VAGRANT : CRISIS CORE

VAGRANT : CRISIS CORE
Seorang Guru Dengan Muridnya


__ADS_3

Segelintir cahaya dari bulan purnama membasuh pintu kuil Kokufuji di Nara pada malam itu. Seluruh murid dari seorang guru bernama Inei berbaris memberikan jalan. Inei adalah seorang yang di pandang tinggi oleh mereka semua, dia adalah seorang legenda di negerinya.


Para murid Inei yang bertingkat lebih senior datang membawakannya seorang pemuda yang telah mencoba menerobos masuk.


Inei menatap seorang bocah yang tertunduk itu, terpaku dengan bercak darah ditubuh serta kain yang dikenakannya. Ia menangis dan meraungi kesalahannya. Ia mengaku sebagai pendosa, dan datang ke kuil ini untuk memperbaiki diri.


Beruntung hukuman mati bukanlah hukuman yang Inei beri atas semua kesalahannya di masa lalu. Inei menggantung bocah itu diatas pohon beringin berukuran raksasa ditengah kuil hingga beberapa hari lamanya. Tidak diberi makan bahkan minum, hanya disiksa setiap harinya oleh murid-murid Inei yang berusia muda.


Setelah bocah itu melewati empat tahap kesedihan (Penyangkalan, Kemarahan, Penawaran, juga Depresi), Inei melepaskan tali ikatannya, lalu menuntunnya ke tahap terakhir yakni tahap penerimaan.


"Hidup penuh kebencian bukan untukmu, Hōzōin Zeneibō Inshun." Ucap Inei, lalu memberikan bocah itu sebuah nama, yang menandakan kalau kehidupan kedua dari anak itu baru saja bermula. "Mulai hari ini, aku akan mengangkatmu menjadi muridku, Inshun. Jangan kecewakan aku."


Esoknya Inshun dididik gaya bertarung Hozoin oleh para senior. Teknik Hozoin adalah teknik bertombak, teknik yang dibuat sendiri oleh Hozoin Inei ketika melihat refleksi bulan sabit di kolam sarusawa.

__ADS_1


Inshun adalah seorang yang diberkati, lelaki itu mampu menguasai teknik Hozoin, juga mampu mengalahkan semua senior dalam waktu yang begitu singkat. Hal tersebut membuat Inshun menjadi yang terkuat di kuil Kokufuji. Tetapi Inshun malah menjadi tinggi hati, dan menyalahgunakan kekuatannya. Sebuah berita buruk sampai pada telinga Inei, berita itu berkata bahwa Inshun telah memperkosa banyak wanita di kota terdekat. Inei pun menghukumnya, dengan menamparnya dengan kenyataan bahwa ia bukanlah yang terkuat.


Inei mengalahkan Inshun, dan mengurungnya di kuil Kokufuji. Ketaatannya dilatih, ketertibannya dijaga. Seorang yang dipandang tidak seharusnya bertingkah konyol dan semena-mena dihadapan publik. Inei malu juga kecewa, ia harus bertanggung jawab atas tercelanya nama kuil.


Beberapa tahun berlalu, dan Inshun telah berhasil meyakini Inei kalau ia tidak akan mengulangi kesalahannya, dan akan bertindak bijak dalam melakukan segala hal.


Selain teknik Hozoin, kuil Kokufuji juga mengajarkan sihir angin. Sekarang Inshun sedang berusaha menguasainya, dia ingin menjadi lebih kuat lagi. Kekalahannya pada Inei di hari itu membuatnya berambisi agar menjadi yang terkuat.


Inei pun memberikannya sebuah tombak yang berujung tumpul sebagai hadiah. Tombak itu sebenarnya dijadikan sebagai cobaan terakhir Inshun. Lelaki itu dilarang untuk membunuh lawan, hanya diperbolehkan untuk mengalahkannya. Bila saja dia mampu, Inei akan memberikan jabatan Apotheosis-nya kepada Inshun secara penuh dan mati dengan tenang.


Namun, badai dari timur tiba.


Kiamat ular di negeri air berbuntut ke sebuah pertemuan lima negara di atas negeri tanah selaku pusat dari bumi. Mereka akan mendiskusikan banyak hal, yang jelas akan menyelesaikan banyak masalah. Masing-masing malaikat dari masing-masing negara akan mengutus Apotheosis-nya, mengingat kalau mereka semua tersegel dibalik kaca.

__ADS_1


Inei, yang merupakan Apotheosis pertama di negeri angin di perintahkan untuk segera datang ke kerajaan Lutf, yakni markas milik para malaikat di negeri angin.


Vaas, si Apotheosis ke-3, pemilik kekuatan ruang dan waktu; mampir ke gunung Emei untuk menjemput Inei. Tetapi ternyata Inei memiliki satu permintaan untuk membawa salah satu murid kebanggaannya bersamanya. Murid itu tidak lain adalah Inshun.


Vaas yang merasa tidak keberatan, kemudian membawa keduanya pergi dari kuil menuju kerajaan Lutf.


Apotheosis pertama Inei adalah pria yang dipercayakan oleh Inarius, yakni salah satu malaikat di negeri angin, untuk menyampaikan pesannya. Ditemani oleh Apotheosis ke-5 Yuki yang memiliki kekuatan es, Apotheosis ke-4 Shin yang memiliki kekuatan pemanggil dan pengendali 10 hewan gaib, Apotheosis ke-3 Vaas yang memiliki kekuatan ruang dan waktu, serta Apothoesis ke-2 Honda yang memiliki kekuatan ledakan.


Diantara mereka semua, yang paling tua dan memiliki murid hanya Inei, karena Inei di sukai oleh para malaikat. Sementara yang lainnya dibiarkan terus silih berganti dan dilarang untuk memiliki murid karena kekuatan mereka yang terlalu berbahaya bila digunakan oleh banyak manusia di negeri angin.


"Berangkatlah, Apotheosis-ku. Sampaikan pesanku kepada mereka!" Titah Inarius.


Para Apotheosis beserta Inshun kemudian berdiri melingkar, mereka berteleportasi, berpindah ruang dan waktu ke negeri tanah tanpa menjatuhkan setetes keringatpun dari kulitnya.

__ADS_1


__ADS_2