
Walaupun ini adalah jawaban yang dia duga, tapi Bian melihat Jia dengan serius dan menambahkan.
"Prinsipku adalah begitu mulai, aku tidak akan mengakhirinya."
"Dari awal aku sudah mendengar sikap direktur Daisy entertainment. Aku sangat jelas dengan apa yang aku lakukan sekarang. Aku akan menerima posisi sebagai nyonya Bian. Dengan tulus menjadi wanitamu. Tapi, aku ada sebuah permohonan."
Tatapan Jia membuat orang tersentuh. Bian menatapnya.
"Katakan."
Jia dengan tegas menjawab.
"Dendamku dengan Jun biarkan aku menyelesaikannya sendiri, dan bukan menggunakan bantuan Daisy."
Bian menganggukkan kepala menyetujuinya.
Wanita ini benar-benar berbeda, Bian juga ingin melihat Jia bisa berjalan sampai mana. Apakah wanita ini pantas membuatnya tergerak?
"Aku masih ada berkas yang perlu di lihat, kamu pergi istirahat dulu."
Bian berkata pada Jia, lalu berjalan ke depan beberapa langkah dan menunjuk tangan kiri.
"Kamarku ada di sana."
Wajah Jia pun memerah.
"....Baik!"
Bian sepertinya membuka sebuah pintu untuknya, sebuah pintu yang hanya bisa di masuki olehnya.
Ponsel Jia tiba-tiba berdering, telfon dari ka Lusy.
"Jia, semuanya sudah selesai. Kamu akan segera melihat berita Lea yang mendapatkan peran dengan uang, menggunakan hubungannya dengan Jun untuk mendapatkan bantuan dari perusahaan, dan juga menyakiti orang baru di internet."
__ADS_1
"Ka Lusy, maaf sudah merepotkanmu."
Jia dengan tulus berterima kasih. Saat ini, Ka Lusy masih bersedia mengikutinya. Benar-benar membuatnya terharu.
"Untuk apa kamu begitu sungkan padaku? Kamu pasti tidak tahu, bukti ini di berikan para karyawan di perusahaan padaku. Mereka terus di sakiti oleh Lea, mereka semua mengatakan mereka bersedia membantumu. Jia, lakukan apa yang ingin kamu lakukan. Kami semua akan mendukungmu."
"Terima kasih Ka Lusy. Oh iya, apakah kamu sudah membeberkan masalah Lea hamil?"
"Belum, apakah kamu sudah benar-benar memikirkan hal ini dengan baik? sampai saat itu, bagaimana denganmu?"
Dia mengira Jia masih memiliki perasaan pada Jun.
Jia mengangkat kepala melihat ke arah ruang buku Bian tersenyum.
"Aku juga barusan menyadari takdirku yang sebenarnya adalah dia."
"Siapa? apakah...."
Ka Lusy menyadari keanehan Jia, barusan bersiap-siap untuk menanyakan. Tapi, dia pun di hentikan oleh telfon yang tiba-tiba masuk.
"Baik, aku tunggu kabarmu."
Jia meletakkan ponselnya, perasaannya berbeda dengan biasanya.
Hidup selalu harus melangkah lebih jauh agar bisa pemandangan yang lain.
Tidak tahu kapan Bian muncul di belakangnya, doa pun tidak sengaja mendengar percakapan di telepon itu. Tapi jarak diantara mereka tidak terlalu jauh, ditambah dia adalah raja industri hiburan. Hanya memikirkan masalah Jia berinisiatif mencarinya untuk menikah, dia sudah mengetahuinya.
"Kamu sudah mendengar semuanya?"
Begitu Jia membalikkan badan, dengan tegangan melihatnya. Jia tiba-tiba merasa takut akan meninggalkan kesan buruk padanya.
"Cara kamu melakukan sesuatu sangat tegas."
__ADS_1
Bian mendekati Jia, mengangkat tangan dan memegang dagunya. Dengan tatapan mengerikan melihat Jia.
"Aku hanya melakukan hal yang aku anggap benar."
Jia dengan yakin melihatnya, tatapannya sama sekali tidak terlihat ragu.
"Kamu jangan salah paham..."
"Apakah pemikiranku penting?"
****Bian**** tersenyum menggoda. Melepaskannya, membalikkan badan dan membuka kulkas.
"Aku hanya percaya dengan yang aku lihat."
Hanya satu kata membuat hati Jia tersentuh, ucapannya membuat dia terharu. Suaminya ini bisa di beri nilai 99.
...---------------...
Setelah Jun menerima kabar, dia begitu marah sampai melempar ponselnya.
"Siapa yang bisa memberi tahuku apa yang sebenarnya terjadi."
Dalam setengah jam, Sky Entertainment menerima begitu banyak telfon dari wartawan. Di internet tersebar luas mengenai kabar Lea, dan ada banyak berita yang tidak ada namanya yang memberitakan masalah Lea menyakiti orang baru dan merebut bantuan perusahaan.
Para pemegang saham juga mengejar Jun untuk mendapatkan sebuah penjelasan. Seketika karena masalah Jia menggantikan Lea pergi audisi pun membuat reputasi Sky Entertainment terpengaruh.
Lea melihat Jun pun mengerutkan keningnya.
"Sekarang kamu masih tidak sadar kalau semua ini adalah perbuatan Jia, dia tidak rela melihatku begitu terkenal."
"Tidak, jika dia menyadari aku bersama denganmu, tidak mungkin dia tidak datang mencariku."
Jun masih mengira dia sangat mengerti Jia.
__ADS_1
"Aku akan menyuruh orang menyelidikinya."