari ini, reputasi Lea pasti akan hancur.


Jia berjalan selangkah demi selangkah ke atas panggung. Walaupun dia memakai topi dan masker, tapi karena penjelasan Nain tadi. Sutradara Wang hanya melihatnya dan mendesah, namun tidak mengatakan apapun.


Dia perlahan melonggarkan topinya, melepaskan rambutnya yang panjang lalu menaruhnya di belakang telinganya. Hanya menggunakan masker untuk menutupi wajahnya.


Nain yang ada di bawah panggung sedang menenangkan dirinya, bersiap-siap untuk berpura-pura terkejut lalu lari ke atas pentas memapah Jia yang sedang pingsan.


Tapi tidak menduga Jia tiba-tiba membalikkan badan, tidak hanya pingsan. Dia malah berlutut di panggung dan mulai menangis, suaranya yang lemah perlahan menjadi keras. Bahunya juga ikut bergetar, dari suara tangisan di tenggorokannya mengatakan.


"Bagaimana bisa kamu meninggalkanku sendiri?"


Barusan selesai berkata, mengangkat kepala, air mata pun mengalir dari sudut matanya.


Inilah akting!

__ADS_1


Semua sutradara dan pekerja yang ada di sana sangat terharu dengan adegan ini.


Adegan menangis yang paling penting dari peran Caihong ini ditunjukkan oleh Jia dengan sangat pas. Dan di bandingkan dengan beberapa artis yang tadinya juga memerankan adegan menangis, ekspresinya lah yang paling cocok. Membuat semua orang merasa terharu.


Sesuai dengan gambaran di naskah. Setelah Caihong di tinggalkan, dia sangat tersiksa. Setiap hari menangis. Tapi akting Jia tidak hanya menunjukkan perasaan sedih dari Caihong, namun ada sebuah rasa hidup kembali dari kematian.


Setelah dia duduk di lantai panggung, menggunakan kedua tangan untuk memeluk lututnya dan mengatakan kata kedua. Semua orang menepuk tangan memuji aktingnya, seketika teater kecil ini dipenuhi dengan suara tepuk tangan.


Ini bukan lagi audisi biasa, benar-benar adalah kelas pelajaran akting. Memerankan peran Caihong ini dengan sangat pas, membuat semua orang tidak bisa melupakannya.


Sutradara Wang duduk di kursi dan mendesah, tatapannya terlihat sangat terkejut.


"Dia orangnya!! Caihong yang aku cari adalah dia!!"


Asisten sutradara langsung mengumumkan.


"Peran wanita ketiga Caihong di perankan oleh Lea."


Jia perlahan berdiri di panggung, melihat tatapan mata Nain yang senang. di balik masker dia juga tersenyum.


Jangan buru-buru, aktingku belum selesai.


Di baris terakhir teater, pria yang seperti kaisar itu memasukkan tangannya di dalam kantong celananya. Tatapan dinginnya berhenti di wajah Jia, pandangan terpukau terlihat di wajahnya.

__ADS_1


Dia yang begitu dingin pun tersentuh oleh akting Jia, aktris terfavorit ini benar-benar luar biasa. Namun, Bian tidak mengabaikan perasaan yang di tahan wanita ini.


__ADS_2