
“Ehem..” Albert Beaufort terbatuk ringan dan kemudian berkata, "Kakak, kamu tidak bisa membuat Valerie tidur di sisi ku. Aku akan meminta para pelayan untuk menyediakan kamar baru yang bagus untuk Valerie.”
Curtis Beaufort mengangguk, dan berkata lagi, "Tapi aku masih tidak bisa tenang. Kenapa kita tidak melakukan ini. Valerie, jika kamu tidak nyaman untuk tidur dengan adik laki-laki ku, maka tidurlah dengan ku saja."
"Pfft!" Albert Beaufort hampir memuntahkan sup ayam yang akan di telannya.
Kedua saudara lelaki ini benar-benar seenaknya mengatur sesuatu padanya, membuat Valerie Lucianne merasa kesal! Dia bukan barang yang bisa du bawa kesana-kemari!
Curtis Beaufort benar-benar lupa akan Valerie, saat dia melihat ekspresi tidak senang di wajah gadis itu, dia mencoba membujuknya, "Valerie, jangan sedih. Jika kamu tidak suka tidur di tempat ku, maka kamu bisa tidur dengan adik laki-laki ku saja. Adik, kau harus membantu ku merawat Valerie dengan baik. "
Valerie Lucianne benar-benar kehilangan kata-kata! Ini semua karena Curtis Beaufort adalah orang bodoh yang keterbelakangan mental. Jika ucapannya itu di dengar oleh orang normal, mereka pasti akan tertawa terbahak-bahak! Bagaimana bisa dia memberikan istrinya kepada adik lelakinya sendiri untuk tidur? Ini … Apa ini?
Rasa malu Valerie Lucianne jatuh ke mata Albert Beaufort. Melihat ekspresi Valerie, dia tidak tahan untuk terus diam. Jadi, dia berkata, "Kakak, bisakah kamu berbicara lebih sedikit? Kita sedang makan.”
Saat Albert Beaufort mengatakan itu, dia sedikit mengernyit, tampak tidak senang. Seperti yang di harapkan, Curtis Beaufort sangat peduli tentang adiknya. Melihat ekspresi adiknya yang tidak senang, dia dengan patuh menutup mulutnya.
Setelah makan malam, mereka kembali ke kamar masing-masing. Valerie Lucianne juga kembali ke kamarnya. Tepat saat dia akan tidur, seseorang mengetuk pintu. Itu adalah Albert Beaufort.
Saat Valerie Lucianne membuka pintu, pria itu langsung berjalan masuk. Melihatnya, Valerie Lucianne merasa sangat canggung dan terdiam.
"Kau juga belum tidur..." Valerie Lucianne mencoba yang terbaik untuk terlihat normal.
"Iya." Albert Beaufort berdiri di tengah ruangan dan menjawab dengan acuh tak acuh. Dia mengangkat kepalanya dan melihat sekeliling ruangan. Kamar ini selalu kosong.
Saat wanita-wanita sebelumnya datang, mereka semua mengatakan bahwa ruangan itu terlalu kecil dan tidak terbiasa untuk tinggal di dalamnya, menyebabkan orang merasa tertekan. Awalnya Albert Beaufort mengira para wanita ini sangat sok, dan ingin di perlakukan seperti seorang putri.
Baru sekarang Albert Beaufort menyadari bahwa kamar ini memang benar-benar kecil dan sempit. Dia tidak nyaman dengan itu, apalagi tinggal di sini lebih lama!
__ADS_1
Valerie Lucianne bingung. Pria ini terus melihat-lihat kamarnya, tetapi dia tidak tahu apa yang pria ini lakukan.
"Tempat ini terlalu kecil." Albert Beaufort berkata kepada Valerie Lucianne, dan dia akhirnya menarik kembali tatapannya.
"Hah?" Valerie Lucianne tertegun sejenak.
Valerie Lucianne di penuhi dengan keraguan, dia menatap Albert Beaufort dengan matanya yang besar dan bingung. Pria ini, yang datang ke kamarnya di malam hari, mungkinkah dia ingin mendiskusikan ukuran ruangan itu dengannya?
