
Mulut Albert Beaufort sedikit tersenyum ketika dia berkata, "Anak perempuan mu yang paling di cintai? Saat itu, ketika Keluarga Lucianne sedang dalam kesulitan, mengapa aku tidak melihat mu melindunginya? Tapi, kau malah berencana untuk menjualnya seperti barang, kan?"
Wajah Robert Lucianne menjadi sangat merah karena malu.
Albert Beaufort melanjutkan, “Lalu, ketika putri sulung mu merebut pacarnya, mengapa aku tidak melihat mu keluar dan menghukum putri sulung mu? Putra mu, Maxime Lucianne, adalah sampah yang tak tahu malu dengan nafsu yang tinggi. Tidak apa-apa jika dia hanya bermain di luar, tapi dia sangat sesat sampai berani mencemarkan saudara perempuan nya sendiri. Apakah ini yang kamu sebut jenius langka?"
Wajah Robert Lucianne memerah, lalu putih pucat! Tangan dan kaki Robert Lucianne menjadi dingin karena keringat. Beraninya bocah bau ini mempermalukannya dan menghinanya di depan anak angkatnya sendiri!
Albert Beaufort tidak peduli dengan perubahan emosi Robert, dan tetap melaniutkan kata-katany, "Adapun tentang menantu laki-laki mu itu! Aku berterima kasih padanya karena membuang permata seperti Valerie, dan lebih memilih anak sulung mu. Yah, pria seperti dia, benar-benar cocok dengan putri sulung mu! Sedangkan untuk istri mu... hmm... karena aku tahu orang seperti apa diri mu. Jadi, aku dapat membayangkan betapa kotor dan tak tahu malunya istri mu itu. "
Robert Lucianne merasa pikirannya menjadi kosong. Dia berharap dia tidak pernah datang kemari dan mengucapkan omong kosong itu!
Albert Beaufort sekali lagi menampilkan lidahnya yang tajam, kejam, dan akurat dalam mengkritik Keluarga Lucianne dari atas ke bawah, membuat mereka menjadi tidak berharga.
Akhirnya, Albert Beaufort berkata, "Keluarga Lucianne benar-benar penuh dengan orang-orang berbakat. Tidak heran Valerie ku benar-benar berbeda dari kalian. Itu semua karena dia bukan anggota asli dari Keluarga Lucianne!"
Seolah-olah semua darah di tubuh Robert Lucianne telah mengalir ke kepalanya, dan wajahnya yang keriput telah mengubah warna menjadi merah padam, tubuh nya bergetar karena menahan amarahnua.
Valerie Lucianne tidak mengatakan sepatah kata pun dari awal hingga akhir. Dia diam-diam mendengarkan kritik kejam Albert Beaufort. Dia tidak merasakan simpati atas apa yang terjadi pada Robert. Itu karena setiap kata yang di ucapkan Albert Beaufort adalah kebenaran dan Robert tidak salah di fitnah sedikit pun. Sangat memuaskan!
Pada saat ini, pelayan membawa beberapa piring hidangan ke dalam dan pergi...
Albert Beaufort menoleh ke samping, wajahnya sangat lembut saat menatap Valerie, sangat berbeda jauh saat dia di hadapan orang lain. "Sayang, kamu mau makan sesuatu?"
"Duduk di meja yang sama dengannya, aku khawatir aku tidak memiliki nafsu makan." Ucap Valerie Lucianne seraya melirik Roberth dengan acuh tak acuh.
"Kalau begitu, ayo pergi." Albert Beaufort berdiri dan memegang tangan Valerie Lucianne, "Aku tidak akan mengganggu lagi acara makan Paman Robert. Oh benar, aku akan mentraktir mu makan malam lain kali."
Dengan itu, Albert Beaufort menarik Valerie Lucianne pergi bahkan tanpa menoleh ke belakang....
Robert Lucianne tidak bisa lagi menahan senyum canggung di wajahnya. Dia mengambil napas dalam-dalam dan matanya menjadi gelap. Saat dia hampir pingsan, pintu terbuka lagi...
Albert Beaufort berdiri di pintu, senyumnya penuh ejekan, saat dia berkata,. "Itu benar, Paman, kau memiliki masalah yang sangat penting yang belum di selesaikan. Ku dengar, anak laki-laki mu yang jenius itu, saat ini ada di kantor polisi.."
Kemarahan Roberth Lucianne langsung menghilang. Dia buru-buru bangkit dan bertanya dengan heran, "Apa yang terjadi dengan Maxime Lucianne?"
Albert Beaufort mengerutkan keningnya, ekspresinya sedingin es, dan berkata, "Tidak ada apa-apa. Mungkin, dia menggunakan obat-obatan dan berusaha memperkosa wanita. Tidak ada masalah tentang itu. Yah, itu hanya di penjara selama puluhan tahun paling banyak." Setelah mengatakan semua itu, Albert Beaufort menutup pintu.
__ADS_1
Mata Robert Lucianne benar-benar tertegun, kepalanya pusing rasanya hampir pingsan …
Valerie dan Albert mengendarai mobil menuju pusat kota bersama....
Suasana di mobil agak canggung, jadi Valerie Lucianne berniat mengubah suasana dan memulai percakapan. "Kamu... Bagaimana kamu tahu kalau aku keluar? "
"Kepala pelayan yang memberitahu ku." jawab Albert Beaufort, dia fokus mengendarai Mobil, matanya menatap lurus ke depan.
