
Jia menarik nafas, ada Ka Lusy yang membantunya. Masalah sudah berhasil setengah.
"Sebenarnya kali ini Lea tidak hanya ingin menyuruhku membantunya audisi, dia mungkin memutuskan untuk bergantung pada Jun untuk mendapatkan bantuannya. Mendapatkan semua kesempatan, tentu kita harus menemukan bukti."
tidak menunggu sampai Ka Lusy berbicara, Jia pun lanjut berkata.
"Lagi pula, dia sudah hamil. anak itu adalah milik Jun."
Ka Lusy langsung menghujat.
"Mereka benar-benar bejat!!!"
Tidak hanya berselingkuh, mereka bahkan menyuruh Jia menjadi pengganti Lea, mereka benar-benar tidak tahu malu.
Jia sudah memikirkannya dengan jelas, dia tidak boleh menderita sendiri, mereka melakukan ini padanya. Maka, dia akan membuat mereka membayar semua ini dengan berkali-kali lipat.
Setelah beberapa jam, Jia memakai make-up tipis, memakai masker dan topi menuju hotel yang sudah di janjikan.
Barusan masuk ke lobby, manager Lea yaitu Nain pun berjalan kemari, sambil menjerit.
"Aduh aduhh... Lea kenapa sakitmu begitu parah? cepat ikut denganku untuk bersiap-siap, jangan sampai membiarkan sutradara Wang menunggumu."
Tidak menduga akting Lea begitu buruk, tapi akting managernya malalah lebih bagus.
__ADS_1
Kata-kata ini sangat jelas di katakan untuk orang lain. Tujuannya agar semua orang tahu, wanita memakai masker dan topi yang dia jemput ini adalah Lea.
Permainan bagus ada di belakang, Jia juga tidak buru-buru membongkarnya.
Begitu pintu lift tertutup, Nain dengan tidak senang melihat Jia, lalu berkata.
"Kamu lihat ini sudah jam berapa? apakah kamu mengira kamu sangat terkenal? berani-beraninya kamu datang terlambat!!"
Cara bicaranya yang sombong sangat mirip dengan Lea, menganggap Jia adalah pembantu yang bisa di perintah seenaknya.
Jika bukan karena dulu dia di tipu oleh kebohongan Jun, jika dia tidak pensiun dari layar perfilman dan terus berkembang di layar film. Nain yang begitu berperan kecil mungkin saat bertemu dengannya bahkan tidak berani mengangkat kepalanya, mana mungkin berani bersikap seperti ini padanya.
Jia menunduk, ternyata di mata mereka dia hanyalah sebuah lelucon. Menahan semua kekesalannya di dalam hati, tatapan Jia pun kembali menjadi tenang.
"Banyak orang yang ada di tim ini sudah pernah bertemu dengan Lea, aku tidak ingin begitu masuk langsung ketahuan. Jadi, persiapkan baik-baik dulu."
Setelah dia berkata, Nain pun menyadari bahwa dandanannya hari ini sangat mirip dengan dandanan Lea biasanya. Warna foundationnya sangat putih, garis kelopak matanya juga sangat jelas. Jika memakai masker, orang tidak mengenalnya pasti akan mengira dia adalah Lea.
"Tuan Jun sudah mengurus semuanya, nanti kamu hanya perlu pura-pura pingsan saja di depan sutradara."
Mereka mengira dengan begitu bisa mendapatkan peran ini?
"Hanya begitu mudah?"
__ADS_1
Jia dengan tidak yakin melihatnya.
"Sejak kapan Wang begitu gampang di dapatkan?"
"Kamu kira sekarang ini jaman apa? cepat jalan!!"
Nain terlihat begitu yakin, sepertinya dari awal dia sudah yakin dengan hasilnya. Jia pun mengerutkan dahi.
"Apakah sudah di tentukan secara tertutup?"
Walaupun Lea menginginkan peran wanita ketiga, tapi sebenarnya pusat perhatian film ini ada pada latar belakang menyedihkan peran wanita ketiga. Di dalam cerita ini dia di paksa menikah dengan pria yang tidak dicintainya, dipaksa sampai gila. Walaupun peran seperti ini tidak mendapatkan bayaran yang tinggi, tapi kalau aktingnya bagus, namanya di dunia akting pasti akan naik.
Jun benar-benar memikirkan semuanya untuk Lea!!.
"Lea, ini adalah tempat dudukmu. Tubuhmu tidak sehat, cepat duduk dan istirahat."
Nain memanggilnya.
Jia menarik topinya semakin kebawah, berjalan begitu cepat ke sana dan menyahut.
Dalam waktu bersamaan, Bian pun mendapatkan kabar bahwa Jia berpura-pura menjadi Lea untuk pergi audisi. alisnya mengerut, merasa semuanya menjadi semakin menarik daripada yang dia bayangkan.
"Segera siapkan mobil."
__ADS_1
Sama sekali bukanlah pertunjukan yang sangat istimewa. Tapi, dia tiba-tiba ingin melihat Jia berakting.