"Ayo pindah ke ruangan lain besok. Aku akan menghubungi tim desain dan merancang kamar tidur untuk mu." ucap Albert Beaufort dengan dingin.
"Tidak, itu tdak perlu, aku baik-baik saja di sini, aku sudah terbiasa." Jawab Valerie Lucianne. Sebenarnya, lingkungan dan fasilitas di sini berkali-kali lebih baik daripada apartemen kecil yang di sewanya di luar.
"Bahkan jika kamu tidak membutuhkannya, kamu tetap harus pindah." Ucap Albert Beaufort memotongnya, alisnya berkerut tidak senang, dan melanjutkan, "Aku akan di tertawakn, jika orang lain tahu bahwa wanita ku tinggal di kamar sekecil ini.
"…..” Valerie Lucianne tertegun. Setelah beberapa waktu, dia akhirnya bicara dengan putus-putus, "T-tapi... Identitas ku di sini adalah.. aku adalah... istri kakak Curtis... aku adalah Nyonya Muda Sulung...”
Valerie Lucianne tanpa sadar menggigit bibir bawahnya, tetapi pada akhirnya, dia tidak mengatakan apa pun. Setelah pria itu pergi, dia tampak putus asa dan menundukkan kepalanya. Dia tidak tahu mengapa suasana hatinya tiba-tiba buruk seperti ini.
Valerie Lucianne bergumam pada dirinya sendiri, "Ini semua salah. Identitas ku adalah kakak ipar mu dan kau adik ipar ku. Aku..."
"Apa kata mu!" Tiba-tiba, suara serak magnetis Albert Beaufort terdengar di atas kepalanya, membuat Valerie Lucianne gemetar.
Valerie Lucianne mendongak dan tertegun. Sial! Bukankah pria ini sudah pergi? Kenapa dia… Kenapa dia kembali?
"Tidak, tidak ada." Valerie Lucianne menggelengkan kepalanya. Untungnya, pria itu tidak mengejar masalah ini. Pria itu hanya mengeluarkan kartu hitam dari sakunya dan memasukkannya ke tangan Valerie Lucianne.
"Apa ini ?" Valerie Lucianne menatapnya dengan curiga.
__ADS_1
“Ambillah. Jika kamu suka sesuatu, beli saja dengan itu. Ingat, jangan sungkan pada ku, kau adalah wanita ku." ucap Albert Beaufort memperingatkan.
"Ba.. baiklah." Wajah Valerie Lucianne memerah, dia menganggukkan kepalanya berulang kali.
Kali ini Albert Beaufort benar-benar pergi dan tidak pernah kembali. Valerie Lucianne berdiri di tempat yang sama dan menunggu sebentar. Setelah memastikan bahwa pria itu tidak akan kembali, dia pergi untuk menutup pintu...
Valerie Lucianne membalik kartu itu di tangannya. Black Card? Ck tsk. Dia tidak pernah berani berpikir bahwa dia akan memiliki hal seperti itu dalam hidupnya!
Keesokan harinya...
Angels Corp, di kantor direktur...
"Apa kata mu!" Direktur Axelyn Callisto membanting tangannya di atas meja dan berdiri.
“Jessy Lucianne di tangkap? Atas dasar apa? Mengapa dia di tangkap? " tanya Direktur Axelyn Callisto.
Asisten itu segera melaporkan situasinya. Tentu saja, karena korban yang di culik dan di paksa membuat film itu adalah orang yang di lindungi, pihak berwenang tidak menyebutkan namanya. Karena itu, selain beberapa polisi yang menyelamatkannya, tidak ada orang lain yang tahu siapa dia.
Akan tetapi, Direktur Axelyn Callisto langsung bisa menebak siapa gadis itu. "Tidak, aku harus pergi ke kantir CEO dan memberitahunya tentang hal ini. Jessy Lucianne adalah teman baik ku, aku tahu karakternya, dia pasti tidak bersalah. Lagipula, masalah ini terlalu penting untuk citra Angels Corp kita, jadi tidak bisa ada kecelakaan!"
zzzz zzzz zzzz zzzz zzz zzzz zzzz zzz zzzz zzzz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗
__ADS_1