Valerie Lucianne menunduk dan berkata, "Kalau begitu... Bagaimana kamu tahu ke mana aku akam pergi? "
Sebenarnya, Valerie Lucianne bahkan lebih bingung, tentang bagaimana Albert Beaufort bisa tahu tentang ruangan mana Valerie dan Robert berada.
Sudut mulut Albert Beaufort menyeringai, ketika dia menjawab, "Sebenarnya, aku hanya tahu bahwa kamu keluar. Aku tidak tahu kemana kamu pergi."
Valerie Lucianne sedikit mengerutkan kening, dia melirik wajah tampan Albert yang sedang fokus mengemudi, dia sudah sering melihat wajah tampan pria ini, tapi wajahnya saat sedang fokus adalah yang terbaik!
"Dalam perjalanan pulang, aku melihat Mobil Robert di luar cafe. Aku pikir, kau keluar untuk bertemu dengan Ayah mu. Sebenarnya, aku hanya menebak, aku tidak tahu bahwa kalian benar-benar bersama. Karena itu, aku bertanya ke meja layanan, dan menanyakan detailnya, aku menduga bahwa orang yang datang dengan Robert pasti kamu. " jawab Albert Beaufort, dia menggunakan nada tenang untuk menjelaskan keraguannya.
“Jadi begitu...” ucap Valerie Lucianne mengangguk. Dia tidak mengharapkan pria ini untuk cukup teliti. Dan dari apa yang Albert Beaufort katakan di ruang pribadi barusan, Aalbert mencoba untuk melindungi dirinya juga.
"Bukankah kamu belum makan?" jawab Albert Beaufort dingin.
Valerie Lucianne tiba-tiba memikirkan sesuatu. Sebelumnya, saat di Mansion Keluarga Beaufort, dia pernah mengatakan ingin keluar dari sana. Sekarang, bisakah dia makan maalam bersama? Sangat memalukan!
Seolah-olah Albert telah mengetahui apa yang di pikirkan oleh Valerie. Albert Beaufort berkata, "Karena sudah waktunya makan malam, aku harus mengisi perut ku terlebih dahulu."
Wajah Valerie Lucianne memanas, dia segera menurunkan pandangannya. "Ayo kita bawa Kakak Curtis juga."
"Baik." Jawab Albert Beaufort.
Mobil tiba di luar sekolah Curtis Beaufort...
Albert Beaufort memarkir Mobil, berbalik dan membuka sabuk pengaman Valerie Lucianne, lalu berkata, "Pergi dan jemput dia, aku tidak akan keluar."
"Baiklah." Jawab Valerie Lucianne mengangguk.
Curtis Beaufort tentu saja sangat senang ketika melihat Valerie Lucianne. Jika adiknya tidak melarangnya sebelumnya, dia pasti akan memeluk Valerie di depan umum lagi.
__ADS_1
Valerie Lucianne mengangkat tangannya dan menyeka keringat di dahinya. “Hari ini panas, ayo beli es krim, oke?"
"Tentu aja, ayo." Ucap Curtis Beaufort mengangguk setuju.
Di Minimart di luar sekolah, Valerie Lucianne memegang tangan Curtis Beaufort dan mengambil es krim dari lemari es.
Valerie dan Curtis tidak menyadari, bahwa ada lima siswa perempuan berdiri di pintu masuk Minimart yang memperhatikan keduanya, melihat ke dalam dengan leher mereka yang memanjang, seakan ingin mengintip sesuatu.
"Apakah kamu melihat itu? Apa tuan muda kedua, Albert Beaaufort ada di sana?"
"Jangan khawatir, aku masih melihat situasinya. Semoga saja ada." Siswa-siswa perempuan itu terus berbisik.
Valerie Lucianne memilih es krim yang di sukainya. Melihat Valerie mengambilnya, Curtis Beaufort juga memilih es krim yang sama. Curtis berpikir, dia harus memilih yang sama dengan dengannya.
Melihat tingkah lucu Curtis, Valerie mencubit pipinya dan tertawa. Curtis benar-benar seperti anak kecil. Berdiri di dekat kulkas, Valerie Lucianne berpikir sejenak. Lalu dia mengambil satu lagi es krim cokelat dari dalam sebelum membayar tagihan di kasir.
Berjalan keluar dari pintu, Valerie Lucianne langsung merasa bahwa suasananya tidak benar.
Seperti yang di harapkan, begitu Valerie Lucianne dan Curtis Beaufort berjalan keluar dari toko, beberapa gadis mengelilinginya.
Mereka semua muda dan ceria, dan mereka semua memiliki wajah yang imut dan menyambut mereka berdua dengan antusias. Valerie Lucianne juga tersenyum pada mereka.
"Saudara Curtia, kenapa aku tidak melihat kakak mu datang?" seseorang bertanya.
Baru saat itulah Valerie Lucianne mengerti. Tidak heran dia merasa seperti ada seseorang yang memperhatikannya, saat mereka berdua berada di dalam Minimart. Tampaknya Albert Beaufort tidak mau datang karena alasan ini.
Ketika Curtis Beaufort mengatakan bahwa adik laki-lakinya tidak ada di sini, gadis-gadis itu segera menunjukkan kekecewaan di wajah mereka.
Valerie Lucianne tersenyum ringan dan menggelengkan kepalanya, dan pergi bersama Curtis Beaufort menuju parkiran mobil.
-------------
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗
__ADS_1